Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN LUNYUK KABUPATEN SUMBAWA Suharli; Andi Haris
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Karya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.495 KB)

Abstract

Sebagian besar guru-guru di tingkat Sekolah Dasar kesulitan naik pangkat disebabkan karena belum mampumenyusun artikel ilmiah sebagai salah satu poin yang disyaratkan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dilakukandengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan guru Sekolah Dasar di kecamatan Lunyukkabupaten Sumbawa dalam menulis artikel ilmiah yang layak dipublikasikan. Kegiatan dilakukan selama duapuluh jam dalam waktu dua hari. Upaya untuk memaksimalkan pencapaian tujuan, kegiatan pelatihan, proseskegiatan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan proses pendampingan.Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berjalan secara lancar danmendapat respon yang positif dari para guru dan pemangku kepentingan. Respon positif ditunjukkan olehantusias dan motivasi guru-guru serta pemangku kepentingan untuk terlibat secara aktif dalam mengikuti seluruhrangkaian kegiatan pelatihan. Disamping itu, guru-guru didampingi secara maksimal dalam menyusun stiaptahapan dalam menulis artikel ilmiah, baik secara individu maupun secara kelompok. Melalui prosespendampingan yang maksimal diharapkan para guru memiliki kemampuan dalam memahami cara menulisartikel ilmiah yang layak untuk dipublikasikan. Para guru juga diharapkan memiliki motivasi yang tinggi untukmenulis dan mengembangkan budaya menulis dengan lebih produktif.
ETNO-ENTREPRENEUR MASYARAKAT SUMBAWA (Perspektif Pendidikan, Budaya dan Ekonomi) Andi Haris; I Gusti Made Sulindra; Suharli Suharli; I Made Sentaya
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.097 KB)

Abstract

Etno-entrepreneur menjadi issue strategis jika dikaitkan dengan perspektif pendidikan, ekonomi, dan budaya yang mengacu pada nilai-nilai kearifan lokal. Etno-entrepreneur menjadi tantangan ke depan untuk berkreasi, inovasi dalam menopang ekonomi suatu anggota keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil temuan dari perspektif ekonomi, perspektif pendidikan, dan perspektif budaya terhadap etno-entrepreneur masyarakat Sumbawa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penedekatan naratif dan interpretatif yang menjadi ciri khas penelitian kualitatif. Usaha mikro kecil dan menengah menjadi responden yang tersebar di 7 kecamatan dengan jumlah 30 orang dan menggali data melalui wawancara mendalam dan observasi. Data ini diseleksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan lalu dilakukan keabsahan data dengan teknik triangulasi, member check dan audit trail. Hasil menunjukan bahwa rata-rata entrepreneur yang dibentuk oleh orang tua dan dibentuk oleh dirinya sendiri masuk dalam kategori tipe usaha sampingan (part time entrepreneur) dan usaha yang didasarkan pada hobi memasak (home base entrepreneur). Dari perspektif pendidikan menunjukkan bahwa dengan faktor pendidikan yang rendah, maka nilai-nilai budaya yang tertanam kuat dalam masyarakat serta tertanam dalam pendidikan keluarga, maka ada pertentangan antara nilai budaya dengan eksistensi entrepreneur Sumbawa yang menyebabkan entrepreneur tidak begitu penting. Dari perspektif budaya menunjukkan adanya memegang nilai tradisi yang sangat mengakar dalam sendi kehidupan, yang tercermin dalam saleng tulung (saling tolong menolong), saleng pedi’ (saling mengasihi), dan saleng sakiki’ (saling memberi dikala waktu lapang dan sempit sehingga terbentuk saling mengayomi). Konsep Saleng ini menjadi pegangan, dalam upaya menghilangkan stigma negatif yakni ubik (pelit). Stigma negatif ubik (pelit) ini yang dihindari agar menuju manusia yang beriman, bertakwa demi mendapatkan ridha Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) yang seuai dengan filosofi dasar yaitu Syara barenti ko Kitabullah (hukum, aturan, norma dan aqidah adat budaya harus merujuk pada al-quran. Entrepreneur masyarakat Sumbawa juga memegang nilai agama yang cukup kuat yakni “merasa cukup”. Dengan kata “cukup” keuntungan dan perencanaan yang telah direncanakan ketika tidak terpenuhi, maka pemilik usaha cepat mengatakan “cukup” dan tidak menjadi sebuah beban. Kata “cukup” mendorong entrepreneur masyarakat Sumbawa untuk tidak kiak (memiliki etos kerja) yang kuat, dalam mengelola usahanya baik dari sisi perencanaan, mengorganisasikan, implementasi, dan pengontrolan yang baik. Hal ini yang membuat entrepreneur Sumbawa tidak sukses (kekayaan usahanya) sampai dua generasi). Oleh karena itu, budaya tradisi Sumbawa dan spritualitas keagamaan (Islam) mewarnai perilaku, karakter, watak, dan tindak tanduk dalam kesehariannya.
DIKLAT PELABELAN DAN KEMASAN PRODUK LOKAL DESA POTO MENGGUNAKAN PENDEKATAN ETNO-ANDRAGOGI Andi Haris
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan dan pelatihan ini adalah memberikan pemahaman tentang pelabelan dan kemasan produk lokal Desa Poto dengan menggunakan pendekatan etno-andragogi kepada sekelompok pengrajin kain tenun (kre sesek). Entrepreneur etno-andragogi pada pengrajin kain tenun yang dijadikan tas dapat memberikan pemahaman dan pengalaman tentang berwirausaha antara pelabelan dan kemasan produk etnis Bali, Cina, dan Arab dengan produk etnis Sumbawa. Etnis Sumbawa belum belum ada pengalaman dan keilmuan yang mendukung tentang bagaimana memberikan label dan kemasan terhadap produk-produk lokal yang telah ditekuni. Untuk mendapat pengalaman peserta, maka model pendidikan dan pelatihannya menggunakan ceramah, diskusi, dan praktek serta pendekatannya adalah etno-andragogi. Berdasarkan hasil olahan data menunjukkan bahwa hasil pre-test berada pada prosentase 65%, 50%, dan 55%. Sedangkan hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan menjadi 85%, 80% dan 85%.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH ARTIFICIAL INTELLEGENT DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN BAHASA INGGRIS Satri Asriyanti; Andi Haris; Fahmi Yahya
Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan keterampilan bahasa Inggris, khususnya pada aspek berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. Dengan menggunakan metode literature review, penelitian ini menganalisis berbagai jurnal akademik yang relevan, yang diakses melalui Research Gate, Google Scholar, dan Semantic Scholar. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi AI, seperti pengenalan suara, aplikasi chatbot, dan alat bantu menulis, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi pelajar bahasa Inggris. Beberapa alat seperti Duolingo, QuillBot, dan Google Read Along berhasil membuktikan efektivitasnya dalam memberikan pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan adaptif. Namun, penelitian juga mengungkapkan beberapa tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, potensi ketergantungan, serta isu etika terkait privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk merevolusi pembelajaran bahasa Inggris jika diterapkan secara bertanggung jawab. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengajar dan pelajar dalam memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran bahasa Inggris secara optimal.
Inovasi Media Pembelajaran di Era Digital: Menciptakan Lingkungan Belajar yang Interaktif dan Bermakna Syafruddin Syafruddin; Andi Haris; Indah Dwi Lestari; Nining Andriani; Ade Safitri
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 6 No. 2 (2026): Edisi Juli-Desember 2026
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67434/ijecs.v6i2.2673

