Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Kualitas Program Siaran dengan Aspek Kognitif Pendengar Radio Dias Arliadini; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.272 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3631

Abstract

Abstract. The quality of broadcast programs is one of the factors that can influence audiences to be interested in programs made by radio stations. Broadcast programs must always be directed and made according to the needs of the community, one of which is the needs of the cognitive aspects of the audience. How the mass media (radio) will help the audience to get and understand any information it receives. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of broadcast programs which include compatibility, consevation of program resources, and breadth of appeal of the "Geng Sore" program with cognitive aspects of listeners of Radio MGT 101.1 FM. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The sample taken in this study was 97 respondents, who were selected using random sampling technique and calculated based on the Slovin formula. The theory used in this research is the S-O-R theory. The data collection technique used is by using a questionnaire which will be distributed via google formular to the respondents. The data analysis technique used is statistical analysis using rank sprearman correlation. From the results of this study, it is known that there is a high/strong relationship between the quality of broadcast program and the cognitive aspects of listeners of MGT Radio 101.1 FM Bandung, with the calculation result of a correlation of 0.747. Abstrak. Kualitas program siaran merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi khalayak untuk tertarik dengan program yang dibuat oleh staisun radio. Program siaran harus selalu diarahkan dan dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan masayarakat, salah satunya pada kebutuhan aspek kognitif khalayak. Bagaimana media massa (radio) ini, akan membantu khalayak untuk mendapatkan serta memahami setiap informasi yang diterimanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas program siaran yang meliputi kesesuaian program, pemeliharaan sumber daya program, dan daya tarik pada program “Geng Sore” dengan aspek kognitif dari pendengar Radio MGT 101.1 FM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 97 responden, yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling dan dihitung berdasarkan rumus Slovin. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner yang akan disebarkan melalui google formular kepada para responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika dengan menggunakan korelasi rank sprearman. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa terdapat hubungan yang tinggi/kuat antara kualitas program siaran “Geng Sore” dengan aspek kognitif pendengar MGT Radio 101.1 FM Bandung, dengan hasil perhitungan korelasi sebesar 0,747.
Voluntarism as Social Capital of Community Radio Management: a Case Study in Jarik III Cirebon Lilis Ch, Dede; Rochim, Mochamad; Yuliati, Nova
Komunitas Vol 8, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v8i1.4516

Abstract

Community radio networking (Jarik) III Cirebon is the affiliation of community radio in Cirebon, Kuningan, Majalengka and Indramayu regencies. Jarik III consists of 11 community radios. Besides broadcasting, Jarik is active in social action. They have been defending people especially in human trafficking and domestic violence cases. Based on voluntarism perspective, this article elaborates how those radios mitigate the society’s issue. This article was based on research through qualitative method using case study. The data was obtained through interview, observation, and documentation with three community radio FM administrators, namely Baina FM, Bhuana FM, and Caraka FM. The finding of the study shows that the background of the establishment, purpose and community radio operations are based on socio-demographic condition of their own community; society-based service becomes an administrator community radio’s spirit; and voluntarism underlying administrator performance of community radio helps overcoming people’s problem.
Marketing Public Relations MGT Radio 101.1 FM dalam Menarik Pengiklan Mahdawanti Dian Bachtiar; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5570

