Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA SERABI DI NGAMPIN AMBARAWA Darmanto Darmanto; Agnes Budiarti; Laeli Kurniasari; Indah Hartati
ABDIMAS UNWAHAS Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v1i1.1706

Abstract

Salah satu jenis usaha yang terdapat di Wilayah Ngampin Ambarawa adalah usaha penjualan serabi khas Ngampin. Serabi Ngampin merupakan salah satu kuliner ikonik dari wilayah Ambarawa .Serabi Ngampin dijual di kios-kios yang terletak di tepi jalan raya Ambarawa-Jogya .Pengembangan wilayah berupa pembangunan jalan lingkar Ambarawa memberikan dampak terhadap menurunnya nilai usaha serabi Ngampin. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengembangkan usaha serabi Ngampin. Kegiatan ini bertujuan meningatkan usaha serabi Ngampin melalui penerapan tungku bercerobong, perbaikan fisik kios dan pelatihan diversifikasi produk. Penerapan tungku bercerobong dilakukan melalui pabrikasi dan aplikasi tungku bercerobong. Perbaikan fisik kios dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan sisi estetika dan fungsionalitas kios. Pelatihan diversifikasi produk dilakukan melalui pelatihan pembuatan serabi dengan varian rasa dan topping. Rangkaian kegiatan yang telah dilakukan telah berhasil meningkatkan kenyamanan pembeli serabi Ngampin, meningkatkan kondisi fisik kios serta memberikan wawasan dan ketrampilan pelaku usaha serabi dalam memproduksi produk diversifikasi serabi.Kata Kunci: ambarawa, ngampin, serabi, pengembangan usaha
Utilization of Activated Rice Husk Powder as a Methyl Orange Dye Adsorbent Vina Nafidzatul khasanah; Laeli Kurniasari; Indah Riwayati
Journal of Chemical Process and Material Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jcpmt.v2i2.8392

Abstract

Inefficient textile waste processing can pollute the environment and endanger the health of the adjacent community. Methyl orange is one of the most extensively used dyes in the textile industry. Various physical, chemical, and biological processes have been utilized to dispose of methyl orange residue. One of the basics is the adsorption method. This research was conducted to determine the adsorption capacity of activated rice husk powder as an adsorbent to reduce methyl orange content. The activation of rice husk powder also influences the decrease in methyl orange concentrations. The variables used are mass, contact time, and pH, and the adsorption isotherm model is determined. The results demonstrated a decrease in methyl orange concentration from the optimal mass variable of 8 grams, contact time of 60 minutes, and pH of 7, with an adsorption capacity of up to 89%. The adsorption isotherm equation is compatible with the Langmuir equation because the R2 value of 0.926% is closer to 1 than the Freundlich equation.Keywords: Adsorption, Activation, Adsorption Isotherm, Methyl Orange, Rice Husk Powder. 
Optimasi Proses Heat Moisture Treatment Menggunakan Response Surface Methodology dan Evaluasi Karakteristik Fisikokimia serta Potensi Prebiotik Tepung Biji Teratai (Nymphaea pubescens) sebagai Pangan Fungsional Farikha Maharani; Laeli Kurniasari; Indah Hartati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i1.16393

Abstract

Pangan fungsional merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan pangan biasa, karena pangan fungsional memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai pangan fungsional adalah biji teratai. Biji teratai yang diproses menjadi tepung mengandung oligosakarida yang bersifat prebiotik yang baik untuk pencernaan. Penggunaan secara langsung tepung biji teratai tidak dapat dilakukan secara maksimal sehingga perlu dilakukan modifikasi pati. Modifikasi pati yang paling aman bagi bahan pangan adalah modifikasi secara fisik yaitu dengan metode HMT. Metode HMT yang sudah dilakukan hanya menggunakan satu variabel dalam satu waktu dan tidak ada perubahan pada variabel lainnya sehingga nilai optimasinya masih kurang, oleh karena itu perlu dilakukan optimasi menggunakan aplikasi Response Surface Methodology (RSM). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan metode modifikasi HMT yang ada menjadi lebih meningkat dengan membuat optimasi rancangan proses percobaan menggunakan aplikasi RSM. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu kadar air, suhu dan waktu pemanasan dengan mengambil level atas untuk kadar air 30% dan level bawah 25%. Suhu pemanasan yang diambil untuk level atas 95°C dan level bawah 85°C dan waktu pemanasan yang diambil untuk level atas 270 menit dan level bawah 210 menit. Hasil penelitian diketahu bahwa suhu merupakan variabel yang berpengaruh secara signifikan, sedangkan variable waktu dan kadar air tidak berpengaruh secara siginfikan terhadap nilai swelling power. Kadar air pati termodifikasi yaitu pada range 4,470 – 4,680%, sedangkan kadar abu sebesar 0,773 – 1,099%. Hasil analisis potensi prebiotic menunjukkan pertumbuhan bakteri pada penambahan 4% tepung sebanyak 1,5 X 104 cfu.
Penerapan Press Hidrolik Multi Gawang di Kelompok Usaha Produksi Slondok Dan Puyur Darmanto; Indah Hartati; Laeli Kurniasari; Tabah Priangkoso; Ernawati Budi Astuti
Palawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/palawa.v1i2.15583

Abstract

Penggunaan alat press konvensional berbahan kayu pada proses pengepressan parutan singkong di industri slondok puyur menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kualitas produk dan lingkungan. Solusi bagi permasalahan tersebut adalah penerapan alat press hidrolik multi gawang di Klaster Industri Slondok Puyur di desa Sumurarum, Grabag, Kabupaten Magelang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tahapan yang terdiri dari: perancangan, pabrikasi, uji penggunaan, penerapan alat dan tahap pendampingan. Alat press hidrolik yang dirancang dan dipabrikasi memiliki 3 gawang dengan kapasitas masing masing 400kg. Uji penggunaan alat menunjukkan bahwa alat dapat berfungsi dengan baik. Penerapan alat press hidrolik multi gawang pada usaha produksi slondok puyur berhasil meningkatkan produktifitas produksi slondok puyur, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan kebersihan sarana kerja serta berpotensi memunculkan diversifikasi produk dari limbah cair proses pengepresan. Hasil analisa ekonomi menunjukkan jika penerapan alat press hidrolik multi gawang pada usaha produksi slondok puyur dapat menaikkan kapasitas produksi sebesar 50%.