Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Pekerja Salon dan Spa Putu Nita Cahyawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.806 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i7.50

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dan di dunia. COVID-19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak besar pada berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk sektor pariwisata. Dalam upaya untuk menghidupkan kembali usaha pariwisata, pemerintah mencanangkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis dan memberikan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat pada mitra. Mitra pada kegiatan ini bekerja pada usaha salon dan spa di wilayah Badung, Bali. Mitra yang dilibatkan sebanyak 5 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi, diskusi interaktif mengenai COVID-19, pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dibagi menjadi 2 sesi. Berdasarkan hasil analisis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, diperoleh nilai sebagai berikut: mitra 1 (86,7), 2 (77,8), 3 (71,1), 4 (75,5), dan 5 (77,8). Sedangkan, hasil pengisian kuesioner PHBS di tempat kerja ditemukan hasil sebagai berikut: mitra 1 (66,7), 2 (66,7), 3 (55,6), 4 (81,5), dan 5 (77,8). Hasil ini menunjukkan bahwa rerata nilai penerapan PBHS di tempat kerja mitra lebih rendah dibandingkan dengan di rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pekerja salon dan spa belum mampu menerapkan PHBS secara konsisten.
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DALAM PENINGKATAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR PAYANGAN Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Ni Made Hegard Sukmawati; Putu Krisna Adwitya Sanjaya
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 7 No 2 (2021): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Payangan Public Market is one of the largest traditional markets in Gianyar Regency, Bali Province with a total number of 450 traders. The minimum information obtained by traders about the spread of COVID-19 causes their lack of implementation in the implementation of PHBS. According to research results, PHBS is a strategy that can prevent the spread of COVID-19 in the community. Traders must continue to be encouraged to improve PHBS in an effort to prevent the spread of COVID-19. However, in reality, the implementation of PHBS is very minimal in the Payangan Public Market. In addition, the lack of ability of traders to purchase personal protective equipment or PPE such as masks, Face Shields and Hand Sanitizers. This is due to the scarcity of PPE and also their lack of finances, where currently the price of PPE has soared. From the problems faced, the solution that can be offered is the need for a knowledge transfer program about the spread of COVID-19 to find out its prevention with the target of adding knowledge to traders about COVID-19 prevention and increasing the implementation of PHBS. In addition, programs to support the implementation of PHBS include technology transfer and training on how to make PPE, namely Hand Sanitizer, Face Shield and masks. The result of this activity is that partner groups play an active role in every PKM activity with a 100% attendance percentage and 100% active participation. With this activity, there was an increase in the field of understanding about COVID-19 and an increase in the implementation of PHBS through bringing in experts and tutors (coaches) who have assisted traders in the introduction of the COVID-19 virus and the application of clean and healthy living behavior to prevent the spread of the COVID-19 virus. The partner group is also skilled in making PPE in preventing the spread of the COVID-19 virus, namely the manufacture of masks, Hand Sanitizer and Face Shield
Tekanan Psikologis COVID-19 terhadap Pelaku Pariwisata di Bali Made Indra Wijaya; Luh Gede Pradnyawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1736

Abstract

Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) telah menjadi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat. Kecepatan COVID-19 menjadi pandemi dan menyebar ke seluruh negara sangat mengkhawatirkan. Salah satu aspek kritis dari jenis pandemi ini adalah pada kesehatan mental komunitas. Survei ini bertujuan mendeskripsikan tekanan psikologis pada pelaku pariwisata di Bali selama pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 8 Juli sampai 5 Agustus 2021. Survei daring menggunakan GoogleForm dengan metoda sampling bola salju digunakan dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah versi modifikasi dari indeks peritraumatic COVID-19 atau COVID-19 peri-traumatic distress index (CPDI) yang terdiri dari 24 pernyataan. Kuesioner dalam survei ini juga menanyakan variabel sosio-demografi dan sosio-ekonomi. Total responden berjumlah 415 dengan 13 responden dikeluarkan dari analisis karena bekerja di luar Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 69% responden tidak mengalami tekanan psikologis, 28% responden mengalami tekanan psikologis ringan hingga sedang dan sisanya 3% mengalami tekanan psikologis berat. Tidak ada variabel sosio-demografi dan sosio-ekonomi yang berasosiasi dengan tingkat tekanan psikologis. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi psikologis untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri terhadap Kesehatan Reproduksi pada Siswi SMP Negeri 1 Ubud di Kabupaten Gianyar Cokorda Istri Swandewi Puspasari Putri; Luh Gede Pradnyawati; Komang Trisna Sumadewi
AMJ (Aesculapius Medical Journal) Vol. 2 No. 3 (2022): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reproductive health on adolescents in Indonesia must be considered more seriously, because more than 20% of Indonesia's population is aged 10-18 years. In Bali, adolescent females' reproductive health has only gotten little attention. There are only few reproductive health materials in schools, and adolescence have lack awareness about reproductive health. Adolescent attitudes about reproductive health will be influenced by these lack of understanding and information. The purpose of this study is to describe the knowledge and attitudes of adolescent girls towards reproductive health in students of SMP Negeri 1 Ubud in Gianyar Regency. This study employed a cross-sectional, descriptive quantitative methodology to gather primary data through questionnaires. The sampling method was Systematic Random Sampling with a sample of 106 students from class VII, VIII, and IX. The results of this study indicate that respondents who have good knowledge have the largest percentage of 67 respondents (63.2%), while the attitudes of respondents in this study more than half still have negative attitudes, namely 54 respondents (50.9%). Therefore, it can be concluded that most students have good knowledge, but their attitudes still negative towards reproductive health. Keywords: reproductive health, adolescent girls, knowledge, attitude, cross-sectional
PKM Pedagang Di Pasar Intaran Sanur Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Anny Eka Pratiwi; Putu Krisna Adwitya Sanjaya
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 3 Vol. 2 April, 2022
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v3i2.76

