Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal dalam Upaya Peningkatan Konservasi Lingkungan pada Mahasiswa PGSD di Batik Tulis Ciwaringin Cirebon Nailah Tresnawati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2603

Abstract

AbstrakNilai budaya asing berkembang semakin pesat seiring dengan kemajuan teknologi yang secara nyata telah menggeser nilai-nilai budaya lokal di Indonesia. Hampir sebagian masyarakat termasuk mahasiswa kurang mengetahui keunikan kearifan lokal yang ada pada daerahnya. Masyarakat menganggap pembelajaran sains di sekolah ataupun di kampus tidak berkaitan dengan budaya lokal di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi keunikan di kampung batik tulis ciwaringin terkait pemanfaatan sumber daya alam hayati sebagai pewarna alami dalam upaya meningkatkan konservasi lingkungan melalui pembelajaran sains berbasis kearifan lokal pada mahasiswa PGSD Unswagati Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data melalui observasi langsung, wawancara, lembar kerja mahasiswa.  Subyek penelitian pada masyarakat blok Kebon Gedang desa Ciwaringin serta para perajin dan pengelola sentra batik tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis tumbuhan lokal yang digunakan sebagai pewarna alami di batik ciwaringin ini, baik dari akar, batang/kulit kayu, daun, bunga, buah, serta limbah kulit buahnya, kemudian melalui eksplorasi pengetahuan sains masyarakat (Indigineous knowledge) ini akan dihasilkan menjadi sebuah konsep-konsep sains, sehingga para mahasiswa mampu memperdalam pemanfaatan sumber daya alam (konsep sains) secara nyata, dan mengubah persepsi pengetahuan asli masyarakat yang terkesan sebagai pengetahuan budaya warisan saja, menjadi sebuah pengetahuan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pembelajaran sains berbasis kearifan lokal ini menumbuhkan kecintaan terhadap pengetahuan asli masyarakat sebagai bagian dari budaya bangsa yang berimplikasi terhadap konservasi sumber daya alam sekitar serta keseimbangan lingkungan.Kata kunci: sumber daya alam hayati, batik tulis ciwaringin, kearifan lokal  AbstractThe Foreign cultural values develop rapidly in line with advances in technology that has significantly shifted the values of the local culture in Indonesia. Most of the community including students are not informed about the uniqueness of local wisdom in the region. People consider that science learning in school or campus is not related to the local culture in society. The purpose of this study is to explore the uniqueness of the village of Batik Tulis Ciwaring related to the utilization of natural resources as natural dyes in an effort to increase environmental conservation through science teaching based on local wisdom to the PGSD students of Unswagati Cirebon. This research is a qualitative descriptive study. Data were collected through direct observation, interviews, and student worksheets. The objects of the research were Ciwaringin batik craftsman. The results show that there are different types of local plants used as natural dyes in batik Ciwaringin, both from the root, stem / bark, leaves, flowers, fruit, and fruit skin waste, then exploration of science knowledge society (indigenous knowledge ) will be generated into a scientific concept so that the students are able to deepen the use of natural resources (scientific concepts) in real actions, and to change the perception of indigenous knowledge society appeared as knowledge of cultural heritage to be scientific knowledge that can be accounted for. Local wisdom-based science learning is to foster interests in the original knowledge of society as part of the national culture which affects the conservation of natural resources around as well as environmental balance.Keywords: natural resources, batik tulis ciwaringin, local wisdom
Model Problem Based Learning Berorientasi SDGs dalam Pembelajaran IPAS Berbantuan Media Canva terhadap Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Putri Ayu Pramesti; Nailah Tresnawati; Tarmidzi Tarmidzi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5065

Abstract

Kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pemecahan masalah, seperti Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model PBL berorientasi Sustainable Development Goals (SDGs) berbantuan media Canva terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas V sekolah dasar serta keterlaksanaan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode weak experiment melalui desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Majalengka. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes literasi sains, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor literasi sains mengalami peningkatan dari 45,60 menjadi 70,68 dengan nilai N-Gain 0,46 termasuk pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis memperlihatkan nilai signifikansi < 0,001. Selain itu, keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik dan siswa merespons positif terhadap pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berorientasi SDGs berbantuan media Canva dapat mendukung peningkatan kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi bahwa guru dapat memanfaatkan model PBL berorientasi SDGs dan media Canva untuk mendukung peningkatan literasi sains siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk dilakukan pada mata pelajaran, materi, dan jenjang pendidikan yang berbeda dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih luas sehingga diperoleh temuan yang lebih komprehensif mengenai kemampuan literasi sains siswa.
Optimalisasi Peran Piket Kelas dalam Membentuk Tanggung Jawab Siswa SDN Pegajahan 1 Aii Nurfadhillah; Maysti Rahadatul &#039;Aisy; Nailah Tresnawati
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v11i2.2352

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana kegiatan piket kelas di SDN Pegajahan 1 Kota Cirebon dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan karakter tanggung jawab pada sekolah dasar. Lewat pendekatan kualitatif dan studi kasus Tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, serta analisis dokumen sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan piket yang dilakukan secara rutin mampu membentuk sikap disiplin, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan belajar mereka. Guru berperan penting dalam membimbing dan memberi contoh. Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama di kelas-kelas rendah, yang membutuhkan pendekatan lebih fleksibilitas dan sesuai usia. Kesimpulannya, piket kelas bisa menjadi strategi pembelajaran karakter yang kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka, asal dijalankan dengan evaluasi yang konsisten dan dukungan penuh dari seluruh pihak sekolah.
Mapping the Landscape of STEM Education in Primary Schools: A Bibliometric Review and Future Outlook Anggun Ravena Umar; Gema Amades Regina Caeli; Ismahyati Maulidah; Tarmidzi Tarmidzi; Nailah Tresnawati
International Journal of STEM Education for Sustainability Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI) 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/ijses.v5i2.660

Abstract

Numerous issues exist regarding STEM education in elementary schools. These problems include: 1) ignorance of the need to develop curricula that are in line with elementary school students' cognitive development and comprehension; 2) indifference to the dearth of resources for STEM education, the lack of professional development, and the unequal distribution of STEM education resources, particularly in rural and developing nations. The author used the Scopus.com database to conduct a bibliometric study of primary school STEM education-focused articles in order to comprehend the current state of affairs about STEM education in elementary schools. The author used RStudio to analyze 203 of the papers, and a descriptive analytic approach was used to interpret the analysis's findings. The study's findings show that the quantity of publications devoted to the application of STEM in primary education has significantly increased over time. The number of publications devoted to the use of STEM teaching models at the primary school level shows this trend. The degree of development and STEM education literacy at the primary school level is influenced by the curricular policies, the technology resources available, and the instructors' readiness. More research should concentrate on a comprehensive and more integrated strategy with an emphasis on technological and pedagogical advancements in curriculum creation that is pertinent and aligned with 21st Century educational abilities if it is to have a meaningful and relevant impact.