Abstract

Abstract The development of mass media in Indonesia is quite rapid, especially radio, now radio has become a medium that is very loved by listeners to accompany their time, such as working, studying, or spending spare time. The rapid development in the radio industry makes competition very tight between radio within the city and outside the city. Marketing Public Relations has a very important role at this time, not only about the company's self-image but also about marketing and programs run by the radio company. It has very good listeners so that it can maintain its existence in the radio industry or can be a reference to attract advertisers. With so many radio industries today, the competition is getting tougher. Especially in the world of advertising cooperation, which will support radio companies in the future. The purpose of this study is to find out how the Marketing Public Relations carried out by MGT Radio 101.1 FM in attracting advertisers in the midst of its competition with other radio industry companies, and how to keep advertisers and listeners. In this study using the theory of Three Ways Strategy, Pull, Push, and Pass Strategy. Then this research also uses qualitative descriptive in its method. This research has an object of research, namely MGT Radio 101.1 FM, where the radio is adult and youth radio which is currently being loved by the public. MGT Radio 101.1 FM Bandung has many programs that can be enjoyed by listeners at any time, the program is said to be able to attract advertisers and listeners, as well as many other radio industries have programs to attract listeners and advertisers. The results of this study indicate that: The process of pull strategy (push), push strategy (pull), and pass strategy (expand marketing) is carried out by MGT Radio by implementing good coordination, the way marketing public relations is carried out, and always applying a good image. positive. Abstrak Perkembangan Media Massa di Indonesia cukup pesat khususnya radio, kini radio menjadi media yang sangat digandrungi oleh para pendengar untuk menemani sela-sela waktu mereka seperti bekerja,belajar,atau mengisi waktu luang. Perkembangan yang pesat dalam industry radio membuat persaingan yang sangat ketat antar radio dalam kota maupun luar kota. Marketing Public Relations mempunyai peranan yang sangat penting saat ini, bukan hanya tentang self image perusahaan saja tetapi mengenai marketing dan program yang dijalankan oleh perusahaan radio tersebut mempunyai pendengar yang sangat bagus sehingga dapat mempertahankan eksistensinya dalam industry radio ataupun dapat menjadi acuan untuk menarik para pengiklan. Dengan banyaknya industry radio kini, makin ketat pula persaingannya. Apalagi dalam dunia Kerjasama iklan , yang nantinya akan menunjang perusahaan radio kedepannya. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Marketing Public Relations yang dilakukan MGT Radio 101.1 FM dalam menarik pengiklan di tengah-tengah persaingannya dengan perusahaan industry radio yang lainnya, serta bagaimana caranya untuk tetap mempertahankan pengiklan dan para pendengarnya. Dalam penelitian ini menggunakan teory Three Ways Strategy, Pull,Push, dan Pass Strategy. Lalu penelitian ini juga menggunakan deskriptif kualitatif dalam metodenya. Penelitan ini mempunyai objek penelitian yaitu MGT Radio 101.1 FM, yang dimana radio tersebut adalah radio dewasa dan anak muda yang saat ini sedang banyak digandrungi oleh masyarakat. MGT Radio 101.1 FM Bandung mempunyai banyak sekali program yang dapat dinikmati oleh para pendengar di setiap waktunya, program tersebut di sebut dapat menarik para pengiklan dan pendengar, begitupun industry radio yang lain pun banyak mempunyai program untuk menarik para pendengar dan juga para pengiklan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: Proses pull strategy (mendorong),push strategy (menarik), dan pass strategy (memperluas pemasaran) yang dilakukan oleh MGT Radio dengan menerapkan koordinasi yang baik, cara marketing public relations yang dilakukan, dan senantiasa menerapkan citra yang positif.
Pengelolaan Kesan Petugas Protokoler Berkarakter Islami Haifa Khoirunnisa; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5776

Abstract

Abstract.Organizing good activities in an event can give a positive image to the agency or those who organize it. Not only government institutions that have protocols, but also in the university, for example, the Student Protocol Corps owned by Bandung Islamic University. The protocol is a bridge of information between officials or guests and the event committee so that all preparations and the event can run well. A protocol officer must be prepared with extensive knowledge and good communication, so that his competence must be trained and continuously improved so that his performance can be even better. Protocolers are in the spotlight when they are working, which means that in the front stage when they are working they are required to perform as much as possible without any gaps or mistakes. The purpose of this study is how to manage the impression that is carried out as a protocol officer in which there is also a way to build self-image as a protocol officer. In this study, Erving Goffman's Dramaturgical Theory was used. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. This study has a research object, namely the Unisba Student Protocol Corps in which there are six protocol officers who will becomereportin this research. The results of this study indicate that: the preparation made as a protocol officer is mental and knowledge preparation, the front stage of a protocol officer iszero mistake, and impression management is carried out in protocol activities in order to build self-image. Abstrak.Pengaturan kegiatan yang baik dalam sebuah acara dapat memberikan citra positif terhadap instansi atau yang menyelenggarakannya. Tidak hanya lembaga pemerintahan saja yang mempunyai protokoler, namun juga di ranah universitas, contohnya adalah Korps Protokoler Mahasiswa yang dimiliki oleh Universitas Islam Bandung. Protokoler merupakan jembatan penghubung informasi antara pejabat atau tamu dengan panitia acara agar segala persiapan dan keberlangsungan acara dapat berjalan dengan baik. Seorang protokoler harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas dan komunikasi yang baik, sehingga kompetensinya harus dilatih dan ditingkatkan terus menerus agar kinerjanya pun dapat lebih baik. Protokoler menjadi sorotan saat mereka sedang bekerja, yang artinya dalam panggung depan ketika mereka bekerja dituntut untuk tampil semaksimal mungkin tanpa adanya celah atau kesalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan kesan yang dilakukan sebagai petugas protokoler yang di dalamnya juga terdapat cara membangun citra diri sebagai petugas protokoler. Dalam penelitian ini menggunakan Teori Dramaturgi Erving Goffman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki objek penelitian yaitu Korps Protokoler Mahasiswa Unisba yang di dalamnya terdapat enam petugas protokoler yang akan menjadi informan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: persiapan yang dilakukan sebagai petugas protokoler adalah persiapan mental dan pengetahuan, panggung depan seorang petugas protokoler ialah zero mistake, dan pengelolaan kesan dilakukan pada aktivitas protokoler agar bisa membangun citra diri.
Pengelolaan Citra Profesional Ajudan Gubernur Jawa Barat: Studi Kasus Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat pada Program Jabar Future Leaders Ahsania Fitri Dhamayanti; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6719

