Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Media Tanam Organik Terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Yusrianto Nasir; Amri
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 4 No 1 (2022): Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v4i1.1555

Abstract

Abstrak Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu spesies dari famili solanaceae yang berukuran kecil banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, saus dan bahan campur obat-obatan. Cabai rawit memiliki cita rasa pedas yang sangat disukai masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam organik (arang sekam, serbuk gergaji dan dedak) terhadap pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescens L). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Pendidikan Biologi FKIP UM Pare-pare. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan langsung dengan mengukur tinggi tanaman, mencacah/menghitung jumlah daun, mengukur panjang akar, volume akar dan menghitung jumlah akar sekunder per 1 cm. Data yang diperoleh dianalisis data menggunakan Uji Analisis Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kombinasi perlakuan menghasilkan perbedaan yang nyata (signifikan) taraf α 0,05 bagi pertumbuhan tanaman, bahwa kombinasi media tanam (tanah, arang sekam, serbuk gergaji dan dedak) berpengaruh pada setiap parameter pengukuran yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan akar sekunder per 1 cm akar primer serta tidak berpengaruh pada volume akar tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.)
Exploration of Ethnobotanical Values in Mandar Community Wedding and Seven-Month Ceremonies for the Development of Biology Learning Resources Handayani, Tiara; Ramlah; Fausan, Muhammad Mifta; Muis, Nurmuliayanti; Yusrianto Nasir
Indonesian Journal of Educational Science (IJES) Vol 8 No 1 (2026): Indonesian Journal of Educational Science (IJES) : In Progress
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ijes.v8i1.6230

Abstract

The Mandar tribe of West Sulawesi maintains well-preserved cultural traditions, including the ritualized use of diverse plant species imbued with symbolic values (ussul) and local ecological knowledge. This study aimed to: (1) identify plant species utilized in the wedding and seven-month ceremonies of the Mandar people in Majene Regency; (2) analyze the symbolic significance (ussul) of each plant from the Mandar cultural perspective based on the Relative Frequency of Citation (RFC) index; and (3) develop an ethnobotanical e-catalog using the ADDIE model as a biology learning resource on biodiversity for Grade X senior high school students. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured interviews, direct observation, and documentation involving 21 key informants (customary leaders, traditional shamans, and community members) in the Mangge and Kalasa neighborhoods of Totoli Village, Banggae District, Majene Regency, from April to July 2025. Plant identification was conducted using PlantNet, Plants of the World Online (POWO), and Plantamor. Results revealed 21 species from 16 families in the wedding ceremony and 9 species from 8 families in the seven-month ceremony, predominantly herbs and trees. Seven species recorded the highest RFC values (RFC = 1.00): Cocos nucifera, Piper betle, Areca catechu, Curcuma longa, Oryza sativa, Musa sp., and Eragrostis tenella, each bearing distinct ussul reflecting the philosophy of Mandar life. The findings were compiled into an e-catalog developed through the Analysis, Design, and Development stages of the ADDIE model, validated as highly valid (M = 4.62 out of 5.0) by subject-matter and cultural experts, and deemed suitable as a biology learning resource on biodiversity.