Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Learning Cycel 7e terhadap Kemandirian Belajar pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas VIII SMPN 1 Unter Iwes Sumbawa Besar Ainurrahmi Ainurrahmi; Fajar Arianto; Citra Fitri Kholidya
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7944

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu  bagi siswa untuk dapat belajar secara mandiri, karena hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mempermudah pemahaman materi pembelajaran, sehingga membantu mereka mengembangkan karakter yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model siklus pembelajaran 7e terhadap kemandirian belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental. Subjek penelitian yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Unter Iwes Sumbawa Besar, yang terdiri dari 2 kelas dengan total 60 siswa, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Kuesioner menggunakan skala Likert dengan indikator kemandirian belajar, yaitu inisiatif belajar, tanggung jawab terhadap tugas, kepercayaan diri dalam belajar, kemampuan mengatur waktu belajar, dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri dalam proses belajar. Kedua kelas diberi pretest-posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan nilai rata-rata, simpangan baku, nilai maksimum, dan nilai minimum kemandirian belajar siswa. Selanjutnya, sebelum melakukan uji hipotesis (uji-t), data terlebih dahulu diuji melalui uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil Uji Sampel Independen, ditemukan bahwa kemandirian belajar siswa memperoleh nilai signifikansi 0,342 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model siklus pembelajaran 7e tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII IPA di SMP Negeri 1 Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Hal ini karena siswa terbiasa mengandalkan informasi atau arahan dari guru karena model pembelajaran yang sering digunakan adalah berpusat pada guru.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TEACHING FACTORY DI SMKN 2 SUMBAWA BESAR Andi Haris; Nurhairunnisah Nurhairunnisah; Ainurrahmi Ainurrahmi
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru dalam mengimplementasikan media pembelajaran digital pada pembelajaran berbasis Teaching Factory di SMKN 2 Sumbawa Besar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran digital yang terintegrasi dengan proses pembelajaran berbasis produksi dan standar industri, sehingga pembelajaran Teaching Factory belum berjalan secara optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning yang dipadukan dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan terstruktur penggunaan Quizizz dan Magic School, pendampingan implementasi di kelas dan bengkel Teaching Factory, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran digital, khususnya dalam penyusunan asesmen interaktif berbasis Quizizz dan pengembangan materi ajar digital menggunakan Magic School. Integrasi kedua media tersebut mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, mempercepat umpan balik pembelajaran, serta memperkuat keterkaitan antara pemahaman konsep, prosedur kerja, dan standar mutu industri dalam pembelajaran Teaching Factory. Pendampingan juga mendorong perubahan praktik pembelajaran guru dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis kompetensi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat implementasi Teaching Factory melalui pemanfaatan media pembelajaran digital yang terstruktur dan berkelanjutan, serta menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi di SMK lain untuk mendukung transformasi pembelajaran vokasi berbasis digital.