Abstract

Abstract. The Governor of West Java has its own innovation in choosing his professional image adjutants, namely through the Jabar Future Leaders program which is a selection process for the best young adjutnt with an age range of 17-25 years from all provinces in Indonesia. The purpose of this study was to find out: 1) Governor of West Java’s Milenial Adjutant front stages condition, 2) How the Adjutant of Milenial Governor of West Java showed his professional attitude. West Java builds communication skills in carrying out their duties. The method used in this research is a qualitative method with a Case Study approach and Erving Goffman's Dramaturgy theory. The informants in this study were representatives of the selected Milenial Adjutant from batches 1-4 of the Jabar Future Leaders program. Data collection techniques used in this study were observation, in-depth interviews, documentation and literature study. The results in this study are that there are differences in the back stage and front stage of Millennial Adjutants to the Governor of West Java, to have a professional image in the realm of the front stage, millennial adjutants must make preparations and evaluations. The results of this study are to form a professional front stage, adjutants make preparations before assignment and evaluation after assignment. Keywords: Adjutant, Front stage, Back Stage, Image, Professional, Dramaturgy Abstrak. Gubernur Jawa Barat memiliki inovasi tersendiri dalam memilih ajudannya yang cakap dan memiliki citra profesional, yakni melalui program Jabar Future Leaders yang merupakan proses seleksi ajudan muda terbaik dengan rentang usia 17-25 tahun dari seluruh provinsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana keadaan front stage Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat, 2) Bagaimana sikap profesional yang ditunjukkan oleh Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus serta menggunakan teori Dramaturgi Erving Goffman. Informan dalam penelitian ini adalah perwakilan Ajudan Milenial terpilih dari batch 1-4 program Jabar Future Leaders. Tenik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dalam penelitian ini adalah untuk membentuk front stage yang professional, ajudan melakukan persiapan sebelum bertugas dan evaluasi setelah bertugas. Kata Kunci: Ajudan, Front stage, Back Stage, Citra, Profesional, Dramaturgi
Strategi Komunikasi KPID JABAR dalam Mensosialisasikan P3SPS pada Radio Siaran adrian permana putra; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6925

