Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT JEPANG Roosiani, Indun
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 13 (2016): Volume 1, No. 13, Genap, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.695 KB)

Abstract

AbstractIndun RoosianiEntering the Meiji era, which marks the end of the feudal era has greatly changed the lives of Japanese society. The existence of the closing period of the country (political sakoku) which lasted for approximately 250 years, causing various government policies can not necessarily change just like the life of the common. The policies adopted by Meiji's new government cover various fields, such as in family life, law and employment. Similarly, the position and role of Japanese women, has undergone many changes when compared with the previous period.The life and attitudes of Japanese women have undergone tremendous changes in the last 15 years or so of the younger generation. Japanese women can enjoy unprecedented freedom with diver. However, the relationship between men and women has not changed much, as illustrated by some experts as dansei joui, josei yuui (superior male, dominant female).Every country always has a difference in positioning women in social life, as well as Japan. Japan as a country known to be very homogeneous also has a different view, especially before and after the Meiji era. The changes occurring as a result of the Meiji Restoration are not very significant for most Japanese women, because the paradigm that has been rooted for more than 2 centuries is not easy to change the condition of Japanese women. Keywords: women, traditional, Meiji Age, beliefs 
PERKEMBANGAN INDUSTRI HALAL DAN PERANAN BADAN SERTIFIKASI HALAL JEPANG DALAM MENINGKATKAN INDUSTRI HALAL PADA MASA PEMERINTAHAN SHINZO ABE Indun Roosiani; Erni Puspitasari
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 2 (2021): Volume 27 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.498 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i2.4544

Abstract

Abstract This study aims to analyze the development of the halal industry and the role of Japanese halal certification bodies in improving the halal industry during the reign of Shinzo Abe. The method used is the library method. The results of the study indicate that there are various backgrounds that have led to the development of the halal industry in Japan, giving rise to the Japanese government's efforts to carry out halal certification of various products and other facilities. These various backgrounds include the decline in the population in Japan, so that the level of consumption of the people also decreases, the increase in the world's Muslim population which has great potential as a market share for various Japanese products so that this becomes a target to attract tourists. This is also supported by the increasing Muslim population in Japan. Meanwhile, the role of halal certification in various Japanese products is a requirement that must be met in order to be able to produce and market their products both domestically and for export to various Muslim countries. Halal product certification was widespread during the Shinzo Abe administration. Keywords: Economic strategy, halal certification body, muslim tourists   Abstrak Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis perkembangan industri halal dan peranan badan sertifikasi halal Jepang dalam meningkatkan industri halal pada masa pemerintahan Shinzo Abe. Metode yang dipergunakan adalah metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai latar belakang yang menyebabkan berkembangan industri halal di Jepang sehingga memunculkan upaya pemerintah Jepang untuk melakukan sertifikasi halal terhadap berbagai produk dan fasilitas lainnya. Berbagai latar belakang tersebut di antaranya adalah menurunnnya jumlah populasi di Jepang, sehingga tingkat konsumsi masyarakatnya juga mengalami penurunan, meningkatnya populasi Muslim dunia yang sangat potensial sebagai pangsa pasar berbagai produk Jepang sehingga hal ini menjadi target untuk menarik wisatawan. Hal ini juga didukung oleh semakin meningkatnya populasi   muslim di Jepang. Sementara itu peranan sertifikasi halal dalam berbagai produk Jepang merupakan syarat yang harus dipenuhi agar dapat memproduksi dan memasarkan poduknya baik di dalam negeri maupun untuk ekspor ke berbagai negara muslim. Sertifikasi produk halal marak dilakukan pada saat pemerintahan Shinzo Abe. Kata kunci: Badan Sertifikasi Halal, strategi ekonomi, wisatawan muslim
IMIGRASI JEPANG KE BRASIL SEBAGAI BAGIAN DARI EKSPANSI EKONOMI JEPANG SEBELUM PERANG DUNIA II Erni Puspitasari; Indun Roosiani
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 28, No 1 (2022): Volume 28, Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.566 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v28i1.5227

