Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KAJIAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CEDAS ( COASTAL ENGINEERING DESIGN ANALYSIS SYSTEM ) (STUDI KASUS PADA KAWASAN PANTAI PARUPUK TABING)) Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 1 No 1 (2013): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.081 KB)

Abstract

Pada bagian barat Propinsi Sumatra Barat berbatasan dengan Lautan Hindia. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, dari panjang pantai 420 km, 40% 180( km) diantaranya mengalami kerusakan akibat gelombang yang menimbulkan kerugian cukup besar setiap tahunnya. Kerusakan pantai juga disebabkan oleh adanya perubahan garis pantai. Kerusakan pantai juga terjadi di pantai Parupuk tabing yang merupakan daerah pemukiman yang telah banyak didiami oleh penduduknya sehingga pemanfaatan daerah pantai untuk kegiatan manusia semakin intensif. Pantai Parupuk merupakan daerah pemukiman penduduk yang dekat dengan pantai. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan lingkungan ini adalah terjadinya perubahan garis pantai akibat erosi pantai, ancaman gelombang dan arus. Masalah tersebut dapat berdampak fatal antara lain berupa berkurangnya luas daratan pada daerah ini otomatis akan mengancam pemukiman penduduk didaerah sekitar pantai tersebut. Suatu metode disajikan untuk mengetahui perubahan profil pantai akibat gelombang pada kawasan pantai parupuk tabing dengan menggunakan Software CEDAS (Coastal Engineering Design Analysis System) yang merupakan suatu model matematik untuk menghitung perubahan garis pantai akibat adanya serangan gelombang, adanya perubahan struktur bangunan pantai. Hasil penelitian menunjukkan Dengan menggunakan rumus CERC, diperoleh hasil perhitungan sediment transport sejajar pantai yang terjadi pada daerah studi yaitu 0.0788 m3/dt. Dan diperkirakan dalam satu tahun terjadi transport sedimen sejajar pantai sebesar 2450995.2 m3/thn. Setelah dilakukan running CEDAS selama 25 tahun didapat perubahan garis pantai. Pemilihan Bangunan Pengaman Pantai Seawall (Tembok Laut) karena sedimentasi/erosi pantai lebih bisa diatasi ini diperlihatkan dari hasil running dimana garis pantai pada tahun 2002 tidak banyak mengalami perubahan pada tahun 2007. Kata kunci: Garis pantai, Cedas, Erosi, Software, Gelombang
PREDIKSI DEBIT HARIAN PADA DAS TIDAK TERUKUR DENGAN MENGGUNAKAN REGIONAL FLOW DURATION CURVE Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 2 No 2 (2014): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.719 KB)

Abstract

Planning projects in the field of water resources engineering usually to be sought dependable flow. Dependable flow of which used as discharge planning is expected to be available in the river to estimate the installed capacity of hydroelectric power, regulate the distribution of drinking water, and estimate the irrigation area. Dependable discharge can be searched by making the Flow Duration Curve for discharge equaled or exceeded. Problems arise when discharge data are not available. Solution is to predict the continous discharge data are not sufficient to make that the FDC in determine the dependable flow. A method is presented to predict the daily discharge in ungauged catchments the using the method of regional Flow Duration Curve. Five gauged catchments and two ungauged catchments in the region Akuaman River, West Sumatera was chosen to develop and test the proposed method Regional FDC. Using nonlinear regression analysis, regional FDC can be developed. It than, used for flow prediction. The results indicate that FDC method shows great promise for predicting streamflow in ungauged basins. Prediction of daily discharge in the river basin Arau and Air dingin on the basis of RFDC has a high correlation is 0.9, which shows similarity to the observed discharge. Key words: flow duration curve, regional flow duration curve, ungauged basins
KAJIAN TEKNIS BENTUK INTERCHANGE RUAS JALAN TOL KRIAN – LEGUNDI – BUNDER DAN SURABAYA – MOJOKERTO TERHADAP JARINGAN JALAN WARINGIN ANOM KABUPATEN GRESIK Budiana, Unang; Sylviana, Rika; Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 4 No 2 (2016): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.641 KB)

