Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Pekerja Salon dan Spa Putu Nita Cahyawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.806 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i7.50

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dan di dunia. COVID-19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak besar pada berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk sektor pariwisata. Dalam upaya untuk menghidupkan kembali usaha pariwisata, pemerintah mencanangkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis dan memberikan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat pada mitra. Mitra pada kegiatan ini bekerja pada usaha salon dan spa di wilayah Badung, Bali. Mitra yang dilibatkan sebanyak 5 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi, diskusi interaktif mengenai COVID-19, pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dibagi menjadi 2 sesi. Berdasarkan hasil analisis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, diperoleh nilai sebagai berikut: mitra 1 (86,7), 2 (77,8), 3 (71,1), 4 (75,5), dan 5 (77,8). Sedangkan, hasil pengisian kuesioner PHBS di tempat kerja ditemukan hasil sebagai berikut: mitra 1 (66,7), 2 (66,7), 3 (55,6), 4 (81,5), dan 5 (77,8). Hasil ini menunjukkan bahwa rerata nilai penerapan PBHS di tempat kerja mitra lebih rendah dibandingkan dengan di rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pekerja salon dan spa belum mampu menerapkan PHBS secara konsisten.
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DALAM PENINGKATAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR PAYANGAN Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Ni Made Hegard Sukmawati; Putu Krisna Adwitya Sanjaya
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 7 No 2 (2021): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Payangan Public Market is one of the largest traditional markets in Gianyar Regency, Bali Province with a total number of 450 traders. The minimum information obtained by traders about the spread of COVID-19 causes their lack of implementation in the implementation of PHBS. According to research results, PHBS is a strategy that can prevent the spread of COVID-19 in the community. Traders must continue to be encouraged to improve PHBS in an effort to prevent the spread of COVID-19. However, in reality, the implementation of PHBS is very minimal in the Payangan Public Market. In addition, the lack of ability of traders to purchase personal protective equipment or PPE such as masks, Face Shields and Hand Sanitizers. This is due to the scarcity of PPE and also their lack of finances, where currently the price of PPE has soared. From the problems faced, the solution that can be offered is the need for a knowledge transfer program about the spread of COVID-19 to find out its prevention with the target of adding knowledge to traders about COVID-19 prevention and increasing the implementation of PHBS. In addition, programs to support the implementation of PHBS include technology transfer and training on how to make PPE, namely Hand Sanitizer, Face Shield and masks. The result of this activity is that partner groups play an active role in every PKM activity with a 100% attendance percentage and 100% active participation. With this activity, there was an increase in the field of understanding about COVID-19 and an increase in the implementation of PHBS through bringing in experts and tutors (coaches) who have assisted traders in the introduction of the COVID-19 virus and the application of clean and healthy living behavior to prevent the spread of the COVID-19 virus. The partner group is also skilled in making PPE in preventing the spread of the COVID-19 virus, namely the manufacture of masks, Hand Sanitizer and Face Shield
Tekanan Psikologis COVID-19 terhadap Pelaku Pariwisata di Bali Made Indra Wijaya; Luh Gede Pradnyawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1736

Abstract

Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) telah menjadi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat. Kecepatan COVID-19 menjadi pandemi dan menyebar ke seluruh negara sangat mengkhawatirkan. Salah satu aspek kritis dari jenis pandemi ini adalah pada kesehatan mental komunitas. Survei ini bertujuan mendeskripsikan tekanan psikologis pada pelaku pariwisata di Bali selama pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 8 Juli sampai 5 Agustus 2021. Survei daring menggunakan GoogleForm dengan metoda sampling bola salju digunakan dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah versi modifikasi dari indeks peritraumatic COVID-19 atau COVID-19 peri-traumatic distress index (CPDI) yang terdiri dari 24 pernyataan. Kuesioner dalam survei ini juga menanyakan variabel sosio-demografi dan sosio-ekonomi. Total responden berjumlah 415 dengan 13 responden dikeluarkan dari analisis karena bekerja di luar Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 69% responden tidak mengalami tekanan psikologis, 28% responden mengalami tekanan psikologis ringan hingga sedang dan sisanya 3% mengalami tekanan psikologis berat. Tidak ada variabel sosio-demografi dan sosio-ekonomi yang berasosiasi dengan tingkat tekanan psikologis. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi psikologis untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi.
PKM Pedagang Di Pasar Intaran Sanur Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Anny Eka Pratiwi; Putu Krisna Adwitya Sanjaya
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 3 Vol. 2 April, 2022
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v3i2.76

