Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN CSR PHE WMO DALAM PENGELOLAAN SAMPAH KAWASAN WISATA PANTAI PASIR PUTIH TLANGOH, TANJUNGBUMI, BANGKALAN Ika Bayu Kartikasari; Helen Puspita Sari; Ulil Masruroh
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 1 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.145 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.195

Abstract

Pantai Tlangoh merupakan pantai yang baru di buka untuk umum pada tahun 2019 yang terletak di Desa Tlangoh diantara Dusun Temmana dan Pakerengan. Sebelum dikelola menjadi Kawasan wisata, Masyarakat sering kali membuang sampah rumah tangga dan seresah pada tepian pantai sehingga terbawa arus. Dampaknya adalah pencemaran laut dan berkurangnya nilai estetika lingkungan. Masyarakat juga memanfaatkan Pantai Tlangoh untuk penambangan pasir putih yang dampaknya dapat menyebabkan abrasi. Program CSR PHE-WMO melakukan pengelolaan lingkungan berbasis SDG’s dengan mengelola pantai. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian awal pengelolaan sampah pada Pantai Tlangoh setelah menjadi pariwisata. Metode yang digunakan eksperimen dengan mengetahui timbulan dan komposisi yang dapat di daur ulang. Dari hasil analisis proyeksi timbulan yang terjadi pada tahun 2019 mencapai 1488,32 m3/hari. Sehingga peran objek Wisata Pantai Tlangoh dapat mengurangi kebiasaan masyarakat yang terbiasa membuang sampah di tepi pantai dan melakukan penambangan pasir putih dan dapat mengurangi timbulan sampah yang ada. Komposisi sampah terbanyak yaitu pada saat sabtu dan minggu dengan komposisi terbanyak terdiri dari sampah plastik 30,7 %, sampah makanan 30,32%, dan sampah halaman/seresah 15,2%. Timbulan sampah yang dihasilkan dari masyarakat dan pengunjung 29,24 kg/hari. Dari potensi tersebut apabila pengolahan sampah secara 3R, dapat berpotensi mengolah 8,37 kg/hari. Potensi tersebut terdiri dari sampah makanan 2,89 kg/hari, sampah plastik 4,13 kg/ hari, sampah kertas 0,44 kg/hari, sampah logam 0,57 kg/hari, dan sampah kaca 0,57 kg/hari. Objek Wisata Pantai Tlangoh menambah pendapatan masyarakat di awal pandemik Covid-19 dan timbulan sampah yang berasal dari sebagian masyarakat sekitar.
Electrolysis Using Magnesium and Copper Electrodes: A Study of Voltage, Current, and Light Intensity Achmad Afandi; Ulika Trijoga Putrawardana; Amarullah; Ulil Masruroh; Yoga Kriswahyudi; Muhammad Furqon
Techno Bahari Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v12i2.402

Abstract

This research aims to develop a lighting system that utilizes seawater as an electrical energy source through the electrolysis process. Two metals, copper and magnesium, are used as electrodes that generate DC voltage when immersed in seawater. The output voltage from this process is relatively low, so a boost converter circuit is employed to increase the voltage level sufficiently to power a lamp. The converter circuit is designed using electronic components such as an inductor, diode, capacitor, and transistor to regulate and stabilize the output voltage. The experimental results show that the system can produce up to 5 watts of power and successfully illuminate a lamp with optimal brightness. This study demonstrates that combining seawater electrolysis with an electronic voltage-boosting circuit can serve as a simple and effective renewable energy alternative, particularly for coastal areas that are not yet connected to conventional electricity networks.