Abstract

Pada ruas tol Krian – Legundi – Bunder dan Surabaya – Mojokerto (SUMO) terjadi persimpangan, maka difasilitasi dengan persimpangan tidak sebidang (interchange) untuk mendukung aksesibilitas pada kedua ruas tol tersebut. Lokasi persimpangan berada di antara kedua interchange dengan jarak sebesar 6,229 km di ruas tol SUMO pada tahap konstruksi, persimpangan tersebut akan mengurangi jarak antar interchange.Dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan perhitungan manual tetapi penggambarannya menggunakan AutoCAD Civil 3D Land Desktop Companion 2009. Dari hasil penelitian ini, dipakai bentuk interchange trompet dengan 4 ramp penghubung dengan kombinasi direct ramp, semi direct ramp dan loop ramp. Jenis tikungan yang dipakai dalam perencanaan desain interchange ini yaitu tikungan full circle (FC) dan spiral – circle – spiral (S-C-S). Akses interchange mempunyai 1 S-C-S dan 3 FC,ramp1 mempunyai 1 FC, ramp 2 mempunyai 2 S-C-S dan 1 FC, ramp3 mempunyai 1 S-C-S dan 1 FC dan ramp4 mempunyai 1 S-C-S.Interchange ini tidak langsung menghubungkan antar kedua ruas tol, tetapi ada akses interchange pada kedua ruas tol tersebut. Sehingga bentuk interchange ini dinamakan dengan interchange double trumpet. Jumlah dan lebar lajur pada interchange ini yaitu untuk jalan akses (2/2 D) dengan komposisi lebar median 0,8 m, lebar bahu dalam 1 m, lebar lajur 4 m dan lebar bahu luar 3 m. Sedangkan untuk masing-masing ramp (1/1 UD) yaitu lebar bahu dalam 1 m, lebar lajur 4 m dan lebar bahu luar 3 m. Dengan bentuk interchange tersebut, maka jalan akses dan seluruh ramp pada desain ini mempunyai total panjang jalan 4,164 km, maka estimasi biaya konstruksi secara kasar pada bidang highway mencapai Rp. 54.680.490.600,-. Kata kunci: interchange, tol, ramp, double trumpet
STUDI KARAKTERISTIK LAHAN PARKIR DI RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA CIBUBUR Hidayat, Basuki; Sylviana, Rika; Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 4 No 2 (2016): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.361 KB)

Abstract

Masalah parkir kendaraan bermotor di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur saat ini, berhubungan erat dengan kebutuhan ruang parkir, sehingga dampak yang timbul akibat parkir kendaraan bermotor yang tidak teratur akan mengganggu kegiatan lainnya.Gambaran permasalahan parkir didapat melalui survai yang bertujuan untuk memaparkan data dari objek penelitian dan menganalisanya secara sistematis sehingga dapat mengetahui secara tepat permasalahan yang ada dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil survai yang dilakukan selama 7 hari dengan waktu pengamatan 12 jam/hari diperoleh volume parkir mobil maksimum 346 kendaraan dan 262 kendaraan untuk volume parkir motor, akumulasi parkir mobil maksimum 111 kendaraan/jam dan 80 kendaraan/jam untuk akumulasi parkir motor, indeks parkir mobil maksimum pada hari Minggu sebesar 38,58% dan 30,62% untuk indeks parkir motor, durasi parkir mobil yang paling lama yaitu selama dua jam atau 36,88% dari kendaraan yang parkir dan dua jam atau 37,20% dari kendaraan yang parkir untuk durasi parkir motor, pergantian parkir (turn over parking) mobil tertinggi pada hari Minggu pergantian parkir sebanyak 1,48 kendaraan/petak. Pergantian parkir (turn over parking) motor tertinggi terjadi pada hari Minggu, dengan pergantian parkir sebanyak 1,24 kendaraan/petak. Lahan parkir yang disediakan Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur belum diperlukan penambahan lahan parkir pada tahun ini. Kata kunci: volume parkir, akumulasi parkir, indeks parkir, durasi parkir dan pergantian parkir (turn over parking)
Kajian Ulang Dimensi Saluran Pembuang Sungai Cipegadungan di Jababeka Kabupaten Bekasi Luwardi, Luwardi; Sylviana, Rika; Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 6 No 1 (2018): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.005 KB) | DOI: 10.33558/bentang.v6i1.531

