Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER TIROID DI BAGIAN BEDAH ONKOLOGI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017-2019 Andi Siswandi; Neno Fitriyani; Ika Artini; Krista Monitira
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 3 (2020): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.86 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i3.2530

Abstract

Kanker tiroid adalah keganasan kelenjar endokrin yang paling sering ditemukan yaitu sekitar 95% dari semua keganasan pada sistem endokrin. setiap tahunnya sekitar 7% terjadi peningkatan insidensi kanker tiroid, peningkatan insiden lebih cepat dibandingkan kanker solid jenis lain Menurut data di RS Kanker Dharmais selama 4 tahun terakhir terhitung 2010-2013 di Indonesia, kejadian kanker tiroid menempati urutan ke 4 dari kejadian kanker yang tersering. Untuk mengetahui Karakteristik Penderita Kanker Tiroid di Bagian Bedah Onkologi Di Rumah Sakit Umum Daerah DR. H. ABDUL MOELOEK Provinsi Lampung Tahun 2017-2019.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dengan desain Cross Sectional Study dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling pada pasien kanker tiroid di rumah sakit umum daerah DR. H. ABDUL MOELOEK Provinsi Lampung Tahun 2017-2019.Pada penelitian ini didapatkan distribusi jenis kelamin pada pasien kanker tiroid paling banyak pada perempuan yaitu 44 pasien (84,6%).Populasi kelompok usia pada pasien kanker tiroid paling banyak pada kelompok usia (40-60 tahun) dengan jumlah 28 orang (53,8%). Diagnosis utama yang paling sering ditemukan adalah papilar dengan jumlah 30 pasien (57,7%).Tempat tinggal yang paling banyak di temukan adalah bukan pegunungan sebanyak 48 pasien (88,5%).Pada penelitian ini didapatkan karakteristik penderita kanker tiroid berdasarkan jenis kelamin, usia, diagnosis utama,dan tempat tinggal. Diharapkan peneliti senajutnya dapat menganalisis faktor hormonal pada pasien kanker tiroid.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN POLA MAKAN (DIET DASH) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI PUSKESMAS SIMBARWARINGIN KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG Shelly Novitri; Toni Prasetya; Ika Artini
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.812 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4208

Abstract

Hipertensi menyebabkan sekitar 8 juta kematian setiap tahun, di mana 1,5 juta meninggal di Asia Tenggara, di mana sepertiga penduduknya menderita hipertensi, yang dapat menambah beban biaya pengobatan. Pola makan sangat berkaitan dengan frekuensi dan jenis makanan yang kita konsumsi dan ternyata perubahan pola makan seseorang sangat tidak lepas dari salah satu masalah hipertensi. Redline juga mengatakan, ahli jantung harus lebih memperhatikan pasien dengan kesulitan tidur atau kesulitan istirahat, karena gangguan tidur merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah pada orang dewasa, anak-anak dan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan pola makan (diet dash) dengan kejadian penyakit hipertensi pada usia dewasa muda di Puskesmas Simbarwaringin kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional. Metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakan accidental sampling pada responden di Puskesmas Simbarwaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Terdapat 58 orang responden dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Puskesmas Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung menunjukan ada korelasi yang signifikan antara kualitas pola tidur dengan kejadian hipertensi (p value=0.518) dan ada korelasi searah yang signifikan antara faktor pola makan (diet dash) dengan kejadian hipertensi (nilai korelasi data yaitu 0.601). Pola tidur yang buruk dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan pola makan (diet dash) apabila tidak rutin menjalaninya maka resiko hipertensi masih ada.
Hubungan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di UPTD PSLU Tresna Werdh Natar Lampung Selatan Ringgo Alfarisi; Ika Artini; Dessy Hermawan; Ajeng Febiyola
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.057 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i1.4075