Abstract

Pasar Intaran yang terletak di Kelurahan Sanur Kauh merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar, Provinsi Bali dengan total jumlah pedagang 450 orang. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang penyebaran COVID-19 menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan PHBS. Menurut hasil penelitian, PHBS merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Pedagang harus terus dihimbau untuk meningkatkan PHBS dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Namun penerapan PHBS ini sangat minimal penerapannya di Pasar Intaran. Selain masalah kesehatan, terdapat juga masalah ekonomi yaitu terkait dalam hal pemasaran produk dagangan, dimana pedagang belum mampu memasarkan dagangannya dengan baik ke sistem pasar. Selain itu pembukuan mereka dalam berdagang juga kurang baik karena pendidikan mereka yang rendah. Pada PKM ini kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam bidang pemahaman tentang COVID-19 dan juga pencegahan penyebaran COVID-19 serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Kelompok mitra sudah terampil dalam pembuatan APD dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, kelompok mitra sudah bisa memasarkan dagangannya dengan strategi digital marketing seperti di media sosial dan juga sudah bisa membuat pumbukuan yang baik
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR INTARAN SANUR Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Intaran yang terletak di Kelurahan Sanur Kauh merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar, Provinsi Bali dengan total jumlah pedagang 450 orang. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang penyebaran COVID-19 menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan PHBS. Menurut hasil penelitian, PHBS merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Pedagang harus terus dihimbau untuk meningkatkan PHBS dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Namun penerapan PHBS ini sangat minimal penerapannya di Pasar Intaran. Selain masalah kesehatan, terdapat juga masalah ekonomi yaitu terkait dalam hal pemasaran produk dagangan, dimana pedagang belum mampu memasarkan dagangannya dengan baik ke sistem pasar. Selain itu pembukuan mereka dalam berdagang juga kurang baik karena pendidikan mereka yang rendah. Pada PKM ini kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam bidang pemahaman tentang COVID-19 dan juga pencegahan penyebaran COVID-19 serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Kelompok mitra sudah terampil dalam pembuatan APD dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, kelompok mitra sudah bisa memasarkan dagangannya dengan strategi digital marketing seperti di media sosial dan juga sudah bisa membuat pumbukuan yang baik.
STUDI EKSPLORASI PENCEGAHAN HIV/ AIDS PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI KOTA DENPASAR Luh Gede Pradnyawati; Ni Made Diaris
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.914 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kasus HIV/AIDS pada LSL (Lelaki Seks Lelaki) di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami jumlah peningkatan yang signifikan. Bali merupakan provinsi yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS yang tinggi dimana Kota Denpasar adalah kota yang tertinggi atas keberadaan LSL. Belum pernah dilaporan pencegahan HIV/AIDS di Denpasar secara mendalam, maka peneliti ingin mendalami pencegahannya pada LSL di Denpasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi pencegahan HIV/AIDS pada kelompok LSL di Kota Denpasar. Metode: Penelitian ini meggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali lebih dalam perilaku seksual dan pencegahan HIV/AIDS pada LSL di Kota Denpasar. Pemilihan informan pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan melakukan indepth interview kepada 10 LSL yang berusia produktif dan komunikatif di Kota Denpasar. Setelah pengumpulan data di lapangan, data akan dianalisis secara thematic. Hasil: Sebagian besar responden selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan tetap maupun tidak tetap. Mereka juga rutin melakukan tes HIV di pusat pelayanan kesehatan. Sebagian besar responden memakai kondom dalam berhubungan seksual dan dengan metode PrEP dalam upaya agar terhindar dari HIV/AIDS. Kesimpulan: Perlu melakukan edukasi bagi LSL untuk membawa dan memakai kondom kapan pun dan dimanapun saat berhubungan seksual, mengedukasi LSL agar mengurangi perilaku risiko tinggi saat berhubungan seksual, serta melakukan pendampingan bagi LSL.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PAYANGAN Luh Gede Pradnyawati; Ni Made Diaris
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.258 KB)

Abstract

Latar Belakang: Indonesia termasuk dalam negara yang mempunyai tiga masalah gizi yaitu stunting, wasting dan overweight pada balita. Untuk melihat status gizi dan kesehatan anak usia dibawah lima tahun (balita) pertumbuhan merupakan salah satu indikator terbaik yang dapat digunakan. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang didasarkan pada pengukuran PB/U atau TB/U yang ditandai dengan keadaan tubuh yang pendek. Balita dikategorikan pendek jika nilai z-scorenya kurang dari -2SD. Di Indonesia 29% balita termasuk kategori pendek. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh dengan stunting yaitu jarak kehamilan yang pendek, tinggi ibu, BBLR, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi dengan stunting pada balita. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case-control dengan pendekatan retrospektif. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 sampel kasus dan 70 sampel kontrol, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan chi square test dan multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Hasil: Tinggi ibu dan BBLR merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Jarak kehamilan, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Kesimpulan: Perlunya penelitian lebih lanjut dengan menambah atau memperluas variabel lainnya serta mengembangkan metode penelitian. Selain itu perlunya perhatian khusus untuk faktor risiko tinggi ibu dan BBLR untuk mengurangi kejadian stunting. Kata kunci: faktor risiko, stunting, balita, Payangan
Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita Dalam Pencegahan Stunting Dan Akselerasi Taraf Ekonomi Di Desa Bresela, Kecamatan Payangan Gianyar Luh Gede Pradnyawati; Krisna Adwitya Sanjaya
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 2 No. 1 Oktober, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v2i1.46