Abstract

Pasar Intaran yang terletak di Kelurahan Sanur Kauh merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar, Provinsi Bali dengan total jumlah pedagang 450 orang. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang penyebaran COVID-19 menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan PHBS. Menurut hasil penelitian, PHBS merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Pedagang harus terus dihimbau untuk meningkatkan PHBS dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Namun penerapan PHBS ini sangat minimal penerapannya di Pasar Intaran. Selain masalah kesehatan, terdapat juga masalah ekonomi yaitu terkait dalam hal pemasaran produk dagangan, dimana pedagang belum mampu memasarkan dagangannya dengan baik ke sistem pasar. Selain itu pembukuan mereka dalam berdagang juga kurang baik karena pendidikan mereka yang rendah. Pada PKM ini kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam bidang pemahaman tentang COVID-19 dan juga pencegahan penyebaran COVID-19 serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Kelompok mitra sudah terampil dalam pembuatan APD dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, kelompok mitra sudah bisa memasarkan dagangannya dengan strategi digital marketing seperti di media sosial dan juga sudah bisa membuat pumbukuan yang baik
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR INTARAN SANUR Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Intaran yang terletak di Kelurahan Sanur Kauh merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar, Provinsi Bali dengan total jumlah pedagang 450 orang. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang penyebaran COVID-19 menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan PHBS. Menurut hasil penelitian, PHBS merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Pedagang harus terus dihimbau untuk meningkatkan PHBS dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Namun penerapan PHBS ini sangat minimal penerapannya di Pasar Intaran. Selain masalah kesehatan, terdapat juga masalah ekonomi yaitu terkait dalam hal pemasaran produk dagangan, dimana pedagang belum mampu memasarkan dagangannya dengan baik ke sistem pasar. Selain itu pembukuan mereka dalam berdagang juga kurang baik karena pendidikan mereka yang rendah. Pada PKM ini kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam bidang pemahaman tentang COVID-19 dan juga pencegahan penyebaran COVID-19 serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Kelompok mitra sudah terampil dalam pembuatan APD dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, kelompok mitra sudah bisa memasarkan dagangannya dengan strategi digital marketing seperti di media sosial dan juga sudah bisa membuat pumbukuan yang baik.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Remaja SMAN 4 Denpasar Selama Masa Pandemi Covid-19 Komang Ayu Trisna Paramita; Suyasaning Hastiko Indonesiani; Luh Gede Pradnyawati
AMJ (Aesculapius Medical Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity defined as a description of fat accumulation in adipose that occurs because the entry of calories into the body exceeds the body's metabolic needs. The prevalence rate of obesity in adolescents aged 10 to 19 years in 2016 has increased by more than 18%. One of the factors that cause obesity in adolescents is the lack of physical activity. Physical activity is a physical movement or exercise that arises due to muscle movement. The coronavirus disease (Covid-19) pandemic has changed people's way of life such as to become a sedentary lifestyle This study aims to assess the relationship between phe method ysical activity and obesity in SMAN 4 Denpasar during the Covid-19 pandemic. The method used was an observational analytic research and cross sectional approach. This study was conducted on 117 samples who selected by random sampling, and involved in inclusive samples Physical sctivity was measured using Physical Activity Questionnaire Adolescents (PAQ-A) while obesity was measured using Body Mass Index(BMI). Data obtained was then analysed using SPSS 22. The results were showed as follow: the light and mild physical activity : 41.0% and 59.0 %, respectively; while non obesity and obesity ; 94.8%and 13.6 %, espectively. The relationship between physical activity and incidence of adolescence obesity was significantly ( p< 0.05) The conclusion could be drawn that there was significant relationship between both above. It was recommended that the adolescence pupils should improve their physical activity.
Hubungan antara Kebiasaan Latihan Yoga terhadap Kualitas Tidur pada Komunitas Lansia Widya Werda Sentana Santi Kadek Dwitya Widi Adnyani Dwitya; Luh Gede Pradnyawati; Anny Eka Pratiwi