Abstract

Genangan air atau banjir dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sungai Cipegadungan merupakan sungai yang menampung dari beberapa saluran drainase sehingga perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap daya tampung dan dimensinya. Kajian ulang Sungai Cipegadungan pada penelitian ini dengan observasi langsung di lapangan dan menganalisa data curah hujan dengan menggunakan persamaan distribusi Log Normal. Daerah kajian meliputi 5 (lima) ruas slauran, saluran A, saluran B, saluran c, saluran D dan saluran E, dengan debit yang didapatkan antara 175-639 m3/det. Dengan metode rasional untuk daerah industri dan koefesien aliran maksimum 0,9 sebagai dasar perhitungan debit rencana. Perhitungan periode ulang yang digunakan dalam perhitungan kajian ini dalam kala ulang 10 tahun. Perhitungan dimensi saluran A dengan lebar = 12,199 m, tinggi = 12,199 m dan tinggi jagaan = 2,112 m; dimensi saluran B dengan lebar = 9,901 m, tinggi = 10,625 m dan tinggi jagaan = 2,125 m; dimensi saluran C dengan lebar = 12,269 m, tinggi = 10,625 m dan tinggi jagaan = 2,125 m; dimensi saluran D dengan lebar = 11,947 m, tinggi = 10,346 m dan tinggi jagaan = 2,069 m dan dimensi saluran E dengan lebar = 13,013 m, tinggi = 11,270 m dan tinggi jagaan = 2,254 m Kata kunci: curah hujan, dimensi saluran, debit banjir
Evaluasi Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Rehabilitasi Gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Bappeda Kota Bekasi Taufan, Acep Ali; Paryati, Ninik; Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 6 No 1 (2018): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.489 KB) | DOI: 10.33558/bentang.v6i1.538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi suatu proyek untuk dapat diketahui dan diantisipasi terjadinya keterlambatan progress proyek. Dalam proses evaluasi proyek ini dilakukan identifikasi mendalam terhadap aspek - aspek yang mempengaruhi keterlambatan progress proyek, seperti aspek teknis, sumber daya manusia dan keuangan. Dilakukan survey/investigasi ke lapangan untuk mengetahui permasalahan yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan dan menganalisis data-data untuk mengidentifikasi adanya indikasi keterlambatan progress atau kerugian proyek secara dini. Untuk dapat mengetahui kinerja suatu proyek yang harus selalu sesuai dengan target - target rencana, metode yang dipakai adalah metode Earned Value Method (EVM) dengan indikator - indikator : Actual Cost of Work Perform (ACWP), Budgeted Cost of Work Perform (BCWP), Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS). Hasil perhitungan Earned Value Method (EVM) ini di dapat nilai ACWP sebesar Rp. 430.164.472 sebagai biaya aktual yang harus dibayarkan pada minggu ke-15 dengan keterlambatan -22,385%, nilai BCWP didapat sebesar Rp. 452.804.707,- sampai minggu ke-15 untuk biaya pelaksanaan dan untuk perhitungan BCWS pada minggu ke-15 dengan progress pekerjaan mencapai 36,478% di butuhkan budget sebesar Rp.1.172.029.385,-. Maka dalam penelitian ini proyek mengalami keterlambatan sampai dengan minggu ke-15 sebesar -22,385% dan di perkirakan akan mengalami kerugian sebesar Rp. 946.370.216,- Kata kunci: earned value method, evaluasi proyek, kurva S, optimalisasi.
Evaluasi Saluran Drainase pada Jalan Raya Sarua-Ciputat Tangerang Selatan Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 6 No 2 (2018): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.67 KB) | DOI: 10.33558/bentang.v6i2.1407

Abstract

Tangerang Selatan merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Banten setelah Kota Tangerang yang sering mengalami banjir. Penyebab permasalahan banjir yang melanda kota ini yang alih fungsi lahan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat akibat pembangunan yang terus dilakukan dan saluran drainase yang sudah ada tidak mampu menampung air hujan. Salah satu contoh Jalan Sarua, Ciputat Tangerang selatan masih terjadi genangan atau banjir. Terjadinya genangan pada daerah ini karena sistem yang berfungsi untuk menampung banjir/genangan itu tidak mampu menampung debit yang mengalir, hal ini disebabkan oleh kapasitas sistem yang menurun dan debit aliran air yang meningkat. Selain itu, kondisi saluran drainase pada jalan Sarua juga tidak mampu mengalirkan air yang ada pada saluran, banyaknya sampah yang terdapat pada saluran, serta kurangnya perhatian masyarakat terhadap saluran drainase yang ada. Dalam penelitian ini dilakukan survey lokasi untuk meninjau kondisi eksisting pada saluran. Analisa yang digunakan untuk menghitung debit banjir dan debit saluran adalah menngunakan analisa hidrologi dan analisa hidrolika. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perbedaan debit antara debit banjir dan debit saluran. Debit pada saluran lebih kecil dari pada debit banjir yang terjadi, sehinnga saluran tidak cukup lagi mengalirkan air hujan. Debit pada saluan didapat 1,05 m3/det sedangkan debit banjir yang terjadi 1,14 m3/det. Kata Kunci : Drainase, Banjir, Debit
Bambu Sebagai Tulangan Pada Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Jalan Raya Darma, Eko; Gunarti, Anita Setyowati Srie; Yulius, Elma; Nuryati, Sri; Paryati, Ninik
Creative Research Journal Vol 3, No 01 (2017)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.717 KB)