Abstract

Abstract. The West Java KPID itself has the task of overseeing content broadcasts in West Java broadcasting institutions, including radio broadcasts in Bandung. West Java KPID has two strategies to carry out the first supervision, namely, directly monitoring broadcasts that are on broadcasting institutions, so the West Java KPID has monitoring staff who they listen to the radio and watch television every day, if they have one violations that arise in connection with broadcasting laws and regulate broadcasting behavior as well as broadcast program standards found by monitoring officers, the two West Java KPIDs also received complaints from the community, with various means of communication in the West Java KPID, from start telephone, come in person, correspondence, website and social media. Things This was carried out by the West Java KPID to supervise existing radio broadcasts in West Java, especially in the city of Bandung. The aim of the research is to determine the strengths factor weaknesses, opportunities, threats West Java KPID communication strategy on radio broadcasts in the city of Bandung. Method descriptive research with qualitative data with data collection techniques interviews with informants, limited observation, and literature studies. Keywords — Communication Strategy, Regional Indonesian Broadcasting Commission (KPID) West Java, Broadcast Radio. Abstrak. KPID Jawa Barat sendiri mempunyai tugas untuk mengawasi konten siaran yang ada di lembaga penyiaran Jabar, termasuk radio-radio siaran yang ada di Kota Bandung. KPID Jawa Barat mempunyai dua strategi untuk melakukan pengawasan yang pertama yaitu, memantau langsung konten siaran yang ada di lembaga penyiaran, jadi KPID Jabar mempunyai tenaga pemantau yang kesehariannya mereka mendengarkan radio dan menonton televisi, bila terdapat pelanggaran-pelanggaran yang muncul terkait dengan undang-undang penyiaran dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran maka akan ditemukan oleh tenaga pemantau, kedua KPID Jabar pun menerima pengaduan dari masyarakat, dengan berbagai sarana komunikasi yang ada di KPID Jabar,dari mulai telepon ,datang langsung, surat-menyurat, website dan media sosial. Hal-hal tersebut dilakukan oleh KPID Jabar untuk mengawasi radio-radio siaran yang ada di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor kekuatan (strengths), faktor kelemahan (weakness), faktor peluang (opportunity), faktor ancaman (threats) strategi komunikasi KPID Jabar pada radio-radio siaran di Kota Bandung. Metode penelitian deskriftif dengan data kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara dengan narasumber, observasi terbatas, dan studi kepustakaan.
Pengelolaan Kesan Petugas Protokoler Berkarakter Islami Haifa Khoirunnisa Mutiara Ardia; Nova Yuliati
Jurnal Riset Public Relations Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v3i1.1962

Abstract

Abstract.Organizing good activities in an event can give a positive image to the agency or those who organize it. Not only government institutions that have protocols, but also in the university, for example, the Student Protocol Corps owned by Bandung Islamic University. The protocol is a bridge of information between officials or guests and the event committee so that all preparations and the event can run well. A protocol officer must be prepared with extensive knowledge and good communication, so that his competence must be trained and continuously improved so that his performance can be even better. Protocolers are in the spotlight when they are working, which means that in the front stage when they are working they are required to perform as much as possible without any gaps or mistakes. The purpose of this study is how to manage the impression that is carried out as a protocol officer in which there is also a way to build self-image as a protocol officer. In this study, Erving Goffman's Dramaturgical Theory was used. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. This study has a research object, namely the Unisba Student Protocol Corps in which there are six protocol officers who will becomereportin this research. The results of this study indicate that: the preparation made as a protocol officer is mental and knowledge preparation, the front stage of a protocol officer iszero mistake, and impression management is carried out in protocol activities in order to build self-image. Abstrak.Pengaturan kegiatan yang baik dalam sebuah acara dapat memberikan citra positif terhadap instansi atau yang menyelenggarakannya. Tidak hanya lembaga pemerintahan saja yang mempunyai protokoler, namun juga di ranah universitas, contohnya adalah Korps Protokoler Mahasiswa yang dimiliki oleh Universitas Islam Bandung. Protokoler merupakan jembatan penghubung informasi antara pejabat atau tamu dengan panitia acara agar segala persiapan dan keberlangsungan acara dapat berjalan dengan baik. Seorang protokoler harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas dan komunikasi yang baik, sehingga kompetensinya harus dilatih dan ditingkatkan terus menerus agar kinerjanya pun dapat lebih baik. Protokoler menjadi sorotan saat mereka sedang bekerja, yang artinya dalam panggung depan ketika mereka bekerja dituntut untuk tampil semaksimal mungkin tanpa adanya celah atau kesalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan kesan yang dilakukan sebagai petugas protokoler yang di dalamnya juga terdapat cara membangun citra diri sebagai petugas protokoler. Dalam penelitian ini menggunakan Teori Dramaturgi Erving Goffman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki objek penelitian yaitu Korps Protokoler Mahasiswa Unisba yang di dalamnya terdapat enam petugas protokoler yang akan menjadi informan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: persiapan yang dilakukan sebagai petugas protokoler adalah persiapan mental dan pengetahuan, panggung depan seorang petugas protokoler ialah zero mistake, dan pengelolaan kesan dilakukan pada aktivitas protokoler agar bisa membangun citra diri.
Hubungan Pembelajaran Online melalui Media Baru dengan Sikap Belajar Mahasiswa Unisba Astri Febriyanti; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9357

