Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

pelatihan penggunaan aplikasi chemlab sebagai alternatif praktikum untuk meningkatkanketerampilan proses sains siswa SMAN 3 Lembar Samsul Hadi; Hermansyah Hermansyah; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.281 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i2.663

Abstract

Pembelajaran kimia tidak bisa dilepaskan dari kegiatan eksperimen atau percobaan ilmiah karena eksperimen kimia di laboratorium sekolah menjadi salah satu cara bagi siswa untuk memperoleh pemahaman makroskopis secara langsung terhadap ilmu kimia Laboratorium virtual berperan penting sebagai media yang dapat digunakan dalam menunjang dan mengantisipasi keterbatasan pada laboratorium nyata. kegiatan pengabdian ini bertujuan memberi pengetahuan keterampilan bagi siswa dalam pembelajaran praktikum kimia dengan mengaplikasikan program virtual berbantuan computer sebagai upaya alternatif menanggulangi keterbatasan laboratorium ril di sekolah. Peserta pelatihan adalah siwa kelas  X di SMAN 3 Lembar Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini berupa simulasi, praktek dan pendampingan. Hasil kegiatan yang dicapai melalui kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan  siswa tentang pelaksanaan metode praktikum kimia berbasis teknologi. Pelatihan ini dirasa sangat bermanfaat sekali karena dapat membantu siswa dalam mengatasi hambatan dalam mempelajari konsep-konsep kimia yang membutuhkan praktikum dengan ketersediaan alat dan bahan yang terbatas.Kata Kunci: Pembelajaran Kimia, Eksperimen, Laboratorium Virtual (Chemlab)
Edukasi Nilai-Nilai Karakter bagi Anak Usia 8–12 Tahun melalui Pendekatan Experiential Learning di Gomong Lama Maria Grace Putri Edi; Karoluslina Karoluslina; Samsul Hadi; Basariah Basariah; Jumrawati Jumrawati; Zulva Amelia
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 5 No. 1 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v5i1.20826

Abstract

This community service activity aimed to strengthen character values among children aged 8–12 years in Gomong Lama through an experiential learning approach. The activities were conducted using educational games, simulations, group discussions, storytelling, and reflective learning. The methods applied included socialization, character education activities, mentoring, and evaluation. The results showed that children demonstrated improvements in discipline, honesty, empathy, responsibility, and cooperation in daily interactions. The experiential learning approach encouraged children to actively participate and internalize character values through direct experience. This activity also increased community awareness regarding the importance of character education outside formal school environments. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Experiential Learning, Anak-Anak, Pendidikan Masyarakat
Kajian Tradisi Bejango Beleq Dan Nilai-Nilai Yang Terkandung Di Dalamnya Studi Pada Masyarakat Sasak (Di Desa Songak Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur) Nurlaeli Fajriah; Muhammad Mabrur Haslan; Samsul Hadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2013-2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan  tradisi Bejango Beleq yang merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Tradisi dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Bejango Beleq serta mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Bejango Beleq terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan yang terdiri dari  Pembentukan panitia dan Musyawarah panitia. Selanjutnya Tahap pelaksanaan terdiri dari Penyereok (Pertunjukan budaya), Bejarik Minyak jeleng (Minyak Songak), Tradisi Buarak, Menghias Sesaji/Dulang (Sesangan). Hingga acara puncak di Masjid Kuno Desa Songak. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini meliputi Nilai Agama, Nilai Solidaritas Sosial, Nilai Budaya, Serta Nilai Ekonomi. Nilai-nilai tersebut menjadikan tradisi Bejango Beleq tidak hanya sebagai bentuk ekspresi budaya, tetapi juga sebagai  pembelajaran sosial dan spiritual bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan demikian, tradisi ini berperan penting dalam memperkuat identitas budaya serta mempererat hubungan antar warga di Desa Songak. Penelitian ini dalam implikasinya ke masyarakat dapat dijadikan sebagai dokumen tertulis dalam menjaga ataupun melestarikan tradisi Bejango Beleq.
Community Empowerment through Participatory Mapping of Coastal Waste at Jangkok River Estuary: Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemetaan Partisipatif Sampah Pesisir di Muara Sungai Jangkok Wirahadi Jaya Kusuma; Samsul Hadi; Lira Sari Alfathin; Tisna Apriani; Wiya Zahara Tarwiha; Widi Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Tropis Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/jpmti.v2i2.309

Abstract

Coastal waste accumulation at river estuaries poses serious environmental threats, yet community awareness of waste management remains critically low. This community service activity aimed to empower coastal communities at the Jangkok River Estuary, Mataram City, through environmental education and participatory waste mapping. Conducted in 2025, the activity involved 42 participants (89.3% participation rate) comprising fishermen, community members, and local leaders. Methods included interactive educational outreach, line transect waste mapping, group discussions, and pre-test/post-test evaluations. Mapping across 900 m² identified 18.74 kg of total waste, dominated by plastic (68.4%), with the highest density recorded in the estuary zone (0.076 kg/m²). Participant understanding improved significantly from 58.4 to 81.7 (39.9% increase), with participants identifying three primary waste sources and formulating five community-based action recommendations. Environmental education combined with participatory mapping effectively enhanced community awareness and capacity for coastal waste management. These findings provide a foundation for developing a sustainable, community-led waste management plan integrated into local environmental policy.