Abstract

Abstract In the Meiji era until the beginning of Showa, Japan was faced with problems of poverty, population growth and industrialization problems. In order to overcome this, Japan carried out immigration policies for its citizen and efforts to carry out economic expansion to Brazil as a consequence of new industrialized country. The purpose of this research was to analyze the background of the immigration of Japanese citizen to Brazil, as well as various policies implemented as a form of economic expansion efforts in Brazil. The method used in this research was descriptive qualitative. The results showed that although Japan turned into a new industrialized country, it was not accompanied by increasing of welfare, Japan was faced with the problem of urban and rural poverty. In addition, Japan was also faced with population growth, so that the level of competition in finding jobs was high, which results in increased unemployment.  Facing  this  kind  of  situation,  the private sector  with  the support  of  the government had implemented immigration policies for its citizens to Brazil. Through immigration, the Japanese private sector and government carried out economic expansion in order to fulfill raw materials, as well as the distribution of industrial products, through the establishment of colonies, purchase of land for settlements and plantations, economic missions, banking businesses and the establishment of various industries. Keywords: Economic expansion Immigration Japan-Brazil   Abstrak Pada era Meiji hingga awal Showa, Jepang dihadapkan pada masalah kemiskinan, pertambahan penduduk dan masalah industrialisasi. Guna mengatasi hal ini Jepang melakukan kebijakan imigrasi bagi penduduknya dan usaha untuk melakukan ekspansi ekonomi ke Brasil sebagai konsekwensi negara industri  baru.  Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk menganalisis  latar belakang terjadinya imigrasi penduduk Jepang ke Brasil, serta berbagai kebijakan yang dilakukan sebagai wujud dari upaya ekspansi ekonomi di Brasil.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitaif. Hasil penelitian menunjukan bahwa walaupun Jepang berubah menjadi negara industri baru, tetapi tidak disertai dengan peningkatan kesejahteraan, Jepang dihadapkan kepada masalah kemiskinan perkotaan, dan pedesaan. Selain itu Jepang juga dihadapkan kepada pertambahan penduduk, sehingga tingkat kompetisi dalam mencari pekerjaanmenjadi tinggi, yang berakibat meningkatnya  pengangguran. Menghadapi hal seperti ini, pihak swasta dengan dukungan pemerintah melakukan kebijakan imigrasi bagi penduduknya ke Brasil. Melalui imigrasi, pihak swasta dan pemerintah Jepang melakukan ekspansi ekonomi guna pemenuhan bahan baku, serta pendistribusian hasil industri, melalui pendirian koloni, pembelian lahan untuk pemukiman dan perkebunan, misi ekonomi, usaha perbankan dan pendirian berbagai industri. Kata kunci : Imigrasi, ekspansi ekonomi, Jepang, Brasil
Sertifikasi Halal Sebagai Bagian Strategi Ekonomi Pemerintahan Shinzo Abe Erni Puspitasari; Indun Roosiani
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 3, No 2 (2021): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.492 KB) | DOI: 10.33751/idea.v3i2.4482

Abstract

ABSTRACT: During the Shinzo Abe goverment, Japan began to take part in the halal industry as a diversification of state revenues. The aims of this study is to analyse the background of Japanese halal product certification related to the economical strategy of the Shinzo Abe government. The research method used is descriptive qualitative. The results show that there are various backgrounds why Japan conduct halal certification on its products, among others the decreasing of Japan population then resulting in a decrease in the level of food consumption, meanwhile Japanese Muslims and world Muslims have incerased sharply from year to year so that it has an impact on the increasing level of demand for halal products, the emergence of the trend of halal living, and the high world halal market. For this reason, Japan conducts halal certification for its products as a condition in order to be able to distribute its products not only domestically but also abroad. Various strategies were carried out by Japan in introducing its halal products, among others, by involving small and medium enterprises, foreign cooperation, various exhibitions, and various halal seminars and educations.
Pengaruh Genre Boy’s Love pada Komunitas Fujoshi di Indonesia Venya Nazia Sheva; Indun Roosiani
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 1 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.076 KB) | DOI: 10.33751/idea.v4i1.5212

Abstract

Pada penelitian ini, penulis membahas mengenai pengaruh genre boy’s love pada komunitas fujoshi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh, dampak positif dan negatif dari keseharian para fujoshi mengakses konten boy’s love. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data dengan cara menyebar kuesioner melalui google form di media sosial Twitter akun @jodanspace. Koresponden dibagi menjadi beberapa kriteria, yaitu berumur 18-30 tahun, pengikut akun Twitter @jodanspace, dan merupakan seorang fujoshi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para fujoshi merasakan perbedaan sebelum dan sesudah mengakses konten boy’s love dan lebih menghargai bahwa ada kisah percintaan sesama lelaki di dunia nyata. Walaupun tidak semua berdampak pada orientasi seksual, namun beberapa fujoshi menjawab bahwa dengan mengakses konten boy’s love, orientasi seksual mereka dapat berubah’.
Pengaruh Fenomena Pet Boom Terhadap Munculnya Layanan Pemakaman Petto (ペット) di Jepang Siti Asmaya; Indun Roosiani; Erni Puspitasari
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 1 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.586 KB) | DOI: 10.33751/idea.v4i1.5209

