Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implikasi kolaborasi multidisiplin dalam penelitian akuntansi kritis: sebuah refleksi Wulandari, Putu Prima
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 19 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v19i1.2464

Abstract

Meningkatnya jumlah penelitian, menandakan semakin banyaknya masalah dan kompleksitas yang dihadapi umat manusia dan masalah tersebut diharapkan dapat dijawab melalui pencarian kebenaran dalam penelitian. Dalam konteks ini akuntansi kritis dapat digunakan sebagai sarana pengumpulan berbagai bentuk informasi yang lebih beragam, sehingga penelitian interdisipliner penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi kolaborasi multidisiplin dalam penelitian akuntansi kritis. Penelitian ini merupakan penelitian systematic literature review dengan jenis data sekunder yang berupa studi pustaka atas hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi multidisiplin dalam penelitian akuntansi kritis dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah kompleksitas dan dominasi pada masyarakat dengan berorientasi kepada pemangku kepentingan yang posisinya lemah di masyarakat, serta melibatkan peneliti yang benar-benar kritis dalam gerakan revolusioner dan emansipasi
Pengaruh Financial Distress, Opini Audit Tahun Sebelumnya, dan Frekuensi Rapat Tahunan Board of Directors Terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern Ray, Kevin; Wulandari, Putu Prima
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 03 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i03.1030

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna untuk mengetahui pengaruh financial distress, opini audit tahun sebelumnya, dan frekuensi rapat tahunan Board of Directors terhadap pemberian opini audit going concern. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi logistik. Adapun sampel penelitian adalah 123 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Penelitian ini menemukan bahwa financial distress berpengaruh negatif terhadap pemberian opini audit going concern dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap pemberian opini audit going concern. Di samping itu, frekuensi rapat tahunan Board of Director tidak berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan, auditor eksternal akan meragukan suatu entitas dalam mempertahankan kelangsungan usahanya ketika sedang mengalami financial distress (Z-Score kurang dari 1,81) dan menerima opini audit going concern pada tahun sebelumnya. Sehingga, financial distress dan opini audit tahun sebelumnya dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh auditor eksternal dalam memberikan opini audit going concern.
Meningkatkan Kemampuan UMKM dalam Mengelola Keuangan melalui Pelatihan Penganggaran Usaha Sudarma, Made; Wulandari, Putu Prima
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4.1 (2025): SPESIAL ISSUE DESEMBER
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam penyusunan anggaran usaha. Permasalahan ini menyebabkan pencampuran antara keuangan pribadi dan usaha, kesulitan mengendalikan arus kas, serta lemahnya perencanaan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan solusi melalui pelatihan penganggaran usaha bagi UMKM di Kota Malang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, dan pemberian contoh kasus sederhana yang relevan dengan kondisi usaha peserta. Hasil evaluasi menunjukkan kegiatan ini efektif dengan rata-rata skor survei di atas 4,0 (kategori baik–sangat baik). Indikator tertinggi terdapat pada kesesuaian materi dan kepuasan peserta (4,6), sedangkan kelemahan ditemukan pada keterampilan praktis memisahkan keuangan pribadi dan usaha (4,1). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan telah berhasil meningkatkan pemahaman dasar peserta, meskipun masih dibutuhkan pendampingan lanjutan untuk aspek praktik. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat literasi keuangan UMKM dan memberikan dasar penting bagi perancangan program pelatihan berkelanjutan yang lebih komprehensif di masa mendatang.
Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG): Peran Moderasi Kualitas Audit dan Frekuensi Rapat Komite Audit Pada Perusahaan Energi di Indonesia Purnama, Jocelyn Ardelia; Wulandari, Putu Prima
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 03 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i03.3286

Abstract

Sektor energi di Indonesia memiliki tingkat eksposur lingkungan dan sosial yang tinggi sehingga menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih kuat. Dalam konteks tersebut, pengungkapan environmental, social, and governance (ESG) menjadi instrumen penting dalam penyediaan informasi non-keuangan serta mencerminkan peran mekanisme tata kelola perusahaan. Praktik pengungkapan ESG di Indonesia masih menunjukkan variasi yang cukup besar meskipun telah didukung oleh kerangka regulasi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional terhadap pengungkapan ESG serta menguji peran moderasi kualitas audit dan frekuensi rapat komite audit. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan memanfaatkan data sekunder dari 55 perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2024, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap pengungkapan ESG. Kualitas audit terbukti memoderasi hubungan tersebut dengan arah melemahkan, sementara frekuensi rapat komite audit tidak berperan sebagai variabel moderasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian peran frekuensi rapat komite audit sebagai mekanisme tata kelola internal dalam hubungan antara kepemilikan institusional dan pengungkapan ESG pada sektor energi di Indonesia. Temuan ini memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan teori agensi dalam konteks ESG serta implikasi praktis bagi perusahaan, investor, dan regulator dalam memperkuat mekanisme tata kelola guna meningkatkan pengungkapan ESG.