Abstract

ABSTRACT As you get older, there will be physical and psychosocial changes such as decreased cognitive function, there are several factors that can affect changes in cognitive function, some of the factors the sleep quality and physical activity. In some previous studies have also found that there is a relationship between sleep quality and physical activity with cognitive function in the elderly. This study was determined the relationship between sleep quality and physical activity with cognitive function in the elderly in UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, South Lampung. This study is a quantitative study with a cross sectional approach. The population in the study were all elderlies at UPTD PSLU Tresna Werdha Natar South Lampung, in total 76 people. The population sample in total at this study was 76 people. Data collection used MMSE, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), IPAQ (International Physical Activity Questionnaire). Analysis of the relationship using the chi square test. The frequency distribution of respondents with light physical activity, as many as 44 respondents (68.8%), had good sleep quality, namely 36 respondents (56.3%), experienced cognitive dysfunction, as many as 35 respondents (54.7 %). There is a relationship between physical activity and cognitive function in the elderly (p value 0.016). There is a relationship between sleep quality and cognitive function in the elderly (p value 0.002). Conclusion: There is a relationship between the sleep quality and physical activity with cognitive function in the elderly in UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, South Lampung. Keywords: Sleep Quality, Physical Activity, Cognitive Function ABSTRAK Semakin bertambahnya usia maka akan terjadinya perubahan fisik dan psikososial seperti penurunan fungsi kognitif, ada bebarapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan fungsi kognitif salah satunya adalah kualitas tidur dan aktivitas fisik. Beberapa penelitian sebelumnya juga mendapatkan bahwa adanya hubungan antara kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah semua lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar Lampung Selatan sejumlah 76 orang, Sampel pada penelitian ini adalah total populasi sejumlah 76 orang. Pengumpulan data menggunakan MMSE, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), IPAQ (International Physical Activity Questionnaire). Analisis hubungan menggunakan uji chi square. Distribusi frekuensi responden dengan aktivitas fisik ringan, yaitu sebanyak 44 responden (68,8%), kualitas tidur baik, yaitu sebanyak 36 responden (56,3%), mengalami gangguan fungsi kognitif, yaitu sebanyak 35 responden (54,7%). Ada hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia (p value 0,016). Ada hubungan kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia (p value 0,002). Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Aktivitas Fisik, Fungsi Kognitif
HUBUNGAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DENGAN STRES PENGASUHAN ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB SE-BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 - 2020 Putri Hanna Nurmalia; Asri Mutiara Putri; Ika Artini; Woro Pramesti
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27836

Abstract

Orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus termasuk retardasi mental akan mengalami tantangan berupa isolasi sosial. Kondisi tersebut seringkali menyebabkan timbulnya stres pengasuhan pada orang tua. Beberapa faktor yang berhubungan dengan stres pengasuhan orang tua antara lain adalah faktor internal orang tua, faktor anak maupun faktor lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik orang tua (usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) dengan stres pengasuhan orang tua yang memiliki anak retardasi mental di SLB se-Bandar Lampung tahun 2019 - 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah orang tua yang memiliki anak retardasi mental yang bersekolah di SLB se-Bandar Lampung yang berjumlah 196 orang tua. Sampel penelitian sebanyak 70 orang tua, yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis statistik mengenai faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan terhadap stres pengasuhan orang tua dengan anak retardasi mental yaitu pendidikan (ρ= 0,035) dan pendapatan (ρ= 0,012). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu usia orang tua (ρ= 0,027), dan pekerjaan (ρ= 0,392). Karakteristik orang tua dari anak penyandang retardasi mental di SLB se-Bandar Lampung tahun 2019 – 2020 sebagian besar berusia Dewasa madya, berstatus tidak bekerja, tingkat pendidikan sedang, dan tingkat pendapatan sangat tinggi. Variabel tingkat pendidikan dan pendapatan memiliki hubungan yang signifikan terhadap stres pengasuhan pada orang tua anak retardasi mental di SLB se-Bandar Lampung tahun 2019 – 2020. Variabel usia dan status pekerjaan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap stres pengasuhan pada orang tua anak retardasi mental di SLB se-Bandar Lampung tahun 2019 – 2020. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan stres pengasuhan pada orang tua anak retardasi mental di SLB se-Bandar Lampung tahun 2019 – 2020 adalah pendapatan orang tua.
Korelasi antara Nilai HbA1c dengan Kadar Kreatinin pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Zulfian Zulfian; Ika Artini; Rifqi Ihsaan Maulana Yusup
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.250

