Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Rancang Bangun Aplikasi Koperasi Syariah Berbasis Web Pada Koperasi Warga Polban Bandung Koernia Purwihartuti; Hennidah Karnawati; Tiafahmi Angestiwi; Kristianingsih Kristianingsih; Hasbi Hasbi; Nurjanah Syakrani; Bambang Wisnuadi; Yayan Firmansyah
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2023): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v5i2.7253

Abstract

Koperasi Warga Polban (KWP) merupakan koperasi yang beranggotakan pegawai Polban. Koperasi ini terletak di dalam kampus Polban. Hasil RAT yang dilaksanakan pada 28 Februari 2023 menunjukkan bahwa koperasi syariah akan dilaksanakan secara bertahap sebelum membuat perizinan. Guna pelaksanaan koperasi syariah, diperlukan adanya transparansi dari berbagai sisi mengingat di dalam koperasi syariah tidak boleh memberlakukan bunga karena dianggap sebagai riba. Pada pelaksanaannya koperasi syariah menerapkan sistem bagi hasil. Transparansi tersebut dapat dilakukan dengan baik dengan bantuan sistem informasi yang berisi mengenai semua informasi yang dibutuhkan oleh anggota. Tujuan dari PkM ini adalah untuk menghasilkan rancang bangun aplikasi koperasi syariah berbasis web pada KWP. PkM ini berupa teknologi tepat guna rancang bangun koperasi syariah berbasis web. Metode yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah metode Agile. Aplikasi web ini dibuat menggunakan beberapa teknologi pengembangan web, seperti: (1) Vue.js, untuk sisi Front-End yang berperan dalam menyajikan tampilan visual dari aplikasi; (2). Laravel, untuk sisi Back-End yang berperan untuk melakukan pemrosesan terhadap fungsionalitas dari aplikasi; (3) MySQL, sebagai basis data dalam menyimpan data-data yang berkaitan dengan KWP. Hasilnya berupa sistem informasi KWP Berbasis Web yang siap dipresentasikan pada RAT 2024. Disarankan web yang telah dibuat terus dilakukan updating, perlu kebijakan pengamanan data dan ada pegawai khusus yang menangani web ini.
Evaluasi Kinerja Aset Bangunan Gedung Kantor Cabang Utama Bandung PT Pos Indonesia (Persero) Karnawati, Hennidah; Cemara, Win Ayu
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v7i2.20768

Abstract

PT Pos Indonesia merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu aset bangunan milik PT Pos Indonesia adalah Gedung Kantor Cabang Utama Bandung yang memiliki luas lahan 6.005 m2 dan bangunan 8.528 m2. Permasalahan pada gedung kantor ini yaitu terdapat kerusakan pada bagian gedung antara lain cat dinding yang mengelupas serta atap, lantai, pintu, jendela yang tidak terawat dan memadai. Dalam pengoperasiannya, tingkat penggunaan bangunan gedung hanya 35% untuk kegiatan operasional, sebanyak 65% dalam kondisi kosong tidak digunakan sehingga tersisa kapasitas mengganggur (idle capacity). Permasalahan kondisi fisik dan fungsional aset bangunan gedung Kantor Cabang Utama Bandung dapat meningkatkan beban keuangan (financial burden) yang timbul akibat pemeliharaan dan perbaikan pada komponen aset bangunan gedung yang tidak secara optimum difungsikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja aset yang meliputi kinerja fisik (physical), fungsional (functional), dan finansial (financial). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif (kualitatif dan kuantitatif). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja aset Gedung Kantor Cabang Utama Bandung belum optimal ditandai dengan pencapaian kinerja fisik 46,15% (kurang baik), kinerja fungsional 53,75% (buruk/tidak layak), dan kinerja finansial yang telah memenuhi standar tetapi hanya diperoleh dari perhitungan aset produktif perusahaan sebesar 35%.