Iskandar Zulkarnaen
Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Suport Orang Tua pada Anak Terkena Leukimia di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan Rumah Harapan Indonesia Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Iskandar Zulkarnaen; Neli Maesak
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.448 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.31

Abstract

Leukemia merupakan salah satu jenis penyakit kanker darah yang angka kejadiannya yang sangat tinggi maka salah satu yang hais di perhatikan suport orang tua sebagai pemberi semangat dalam menjalani proses perawatan. Tujuan untuk mengetahui Suport Orang Tua di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia tahun dan Rumah Harapan Indonesia 2019. Jenis penelitian deskriptif observasional dengan jumlah populasi 40 orang tua anak leukemia. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan Rumah Harapan Indonesia. Pengumpulan data responden dengan melakukan wawancara langsung dan menbagikan kuesioner kepada responden hasilnya yang memberi suport pada anak terkena leukemia di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan Rumah Harapan Indonesia, telah memberikan suport sebanyak 32 orang (100,0%). Orang tua pada anak terkena leukemia di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia telah memberikan Suport orang tua sebanyak 20 orang (100,0%). Orang tua pada anak terkena leukemia di Rumah Harapan Indonesia Makassar memberikan suport 12 orang (100,0%).
An Overview of Parents' Stress Levels when Accompanying Online Learning for Students Dewi Purnama Windasari; Muh. Sahlan Zamaa; Iskandar Zulkarnaen; Hardiansyah Hardiansyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.47 KB)

Abstract

More than 800 million students in the world are learning at home as a result of the covid-19 pandemic. The transition of face-to-face learning to Study From Home (SFH) makes the role of parents very influential in supporting children's success in undergoing online learning systems. Such critical conditions make parents overwhelmed in balancing the role of being a teacher for children at home and also the demands of being a parent which ultimately triggers stress. This study intends to find out an overview of the stress level of parents of elementary school students in online learning in Batua Raya Village, Makassar City. This research is a descriptive study. The population in this study was parents who had elementary school children who carried out online learning as many as 375 students with a total sample of 67 people with a sampling technique in this study was purposive sampling This research used a questionnaire as an instrument for collecting research data. The results of this study found that respondents who had moderate stress totaled 22 people (32.8%) and respondents who had mild stress totaled 45 people (67.2%). The conclusion from the study, that respondents in this study experienced more mild stress. It is recommended that respondents can make interventions related to controlling the stress experienced.
Analisis Faktor Dengan Kejadian Tinea Corporis (KURAP) Terhadap Kebersihan Diri Di Desa Nelayan Wilayah Kerja Puskesmas Padongko Kabupaten Barru Rosdiana Rosdiana; Iskandar Zulkarnaen; Alief Ihram Fatany; Ima Mustika Tri Lestari; Haedir Haedir; Rahmat Pannyiwi
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7938

Abstract

Personal hygiene is personal hygiene that is carried out to maintain health, both physically and psychologically. According to Entjang, the definition of personal hygiene or individual hygiene (personal health efforts) is an effort by a person to maintain and improve their own health. The purpose of this study was to analyze the effect of personal hygiene on the incidence of tinea corporis (ringworm) in fishing communities. This research method is an analytical survey study using a cross-sectional research design. The population was 150 people and 50 people were taken randomly, data analysis using the chi-square test and multiple logistic regression. The results of this study are There is a significant relationship between Personal Hygiene (skin hygiene), with the incidence of tinea corporis (ringworm). The conclusion is that the community should maintain personal hygiene by maintaining skin hygiene, to reduce the risk of tinea corvoris (ringworm) disease.
GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA DI SMAN 5 MAROS Esse Puji Pawenrusi; Husnul Arbma Burhan; Hardianti; Iskandar Zulkarnaen; Sitti Nurhadijah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.665

