Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KUALITATIF KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Ika Artini; Upik Pebriyani; Lia Hardiana Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.363 KB) | DOI: 10.33024/.v4i4.1328

Abstract

Latar Belakang : Rekam medis merupakan salah satu bagian penting dalam membantu pelaksanaan pemberian pelayanan kepada pasien di Rumah Sakit. Hal ini berkaitan dengan isi rekam medis yang mencerminkan segala informasi menyangkut pasien sebagai dasar dalam menentukan tindakan lebih lanjut dalam upaya pelayanan maupun tindakan medis lain.Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kelengkapan pengisian rekam medis di rumah sakit Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar LampungMetode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analitik sampel dan informan penelitian ini adalah Direktur rumah sakit, Kepala bagian dan staf di bagian unit Rekam Medis Rumah Sakit Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan tahapan orientasi, eksplorasi, observasi dan alternatif pemecahan masalah.Hasil Penelitian : Hasil penelitian secara umum menunjukkan dokumen rekam medis periode bulan Januari 2018, diperoleh dokumen rekam medis IGD, rawat inap dan rawat jalan. Rekam medis IGD diperoleh 138 rekam medis terdiri dari rekam medis lengkap sebanyak 25 (18%) dan rekam medis tidak lengkap sebanyak 113 (82%). Rekam medis rawat jalan diperoleh 185 rekam medis terdiri dari rekam medis lengkap sebanyak 15 (8%) dan rekam medis tidak lengkap sebanyak 170 (92%). Rekam medis rawat inap diperoleh sebanyak 224 rekam medis terdiri dari rekam medis lengkap sebanyak 16 (7%) dan rekam medis tidak lengkap sebanyak 208 (93%). Ketidaklengkapan pengisisan rekam medis disebabkan karena masih kurangnya SDM, pelatihan dan sarana prasarana dalam mendukung kerja petugas pengelolaan rekam medis di RSUD Dr. A. Dadi Ttjokrodipo Bandar Lampung.Kesimpulan : Saran dalam penelitian ini adalah pengelolaan rekam medis harus di atur sesuai dengan semestinya, sehingga akan menghasilkan suatu hasil dimana rekam medis tersebut dapat digunakan sebagai informasi yang bermutu. 
Penentuan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Tulang Femur Pada Mahasiswa Suku Bali Di Universitas Malahayati Muhammad Taufik Akbar; Mala Kurniati; Upik Pebriyani; Adrian Rival Djamil; Dita Fitriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20836

Abstract

Identifikasi korban dalam kasus forensik, seperti pembunuhan dan bencana alam, sering kali menghadapi kesulitan ketika hanya bagian tubuh tertentu yang tersisa. Tulang femur sebagai tulang panjang terpanjang dalam tubuh manusia memiliki potensi tinggi sebagai indikator estimasi tinggi badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ukuran panjang tulang femur dengan tinggi badan pada mahasiswa suku Bali di Universitas Malahayati. Rancangan penelitian numerik dengan metode potong lintang yang dilaksanakan pada Maret 2025. Subjek studi ini mencakup 37 responden yang sudah dipilih melalui metode consecutive sampling. Hasil menunjukkan panjang hubungan signifikan panjang femur pria terhadap tinggi badan (p = 0.001; r = 0.888) dan panjang femur wanita terhadap tinggi tubuh yang menunjukan bahwa nilai p = 0.001 (p0.05) dengan nilai r = 0.892. Dapat disimpulkan adanya hubungan erat antara panjang tulang femur laki-laki terhadap tinggi badan dan terdapat korelasi yang sangat kuat antara panjang tulang femur perempuan terhadap tinggi badan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam bidang ilmu forensik, khususnya dalam upaya rekonstruksi tubuh korban yang tidak teridentifikasi melalui estimasi tinggi badan berdasarkan sisa tulang rangka.