Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS BIAYA RATA-RATA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS TYPE II (STUDI DI JEMBRANA DAN GIANYAR) AE Pratiwi; Hegard Sukmawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.21-29

Abstract

Diabetes Mellitus type II merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan biaya perawatan sangat besar. Analisis beban biaya pada penyakit Diabetes Mellitus Type II dapat memberikan gambaran alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk pencegahan dan terapi yang dibutuhkan penderita Diabetes Mellitus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata biaya langsung medis, biaya langsung non medis dan biaya tidak langsung. Jenis penelitian merupakan penelitian cross sectional survey dengan metode mixed method. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan panduan wawancara mendalam.Metode sampling dalam penelitian ini adalah quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 105 pasien. Analisis data menggunakan pearson korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Jembrana, pasien rata-rata berjenis kelamin laki-laki dengan usia 50 tahun keatas, tidak bekerja dan rata-rata menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional. Di Kabupaten Gianyar, rata-rata pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia rata-rata diatas 45 tahun masih bekerja aktif, dan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional. Beban biaya rata-rata di Kabupaten Jembrana dengan biaya medis paling besar dikeluarkan adalah biaya obat tambahan sebesar Rp 548.200, biaya medis tidak langsung yang paling besar dikeluarkan adalah biaya transportasi Rp 160.300, dan biaya tidak langsung adalah kehilangan pendapatan dengan jumlah sebesar Rp 300.000. Ada hubungan signifikan antara pendidikan, pendapatan rumah tangga, status sosial ekonomi dengan biaya langsung. Diabetes Mellitus, Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung, Biaya Rata-rata
RELIABILITAS KUSIONER PITTSBURGH SLEEP QUALITY INDEX (PSQI) VERSI BAHASA INDONESIA DALAM MENGUKUR KUALITAS TIDUR LANSIA Ni Made Hegard Sukmawati; I Gede Sandi Widarta Putra
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.30-38

Abstract

Kualitas tidur merupakan fenomena universal yang terjadi di berbagai segmen demografi dan pengukurannya membutuhkan instrumen yang valid dan reliabel. Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dikenal sebagai standar instrumen internasional dan telah dibuat dalam berbagai versi bahasa serta dilaporkan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang baik. Namun uji reliabilitas kusioner PSQI versi Bahasa Indonesia belum pernah dipublikasikan dan kemungkinan belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat reliabilitas kuisioner PSQI versi Bahasa Indonesia yang umum digunakan oleh peneliti di Indonesia. Total sebanyak 30 lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Abang II, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali dipilih secara konsekutif dan mengisi kuisioner PSQI berbahasa Indonesia. Uji reliabilitas dilakukan dengan analisa corrected item-total correlation dan uji Cronbach’s alpha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PSQI versi Bahasa Indonesia memiliki reliabilitas yang masih rendah dengan nilai Cronbah’s alpha sebesar 0.63. Kompone ke 7, yakni ‘disfungsi di siang hari’ berkontribusi terhadap rendahnya reliabilitas kusioner PSQI versi Bahasa Indonesia ini. Pertanyaan terkait komponen no 7 ini dinilai tidak sesuai dengan pertanyaan versi Bahasa Inggrisnya. Oleh karena itu, disarankan untuk dilakukan translasi ulang untuk komponen no 7 dalam kuisioner PSQI ini dan dilakukan uji term back translation serta uji validitas dan reliabilitas baik di populasi non-klinis maupun klinis. Kata kunci: PSQI, reliabilitas, Bahasa, lansia
KUALITAS AIR DANAU BATUR BERDASARKAN PARAMETER FISIKOKIMIA DAN NSFWQI Ni Made Hegard Sukmawati; AE Pratiwi; Ni Wayan Rusni
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.53-60