Abstract

Abstract. At this time the use of internet-based technology in the world of education is not something that is considered taboo or strange. With the emergence of problems in the community, especially in the world of education, education providers take steps in the form of policies that limit learning activities. Learning activities are usually carried out face-to-face but in the current pandemic situation when everyone is required to limit meeting one another, face-to-face learning and teaching activities cannot be carried out temporarily. This applies to all levels of education. In this research, the method used is quantitative method. The research data was collected through the distribution of questionnaires according to a sample of 100 respondents taken by using probability sampling technique. The theory used is the theory of online learning. The results of this research can be the value of the correlation 0.500 that is categorized as moderate. With the results of the study there is a relationship between online learning through new media with the attitude of student learning unisba. Abstrak. Pada saat ini penggunaan teknologi berbasis internet dalam dunia Pendidikan bukan merupakan hal yang di anggap tabu atau asing. Dengan munculnya permasalahan di tengah-tengah masyarakat terutama dalam dunia Pendidikan, para penyelenggara Pendidikan mengambil Langkah berupa kebijakan yg isinya membatasi aktivitas pembelajaran, kegiatan pembelajaran di lakukan secara tatap muka namun di situasi pandemi saat ini di mana setiap orang di haruskan membatasi pertemuan satu dan yang lainnya membuat kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka tidak bisa di lakukan untuk sementara, hal ini berlaku untuk seluruh tingkatan Pendidikan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Data penelitian di himpun melalui penyebaran angket sesuai dengan sampel 100 responden yang di ambil dengan Teknik probability sampling. Dengan teori yang di gunakan yaitu teori pembelajaran online. Hasil dari penelitian ini di dapat nilai korelasi 0.500 yang artinya dikategorikan sedang. Dengan hasil penelitian terdapat hubungan antara pembelajaran online melalui media baru dengan sikap belajar mahasiswa unisba.
Hubungan Antara Penggunaan Podkesmas dengan Pemenuhan Kebutuhan Hiburan: Studi Korelasional Hubungan antara Penggunaan Podkesmas dengan Pemenuhan Kebutuhan Hiburan pada Pendengar Podkesmas Andhika Happy Fachrezi; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9440

Abstract

Abstract. The Covid outbreak has created unequal pressure on people's lives, with social distancing, people are less likely to interact. In this difficult time, entertainment is very important for individuals to become a temporary escape from uncomfortable feelings. The public can get entertainment through social media, one of which is by listening to podcasts. Podcasts are increasingly being enjoyed because of its many advantages, one of which is because of its practicality in accessing podcasts. Podkesmas is a channel that discusses random but interesting and funny things. Since the first appearance of the podcast service on the Spotify application in 2018, this channel has always been at the top of the list for the most listeners. The purpose of this study was to determine the relationship between the use of Podkesmas and meeting the needs of Podkesmas listeners. The method used in this research is a survey, this type of research includes correlational research. The population in this study were Podkesmas listeners. The sampling technique used is probability sampling with simple random sampling technique. The research sample was 100 respondents. Data collection techniques using a questionnaire/questionnaire, interviews and documentation. Data analysis technique using Spearman rank analysis. The results of the study show that there is a strong relationship between the use of Podkesmas and the fulfillment of entertainment needs; there is a moderate relationship between the intensity of media use and the fulfillment of entertainment needs; there is a moderate relationship between the content of the message consumed and the fulfillment of entertainment needs; there is a strong relationship between individuals and media content in meeting entertainment needs. Abstrak. Wabah Covid menimbulkan tekanan yang merata pada kehidupan masyarakat, dengan adanya social distancing masyarakat menjadi kurang berinteraksi. Di masa yang sulit ini hiburan menjadi hal yang sangat penting bagi individu untuk menjadi pelarian sementara dari perasaan yang tidak enak. Masyarakat dapat mendapatkan hiburan melalui media sosial salah satunya dengan mendengarkan podcast. Podcast semakin populer karena banyak keunggulannya, salah satunya dikarenakan akses podcast yang sangat praktis. Podkesmas adalah channel untuk berdiskusi tentang hal-hal yang random tapi seru dan menarik. Saluran tersebut secara konsisten berada di urutan teratas daftar pendegar terbanyak sejak layanan podcast muncul di aplikasi Spotify pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan Podkesmas dengan pemenuhan kebutuhan pada pendengar Podkesmas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, jenis penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pendengar Podkesmas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket/kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis rank spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan Podkesmas dengan pemenuhan kebutuhan hiburan; terdapat hubungan yang sedang antara intensitas penggunaan media dengan pemenuhan kebutuhan hiburan; terdapat hubungan yang sedang antara isi pesan yang dikonsumsi dengan pemenuhan kebutuhan hiburan; terdapat hubungan yang kuat antara individu dengan isi media dalam memenuhi kebutuhan hiburan.
Instagram dalam Membangun Kesadaran Merek pada Brand Lokal Selma Mahdiyah Jati Besari; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14617