Abstract

Stunting is a form of nutritional disorders which is characterized by a short body condition that exceeds the deficit of -2SD below WHO standards. The incidence of stunting in children under five requires special attention because it is associated with a risk of decreased intellectual ability, productivity and an increased risk of degenerative diseases in the future. Indonesia is included in a group of developing countries with a high prevalence rate, one of which is Bresela Village, Gianyar Regency. From interviews with cadres, there were several problems related to stunting prevention programs, namely the minimum information obtained by cadres and the low cadre knowledge about stunting prevention. In addition, the cadres, who are mostly craftsmen, have difficulties in marketing their merchandise, which affects their income. The partner empowered here is the BKB cadre (Toddler Family Development). Cadre empowerment is very much needed to prevent stunting in Payangan District. In general, this program can be said to be successful because there is a decrease in stunting and marketing numbers that are appropriate with technology-based in Bresela Village. The cadres re expected can spearhead the sustainability of the stunting prevention program in a sustainable manner in their respective regions so that it can empower cadres to reduce stunting problems in Gianyar Regency
Risky sexual behavior and prevention of STIs in female merchants based on behavioral theory of health belief model: an exploratory study in Denpasar city, Bali Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Journal of International Surgery and Clinical Medicine Vol. 2 No. 1 (2022): Available Online: June 2022
Publisher : Surgical Residency Program Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jiscm.v2i1.25

Abstract

Introduction: Previous studies have shown the risky behavior that causes women’s vulnerability in markets to STI transmission is sexual intercourse with more than one partner. The present study reveals in depth risky sexual behavior and STI prevention among female merchants based on the behavioral theory of the Health Belief Model.  This study aims to determine the risky sexual behavior and prevention of STIs in female merchants based on the behavioral theory of health belief model. Methods: This study uses mix-methods (quantitative and qualitative methods). Using the quantitative method, this study first found a descriptive picture with a cross-sectional design. Then with the qualitative method, it extracted more in depth the experiences and social contexts experienced by the participants. The research sample was taken from 100 female merchants and in-depth interviews were conducted with 20 of those who had had sexual intercourse with an age range of 18-45 years in Denpasar City. Respondents were selected by purposive sampling. Results: Risky sexual behavior by most of the respondents is by having premarital sexual intercourse. Most of the respondents, which is 60%, in the market perceive such action would not risk getting an STI because of loyalty to their partner. In terms of the seriousness of STIs, they assume it is indeed a serious disease. Nevertheless, to prevent STIs, the respondents assure us that avoiding risky sexual behavior is not truly what matters. The respondents believe they can manage to afford not to engage in risky sexual behavior for the prevention of STIs. Conclusion: Most female merchants believe having risky sexual intercourse will not risk causing them to contract an STI. To overcome this, it is necessary to establish special programs to reduce the number of STIs in the community, especially in low-risk groups such as female merchants.
Pemberdayaan Kelompok Toga Paras Usadha Desa Bukian dalam Pemanfaatan Bahan Alam untuk Kesehatan Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Pradnyawati Luh Gede; Udiyani Desak Putu Citra; Pandit I Gde Suranaya
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2021): COMSERVA: Indonesian Journal of Community Services and Development
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.441 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i5.22

Abstract

Desa Bukian merupakan salah satu desa unggul yang berada di Kecamatan Payangan, Bali yang didukung oleh iklim, suhu, dan luas wilayah yang cocok untuk pertanian dan perkebunan. Desa ini memiliki suatu kelompok masyarakat yang giat dalam mensosialisasikan dan mempraktikkan pengolahan tanaman obat tradisional, yaitu Kelompok TOGA Paras Usadha. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan kelompok tersebut dalam memanfaatkan bahan alam untuk kesehatan dengan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan yang diberikan berupa focus group discussion, pemaparan materi, dan demonstrasi video mengenai jalur penemuan bahan alam di Indonesia, tahap pembuatan simplisia, hingga aspek hygiene dan sanitasi yang perlu diperhatikan dalam produksi herbal. Evaluasi dilakukan dalam melihat keberhasilan kegiatan berupa pemberian kuesioner untuk menilai pengetahuan dan sikap peserta kegiatan setelah diberikan materi. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta kegiatan yang terdiri dari perangkat desa dan anggota Kelompok TOGA Paras Usadha. Kegiatan tersebut berlangsung baik dan lancar dengan hasil evaluasi sesuai ekspektasi. Pembinaan kepada kelompok ini diharapkan untuk terus berlanjut kedepannya.