Abstract

Danau merupakan salah satu sumber mata air yang memilliki berbagai peran di dalam masyarakat, baik ekonomi maupun sosial. Pencemaran air sungai maupun danau telah menjadi sorotan media dan masyarakat. Danau-danau di Bali diperkirakan telah mengalami pencemaran dan pendangkalan akibat aktivitas budidaya di sekitar danau, aktivitas pertanian, dan adanya limbah, baik limbah pemukiman maupun pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air Danau Batur berdasarkan parameter fisikokimia dan NSF WQI. Lima titik sampling dipilih secara purposif di area sekitar dermaga danau. Dua belas parameter kualitas air diukur meliputi kandungan kimia yakni logam berat (tembaga, kadmium, timbal), ammonia, nitrat, BOD, COD, DO, fosfat, pH, residu terlarut, dan temperatur. Ke-12 parameter dibandingkan dengan baku mutu menurut Peraturan Gubernur Bali No 16 Tahun 2016, sedangkan 9 parameter yang terdiri atas perubahan temperatur, pH, TSS, DO, BOD, fosfat, nitrat, kekeruhan dan koli tinja dianalisa berdasarkan metode NSF WQI. Berdasarkan pemeriksaan 12 parameter fisikokimia pada air Danau Batur, diketahui bahwa terdapat 3 parameter yang tidak memenuhi kriteria baku mutu kelas 1 menurut Peraturan Gubernur Bali No 16 Tahun 2016. Ketiga parameter tersebut adalah residu terlarut (1644 ± 189.2 mg/l), COD (110.24 ± 67.23 mg/l) dan total fosfat (0.56 ± 014 mg/l). Tingginya nilai ketiga parameter tersebut di air Danau Batur umumnya disebabkan oleh tingginya materi organik dan anorganik akibat aktivitas domestik, pertanian dan perikanan. Sedangkan kualitas air Danau Batur berdasarkan NSFWQI menunjukkan kualitas air Danau Batur adalah baik (82) secara umum. Namun meskipun demikian, parameter fosfat dan reisdu memiliki kualitas di bawah skor 60 dan perlu dilakukan perbaikan. Kata kunci : Air, Batur, danau, fisikokimia, NSFWQI
DETERMINAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) RUBELLA DI DESA MUNDEH, SELEMADEG BARAT, TABANAN DAP Ratna Juwita; Luh Gede Pradnyawatim; Ni Made Hegard Sukmawati
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 1 No 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.142 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.8112173

Abstract

Background: Rubella is a contagious person to person viral infection and remains a fetal malformation on pregnancy as congenital rubella syndrome. Under the outbreaks-based rubella surveillance in West-Selemadeg Village, Tabanan Regency in 2019, we investigated the rubella outbreak determinants. Methods: This study investigated 29 suspected cases using major criteria (fever and rash) following with minor criteria criteria (conjunctivitis, malaise, rhinorea, loss appetite and cough) between Juli-September 2019 receiving active and passive surveillans. Altogether, 3 serum samples we received from 5 districts and 29 suspected cases from local health centres. Samples were tested for the measles and rubella IgM antibody. This study measures the determinants of outbreaks using case-control study follows by total population one control design for each sample. Data was analyzed using SPSS with 5% alpha. Results: The attack rate are 58.6% in 5-15yo age and 8.99% based on place (Auman Delod Seme district). The type of epidemiologic curve is propagated epidemic curve (person to person disease) with 11 days means of incubation periode. This outbreaks is associated to person to person close contact (OR 3,4:95%CI 1.009-10.318, p≤0.05 and history of rubella vaccination OR 0.482, 95%CI:0.165-1.409, p≤0.05 with all laboratorium samples positively detected for IgM of rubella viruses. Conclusions: Eradication of rubella is considered to be feasible and beneficial that we need to work toward elimination with a focus on strengthening ongoing immunization.
Risky sexual behavior and prevention of STIs in female merchants based on behavioral theory of health belief model: an exploratory study in Denpasar city, Bali Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Journal of International Surgery and Clinical Medicine Vol. 2 No. 1 (2022): Available Online: June 2022
Publisher : Surgical Residency Program Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jiscm.v2i1.25