Abstract

Digital transformation in education requires teachers to be competent in developing innovative, interactive, and meaningful learning media. This Community Service (PkM) activity aims to improve teachers' knowledge and skills in utilizing digital technology as a learning medium. This activity involved elementary school (SD) and junior high school (SMP) teachers in Sumbawa Regency. The implementation method used a participatory approach, encompassing preparation, material delivery, demonstrations, hands-on practice, discussions, mentoring, and evaluation. Training materials covered the use of Canva for Education, Quizizz, Wordwall, Google Forms, and Artificial Intelligence (AI) to support the development of digital learning media. Results showed that participants enthusiastically participated in the entire training series and actively participated in discussions and practice. Teachers were able to understand digital learning concepts and produce more interactive learning media designs tailored to the subjects they taught. In addition to improving technical competency, this activity also encouraged collaboration among teachers in sharing experiences and best practices in implementing technology in learning. Thus, this community service activity positively contributed to improving digital literacy and teacher professional competence, which is expected to support the creation of a more innovative, interactive, and meaningful learning environment and improve the quality of learning in schools.
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbantuan Sosial Media Instagram Berorientasi Pada Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Yulianti Yulianti; Fahmi Yahya; Andi Haris
Indonesian Journal of Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Januari-Juni 2024
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang saat ini seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal dalam bidang pendidikan sebagai sarana pembelajaran dan mempermudah proses belajar mandiri peserta didik. Salah satunya adalah pemanfaatan media sosial instagram sebagai sumber pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kelayakan media pembelajaran fisika berbantuan sosial media instagram; 2) respon peserta didik terhadap media pembelajaran fisika berbantuan sosial media instagram. Penelitian ini menggunakan metode research and developent (R & D) dengan model 4-D Thiagarajan yang sudah di modifikasi. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pendefinisian, perancangan, dan pengembangan yang dibatasi sampai uji coba terbatas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 1 Plampang yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan media pembelajaran fisika berbantuan sosial media instagram berada pada kategori sangat layak. Dan respon peserta didik terhadap media instagram terkategori sangat baik.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TEACHING FACTORY DI SMKN 2 SUMBAWA BESAR Andi Haris; Nurhairunnisah Nurhairunnisah; Ainurrahmi Ainurrahmi
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru dalam mengimplementasikan media pembelajaran digital pada pembelajaran berbasis Teaching Factory di SMKN 2 Sumbawa Besar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran digital yang terintegrasi dengan proses pembelajaran berbasis produksi dan standar industri, sehingga pembelajaran Teaching Factory belum berjalan secara optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning yang dipadukan dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan terstruktur penggunaan Quizizz dan Magic School, pendampingan implementasi di kelas dan bengkel Teaching Factory, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran digital, khususnya dalam penyusunan asesmen interaktif berbasis Quizizz dan pengembangan materi ajar digital menggunakan Magic School. Integrasi kedua media tersebut mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, mempercepat umpan balik pembelajaran, serta memperkuat keterkaitan antara pemahaman konsep, prosedur kerja, dan standar mutu industri dalam pembelajaran Teaching Factory. Pendampingan juga mendorong perubahan praktik pembelajaran guru dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis kompetensi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat implementasi Teaching Factory melalui pemanfaatan media pembelajaran digital yang terstruktur dan berkelanjutan, serta menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi di SMK lain untuk mendukung transformasi pembelajaran vokasi berbasis digital.