Abstract

Penenlitian ini membahas mengenai fenomena pet boom dan layanan pemakaman petto di Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh fenomena pet boom terhadap munculnya layanan pemakaman petto di Jepang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh fenomena pet boom terhadap munculnya layanan pemakaman petto di Jepang karena dengan semakin banyaknya masyarakat Jepang yang memelihara hewan peliharaan dan karena perubahan pandangan masyarkat Jepang terhadap hewan peliharaan yang dijadikan sebagai anggota keluarga. Hal ini, menyebabkan munculnya layanan pemakaman petto untuk mengurangi rasa kehilangan hewan peliharaan yang sudah dianggap sebagai anggota keluarga di Jepang.
Pengaruh The Waves of Coffee terhadap Modernisasi Kissaten di Jepang Gita Rizka Cahyani Putri; Indun Roosiani
Jurnal Bahasa Jepang Taiyou Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Taiyou
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/taiyou.v3i1.9549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh The Waves of Coffee terhadap perkembangan kedai kopi di Jepang serta peran kissaten dalam membentuk budaya minum kopi di Jepang hingga dunia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan dan modernisasi kissaten di Jepang dipengaruhi oleh dua indikator yaitu mass media communication melalui iklan dan media sosial serta technological innovation pada peralatan kopi. Indikator tersebut dapat menjadi sarana untuk menyebarkan budaya The Waves of Coffee baik antara individu dan kelompok dalam satu budaya dan juga antara satu budaya ke budaya lain secara global.
Implementasi Budaya Omotenashi dalam Meningkatkan Wisata Halal di Kota Chiba, Jepang Syarifah Chairunnisa; Indun Roosiani; Erni Puspitasari
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 2 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v4i2.6522

Abstract

Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas adalah mengenai penerapan dari Budaya Omotenashi dalam Meningkatkan Wisata Halal di kota Chiba, Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya budaya Omotenashi dalam industri pariwisata khususnya pariwisata halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, kepustakaan dan pengumpulan data. Data penelitian ini didapatkan dengan cara mengumpukan data dari e- jurnal, skripsi serta website yang relevan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa omotenashi menjadi salah satu aspek penting dalam wisata halal di kota Chiba. Para wisatawan muslim yang berkunjung ke Chiba mendapatkan pelayanan yang baik, keramah tamahan, serta fasilitas yang memenuhi kebutuhan wisatawan muslim. Penerapan omotenashi yang ada di kota Chiba tidak hanya membuat wisata halal menjadi berkembang tetapi juga mengenalkan budaya asli Jepang yang sudah ada sejak lama yaitu omotenashi.
Tradisi Obento Ditinjau Dari Sisi Budaya Masyarakat Jepang Indun Roosiani; Erni Puspitasari
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.9.1.599-610.2023

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa tradisi dan perkembangan obento dalam masyarakat Jepang. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan menelaah berbagai sumber kepustakaan. Obento merupakan tradisi menyiapkan bekal makanan yang dilakukan oleh perempuan atau ibu Jepang. Memaknai obento bukan sekedar memasukkan makanan ke dalam kotak bekal, namun terdapat sisi religious dan filosofis yang selalu menyertai perempuan atau ibu Jepang. Obento merupakan perpaduan dari implentasi 2 ajaran besar di Jepang, Shinto dan Budha. Obento juga merupakan soft power pemerintah Jepang yang diturunkan kepada insitusi pendidikan sekolah, terutama Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Ibu dan anak harus memiliki pemahaman yang benar bahwa melalui obento mereka sedang membangun negara Jepang serta menjaga budaya dan tradisi leluhur mereka.
Kuil Fushimi Inari sebagai Tempat Penyembahan Dewa Inari Yunika Rahmawati; Indun Roosiani; Bertha Nursari
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.7892

Abstract

Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas adalah mengenai kepercayaan Shinto yang dianut oleh masyarakat Jepang yaitu penyembahan kepada Dewa Inari di Kuil Fushimi Inari di Kyoto, Jepang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Dewa Inari sebagai pelindung Kuil Fushimi Inari bagi masyarakat Jepang, serta hubungan antara Dewa Inari dan Inari Kitsune dalam mengabulkan harapan masyarakat Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan yang relevan, kemudian dianalisis satu per satu. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa banyaknya keyakinan masyarakat Jepang terhadap Dewa Inari, menjadikan banyak varian kisah, penamaan, dan penggambaran sosok Dewa Inari. Varian tersebut menyebabkan banyak sekali ritual, festival, dan situs-situs keramat yang dipercaya sebagai tempat penyembahan kepada Dewa Inari, sehingga hal ini juga berpengaruh pada banyaknya jumlah kuil Inari di Jepang. Namun demikian, banyaknya varian nama dan penggambaran sosok Dewa Inari tidak menggoyahkan keyakinan masyarakat Jepang terhadap Dewa Inari dan Inari Kitsune yang menjadi utusannya