AMJ (Aesculapius Medical Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The complaint that is often experienced by the elderly is a decrease in sleep quality which has an impact on reducing welfare and productivity in the life of the elderly. Various efforts have been made to overcome the problem of decreasing sleep quality in the elderly, one of which is by practicing yoga. The preliminary survey found that there were differences in sleep quality between the elderly who regularly practiced yoga and those who did not practice yoga regularly. This study aims to determine the relationship between yoga practice habits and sleep quality in the elderly community of Widya Werda Sentana Santi. This research is descriptive research with a cross-sectional research design. The number of samples in this study was 50 elderly people from the Widya Werda Sentana Santi Community in Banjar Nyuh Kuning, Ubud District, Gianyar Regency who met the criteria. The time of research was carried out from July - September 2022. Data was obtained through primary data, namely the PSQI questionnaire and observation sheets. Data were analyzed univariately and bivariate using Statistical Product and Service Solutions (SPSS). The results of the univariate analysis showed that 84% of the elderly in the community practiced yoga actively and 8% passively. The results of the analysis on the bivariate test showed that there was a significant relationship between the length of time the elderly joined the community (p-value <0.05; 95% CI = 1.35-5.75), the duration of yoga practice (p-value <0.05; 95 % CI = 1.35-5.28), amount of yoga practice (p-value < 0.05; 95% CI = 1.36-4.98), and type of yoga practice (p-value < 0.05; 95% CI = 2.14-27.49) which was carried out on the sleep quality of the elderly. The elderly community is expected to optimize yoga practice as a form of effort to improve the health of the elderly and as a preventive measure to prevent disturbances in bodily functions.
STUDI EKSPLORASI PENCEGAHAN HIV/ AIDS PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI KOTA DENPASAR Luh Gede Pradnyawati; Ni Made Diaris
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.914 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kasus HIV/AIDS pada LSL (Lelaki Seks Lelaki) di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami jumlah peningkatan yang signifikan. Bali merupakan provinsi yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS yang tinggi dimana Kota Denpasar adalah kota yang tertinggi atas keberadaan LSL. Belum pernah dilaporan pencegahan HIV/AIDS di Denpasar secara mendalam, maka peneliti ingin mendalami pencegahannya pada LSL di Denpasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi pencegahan HIV/AIDS pada kelompok LSL di Kota Denpasar. Metode: Penelitian ini meggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali lebih dalam perilaku seksual dan pencegahan HIV/AIDS pada LSL di Kota Denpasar. Pemilihan informan pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan melakukan indepth interview kepada 10 LSL yang berusia produktif dan komunikatif di Kota Denpasar. Setelah pengumpulan data di lapangan, data akan dianalisis secara thematic. Hasil: Sebagian besar responden selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan tetap maupun tidak tetap. Mereka juga rutin melakukan tes HIV di pusat pelayanan kesehatan. Sebagian besar responden memakai kondom dalam berhubungan seksual dan dengan metode PrEP dalam upaya agar terhindar dari HIV/AIDS. Kesimpulan: Perlu melakukan edukasi bagi LSL untuk membawa dan memakai kondom kapan pun dan dimanapun saat berhubungan seksual, mengedukasi LSL agar mengurangi perilaku risiko tinggi saat berhubungan seksual, serta melakukan pendampingan bagi LSL.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PAYANGAN Luh Gede Pradnyawati; Ni Made Diaris
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.258 KB)

Abstract

Latar Belakang: Indonesia termasuk dalam negara yang mempunyai tiga masalah gizi yaitu stunting, wasting dan overweight pada balita. Untuk melihat status gizi dan kesehatan anak usia dibawah lima tahun (balita) pertumbuhan merupakan salah satu indikator terbaik yang dapat digunakan. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang didasarkan pada pengukuran PB/U atau TB/U yang ditandai dengan keadaan tubuh yang pendek. Balita dikategorikan pendek jika nilai z-scorenya kurang dari -2SD. Di Indonesia 29% balita termasuk kategori pendek. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh dengan stunting yaitu jarak kehamilan yang pendek, tinggi ibu, BBLR, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi dengan stunting pada balita. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case-control dengan pendekatan retrospektif. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 sampel kasus dan 70 sampel kontrol, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan chi square test dan multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Hasil: Tinggi ibu dan BBLR merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Jarak kehamilan, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Kesimpulan: Perlunya penelitian lebih lanjut dengan menambah atau memperluas variabel lainnya serta mengembangkan metode penelitian. Selain itu perlunya perhatian khusus untuk faktor risiko tinggi ibu dan BBLR untuk mengurangi kejadian stunting. Kata kunci: faktor risiko, stunting, balita, Payangan