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder caused by decreased insulin production or effectively produced insulin resistance. Insulin is a hormone to regulate blood sugar levels. With the development of the era of many food choices and unhealthy lifestyles spread throughout the community, this has led to an increase in the number of degenerative diseases and type 2 diabetes is one of the degenerative diseases. This study was to determine the correlation between HbA1c values ​​and creatinine levels in type 2 diabetes mellitus patients. This study used a quantitative method with a correlative analytic design with a cross-sectional approach. The subjects in the study were 48 patients. The instrument used was medical record data. The results of statistical analysis using the Spearman correlation test showed a p-value of 0.021 (p-value <0.05) which means that there was a significant correlation with the strength of a moderate positive correlation between HbA1c values ​​and creatinine levels in type 2 diabetes mellitus patients at Pertamina Bintang Hospital Amin Bandar Lampung in 2019. There is a correlation between HbA1c values ​​and creatinine levels in type 2 Diabetes Mellitus patients at Pertamina Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in 2019.
Korelasi antara Nilai HbA1c dengan Kadar Trigliserida Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Zulfian Zulfian Zulfian; Ika Artini; Rian Ardiva Barowalah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.257

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease or metabolic disorder with typical symptoms of hyperglycemia followed by carbohydrate, lipid and protein metabolic disorders caused by lack of insulin production or ineffectiveness of insulin, or it can occur simultaneously. The higher levels of sugar in the blood cause an increase in the enzyme lipoprotein lipase in adipose tissue, therefore increasing the level of triglycerides which can trigger the formation of sclerosis. To find the correlation between HbA1c values with triglyceride levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This type of research is quantitative analytic correlative with a cross-sectional approach. The sample of this study was 49 people obtained from medical record data at Pertamina Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung 2019. Respondents with a HbA1c value ≥9% were 31 people (63.3%), while respondents with a HbA1c value <9% 18 people (36.7%). Triglyceride levels for respondents ≥150 mg / dl 33 people (67.3%), while respondents with triglyceride levels <150 mg / dl 16 people (32.7%). From the Spearman test, there is a correlation between the HbA1c value with triglyceride levels in type 2 diabetes mellitus patients (p = 0.002). With (r = +0.439) which means the strength of the correlation is moderate. There is a correlation between HbA1c values with triglyceride levels in type 2 diabetes mellitus patients at Pertamina Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in 2019.
Korelasi Nilai HbA1c dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Ayu Sabrina Susilo; Zulfian Zulfian; Ika Artini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.262

Abstract

Background of the study: Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease due to pancreatic β cells that having decreased insulin production, or when insulin in the body experiencing ineffectiveness. Based on IDF data, in 2015 the number of DM sufferers in Indonesia is 9.1 million, and it expected will continue to increase in 2035 with a total of 14.1 million. With these data, Indonesia ranked 5th of DM sufferers in the world. Purpose: To determine the correlation between the HbA1c value and total cholesterol levels in type 2 DM patients at Pertamina Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in 2019. Research Method: This research design is correlative analytic with the cross-sectional method using purposive sampling as many as 48 samples of type 2 DM patients who match with the inclusion criteria. Data collecting begins in January-February 2020. The data on this research used secondary data in the form of medical records. After the data collected, data will be evaluated by the Spearman test. Research Results: In this study, the sample obtained 48 patients with type 2 DM with a HbA1c value of ≥9%, as many as 30 patients (62.5%), for a HbA1c value <9% ie as many as 18 patients (37.5% ) and total cholesterol level ≥200mg / dl as many as 29 patients (60.4%), for total cholesterol levels <200mg / dl as many as 19 patients (39.6%). Spearman correlation results obtained p-value = 0.030 and r = + 0.314, because of the value of p = 0.030 <0.05 so that it can be declared Ha accepted and Ho declared rejected or there is a significant correlation, with r = 0.314 it can be interpreted that the strength of the correlation is positive between HbA1c value with total cholesterol level in type 2 DM patients. Conclusion: This study concludes there is a significant correlation between HbA1c value and total cholesterol level in type 2 DM patients with p-value = 0.030.
Hubungan Pengetahuan Tentang Makanan Berserat Dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung Muhammad Amar Abyan; Dwi Robbiardy Eksa; Ika Artini
Malahayati Nursing Journal Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.259 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v3i4.4375

