Patria Jati Kusuma
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Psikologis Pada Masyarakat Terdampak Keraton Agung Sejagat Wanodya Kusumastuti; Widyaning Hapsari; Patria Jati Kusuma
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1289

Abstract

Perkembangan Kerajaan Agung Sejagat (KAS) mulai terdengar di wilayah Kabupaten Purworejo pada akhir tahun 2019. Dua orang pendirinya mengklaim bahwa KAS merupakan kerajaan penerus Majapahit yang merekrut ratusan anggota dan meminta iuran jutaan rupiah per bulan untuk melakukan ritual dan kirab budaya. Munculnya fenomena kerajaan fiktif didukung dengan penguasaan psikologi massa, dimana pendirinya mampu mempengaruhi atau meyakinkan orang lain. Selain itu bisa juga disebabkan karena delusi keagungan (grandiose delusion) serta faktor post power syndrome. Keterlibatan masyarakat Purworejo sebagai abdi dalem KAS menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun non materiil. Selain harus memberikan iuran, masyarakat juga diminta untuk mengikuti perintah yang disampaikan pimpinan Keraton. Akibatnya banyak masyarakat yang akhirnya membenarkan keyakinannya bahwa KAS merupakan Keraton yang akan mengembalikan lagi tradisi leluhur dan menjaga tatanan kehidupan masyarakat. Penyimpangan pemikiran pada masyarakat terdampak KAS itu merupakan distorsi kognitif yang menyebabkan masyarakat memiliki persepsi yang salah. Dampak yang dirasakan masyarakat terdampak KAS adalah masalah psikologis, seperti rasa malu, tidak percaya diri, khawatir tidak diterima keluarga atau masyarakat sehingga membatasi interaksi dengan lingkungan sosial. Tujuan kegiatan pendampingan ini adalah memberikan konseling individual dan/atau konseling kelompok pada masyarakat terdampak KAS untuk mengatasi gangguan psikologis yang muncul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (1) distorsi kognitif mulai berkurang sehingga masyarakat terdampak KAS kembali mampu berpikir rasional, (2) berkurangnya rasa khawatir, memiliki kepercayaan diri untuk bersosialisasi kembali di tengah masyarakat
Studi Komparatif Self-Monitoring dan Stres Akademik pada Mahasiswa yang Berwirausaha dan Mahasiswa yang Tidak Berwirausaha Ismi Tri Indarti; Wanodya Kusumastuti; Patria Jati Kusuma
Borobudur Psychology Review Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bpsr.8053

Abstract

Untuk mencapai keberhasilan di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk mampu mengatasi stres akademik dengan memiliki self-monitoring yang baik, terutama bagi yang berperan ganda sebagai wirausahawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan self-monitoring dan stres akademik antara mahasiswa yang berwirausaha dan yang tidak berwirausaha. Dihipotesiskan, ada perbedaan self-monitoring dan stres akademik di antara kedua kelompok mahasiswa. Partisipan adalah 24 orang mahasiswa yang tergabung dalam inkubator bisnis dan 24 orang mahasiswa reguler yang tidak berwirausaha di Universitas Muhammadiyah Purworejo yang diperoleh dengan teknik penyampelan non acak. Data dikumpulkan menggunakan Skala Self-Monitoring dan Skala Stres Akademik, kemudian dianalisis statistik dengan uji t dua sampel independen. Ditemukan bahwa ada perbedaan yang secara statistik signifikan pada self-monitoring dengan t = 2,52 (p = 0,015) dan stres akademik dengan t = -2.32 (p = 0,025). Mahasiswa yang berwirausaha memiliki self-monitoring yang lebih tinggi dan stres akademik yang lebih rendah. Hasil ini dapat menjadi masukan baik bagi mahasiswa yang berperan ganda sebagai wirausahawan untuk meningkatkan self-monitoring untuk mengelola stres akademik.
Pengaruh Psychological Capital dan Kejelasan Peran terhadap Kinerja Karyawan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kabupaten Purworejo Dito Agung Satrio; Widyaning Hapsari; Patria Jati Kusuma
Borobudur Psychology Review Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bpsr.8055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital dan kejelasan peran terhadap kinerja karyawan lembaga BMT Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif survei. Adapun responden dalam penelitian ini adalah karyawan lembaga BMT Kabupaten Purworejo yang berjumlah 100 orang. Sampel ditentukan menggunakan sampel jenuh, di mana sampel diambil dari keseluruhan jumlah populasi. Data dikumpulkan menggunakan Skala Psychological Capital, Skala Kejelasan Peran, dan Skala Kinerja Karyawan dan dianalisis menggunakan teknik statistik regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh psychological capital dan kejelasan peran terhadap kinerja yang secara statistik signifikan (R = 0,706; R2 = 0,498; F(3,97) = 48,150; p<0,05). Kedua variabel berkontribusi terhadap kinerja karyawan sebesar 49,8%. Pengaruh kedua variabel masing-masing adalah B = 0,586; t = 7,380; p = 0,000 (psychological capital), dan B = 0,217; t = 2,729; p = 0,008 (kejelasan peran). Disimpulkan bahwa dengan meningkatkan psychological capital dan kejelasan peran pada karyawan, maka kinerja karyawan BMT akan meningkat pula. Hal ini menjadi masukan bagi pengelola BMT untuk lebih memperhatikan psychological capital dan dan kejelasan peran karyawan.
Training to increase personal potential through achievement motivation for the Inline Skate Community, Purworejo Patria Jati Kusuma; Jihan Fauziah Fatwa; Nindya Nada Perkusi; Zazkia Anzalna Lasifa; Putri Julia Prastiwi
Community Empowerment Vol 9 No 7 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10832

Abstract

The main objective of this activity is to increase the achievement motivation of members of the Purworejo inline skate community through structured training. Additionally, this activity aims to hone participants' interests and talents, as well as build their self-confidence. The methods used in this activity include lectures, discussions, and assessments. Assessments were conducted before and after training using Google Forms containing pre-tests and post-tests to measure changes in participants' understanding and motivation. The results of the training showed a significant increase in participants' understanding of their potential and achievement motivation. This inline skate training activity successfully increased participants' achievement motivation and self-confidence. Furthermore, these results highlight the importance of the role of parents and teachers in supporting the development of children's potential by understanding each child's learning style.