Pribowo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUATAN PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENYULUHAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK DENGAN KEDISABILITASAN DI DESA CILEUNYI KULON KEC. CILEUNYI Agus Sukatma; Susilawati; Pribowo
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 4 No 1 (2022): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran tokoh masyarakat sangat strategis dalam penyuluhan untuk menguatkan dukungan masyarakat terhadap kesejahteraan sosial anak dengan kedisabilitasan (ADK). Penelitian ini bertujuan membangun model penguatan peran tokoh masyarakat dalam penyuluhan, berdasarkan praktek di Desa Cileunyi Kulon. Penelitian ini menggunakan Participatory Action Research yang melibatkan 13 orang tokoh masyarakat dan 232 warga masyarakat. Data digali melalui wawacara, observasi partisipan, diskusi terfokus, dilengkapi pretest dan posttest. Data kualitatif dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Data kuantitatif hasil pretest dan posttest dianalisis dengan uji beda Man Withney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelumnya pelibatan tokoh masyarakat terbatas dalam penyiapan penyuluhan. Keterbatasan tersebut kurang mendukung terhadap perluasan jangkauan, kemudahan penerimaan, percepatan hasil, dan keberlanjutan kegiatan. Untuk itu, perlu penguatan peran tokoh masyarakat. Peran tokoh masyarakat ditingkatkan dengan pelibatan mereka dalam keseluruhan rangkaian penyuluhan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang diorganisasikan secara sistematis, mendayagunakan jaringan dan media sosial serta diawali dengan pengembangan kapasitas. Penyuluhan yang didukung dengan penguatan peran tokoh masyarakat tersebut telah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesejahteraan ADK (nilai Asymp. Sig. sebesar .000). Penyuluhan tersebut juga meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat yang diwujudkan dengan pembentukan Komunitas Peduli ADK yang berkomitmen mengorganisasikan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan ADK secara berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman tersebut, peneliti mengajukan model penyuluhan dengan pelibatan tokoh masyakat.
KEJENUHAN BELAJAR SISWA KELAS XI TERHADAP PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) DI SMA NEGERI 113 JAKARTA Alfitria Digita; Pribowo; Rini Hartini Rinda A.
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 21 No 1 (2022): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v21i1.534

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui gambaran secara empiris tentang kejenuhan belajar siswa kelas XI terhadap proses pembelajaran daring di SMA Negeri 113 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei deskriptif. Penelitian ini mengambil kelas XI sebagai populasi penelitian dengan jumlah siswa sebanyak 360 siswa. Sebanyak 10% dari jumlah populasi ditentukan sebagai sampel penelitian dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel proporsional acak untuk mendapatkan sampel berdasarkan banyaknya anggota dari setiap kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, studi dokumentasi, dan wawancara. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah alat ukur skala Academic Burnout yang mengadaptasi dari Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Penilaian pada alat ukur skala Academic Burnout telah dikonversikan ke dalam skala Likert. Pengujian validitas alat ukur menggunakan validitas muka (Face Validity) dengan cara mengkonsultasikan kebenarannya kepada Dosen Pembimbing. Uji reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach yang digunakan untuk menguji tingkat reliabilitas ukuran. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dalam bentuk tabel dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa kelas XI mulai mengalami gejala-gejala kejenuhan belajar selama penerapan pembelajaran daring, dengan rincian skor aspek Exhaustion sebesar 895, skor Aspek Cynicism berjumlah 721, serta skor Aspek Reduced Academic Efficacy sebesar 770 dan masing-masing skor kejenuhan belajar berada pada kategori sedang (721 - 1.080). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Peneliti memberikan rekomendasi alternatif program yaitu Program RITME (daRIng iTu MEnyenangkan) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kejenuhan belajar yang dirasakan siswa selama mengikuti pembelajaran daring. Kegiatan yang dilakukan adalah Sharing and Support secara Daring dan Permainan yang dimainkan secara Daring dengan nama “TTS” (Teka- Teki Senang).
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial : Persepsi Siswa Terhadap Perundungan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Nogosari Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah Atika Choiriyanti; Pribowo; Nike Vonika
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 7 No 2 (2025): REHSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v7i2.1597

Abstract

Persepsi adalah proses penerimaan informasi dari stimulus yang berasal dari lingkungan, yang kemudian dievaluasi dan diolah berdasarkan pengalam individu, kemudian mengevaluasi dan mengatur objek, kejadian atau pengetahuan yang diterima dari interpretasi informasi yang didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa tentang : 1) aspek kognisi siswa terhadap perundungan 2) aspek afeksi siswa terhadap perundungan 3) aspek konasi siswa terhadap perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 81 responden yang diambil menggunakan proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1) kuesioner, 2) studi dokumentasi. Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka dan uji validitas bivariate serta uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap perundungan di SMP Negeri 1 Nogosari Kabupaten Boyolali berada pada kategori cukup mendekati kategori positif, penelitian ini didasarkan pada tiap aspek yang ada seperti kognisi, afeksi dan konasi. Pada aspek kognisi termasuk dalam interval positif dengan skor 4.719 dari skor maksimal 5.265, pada aspek afeksi termasuk dalam kategori positif dengan skor 6.331 dari skor maksimal 6.885 dan pada aspek konasi termasuk dalam kategori baik dengan skor 3.190 dari skor maksimal 3.645.
Komunikasi Asertif Penyandang Disabilitas Fisik di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Pribowo; Fadilah, Naila; Wibawa, Catur Hery
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 7 No 2 (2025): REHSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v7i2.1610

Abstract

Persons with disabilities represent a significant minority group that often faces barriers in interaction and full participation in society. This study aims to describe assertive communication among persons with physical disabilities at the Griya Harapan Difabel Social Service Center. The focus includes seven aspects: expressing opinions, giving and receiving positive and negative feedback, assertively refusing requests, making non-controlling requests, managing confrontation constructively, and nonverbal behavior. A qualitative descriptive approach was used, involving five informants: three service users, one social worker, and one dormitory supervisor. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that persons with physical disabilities tend to express opinions only in safe and familiar situations, openly receive praise through positive expressions, and accept criticism well when delivered politely. Refusals are conveyed directly and briefly, usually when strong reasons exist. Requests for assistance are commonly related to physical limitations. In conflict situations, they tend to avoid confrontation and suppress emotions. Nonverbal behavior reflects a closed communication style, particularly in formal settings or with unfamiliar individuals. Overall, assertive communication skills among persons with physical disabilities have not yet developed optimally and consistently. Factors such as low self-confidence, social atmosphere, and the closeness of relationships influence their communication patterns. Therefore, ongoing support and training are necessary to foster courage, assertiveness, and stability in both verbal and nonverbal communication.