Abstract

ABSTRACT: CORRELATION OF KNOWLEDGE ABOUT FIBER FOOD WITH CONSTIPATION IN MEDICINE FACULTY STUDENTS OF MALAHAYATI UNIVERSITY BANDAR LAMPUNG Background: Constipation can cause severe stress for sufferers because of the discomfort. Constipation is generally considered normal, but if left untreated, constipation can lead to more serious situations such as impaction (hard and dry stools) and obstruction. The average prevalence of constipation in adult patients worldwide is 16%, while in pediatric patients it is 12%. A systematic review reported that the prevalence of constipation increased at the age of 60-110 years, ie 33.5%, and was higher in the female sex.Objective: To find out the relationship between knowledge about the importance of fibrous food and the incidence of constipation in students of the Faculty of Medicine, Malahayati University, Bandar Lampung in 2020.Methods: This type of research is a quantitative, analytic survey design with a cross-sectional approach. The population of all 2016 FK students and a sample of 78 people using random sampling technique. Data collection using a questionnaire sheet. Data analysis using Chi-Square statistical test.Results: The distribution of sex frequency is mostly female as many as 96 respondents (53.93%). Constipation frequency distribution, with constipation category as many as 87 respondents (48.9%). The distribution of the frequency of knowledge about the importance of fibrous food is mostly in the unfavorable category as many as 97 respondents (54.5%).Conclusion: There is a relationship between knowledge about the importance of fiber foods with the incidence of constipation. The results of the analysis obtained a value (p-value 0.000 0.05). OR: 14,557. Keywords: Knowledge, constipation  INTISARI: HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN BERSERAT DENGAN  KEJADIAN KONSTIPASI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG  Latar Belakang : Konstipasi dapat menimbulkan stres berat bagi penderita akibat ketidaknyamanan. Pada umumnya konstipasi dianggap sebagai hal yang biasa namun jika tidak diatasi konstipasi dapat menimbulkan situasi yang lebih serius seperti impaksi (feses menjadi keras dan kering) dan obstruksi. Prevalensi rata-rata keluhan konstipasi pada pasien dewasa di seluruh dunia adalah 16%, sedangkan pada pasien anak adalah 12%. Suatu systematic review melaporkan prevalensi konstipasi semakin meningkat pada usia 60-110 tahun yaitu 33.5%, dan lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan.Tujuan: Diketahui hubungan antara pengetahuan tentang pentingnya makanan berserat dengan kejadian konstipasi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh mahasiswa FK angkatan 2016 dan sampel 78 orang dengan teknik random Sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Distribusi frekuensi jenis kelamin, sebagian besar adalah jenis kelamin perempuan sebanyak 96 responden (53,93%). Distribusi frekuensi kejadian konstipasi, dengan kategori mengalami konstipasi sebanyak 87 responden (48,9%).  Distribusi frekuensi pengetahuan tentang pentingnya makanan berserat, sebagian besar kategori kurang baik sebanyak 97 responden (54,5%). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan tentang pentingnya makanan berserat dengan kejadian konstipasi. Hasil analisis diperoleh nilai (p-value 0,000 α 0,05). OR: 14,557. Kata Kunci :  Pengetahuan, konstipasi
FAKTOR RISIKO HIPERURISEMIA DI PUSKESMAS SUKARAJA KOTA BANDAR LAMPUNG Ika Artini; Dhiny Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i3.1685