Abstract

Latar belakang: Data World Health Organization menyebutkan lebih dari 350 juta orang di dunia mengalami stres. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia melaporkan 80% kasus bunuh diri remaja tahun 2022 berkaitan dengan kegagalan hubungan percintaan. Observasi di SMA Negeri 5 Maros menunjukkan 373 dari 611 siswa pernah mengalami putus cinta dalam setahun terakhir, dengan dampak seperti sulit tidur, hilang semangat, hingga menyakiti diri sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada remaja yang mengalami putus cinta di SMA Negeri 5 Maros. Metode: Survei deskriptif dengan sampel terdiri dari 193 siswa SMA Negeri 5 Maros yang pernah mengalami putus cinta dalam satu tahun terakhir, dipilih menggunakan teknik proportional systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS-14) dan Breakup Distress Scale (BDS). Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Menunjukkan bahwa Sebanyak 76,7% mengalami putus cinta ringan dan 55,4% mengalami stres berat. Mayoritas responden perempuan (63,2%) dan mulai pacaran usia 9–14 tahun (83,2%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas remaja (55,4%) dari total kasus mengalami stress berat dan menggambarkan putus cinta ringan sebanyak (76,7%) dari total kasus. Intervensi dari guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk membantu remaja mengelola stress akibat hubungan romantis.
Relationship between knowledge and attitude about dental health with incidence of dental disease Dewi Purnama Windasari; Iskandar Zulkarnaen; Nurhaeda N; Dewi Hikmah Marisda
An Idea Health Journal Vol 2 No 01 (2022): FEBRUARY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v2i01.76

Abstract

Dental and oral health is part of the general welfare of humans that can improve health. Data from the Ministry of Health in 2017 shows that the prevalence of caries in Indonesia reaches 60-80% of the population. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of children about dental health with the incidence of dental disease. This research is a quantitative research with analytic observational research type and cross sectional approach. The sampling technique used is the total sampling technique with a total sample of 81 respondents from class V SD Inpres Tangalla. The results of the study using the Chi Square statistical test showed the value of x2 = 51,100 (x2 > 3841) which means that there is a relationship between children's knowledge of dental health and the incidence of dental disease, the value of x2 = 67,331 (x2 > 3841). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of children towards dental health and the incidence of dental disease. It is hoped that the fifth grade students of SD Inpres Tangalla will improve their dental health by getting used to a healthy lifestyle
GAMBARAN PENGGUNAAN APD DAN KELUHAN GANGGUAN KULIT PADA PETUGAS PENGELOLA SAMPAH DI TPA ANTANG MAKASSAR Iskandar Zulkarnaen; Nurleli; Dewi Purnama Windasari; Hardianti; Aminullah; Muh. Dzulkifli MN
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.714

Abstract

Latar belakang: Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, khususnya pada petugas pengelola sampah yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan limbah, debu, cairan, dan mikroorganisme berbahaya. Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang lembab dan penuh kontaminan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, terutama gangguan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan alat pelindung diri (APD) dan keluhan gangguan kulit pada petugas di TPA Antang Kota Makassar. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 50 responden, pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menggunakan APD secara lengkap yaitu sebanyak 34 responden (68%), sedangkan yang menggunakan APD lengkap sebanyak 16 responden (32%). Selain itu, sebagian besar responden mengalami keluhan gangguan kulit yaitu sebanyak 32 responden (64%), sedangkan 18 responden (36%) tidak mengalami keluhan. Kesimpulan: Diharapkan petugas dapat meningkatkan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap dan sesuai standar saat bekerja guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan, khususnya gangguan kulit akibat paparan langsung dengan sampah.
RATU CERIA (REMAJA TANGGUH CEGAH ANEMIA) UPT SMP NEGERI 1 KELARA Dewi Purnama Windasari; Iskandar Zulkarnaen; Esse Puji Pawenrusi; Gresina Kabinubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.427

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu keadaan dengan kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari normal. Anemia gizi besi pada remaja putri beresiko lebih tinggi karena menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingg amudah terkena masalah Kesehatan. Tujuan: untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah terjadinya anemia. Metode: Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyuluhan yang di bawakan oleh narasumber dan pembentukan Ratu Ceria (Remaja Tanggu Cega Anemia). Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui sekolah anak dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe, Pembentukan dan pelatihan Kader RATU CERIA. Hasil: Setelah diberikan Penyuluhan mengenai Anemia pada siswa diberikan Kembali kuesioner posttest, Siswa dapat menjawab soal dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 13 siswa (81,25%) dan dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 3 siswa (5\18,75%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi.
CETING DELOR “CEGAH STUNTING DENGAN DAUN KELOR” Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Rania Ngaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.463

