Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

VARIASI FEEDING DAN PUTARAN SPINDLE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL S40C PADA PROSES SURFACE TURNING Kurniawan, Mochamad Difa; Mochamad Arif Irfa’i; Basuki; Fajar Satriya Hadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6268

Abstract

Pada proses pembubutan membutuhkan nilai kekasaran permukaan dan nilai kepresisian yang standar untuk mengevaluasi hasil produksi. Nilai kekasaran permukaan yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja komponen pasangan produk yang akan dihasilkannya. Faktor yang mempengaruhi nilai kekasaran permukaan pada proses pembubutan surface turning seperti kecepatan pemakanan (feeding) dan putaran spindle. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui optimasi kecepatan pemakanan (feeding) dan optimasi putaran spindle untuk menghasilkan nilai kekasaran permukaan terendah. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental kuantitatif dengan pemaparan hasil penelitian. Pada proses pembuatan spesimennya dilakukan di SMK Diponegoro Ploso Jombang dan pengambilan data dilakukan di Universitas Negeri Malang. Untuk proses pembubutan surface turning material yang digunakan yaitu Besi S40C dengan variasi kecepatan pemakanan (feeding) yang digunakan ialah 0,15 mm/min; 0,25 mm/min; dan 0,35 mm/min, serta kecepatan spindle yang digunakan 1.450 Rpm dan 1.750 Rpm dilakukan di Mesin Bubut CNC Tipe Extra-420. Pengujian yang dilakukukan pada setiap spesimen menggunakan alat Surface Roughness Tester dan pengujian dilakukan pada seluruh spesimen. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental kuantitatif dengan pemaparan hasil penelitian. Pada proses pembuatan spesimennya dilakukan di SMK Diponegoro Ploso Jombang dan pengambilan data dilakukan di Universitas Negeri Malang. Untuk proses pembubutan surface turning material yang digunakan yaitu Besi S40C dengan variasi kecepatan pemakanan (feeding) yang digunakan ialah 0,15 mm/min; 0,25 mm/min; dan 0,35 mm/min, serta kecepatan spindle yang digunakan 1.450 Rpm dan 1.750 Rpm dilakukan di Mesin Bubut CNC Tipe Extra-420. Pengujian yang dilakukukan pada setiap spesimen menggunakan alat Surface Roughness Tester dan pengujian dilakukan pada seluruh spesimen. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental kuantitatif dengan pemaparan hasil penelitian. Pada proses pembuatan spesimennya dilakukan di SMK Diponegoro Ploso Jombang dan pengambilan data dilakukan di Universitas Negeri Malang. Untuk proses pembubutan surface turning material yang digunakan yaitu Besi S40C dengan variasi kecepatan pemakanan (feeding) yang digunakan ialah 0,15 mm/min; 0,25 mm/min; dan 0,35 mm/min, serta kecepatan spindle yang digunakan 1.450 Rpm dan 1.750 Rpm dilakukan di Mesin Bubut CNC Tipe Extra-420. Pengujian yang dilakukukan pada setiap spesimen menggunakan alat Surface Roughness Tester dan pengujian dilakukan pada seluruh spesimen. Kata kunci : spindle speed, feed rate, dan kekasaran permukaan
ANALISIS PENGARUH VARIASI ARUS DAN KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA BAJA ST-37 MENGGUNAKAN PENGELASAN SMAW Tomy Kurniawan; Mohammad Munib Rosadi; Mochamad Arif Irfa’i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6338

Abstract

Pada proses pengelasan, arus berpengaruh dalam hasil lasan jika terlalu kecil akan mengakibatkan penetrisi las yang rendah sedangkan jika terlalu besar akan mengakibatkan terbentuknya manik las yang besar dan deformasi dalam pengelasan. Baja ST 37 merupakan suatu material yang memiliki kadar karbon rendah (low carbon steel). Kampuh U ganda dan kampuh V ganda jenis kampuh yang yang biasa digunakan karena nilai kekuatan tarik lebih tinggi dibanding jenis kampuh yang lainnya, Penelitian ini menggunakan metode eksperimental kuantitatif dan pengamatan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kekuatan tarik suatu benda benda kerja dengan menggunakan variasi arus dan kampuh pada baja ST 37 menggunakan pengelasan SMAW. Hasil penelitian nilai kekuatan yang paling tinggi diperoleh pada penggujian menggunakan variasi kuat arus 130 A dengan jenis kampuh U ganda mengghasilkan 561.5 Mpa. Sedangkan untuk kekuatan tarik rendah pada variasi kampuh V ganda pada kuat arus 80 A dengan nilai 466,37 Mpa.
ANALISIS PENGARUH VARIASI UKURAN SPROCKET TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 TAHUN 2008 Mochamad Sulis Tio Raharjo; Mochamad Arif Irfa’i; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6339

Abstract

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa hasil pengujian dyno test, dengan ukuran sprocket standart mendapatkan hasil torsi tertinggi pada Rpm 5400 dengan nilai rata-rata 7.55 Nm, sedangkan untuk sprocket ukuran 37 mendapatkan hasil torsi tertinggi Rpm 5400 dengan nilai rata-rata 7.915 Nm, dan untuk ukuran sprocket 38 mendapatkan hasil torsi tertinggi pada Rpm 5400 dengan nilai rata-rata 7.695 Nm. Kesimpulannya torsi tertinggirata-rata 7.915Hp di Rpm 5400. Dan untuk daya mendapatkan hasil pengujian dyno test, dengan ukuran sprocket standart mendapatkan hasil daya tertinggi pada Rpm 6800dengannilai rata-rata 8.725 Hp, sedangkan untuk ukuransprocket37 mendapat hasil daya tertinggi pada Rpm 6400dengan nilai rata-rata 9.21 Hp, dan untuk ukuran sprocket 38 mendapatkan hasil daya tertinggi pada Rpm 7000dengan nilai rata-rata 9.065 Hp. Kesimpulannya daya tertinggirata-rata 9.21 Hp di Rpm 6400.
RANCANG BANGUN TUNGKU PELEBURAN ALUMINIUM KAPASITAS 2 KG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR LPG Zuhrafi Zuhdi; Mohammad Munib Rosadi; Basuki; Mochamad Arif Irfa’i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7284

Abstract

Tungku krusibel yaitu tempat yang mempunyai bentuk menyerupai mangkuk atau pot berfungsi meleburkan logam ringan seperti aluminium. prinsip dari tungku krusibel adalah gas yang keluar dari tabung LPG yang disemburkan melalui kompor pada saat masuk ruang tungku dalam keadaan hidup. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bedasarkan proses pengujian tungku peleburan aluminium menggunakan bahan bakar LPG pada pengujian pertama, kedua, ketiga, dan kempat kami menunjukkan bahwa kosumsi bahan bakar yang dibutuhkan untuk meleburkan aluminium sebanyak 2 kg sebesar 738 gram sedangkan suhu yang dibutuhkan sebesar 707,25 oC dan waktu peleburan selama 27:51:00 detik. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah metode riset dan pengembangan, uji kinerja dilakukan setelah seluruh komponen tungku krusibel tersedia, terpasang dan berfungsi dengan baik.