Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PENANAMAN NILAI DEMOKRASI DAN TANGGUNGJAWAB DALAM PEMEBELAJARAN MATEMATIKA SMP KELAS VIII Athoillah Athoillah; Erni Puji Astuti; Puji Nugraheni
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2020): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendisripsikan penanaman nilai demokrasi dan tanggungjawab dalam pembelajaran matematika SMP kelas VIII. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru matematika SMP kelas VIII. Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.  Metode pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara tidak terstruktur. Tahapan dalam menganalisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penanaman nilai demokrasi dalam pembelajaran matematika kelas VIII dilakukan dengan memberikan hak siswa berupa kebebasan dalam mengembangkan penyusunan algoritma penyelesaian masalah yang diberikan. Penanaman nilai tanggungjawab ditanamkan dengan menanyakan argumen siswa terkait penyususnan algoritma penyelesaian masalah yang digunakan.Kata-kata kunci: Nilai Demokrasi, Nilai Tanggungjawab, Penanaman. 
Relevansi Antara Loyalitas Karyawan dan Bekerja Lebih dari Jam Kantor Lela Lestari; Nurun Nahdliyyatil Himmah; Athoillah Athoillah
Jurnal Imagine Vol 3 No 1 (2023): jurnal Imagine-April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/imagine.v3i1.576

Abstract

Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena karyawan Departemen General Service di PT XYZ yang memiliki kebiasaan bekerja lebih dari jam kantor. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang merupakan karyawan Departemen General Service di PT XYZ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja lebih dari jam kantor menganggap bahwa itu merupakan bentuk dari loyalitas kerja. Aktivitas yang dilakukan karyawan ketika bekerja lebih dari jam kantor yaitu melanjutkan atau menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Faktor – faktor penyebab karyawan bekerja lebih dari jam kantor yaitu adanya tambahan pekerjaan yang bersifat mendesak, adanya permintaan dari atasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan di hari itu juga, adanya permintaan support dari departemen lain ketika mendekati jam pulang kerja, terdapat sesama rekan kerja yang tetap bekerja meski jam kerja telah usai, serta keinginan pribadi untuk tetap melanjutkan menyelasaikan pekerjaan.
Tafsir Tematik Tentang Kafa’ah (Kesepadanan) dalam Perkawinan: Analisis Hukum Keluarga Perspektif Al-Quran Elliani Fikriyah; Ali Khosim; Athoillah Athoillah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8082

Abstract

The concept of kafa'ah or equivalence in marriage is one of the fundamental principles in Islamic family law that aims to maintain harmony and social balance. The Qur'an does not mention the term kafa'ah explicitly, but the principle of equivalence is emphasized through QS. an-Nūr: 26, QS. an-Nisā': 25, and QS. al-Ḥujurāt: 13, which emphasizes that ideal equivalence in marriage focuses on the balance of faith, morals, and piety, not social or economic status. The understanding of kafa'ah in the contemporary context has undergone a reinterpretation, shifting from a focus on socio-structural status to an emphasis on ethical-religious aspects, relevant within the framework of maqāṣid al-syarī‘ah to realize welfare and justice. This study uses the thematic interpretation method to analyze the concept of kafa'ah in the Qur'an and its implications in contemporary Islamic family law. The research results show that kafa'ah should be understood as the equivalence of religious values, visions, and responsibilities, not simply equality of social or economic status.
Musyawarah dan Saling Menghormati Antara Suami Istri: Kajian Tafsir Tematik Atas Prinsip Keharmonisan Keluarga (Menjelaskan Nilai Syura dalam Relasi Rumah Tangga dan Pengasuhan Anak) Siti Masitoh; Ali Khosim; Athoillah Athoillah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8083

Abstract

Human well-being, peace, and tranquility can be achieved and begin with a harmonious household. A safe home, characterized by mutual love and respect, will produce good individuals who will not disturb the atmosphere or pose a danger to society. Implementing the concept of a harmonious family requires a strong commitment from each family member. This involves a willingness to support, respect, and understand one another. This paper uses qualitative research, which examines social phenomena from the perspective of participants. In traditional husband-wife relationships, there is a division of duties and roles between husband and wife. The husband is responsible for earning a living, while the wife is responsible for managing the household and raising children. Male leadership over women is not a form of discrimination against women, but rather a form of Islamic respect for women's status as wives who must be protected.
TAFSIR TEMATIK TENTANG KAFA’AH (KESEPADANAN) DALAM PERKAWINAN: ANALISIS HUKUM KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Wendi Taufik; Ali Khosim; Athoillah Athoillah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8210

Abstract

This study examines the Qur’anic perspective on the protection of children and women within Islamic family law through a thematic interpretation approach (tafsīr mawdhū‘ī). Focusing on QS. an-Nisā’ [4]: 2–10 in relation to QS. al-Isrā’ [17]: 31 and QS. al-An‘ām [6]: 151, the research analyzes the linguistic meanings of legal verses (āyāt aḥkām) and their normative implications. The findings show that the Qur’an establishes firm legal and moral obligations to safeguard the rights of vulnerable groups, particularly orphans and women, through principles of justice, compassion, and responsibility. These verses emphasize the protection of life, property, dignity, and fair treatment in family relations, while strongly condemning exploitation and oppression. The study further demonstrates that Islamic family law is not merely a rigid normative system, but a framework oriented toward social justice and human dignity, reflecting the universal principle of raḥmatan lil ‘ālamīn. Through thematic interpretation, the Qur’anic message emerges as coherent and integrative, offering a relevant ethical foundation for the development of contemporary Islamic family law that prioritizes protection, balance of rights and obligations, and social harmony.