Abstract

Bambu mempunyai sifat mekanik yang baik karena hampir menyerupai sifat mekanik baja. Oleh karena itu penggunaan bambu dapat digunakan pada konstruksi bangunan sipil lainnya sebagai material alternatif pengganti baja seperti  perkerasan kaku (rigid pavement) jalan raya. Pada perkerasan kaku jalan raya baja digunakan sebagai tulangan yang berfungsi untuk menahan retak susut akibat suhu dan menambah kapasitas beban jalan.Penelitian ini menggunakan bambu untuk tulangan perkerasan kaku jalan raya. Spesimen yang dibuat adalah meshing (jaringan) tulangan bambu dan tulangan baja dengan panjang 5 m dan lebar 3,5 m, diameter 12 mm dan tiap tulangan dipasang pada jarak setiap 100 mm. Meshing tersebut masing-masing dipasang pada tiap segmen jalan yang berukuran panjang x lebar x tinggi yaitu 3,5 m x 5 m x 0,3 m pada kedalaman 20 cm dari permukaan jalan dan mutu beton K–300. Uji dilakukan dengan menggunakan beban kendaraan yang divariasikan  mulai dari 1000 Kg sampai dengan mendekati 14000 Kg dan diamati respon dari perkerasan kaku seperti defleksi, regangan dan tegangan.Defleksi terbesar pada perkerasan rigid pavement  tulangan bambu adalah 0,6 mm pada beban 9323 Kg. Tegangan maksimum yang dihasilkan pada tulangan baja memanjang dan melintang adalah 1062,6 Kg/cm2 dan 686,7 Kg/cm2 dengan nilai E baja 2100000 Kg/cm2, sedangkan pada bambu tegangan terbesar yang dihasilkan adalah 118,62 Kg/ cm2 dan 86,87 Kg/ cm2 dengan nilai E bambu 313810 Kg/cm2 pada kondisi ini tegangan yang terjadi masih dalam batas elastis. Hasil penelitian menunjukkan bambu layak  dipakai sebagai tulangan pada rigid pavement jalan raya.
Evaluasi Pemberian Air Irigasi Saluran Sekunder Srengseng Hilir dari Bendung Tetap Cikarang Bekasi Laut Bahri, Fahmi Fathul; Yulius, Elma; Srie Gunarti, Anita Setyowati
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 7 No 1 (2019): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.124 KB) | DOI: 10.33558/bentang.v7i1.1596

Abstract

Cikarang Bekasi Laut (CBL) is a fixed-dam river-flow that flows through the building for upstream srengseng channel. Srengseng Hilir Secondary-Channel has 32 buildings for watering the rice fields in the Sukatani sub-district. The problem happened in the distribution of water when there is a loss of irrigation water due to infiltration of water into the soil where the soil is saturated. This causes a shortage of debit for field irrigation due to water loss in the secondary channel. The method used in Water Supply Evaluation of Irrigation Cikarang Bekasi Laut (CBL) for the Secondary Channel Srengseng Hilir D.I. Jatiluhur are the maximum discharge data, minimum discharge, and average discharge of the Fixed Cikarang Bekasi Laut (CBL) Dam in 5 year-period and calculating water requirements and water availability in D.I. Jatiluhur. Result showed that the P1 channel has an irrigation area of 105 ha and a channel length of 1906 m with an actual discharge of 2714 liters/sec and has irrigation efficiency of 5.71%. Channel P2 has an irrigation area of 106 ha and channel length of 1006 m with actual discharge of 1560 liters/sec and has irrigation efficiency of 6.11%. P3 channel has an irrigation area of 137 ha and 894 m channel length with an actual discharge of 175 liters/second and has irrigation efficiency of8.41%. Channel P4 has an irrigation area of 50 ha and a channel length of 951 m with an actualdischarge of 180 liters/second and has irrigation efficiency of 21.10%. Channel P5 has an irrigationarea of 71 ha and a channel length of 835 m with an actual discharge of 274 litters/sec and has irrigationefficiency of 37.97%. Channel P6 has an irrigation area of 74 ha and a channel length of 775 m with anactual discharge of 411 liters/sec and has irrigation efficiency of 63.79%.
Faktor Keterlambatan Pekerjaan Struktur Gedung terhadap Biaya Pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Hotel di Bekasi Putra, Dian Dwi; Paryati, Ninik; Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 7 No 2 (2019): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.731 KB) | DOI: 10.33558/bentang.v7i2.1752

Abstract

Nowadays, delays in project often occur and cause various losses both for service providers and users. For the contractors, delays create the project cost overruns due to project overtime and can decrease contractor credibility in the future. This study aims to analyze a project delay by minimizing the work delays earlier. The analysis of a hotel building planning regarding the cost and time delays is done qualitatively by distributing questionnaires to the contractors and processing the responses using the SPSS software. The results of the S curve analysis and 30 factors that caused the project delay were identified and indicated that there was a delay value of 1.26% with five variables that most contributed to the delay in the construction project at PT. Wijaya Kusuma Contractors, i.e. reworking due to construction errors, low coordination between contractors and stakeholders, late material delivery, and equipment shortages.