Abstract

ABSTRAK Hiperurisemia merupakan hasil dari interaksi multifactor antara jenis kelamin, umur, genetik, dan factor lingkungan. Prevalensi hiperurisemia berdasar diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia adalah 11,9% dan berdasar diagnosis atau gejala 24,7%. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2016, penyakit hiperurisemia masuk kedalam 10 penyakit terbanyak yaitu 141.857 kasus. Di Puskesmas Sukaraja penyakit hiperurisemia merupakan penyakit urutan ketiga dengan jumlah kasus 996 kasus. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor risiko hiperurisemia di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2017.Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik pendekatan cross sectional.  Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan keluhan nyeri sendi yang berkunjung di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung pada 3 bulan terakhir tahun 2016 yang berjumlah rata-rata 249 orang. Sampel ditetapkan menjadi 92 orang. Analisis bivariate menggunakan uji Chi Square. Analisis Multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (p value 0,012. OR 3,2), jenis kelamin (p value 0,004. OR 3,875), status gizi (p value 0,021.OR 3,049), riwayat keturunan (p value 0,003.OR 4,053), frekuensi makan (p value 0,001.OR 5,571) dengan Hiperurisemia pada pasien di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2017. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan Hiperurisemia pada pasien di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2017, dimana memiliki p value terrendah yaitu 0,001 dan nilai OR tertinggi yaitu 6,414. Saran pada masyarakat agar dapat mengatur pola konsumsi makanan sejak dari usia produktif terutama untuk asupan makanan yang banyak mengandung purin.ABSTRACTHyperuricemia is the result of a multifactorial interaction between gender, age, genetic, and environmental factors. Data health workers in Indonesia showed that the prevalence of hyperuricemia diagnosis is 11.9% and based on diagnosis or symptom is 24.7%. Based on the Health Profile in Bandar Lampung during 2016, the hyperuricemia disease was categorized as a 10th most diseases, it has 141.857 cases. In Sukaraja health center, hyperuricemia disease was categorized as a third place of the most diseases, it has 996 cases. The aim of study is observation of hyperuricemia risk factors at Sukaraja health center Bandar Lampung in 2017.This study was analytic quantitative research with cross sectional approach. The Population that was used in this study, all patients with symptoms of joint pain who visited the Sukaraja health center in the Bandar Lampung city at least 3 months in 2016. The number of population was 249 persons but minimum number of sample that were determined, 92 persons only. The data was analyzed by univariate, bivariate (Chi Square) and Multivariate analysis (logistic regression).The results showed correlation between age (p value = 0.012, OR 3.2), gender (p value = 0.004, OR 3.875), nutritional status (p value = 0.021, OR 3.049), history of descent (p value = 0.003, OR 4.053), Eating frequency of hiperurisemia (p value of 0.001, OR 5.571) with hyperuricaemia on patients at Sukaraja health center of Bandar Lampung in 2017. Dietary habit is the most dominant factor that has association with hyperuricaemia on patients at Sukaraja health center of Bandar Lampung in 2017, with the lowest p value is 0.001 and the highest OR value is 6.414. Suggestions can regulate food consumption patterns since the productive age, especially for the intake of foods that contain purine.
Penyuluhan Tentang Pentingnya Mematuhi Protokol Kesehatan di Era Pandemi COVID-19 di UPT Puskesmas Kampung Sawah Bandar Lampung Feri Agustin; Fidia Rara Restuni; Ade Utia Detty; Arti Febriyani Hutasuhut; Ika Artini; Dalfian Dalfian
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3673

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Dalam penanggulan dan pencegahanya Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerapkan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh masyarakat. Namun, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan tersebut dirasa masih belum memuaskan. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah agar masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Kampung Sawah dapat memahami pentingnya menerapkan serta mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di UPT Puskesmas Kampung Sawah. Kegiatan ini diawali dengan Tanya jawab seputar COVID-19 kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di era pandemi COVID-19. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pemberian edukasi sebesar 63,2 %. Harapan dari kegiatan ini tentunya agar mahasiswa, instansi, dan tenaga kesehatan tidak berhenti untuk terus mengedukasi masyarakat khususnya preventif atau pencegahan COVID-19. Sehingga pada akhirnya akan menurunkan angka kejadian COVID-19 di Indonesia.ABSTRACKCOVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. In response and prevention, the Indonesian Ministry of Health implements a health protocol that must be obeyed by the public. However, the level of community compliance with the health protocol is still not satisfactory. The purpose of this outreach activity is for the community in the working area of the UPT Puskesmas Kampung Sawah to understand the importance of implementing and complying with health protocols during this pandemic. This community service activity was carried out at the UPT Puskesmas Kampung Sawah. This activity began with questions and answers about COVID-19 then continued with counseling about health protocols during the pendemic of COVID-19. This activity is the first step to increase public knowledge and concern to comply with health protocols in the era of the COVID-19. The result of this activity was an increase in public knowledge before and after the provision of education by 63.2%. The hope of this activity is, of course, that students, agencies, and health workers do not stop to continue to educate the public, especially prevention of COVID-19. So that in the end it will reduce the incidence of COVID-19 in Indonesia.