Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Desain Antena Dipole dan Yagi-Uda Menggunakan Material Aluminium pada Frekuensi 470 – 890 MHz Suci Rahmatia; Putri Wulandari; Nurul Khadiko; Fitria Gani Sulistya
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i3.219

Abstract

Abstrak  - Antena merupakan alat pemancar yang akrab dengan aktifitas sehari-hari dan mudah sekali dijumpai, di rumah, di gedung, bahkan pada alat komunikasi yang digunakan. Salah satu antena yang sering digunakan adalah antena televisi. Antena televisi yang sering digunakan adalah Yagi-Uda yang biasanya dipakai sebagai outdoor antena dan antena dipole yang biasanya digunakan untuk indoor antena. Masing – masing jenis antena memiliki kriteria dan keuntungan berdasarkan dari kebutuhan penggunaannya. Baik antena dipole maupun antena Yagi-Uda memiliki perbedaan diantaranya adalah besar bandwidth, nilai gain, dan pola radiasi. Pada paper ini dapat diketahui bahwa bandwidth yang dimiliki antena yagi-uda lebih besar daripada antena dipole yakni 0.39943 MHz untuk antena yagi-uda dan 0.16569 MHz untuk antena dipole. Begitupula dengan besar Gain yang dimiliki antena Yagi-Uda (6.64 dBi) lebih besar dibandingkan dengan gain dari antena dipole (2.29 dBi). Perbedaan ini dikarenakan faktor elemen director dan ketebalannya.Kata Kunci – Atena Televisi, Atena Yagi-Uda, Atena Dipole, Gain, Bandwidth Abstract - Antenna is a transmitter tool that is familiar with daily activity and easy to find at home, in the building, even on the communication tool used. One of antenna that is often used is a television antenna. Television antennas are often used is Yagi-Uda which is usually used as an outdoor antenna and dipole antenna that is usually used for indoor antennas. Each type of antenna has the criteria and advantages based on the needs of its use. Both dipole antennas and Yagi-Uda antennas have differences among them are bandwidth, gain, and radiation pattern. In this paper it can be seen that the bandwidth of yagi-uda antenna is bigger than dipole antenna that is 0.39943 MHz for Yagi-Uda antenna and 0.16569 MHz for dipole antenna. Neither the large Gain of the Yagi-Uda antenna (6.64 dBi) is greater than the gain of the dipole antenna (2.29 dBi). This difference is due to element factor of director and its thickness.Keywords – Television Antenna, Yagi-Uda Antenna, Dipole Antenna, Gain, Bandwidth
Implementasi Antena dan Perancangan Robot Sederhana dari Bahan Daur Ulang di Sekolah Tunas Alam Bekasi Suci Rahmatia; Putri Wulandari; Sa’adah Sa’adah; Satyo Pradana; Octarina Nur Samijayani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i2.189

Abstract

Abstrak - Pemanfaatan kembali barang bekas dapat diimplementasikan untuk kegunaan sehari hari. Penelitian berbasis pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan desain antenna untuk televisi pada frekuensi 470 – 890 MHz, dan perancangan robotic sederhana yakni Line Follower Robot, Brushbot, dan Waterlamp. Implementasi abdima untuk desain antenna dan robot sederhana ini bertempat di Sekolah Tunas Alam Bekasi, yakni tempat belajar disekitar pembuangan sampah, Bantar Gebang. Pada paper ini dianalisa lebih khusus mengenai desain antenna untuk TV yakni jenis yagi yang bekerja pada frekuensi 470 – 890 MHz dengan menggunakan dua bahan material yang berbeda. Bahan material yang akan dipakai adalah aluminium dan tembaga. Perbedaan nilai permitifitas () dari bahan alumunium dan tembaga ini akan menghasilkan beberapa parameter antenna yang berbeda-beda, meliputi VSWR, S-Parameter, Farfield dan Gain. Dari hasil simulasi yang dilakukan, diketahui bahwa antenna yagi yang menggunakan bahan alumunium memiliki bandwidth yang lebih besar sehingga dapat menangkap stasiun televisi yang lebih banyak. Kata Kunci – Antena Televisi, Yagi Antenna, Robot Sederhana. Abstract - Reusing of used goods can be implemented for daily use. This community-based research implements antenna design for television at frequencies from 470 - 890 MHz, and simple robotic design of Line Follower Robot, Brushbot, dan Waterlamp. Implementation abdima for design of antenna and simple robot is located at Sekolah Tunas Alam Bekasi, which is place to learn around garbage disposal, Bantar Gebang. In this paper we analyzed more specifically about the design of antenna for TV that is yagi type that work on frequency 470 - 890 MHz by using two different material. Materials to be used are aluminum and copper. This difference in permitability value (ε) from aluminum and copper material will produce several different antenna parameters, including VSWR, S-Parameter, Farfield and Gain. From the simulation results, it is known that yagi antenna using aluminum material has a larger bandwidth so it can capture more television stations. Keyword - Television Antenna, Yagi Antenna, Simple Robot.
A queue theory in the cross-polarization of antenna in satellite communication Rio Mubarak; Setiyo Budiyanto; Putri Wulandari; Fajar Rahayu; Andi Adriansyah; Mudrik Alaydrus
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 22, No 2: May 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v22.i2.pp884-892

Abstract

Satellite communication is a telecommunications technique that uses satellites as a connecting component, for example VSAT. In antenna installation, there is an important process which is called the cross-polarization. Cross-polarization is one process that cannot be released inside installation of VSAT antennas for satellite communication. Sometimes, in this process, a user queue will occur. Queuing theory explain the process is done and also calculate the other factors that are in the process. By knowing queuing theory to the cross-polarization, it will be easy to know the efficiency of queuing theory in the cross-polarization. Based on the characteristics of the cross-polarization, user can be known the queuing model that used and performance of the queuing system. The queuing model for the cross-polarization, using Kendall notation, M/M/1. Based on the analysis that has been done; by using 1 server the value of service level (ρ) is 0.67, using 2 servers = 0.33 and 3 servers = 0.22. The waiting time in the queue is longer if using 1 server which is 0.67 hours or 40 minutes. If a satellite operator uses 2 servers, waiting time in the queue is 25 minutes and 3 servers is 2.8 minutes which means that there is almost no waiting time in the queue.