Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perundungan Dunia Maya (Cyberbullying) dan Upaya Preventif di Kalangan Siswa SMK Bangun Persada Bekasi Fransiska Novita Eleanora; Rabiah Al Adawiah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2021): JAMSI - November 2021
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.244 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.67

Abstract

Perkembangan dan maraknya akan kecanggihan dari teknologi yang semakin pesat dan juga berkembang mengakibatkan dampak yang positif dan juga yang negatif, dimana berdampak positif dengan penggunaan dari sosial media memberikan kemajuan dan juga ilmu pengetahuan serta dapat bertukar informasi antara yang satu dengan lainnya, sedangkan yang berdampak dalam yang negatif yaitu dikarenakan terjadinya hak-hal yang tidak diinginkan melalui media sosial seperti facebook, juga instagram, terjadinya intimidasai, saling mencemoohkan dan akibatnya dapat merugikan antara yang satu dengan lainnya, dan sebelum terjadinya akibat yang terkhusus berdampak kepada anak tentunya dapat dilakukan tindakan preventif dan pencegahan, dikarenakan anak terkadang perlu mendapatkan pengawasan dan kontrol baik dari orang tuanya dilingkungan keluarag, juga gurunya disekolah agar anak tidak menjadi pelaku dan juga korban dari cyberbullying. Permasalahan yang akan dikaji bagaimana upaya preventif yang dilakukan agar dapat terhindar dari pelaku dan korban cyberbullying. Tujuannya untuk mengetahui pencegahan yang dilakukan oleh siswa sebagai bentuk upaya yang preventif agar dapat terhindar dari perundungan di dunia maya, metode yang digunakan dengan ceramah dan diskusi dengan tanya jawab melalui aplikasi zoom dan hasilnya bahwa siswa sudah dapat mengetahui dan memahami upaya preventif dalam perundungan dunia maya (cyberbullying) berseta aspek hukumnya.
Sosialisasi Bahaya Dan Dampak Cyberbullying (Perundungan Dunia Maya) Bagi Pelajar Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Bekasi Fransiska Novita Eleanora; Rabiah Al Adawiah
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Barelang
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v3i01.2685

Abstract

Kegiatan pelaksanaan dari pengabdian masyarakat ini diberikan sosialisasi kepada siswa dan siswi di sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 3 Bekasi agar dapat memahami dan mengerti mengenai bahaya dan dampak serta aspek hukum yang berkaitan dengan cyberbullying (perundungan dunia maya) dalam pengaturannya di undang-undang informasi dan transaksi elektronik yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini melalui aplikasi zoom yang dilaksanakan satu hari selama 2 (dua) jam dengan memberikan pemaparan dan penjelasan mengenai bahaya dan dampak serta aspek hukumnya, dan setelah pemaparan selesai ada sesi pertanyaan dari para peserta. Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat atau sosisalisasi ini adalah adanya peningkatan pemahaman dari siswa dan siswi terhadap bahaya dan dampak dari cyberbullying (perundungan di dunia maya) serta aturan-aturan dan penerapan sanksi yang mengaturnya, dengan sosialisasi ini juga maka dalam penggunaan media sosial harus selalu berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakannya agar tidak merugikan diri sendiri. Kata Kunci : sosialisasi, bahaya, dampak, pelajar
BAHAYA DAN DAMPAK PENYALAHGUNAAN NAPZA DI KALANGAN PELAJAR SMAN 9 BEKASI Rabiah Al Adawiah
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Barelang Vol 4 No 1 2022
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v4i1.4583

Abstract

Angka penyalahgunaan NAPZA/Narkotika di Indonesia mencapai 3.419.188 orang, dan 27% pengguna NAPZA tersebut dari kalangan pelajar. Besarnya angka ini menjadi masalah serius terutama bagi generasi muda. Penyalahgunaan NAPZA dapat membahayakan dan memberikan dampak yang serius terhadap fisik, psikis, bahkan dampak sosial bagi penggunanya. Dengan demikian menjadi sangat penting bagi semua pihak baik sekolah maupun orang tua untuk terus memberikan pengarahan yang baik mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA/Narkotika bagi masa depan pelajar. Secara umum, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan hukum penyalahgunaan Napza ini, yaitu: 1) Pihak sekolah turut mencegah terjadinya penyalahgunaan Napza di kalangan pelajar; 2) Kalangan pelajar dapat mengerti dan memahami bahaya dan dampak penyalahgunaan Napza dan aspek hukumnya. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk webinar melalui platform/aplikasi zoom antara narasumber dengan para peserta pelajar.
Tinjauan Hukum Mengenai Pinjaman Online (Spinjam) Pada Aplikasi Shopee Dalam Perspektif Perikatan Islam Dewi Puspita Sari; Adi Nur Rohman; Rabiah Al Adawiah
Bhara Justisia Vol 2 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Law Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/gjn9eb12

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor keuangan, termasuk munculnya layanan pinjaman online (fintech lending). Salah satu platform yang menyediakan layanan pinjaman online adalah aplikasi Shopee, yaitu fitur Shopee Pinjam (SPinjam). Namun dalam perspektif perikatan Islam, konsep perjanjian pinjaman online perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah, yakni untuk menghindari adanya unsur riba, grarar, maysir, zulm, dharar dan haram dalam akad. Hasil dari penelitian ini adalah kedudukan hukum pinjaman online pada fitur Shopee Pinjam (SPinjam) merupakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi yang telah terdaftar, memiliki izin, dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pinjaman online fitur SPinjam sudah memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana Pasal 1320 KUHPerdata. Pinjaman online fitur SPinjam apabila ditinjau dari perikatan Islam sudah sesuai dengan rukun dan syarat perikatan Islam. Namun pada pinjaman online fitur SPinjam terdapat bunga pinjaman. Kedudukan akad pada pinjaman online fitur SPinjam termasuk dalam akad qardh.  Pinjaman online  fitur SPinjam dalam  hukum  Islam  sudah memenuhi rukun dan syarat akad qardh, namun danya bunga pinjaman pada fitur SPinjam ini bertentangan dengan prinsip qardh yang melarang adanya riba. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus.
The Legal Reasoning of Religious Court Judges in Granting Marriage Dispensations from the Perspective of Maqāshid Al-Shari’ah Ahmad Baihaki; Rabiah Al Adawiah
KRTHA BHAYANGKARA Vol. 18 No. 3 (2024): KRTHA BHAYANGKARA: DECEMBER 2024
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/krtha.v18i3.2937

Abstract

The issue of preventing child marriage and marriage dispensation to provide child protection remains a crucial legal problem. This research aims to examine the legal reasoning in the rulings of Religious Court judges regarding marriage dispensation applications and to what extent these rulings provide child protection from the perspective of Maqāshid Al-Shari’ah. This study employs normative legal research methods and analyzes legal issues from the perspective of Maqāshid Al-Shari’ah. Data collection was conducted through a literature review. The findings indicate that the legal reasoning in the rulings of Religious Court judges has not fully aligned with the spirit of the Marriage Law, the Child Protection Law, and the Supreme Court Regulation on Marriage Dispensation, which aim to prevent child marriage. There is a dilemma among judges between efforts to prevent child marriage and the legal reality where the child applying for marriage dispensation has met urgent reasons and supporting evidence. Most of the rulings by Religious Court judges on marriage dispensation cases align with the main objectives of Islamic law (Maqāshid Al-Shari’ah), which are the protection of religion (hifz al-din), the protection of life (hifz al-nafs), the protection of lineage (hifz al-nasl), the protection of intellect (hifz al-aql), and the protection of property (hifz al-māl).