Kania Cahyani
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Training On Management of 3 R (Reuse, Reduce and Recycle) Coconut Waste (Cocos Nucifera L) as Planting Pots Media for Mothers in Tiwu Galih Village Baiq Rani Dewi Wulandani; Lalu Hamzi Sofiyan Sauri; Darwin Surya Atmaja; Andreawan Husen; Kania Cahyani; Rohdiatin Parihin; Susi Susanti; Windi Rosi Handayani; Liana Sapitri; Aan Ariska; Adela Novita Sinayu; Atmi Saidatin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.517 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1546

Abstract

Real Work Lecture (KKN) is a community service activity that involves students as participants and lecturers as supervisors that focus on the Desapreneur theme. Utilization of coconut coir waste is a product to minimize waste is the 3R. The first principle of Reduce is an activity that can reduce and prevent waste accumulation. The second principle of Reuse is the activity of reusing waste that is fit for use for the same or another function. The third principle of Recycle is the activity of processing waste into new products. In this case, Recycle is the principle that makes a new product, through coconut coir waste it will be made into a media for planting pots. Unused coir waste will have economic value and this is one part of the Desapreneur program which aims to minimize coconut coir waste in the Bogak neighborhood, Tiwu Galih Village. The implementation method is carried out using a qualitative method with implementation in the form of an initial survey as well as practical training in making products. The results issued are kokedama products or plant pot media from coconut fiber.
DETERMINAN FAKTOR YANG MEPENGARUHI MINAT PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY Kania Cahyani; Taufiq Chaidir; Ida Ayu Putri Suprapti
Jurnal Oportunitas Ekonomi Pembangunan Vol. 1 No. 2 (2022): Oportunitas, September 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.859 KB) | DOI: 10.29303/oportunitas.v1i2.297

Abstract

Perkembangan teknologi yang disruptif telah menyentuh hampir semua aspek kehidupan. Dari sisi bisnis, kreativitas dan inovasi di bidang teknologi berkembang ke berbagai bidang industri untuk efisiensi dan mengambil ceruk pasar. Apalagi di era revolusi industri 4.0 lahirnya inovasi-inovasi terbaru berbasis teknologi semakin tak terbendung, salah satunya financial technology (fintech). Tak terlepas keberadaan fintech juga diikuti dengan Literasi dan Inklusi Keuangan masyarakat sebagai pengguna financial technology. Dari pernyataan tersebut dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh literasi keuangan masyarakat dan inklusi keuangan terhadap minat penggunaan financial technology sebagai sistem pembayaran non tunai di Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sampel survey, menggunakan probability sampling, sampel yang digunakan berjumlah 100 responden. Dalam menjelaskan hasil penelitian, teknik analisis data menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan yang diukur oleh indikator pengetahuan, sikap, perilaku, keterampilan dan keyakinan keuangan dan inklusi keuangan yang diukur oleh indikator akses keuangan, ketersediaan produk dan layanan jasa keuangan, penggunaan produk dan layanan jasa keuangan serta kualitas produk dan layanan jasa keuangan secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap Minat Penggunaan Financial Technology. Hal ini mengandung implikasi bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan faktor penting yang mempengaruhi minat penggunaan financial technology, sehingga kedepannya pemerintah harus mengembangkan ekosistem jasa keuangan untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.