Abstract

Introduction: Previous studies have shown the risky behavior that causes women’s vulnerability in markets to STI transmission is sexual intercourse with more than one partner. The present study reveals in depth risky sexual behavior and STI prevention among female merchants based on the behavioral theory of the Health Belief Model.  This study aims to determine the risky sexual behavior and prevention of STIs in female merchants based on the behavioral theory of health belief model. Methods: This study uses mix-methods (quantitative and qualitative methods). Using the quantitative method, this study first found a descriptive picture with a cross-sectional design. Then with the qualitative method, it extracted more in depth the experiences and social contexts experienced by the participants. The research sample was taken from 100 female merchants and in-depth interviews were conducted with 20 of those who had had sexual intercourse with an age range of 18-45 years in Denpasar City. Respondents were selected by purposive sampling. Results: Risky sexual behavior by most of the respondents is by having premarital sexual intercourse. Most of the respondents, which is 60%, in the market perceive such action would not risk getting an STI because of loyalty to their partner. In terms of the seriousness of STIs, they assume it is indeed a serious disease. Nevertheless, to prevent STIs, the respondents assure us that avoiding risky sexual behavior is not truly what matters. The respondents believe they can manage to afford not to engage in risky sexual behavior for the prevention of STIs. Conclusion: Most female merchants believe having risky sexual intercourse will not risk causing them to contract an STI. To overcome this, it is necessary to establish special programs to reduce the number of STIs in the community, especially in low-risk groups such as female merchants.
Penyuluhan Kader Dasawisma Mengenai Tertib Kelola Pangan dengan Metode Food Preparation di Masa Pandemi Covid-19 di Desa Dangintukadaya Ni Made Hegard Sukmawati; Anny Eka Pratiwi; Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey terhadap ibu-ibu PKK di Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kabupaten jembrana, diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat selama pandemi Covid-19 adalah perekonomian dan kemampuan daya beli. Penurunan aktivitas pariwisata di Bali berimbas kepada budget pembelanjaan pangan bagi keluarga, dan penyediaan makanan bergizi dan seimbang. Adanya pembatasan sosial dan kekhawatiran akan risiko terinfeksi virus Covid-19 juga menyulitkan para ibu-ibu untuk berbelanja bahan pangan secara rutin. Kegitan Penyuluhan Tertib Kelola Pangan dengan Metode Food Preparation di Masa Pandemi Covid-19 bagi kader Dasawisma di Desa Dangintukadaya diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kader PKK di banjar ini mengenai kelola pangan selama masa pandemi. Pelaksanaan kegiatan dalam program ini meliputi presentasi materi, pemutaran video peraga, dan tanya jawab terkait dengan teknik Food prep. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui evaluasi kehadiran, partisipasi aktif kader, pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan. Hasil: berjalan dengan lancar dan peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan pengelolaan pangan dengan metode food preparation. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan peserta terkait metode food preparation menunjukkan peningkatan pengetahuan yang terukur dari kenaikan rerata skor awal 22 (pre-test) menjadi 79 (post-test). Kepuasan peserta terhadap keberlangsungan program diukur secara kualitatif melalui penyampaian feedback dari peserta dan peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini dan menyatakan manfaat dari informasi yang disampaikan.
Pemberdayaan PKK dan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Desa Bukian, Kecamatan Payangan Ratna Juwita Dewa Ayu Putu; Luh Gede Pradnyawati; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada kehamilan dan persalinan yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kematian ibu. Kehamilan berisiko tinggi adalah suatu kondisi dalam kehamilan, dimana ibu hamil berada dalam keadaan yang dapat memperburuk kondisinya sendiri maupun janin yang dikandungnya akibat proses kehamilan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kehamilan berisiko untuk menurunkan komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Desa Bukian merupakan desa di kawasan Kecamatan Payangan Desa Bukian memiliki kegiatan aktif di bidang kesehatan yang dinaungi oleh Puskesmas dengan memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai kader. Berdasarkan data Puskesmas, jumlah ibu hamil saat ini sebanyak 43 ibu hamil yang belum pernah mendapat pemaparan lengkap tentang proses kehamilan dan risiko pada kehamilan. Ibu hamil tersebut sebagian besar berada pada trimester satu yang merupakan fase terpenting untuk melakukan skrining dan diagnosis awal jika terdapat gejala patologis pada ibu hamil. Berdasarkan diskusi dengan PKK disepakati penting untuk melakukan edukasi pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap kehamilan risiko tinggi sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan mereka, terutama keluarga dalam melakukan antenatal care sebagai penentu keputusan. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 PKK dan 11 ibu hamil yang berdiskusi tentang fase kehamilan, gejala dan tanda patologis, bagaimana cara mengambil keputusan dalam setiap risiko kehamilan serta manajemen stress pada kehamilan. Didapatkan hasil bahwa lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap risiko kehamilan sebelum dan sesudah dilakukan diskusi dan penyuluhan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu ibu PKK menjadi kader dalam menyebarkan pengetahuan dan konseling risiko-risiko pada kehamilan yang patut diwaspadai.