Abstract

Abstract. Instagram has become an effective means of business development, so that by using Instagram you can maintain business growth rates and build interactions with consumers. Instagram media also helps in the brand awareness process in several ways. With interesting and high-quality content, brands can attract users' attention and build a strong brand image. The research method used is a quantitative descriptive approach with qualitative data collection in the form of interviews, documentation, and observations. The results of this study show that in attracting the attention of followers on the svggest Instagram account in building brand awareness, svggest attracts consumers' attention with interesting, informative, and educational content. Managing svggest Instagram content is necessary so that consumers are interested (Interest) and make them want to know more, by utilizing interaction features, Brand storytelling, and audience targeting and segmentation. In making it easier for followers to search for information about the svggest brand by utilizing features on Instagram. Svggest helps consumers find more in-depth information through interesting content and search features on Instagram such as hashtags and Linktree. Svggest manages and encourages followers to take action (action) purchasing decisions in reflecting the formation of brand awareness, namely svggest's commitment to product quality, content, and services is applied consistently to build brand awareness on Instagram. and finally, by sharing svggest content by svggest followers, it can expand the reach of brand awareness, svggest plans giveaway content with attractive and creative graphic designs, and reposting stories from customers is effective in building brand awareness. Abstrak. Instagram telah menjadi sarana pengembangan bisnis yang efektif, Sehingga dengan menggunakan Instagram dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan bisnis dan membangun interaksi dengan para konsumen. Media Instagram juga membantu dalam proses brand awareness/kesadaran merek dengan beberapa cara. Dengan konten yang menarik dan berkualitas tinggi, merek dapat menarik perhatian pengguna dan membangun citra merek yang kuat. Metode penelitian yang digunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data kualitatif berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan dalam menarik perhatian (Attention) pengikut pada akun Instagram svggest dalam membangun kesadaran merek, svggest menarik perhatian konsumen dengan konten-konten yang menarik, informatif, dan edukasi. Mengelola konten Instagram svggest perlu agar konsumen tertarik (Interest) dan membuat mereka ingin mengetahui lebih lanjut, dengan memanfaatkan fitur interaksi, Brand storytelling, serta penargetan dan segmentasi audiens.Dalam mempermudah pengikut untuk mencari (search) informasi tentang tentang brand svggest dengan pemanfaatan fitur di Instagram. Svggest membantu konsumen mencari informasi lebih mendalam melalui konten menarik dan fitur pencarian di Instagram seperti hashtag dan Linktree. Svggest mengelola dan mendorong pengikut untuk melakukan Tindakan (action) keputusan pembelian dalam mencerminkan pembentukan kesadaran merek yaitu komitmen svggest terhadap kualitas produk, konten, dan layanan diterapkan secara konsisten untuk membangun kesadaran merek di Instagram. dan terakhir yaitu dengan berbagi (Share) konten svggest oleh pengikut svggest dapat memperluas jangkauan kesadaran merek, svggest merencanakan konten giveaway dengan desain grafis menarik dan kreatif, serta melakukan reposting stories dari pelanggan efektif dalam membangun kesadaran merek.