Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

WOMEN EMPOWERMENT THROUGH MUSHROOM CULTIVATION AND PROCESSING IN ACEH UTARA Rd. Selvy Handayani; Ismadi; Khaidir; Dewi Sartika Aryani; Zurrahmi Wirda; Usnawiyah
Global Science Society Vol 4 No 1 (2022): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v4i1.4512

Abstract

Training in mushroom cultivation has been chosen to be conducted in this community empowerment program, as we believe that this training can support the community in Desa Mesjid, Syamtalira Aron District Aceh Utara, not only to increase their income, but also can enrich their knowledge in serving healthier diets for their family. The main objective of this program was to increase community income and to enrich the knowledge about healthy foods by teaching them how to cultivate oyster mushroom. The results showed that the community was enthusiastic and satisfied with knowledge they obtained from the training. Ninety percent of them said it was a great, informative and useful activity. There is an increase in their knowledge about mushroom cultivation from 23% to 78%, and also how to process the mushroom into crispy fried mushroom and mushroom nugget and then to market them from 23% to 73%.
PENGARUH PEMBELAHAN EKSPLAN BIJI DAN JENIS MEDIA TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG MIKRO MANGGIS DI PESEMAIAN Mira Agustina; Maisura Maisura; Hafifah Hafifah; Laila Nazirah; Ismadi Ismadi; Rd Selvy Handayani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4508

Abstract

Teknik sambung mikro dapat dilakukan di pesemaian dengan kondisi tanaman yang sama seperti pada sambung mikro in vitro. Keunggulan sambung mikro in vitro eksplan biji utuh adalah tingkat keberhasilan dan pertumbuhan tanamannya lebih baik dibandingkan tunas dari perkecambahan biji dibelah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September 2018 sampai dengan Juni 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelahan biji untuk sumber batang bawah dan jenis media terhadap keberhasilan sambung mikro manggis di pesemaian. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah sumber batang bawah terdiri dari 2 taraf yaitu tunas dari pesemaian biji utuh dan tunas dari pesemaian biji dibelah 2, Faktor kedua adalah jenis media tanam yaitu media tanam tanah dan media tanam pasir dengan 10 ulangan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara perlakuan pembelahan biji manggis dan media tanam terhadap semua peubah yang diamati. Perlakuan pembelahan biji manggis berpengaruh terhadap waktu tumbuh tunas dan panjang tunas sambung mikro manggis di pesemaian. Perlakuan jenis media hanya berpengaruh terhadap peubah panjang tunas 7 dan 8 MSP. Perlakuan biji utuh memberikan pengaruh lebih baik daripada biji dibelah dua dan Media tanah memberikan pengaruh lebih baik daripada media pasir.
Respon Konsentrasi AB MIX Dan Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy ( Brassica rapa L.) Secara Hidroponik Sistem wick Annisa Maharani; Safrizal Safrizal; Ismadi Ismadi; Usnawiyah Usnawiyah; Muhammad Rafli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi pakcoy merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi masyarakat, namun produksinya mengalami penurunan akibat keterbatasan lahan dan teknik budidaya yang belum optimal. Salah satu alternatif budidaya yang efisien adalah sistem hidroponik wick dengan pengaturan nutrisi dan media tanam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix (800 ppm, 1.000 ppm, dan 1.200 ppm), sedangkan faktor kedua adalah jenis media tanam (rockwool, cocopeat, dan arang sekam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi AB Mix berpengaruh sangat nyata terhadap kandungan klorofil daun serta berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun, dan berat kering tanaman, dengan perlakuan terbaik pada 1.200 ppm. Jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap diameter batang dengan hasil terbaik pada rockwool. Tidak terdapat interaksi antara kedua faktor terhadap seluruh parameter pengamatan. Dengan demikian, penggunaan konsentrasi nutrisi 1.200 ppm dan media rockwool memberikan hasil terbaik dalam budidaya sawi pakcoy secara hidroponik sistem wick.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Terhadap Pemberian POC Urine Kuda Dan Pupuk Urea Hafiz Benar Silangit; Jamidi Jamidi; Lukman Lukman; Ismadi Ismadi; Hafifah Hafifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase pre nursery terhadap pemberian POC urine kuda dan pupuk urea. Penelitian ini dilaksanakan di desa Reuleut Timu dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diuji. Faktor pertama adalah POC urine kuda terdiri dari 3 taraf yaitu B0 (Urine kuda 0 ml/L), B1 (Urine kuda 300 ml/L), dan B2 (Urine kuda 400 ml/L). Faktor kedua yaitu pupuk urea terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (pupuk urea 0 g/polybag), P1 (pupuk urea 3 g/polybag), dan P2 (pupuk urea 4 g/polybag). Diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Peubah pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kandungan klorofil daun, panjang akar, volume akar, berat segar tanaman, dan jumlah stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC urine kuda berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman pada umur tanaman 45 HST, 60 HST dan 75 HST serta panjang akar umur 90 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian POC urine kuda 300 ml/L. Perlakuan pupuk urea berpengaruh terhap peubah tinggi tanaman 90 HST dan diameter batang pada umur tanaman 30 HST, 60 HST dan 75 HST, dan jumlah daun umur tanaman 75 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian dosis pupuk urea 3 gram/polybag. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan POC urine kuda dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery.