Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE REPRESENTATION OF SUMBA WOMEN IN THE FILM MARLINA THE MURDERER IN FOUR ACTS (AN ANALYSIS OF CHARLES SANDERS PIERCE) Aulia Asmarani; Asep Hidayat
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 3 No. 6 (2022): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Augus
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijemss.v3i6.1345

Abstract

Violence against women is still common in a modern era like today, not least for women who live in the rimland region. Women are often used as a violent objects by men. The patriarchal culture still embraced by some people makes it difficult for women to fight against male domination in their environment. This makes it difficult for women to fight against male domination in their environment. Especially for Sumba women, whose society still adheres to the patriarchal culture. The movie "Marlina, The Murderer in Four Acts" describes the form of resistance of a Sumbanese woman against the injustice that befell her due to men who still lower their self-esteem. This film shows that a woman is not a weak figure; they can fight people who lower their self-esteem with their own hands. This research itself uses qualitative research methods using Charles Sanders Pierce's semiotic analysis in analyzing the data. The result of the analysis of the representation of Sumbanese women in the film "Marlina The Murderer in Four Acts" (1) shows the gender inequality that occurs in Sumba society in the film due to the patriarchy that prevails there, (2) violence and harassment against women and (3) form of women's resistance to the violence and abuse they experience.
Pengaruh Daya Tarik Konten Media Sosial @Tempodotco Terhadap Minat Baca Generasi Milenial Annisa Eka Syafrina; Ajeng Pradesti; Aulia Asmarani
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/tfea5h44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh daya tarik konten media sosial @Tempodotco terhadap minat baca generasi milenial. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh daya tarik konten media sosial @Tempodotco terhadap minat baca generasi milenial. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa daya tarik konten media sosial @Tempodotco berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca generasi milenial, ditunjukan dengan tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Besarnya pengaruh diperoleh dari nilai koefisiensi determinasi 0.564. Nilai tersebut menunjukan bahwa 56,4% minat baca dipengaruhi oleh daya tarik konten sedangkan sisanya 43,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Segmentasi Khalayak di Era Digital: Strategi Komunikasi yang Efektif dalam Lanskap Media yang Terkustomisasi Aulia Asmarani; M. Reza Pratama Arifin
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/59vk8391

Abstract

Segmentasi khalayak merupakan strategi penting dalam menyusun pesan komunikasi yang relevan dan efektif. Di era digital, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola konsumsi media dan preferensi khalayak, sehingga menuntut pendekatan segmentasi yang lebih adaptif dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk segmentasi khalayak kontemporer dan implikasinya terhadap strategi komunikasi organisasi, media, dan pemasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka, artikel ini menelaah konsep segmentasi klasik hingga modern (behavioral, psikografis, hingga segmentasi berbasis algoritma dan AI). Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap karakteristik khalayak memungkinkan penyusunan pesan yang lebih tepat sasaran dan personal. Artikel ini juga mengusulkan kerangka segmentasi adaptif sebagai strategi komunikasi yang dinamis di tengah perubahan lanskap digital.
Merebut Kembali Makna Agraria : Studi Kasus Kritis Akses dan Eksklusi Simbolik Perempuan dalam Program Perhutanan Sosial Aulia Asmarani; Thalita Syifa Fatimah; Dadan Saputra
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i1.3860

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna tanah bagi perempuan petani dalam konteks kebijakan perhutanan sosial di kabupaten Garut. Dengan pendekatan studi kritis, penelitian ini menelusuri bagaimana tanah dipersepsikan bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai ruang spiritual, symbol identitas dan warisan kolektif. Bertumpu pada teori akses (Peluso& Ribot), ecofeminisme (Shiva), dan interaksionisme simbolik (Blumer), hasil penelitian menunjukkan adanya eksklusi simbolik dan marginalisasi structural terhadap perempuan petani, serta munculnya bentuk-bentuk resistensi dan kesadaran kritis. Temuan ini berkontribusi pada kajian agraria kritis dengan menyoroti persilangan antara gender, akses dan pengakuan simbolik dalam tata Kelola Perhutanan Sosial.