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam1000 hari kehidupan serta infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar dimana menjadi permasalahan yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Indonesia masuk dalam kategori wilayah dengan masalah stunting yang tinggi karena memiliki angka stunting lebih 30- 39%. Penting untuk memahami seberapa banyak gizi yang terkandung dalam makanan yang diberikan ibu kepada balitanya. Kelor mengandung sangat banyak khasiat karena kandungan dan manfaatnya ada disetiap bagian tanamannya baik untuk kesehatan. Tujuan: Tujuan dari pegabdian dalam bentuk program kuliah kerja nyata. Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan tentang pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu cara pencegahan stunting di desa Bajiminasa. Metode: Metode yang dilakukan adalah tentang pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan stunting bagi anak-anak di desa Bajiminasa. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang di ikuti oleh 10 responden dapat di nyatakan bahwa hasil pengukuran tentangstunting dan pemanfaatan daun kelor sebelum penyuluhan dilakukan diketahui sebanyak 2 ( 20%) ibu tingkat pengetahuannya dikategorikan baik dan kategori cukup 8 (80%). Dan setelah melakukan penyuluhan diketahui sebanyak 10 (100%) ibu tingkat pengetahuannya baik dan cukup tidak ada/nol (0%). Kesimpulan: Berdasarkan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang dilakukan terindikasi berhasil terhadap ibu terkait stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu pencegahan stunting.
HELP CARD : EDUKASI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YPAC MAKASSAR Gerardus Gun Bora Lamunde; Nurul Mutmainnah; Nurhayati; Muhammad Rifki Septian Hamba; Muhammad Taufiqqurahman; Iskandar Zulkarnaen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.468

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pencegahan dan perlindungannya. Anak berkebutuhan khusus sering kali rentan terhadap pelecehan karena mereka mungkin memiliki kesulitan dalam berkomunikasi atau memahami apa yang terjadi, sehingga membuat mereka lebih mudah menjadi korban. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi terkait cara mencegah pelecehan seksual dengan menggunakan media seperti help card. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman anak berkebutuhan khusus terhadap bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Metode: Pengamatan (observasi), sosialisasi, penyuluhan, dan Monev (monitoring dan evaluasi). Hasil: Melalui penggunaan help card dan metode pembelajaran interaktif, anak-anak menunjukkan kemajuan dalam pemahaman mereka terkait pencegahan pelecehan seksual. Kesimpulan: Edukasi mencegah pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus menggunakan help card telah berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak terkait bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Anak-anak berkebutuhan khusus telah mampu membedakan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan bagian tubuh yang boleh disentuh setelah mendapatkan edukasi tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus terhadap pelecehan seksual
PENERAPAN SENAM REMATIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS DI JALAN BAHAGIA, KARUWISI, KOTA MAKASSAR Nurul Mutmainnah; Iskandar Zulkarnaen; Fransiskus Faldi Nura; Citra Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.495

Abstract

Latar belakang: Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang sering menyebabkan rasa sakit dan gangguan pada fungsi sendi. Senam rematik telah diidentifikasi sebagai salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi pada orang dengan RA. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh senam rematik terhadap penurunan skala nyeri pada penderita RA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan 10 responden RA yang mengikuti program senam rematik selama 3 hari berturut-turut. Skala nyeri diukur menggunakan metode PQRST dan format pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri yang signifikan setelah intervensi senam rematik. Pada awal penelitian, skala nyeri berada pada skala 4-6. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 3-1. Senam rematik efektif dalam menurunkan skala nyeri pada orang dengan RA. Kesimpulan: Program senam rematik dapat direkomendasikan sebagai salah satu metode non- farmakologis yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA.