Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Model Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini Melalui Program Islamic Habituation Hapsari, Widyaning; Iftayani, Itsna
Indigenous Vol. 1 No. 2, November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.4456

Abstract

Penanaman karakter di usia prasekolah merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar, akan tetapi juga dengan pembiasaan (habituasi) dalam kehidupan yang mencakup: religiusitas, kejujuran, kedisiplinan, toleransi, tanggung-jawab. Tujuan peneltian ini adalah untuk  menerapkan model pendidikan karakter pada anak usia dini melalui Islamic Habituation di Taman Kanak-kanak Aisyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang menghasilkan produk berupa model pendidikan karakter pada anak usia dini. Data yang terkumpul melalui metode observasi dan wawancara dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data penelitian adalah program Islamic Habituation dapat diterima oleh pihak sekolah beserta siswa dan wali murid. Selain itu, peluang untuk diimplementasikannya program sangat baik sehingga dapat dikatakan bahwa program Islamic Habituation layak diterapkan. Kegiatan pendidikan karakter berupa Program Islamic Habituation meliputi beberapa tahap yaitu: tahap penyusunan program, sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengembangan.Kata kunci :anak usia dini, islamic habituation, pendidikan karakter
Peningkatan Kemampuan Literasi Awal Anak Prasekolah melalui Program Stimulasi Hapsari, Widyaning; Ruhaena, Lisnawati; Pratisti, Wiwien Dinar
Jurnal Psikologi Vol 44, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.473 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.16929

Abstract

Stimulation program is a treatment by providing literacy packages containing guidebooks literacy activities, media literacy in children and socialization for mothers. The purpose of this study was to test the effectiveness of the stimulation program to improve literacy skills in preschoolers. The proposed hypothesis that stimulation literacy program effective in improving early literacy skills in preschool children. This research method using a quasi-experimental design with the non-equivalent control group. Subjects were 30 children aged 3-5 years were divided into an experimental group and a control group. Based on the analysis by the non-parametric statistical test Mann-Whitney U, it was known that there were differences increase early literacy skills in the experimental group and control group. Qualitative analysis showed an increase in the literacy skills by observing changes in the measurement results. Results from this study are important as a new study in finding alternative methods of stimulating preschool children.Abstrak : Program stimulasi merupakan perlakuan dengan memberikan paket literasi berisi buku panduan aktivitas dan satu set media literasi pada anak serta sosialisasi untuk ibu. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas program stimulasi dalam meningkatkan kemampuan literasi pada anak prasekolah. Hipotesis yang diajukan yaituprogram stimulasi literasi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi awal pada anak prasekolah. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain non-equivalent control group. Subjek merupakan 30 anak usia 3-5 tahun yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil analisis dengan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U, diketahui bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi awal pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Analisis kualitatif menunjukan peningkatan kemampuan literasi dengan mengamati perubahan hasil pengukuran. Hasil penelitian ini penting sebagai kajian baru dalam menemukan alternatif metode stimulasi anak prasekolah.
Pendampingan Psikologis Pada Masyarakat Terdampak Keraton Agung Sejagat Wanodya Kusumastuti; Widyaning Hapsari; Patria Jati Kusuma
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1289

Abstract

Perkembangan Kerajaan Agung Sejagat (KAS) mulai terdengar di wilayah Kabupaten Purworejo pada akhir tahun 2019. Dua orang pendirinya mengklaim bahwa KAS merupakan kerajaan penerus Majapahit yang merekrut ratusan anggota dan meminta iuran jutaan rupiah per bulan untuk melakukan ritual dan kirab budaya. Munculnya fenomena kerajaan fiktif didukung dengan penguasaan psikologi massa, dimana pendirinya mampu mempengaruhi atau meyakinkan orang lain. Selain itu bisa juga disebabkan karena delusi keagungan (grandiose delusion) serta faktor post power syndrome. Keterlibatan masyarakat Purworejo sebagai abdi dalem KAS menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun non materiil. Selain harus memberikan iuran, masyarakat juga diminta untuk mengikuti perintah yang disampaikan pimpinan Keraton. Akibatnya banyak masyarakat yang akhirnya membenarkan keyakinannya bahwa KAS merupakan Keraton yang akan mengembalikan lagi tradisi leluhur dan menjaga tatanan kehidupan masyarakat. Penyimpangan pemikiran pada masyarakat terdampak KAS itu merupakan distorsi kognitif yang menyebabkan masyarakat memiliki persepsi yang salah. Dampak yang dirasakan masyarakat terdampak KAS adalah masalah psikologis, seperti rasa malu, tidak percaya diri, khawatir tidak diterima keluarga atau masyarakat sehingga membatasi interaksi dengan lingkungan sosial. Tujuan kegiatan pendampingan ini adalah memberikan konseling individual dan/atau konseling kelompok pada masyarakat terdampak KAS untuk mengatasi gangguan psikologis yang muncul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (1) distorsi kognitif mulai berkurang sehingga masyarakat terdampak KAS kembali mampu berpikir rasional, (2) berkurangnya rasa khawatir, memiliki kepercayaan diri untuk bersosialisasi kembali di tengah masyarakat
Pengaruh Modal Psikologis dan Persepsi Gaya Kepemimpinan terhadap Stres Kerja Karyawan Imanuel Jefri Saputra; Widyaning Hapsari; Meriam Esterina
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh modal psikologis dan persepsi gaya kepemimpinan terhadap stres kerja karyawan ditinjau dari jenis kelamin, usia, lama masa kerja. Stres di tempat kerja merupakan hal yang hampir setiap hari dialami oleh para karyawan perusahaan. karyawan sering dihadapkan dengan berbagai masalah dalam perusahaan sehingga sangat tidak mungkin untuk terkena stres. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif metode penelitian yang menggambarkan dan menjelaskan variabel-variabel independen untuk dianalisis pengaruhnya terhadap variabel dependen. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Sampel penelitian yaitu karyawan sales motor PT.Cendana Giri Purworejo yang berjumlah 100 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Modal Psikologis, Persepsi Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja dengan skala Likert 1 – 4 yang dibagikan secara offline dalam bentuk Kuesioner. Sedangkan untuk analisis data menggunakan uji asumsi klasik. Dapat disimpulkan bahwa modal psikologis lebih berpengaruh daripada persepsi gaya kepemimpinan dari hasil penelitian pengaruh dari antar individu variabel menurut hasil yang telah peneliti uji menunjukan bahwa pengaruh utama dari stres kerja disebabkan oleh optimis. karyawan yang memiliki optimis adalah kaum yang selalu berpikir positif, dan mempunyai tingkat keberhasilan yang menjanjikan dalam bekerja, sikap optimis yang dimiliki karyawan dapat berdampak pada stres kerja, karena dalam menghadapi kesulitan maupun persaingan di tempat kerja akan dilalui dengan semangat dan pantang menyerah. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti mengatakan bahwa atas hasil dan juga kesimpulan dari penelitian tentang “Pengaruh Modal Psikologis Dan Persepsi Gaya Kepemimpinan Terhadap Stres Kerja Karyawan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara modal psikologis dan persepsi gaya kepemimpinan terhadap stres kerja.
Konseling Krisis Sebagai Intervensi Psikologis Pada Klien Kekerasan Seksual di Purworejo Wanodya Kusumastuti; Widyaning Hapsari; Karsiyati Karsiyati
Surya Abdimas Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v7i1.2652

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan korban yang sebagian besar anak-anak di bawah umur. Korban kekerasan seksual mendapatkan perlakuan yang menyebabkan trauma sehingga membutuhkan dukungan dan bantuan psikologis. Tujuan dari program pengabdian ini untuk membantu memberikan pendampingan psikologis bagi korban kekerasan seksual yang mengalami trauma psikologis. Korban berusia 6-15 tahun, mengalami beragam permasalahan antara lain post traumatic stress disorder dan gejala depresi. Masalah diperkuat dengan kondisi keluarga yang kurang memiliki pengetahuan dalam mendampingi korban yang mengalami trauma. Oleh karena itu, korban perlu mendapatkan pendampingan psikologis berupa konseling krisis agar mampu mengelola atau meregulasi emosi negatif, sehingga melalui konseling krisis ini korban mampu mengelola kondisi traumanya dengan baik. Konseling krisis merupakan salah satu jenis pendampingan psikologis yang dilakukan dengan mengidentifikasi masalah yang dialami korban, melakukan tahap konseling krisis dan evaluasi hasil. Selama rentang waktu 3 bulan, ada 3 kasus kekerasan seksual yang didampingi dan ketiga kasus tersebut mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan. Lamanya waktu pendampingan dilaksanakan selama 3 bulan dengan 7 kali pertemuan. Setelah mendapatkan konseling krisis, korban lebih mampu menerima kondisi, mengelola rasa trauma dan memiliki keyakinan untuk mengatasi kondisi trauma yang dapat muncul lagi di kemudian hari. Evaluasi dari konseling krisis ini yaitu keluarga perlu memiliki pengetahuan untuk mendampingi anak yang menjadi korban kekerasan seksual, keluarga mampu memberikan peran yang besar dalam memberikan perlindungan, dukungan dan penerimaan terhadap korban, sehingga korban mampu menjadi pribadi yang berdaya dan menerima dirinya secara positif.
Pengaruh Psychological Capital dan Kejelasan Peran terhadap Kinerja Karyawan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kabupaten Purworejo Dito Agung Satrio; Widyaning Hapsari; Patria Jati Kusuma
Borobudur Psychology Review Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bpsr.8055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital dan kejelasan peran terhadap kinerja karyawan lembaga BMT Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif survei. Adapun responden dalam penelitian ini adalah karyawan lembaga BMT Kabupaten Purworejo yang berjumlah 100 orang. Sampel ditentukan menggunakan sampel jenuh, di mana sampel diambil dari keseluruhan jumlah populasi. Data dikumpulkan menggunakan Skala Psychological Capital, Skala Kejelasan Peran, dan Skala Kinerja Karyawan dan dianalisis menggunakan teknik statistik regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh psychological capital dan kejelasan peran terhadap kinerja yang secara statistik signifikan (R = 0,706; R2 = 0,498; F(3,97) = 48,150; p<0,05). Kedua variabel berkontribusi terhadap kinerja karyawan sebesar 49,8%. Pengaruh kedua variabel masing-masing adalah B = 0,586; t = 7,380; p = 0,000 (psychological capital), dan B = 0,217; t = 2,729; p = 0,008 (kejelasan peran). Disimpulkan bahwa dengan meningkatkan psychological capital dan kejelasan peran pada karyawan, maka kinerja karyawan BMT akan meningkat pula. Hal ini menjadi masukan bagi pengelola BMT untuk lebih memperhatikan psychological capital dan dan kejelasan peran karyawan.
Motivasi Belajar pada Remaja yang Diasuh oleh Ibu Tunggal Meirry Rahmawati; Widyaning Hapsari; Patria Jati Kusuma
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v1i3.51

Abstract

This study aims to determine how learning motivation in adolescents whom single mothers raise. This research method used qualitative methods with a case study approach. The research respondents were three adolescent single mothers in Purworejo Regency who were selected using a purposive sampling technique with the provision of single mothers. The results of the descriptive analysis show that adolescents who were cared for by single mothers experience problems related to learning motivation. The specific problems experienced by the three respondents were motivation and interest in learning. The lack of a mother's role in providing learning motivation affects students' low motivation to study toward their learning achievement. Based on the research results, the three respondents have different characteristics. Respondents have a high curiosity for new things. The lack of curiosity in respondents with low curiosity is due to inhibiting factors that make respondents lack interest in learning. The high level of creativity in correcting failures and mastery of learning materials owned by the three respondents had an optimistic impact on the learning process and outcomes. The lack of sympathy from the closest people, especially the mother, made the respondents indifferent to the learning outcomes they achieved, so laziness and decreased interest in learning arose in the respondents. Lack of control over study hours makes respondents often ignore study time and choose to play on their gadgets, decreasing student learning scores/achievement.
Model Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini Melalui Program Islamic Habituation Hapsari, Widyaning; Iftayani, Itsna
Indigenous Vol 1, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.4456

Abstract

Penanaman karakter di usia prasekolah merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar, akan tetapi juga dengan pembiasaan (habituasi) dalam kehidupan yang mencakup: religiusitas, kejujuran, kedisiplinan, toleransi, tanggung-jawab. Tujuan peneltian ini adalah untuk  menerapkan model pendidikan karakter pada anak usia dini melalui Islamic Habituation di Taman Kanak-kanak Aisyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang menghasilkan produk berupa model pendidikan karakter pada anak usia dini. Data yang terkumpul melalui metode observasi dan wawancara dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data penelitian adalah program Islamic Habituation dapat diterima oleh pihak sekolah beserta siswa dan wali murid. Selain itu, peluang untuk diimplementasikannya program sangat baik sehingga dapat dikatakan bahwa program Islamic Habituation layak diterapkan. Kegiatan pendidikan karakter berupa Program Islamic Habituation meliputi beberapa tahap yaitu: tahap penyusunan program, sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengembangan.Kata kunci :anak usia dini, islamic habituation, pendidikan karakter
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA Fauzi, Nur; Hapsari, Widyaning; Kusuma, Patria Jati
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana “Hubungan Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Kenakalan Remaja”. Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 122 siswa. Hasil uji korelasi menunjukan nilai Sig sebesar 0,000 yang lebih < dari 0,05, menunjukan bahwa adanya nilai korelasi antara komunikasi dengan kenakalan remaja dengan nilai korelasi -0,668 Kesimpulan penelitian ini bahwa komunikasi salah satu kunci penting dalam mengurangi kecenderungan kenakalan remaja. Berdasarkan teori kenakalan remaja yang dikemukakan oleh Harclok dan teori komunikasi interpersonal yang dikemukakan oleh Devito bawah komunikasi orang tua dan anak dapat mempengaruhi perilaku remaja.
Analysis of Stress Patterns in Coastal Women: Analisis Pola Stres pada Wanita Pesisir Sari, Denita Permata; Hapsari, Widyaning; Iftayani, Itsna
Psikologia : Jurnal Psikologi Vol. 10 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/psikologia.v10i2.1904

Abstract

This study aims to analyze the stress patterns experienced by coastal women in Demanggedi Village, Purwodadi District, Purworejo Regency, focusing on the factors causing stress and the strategies they use to manage these pressures. The approach used in this study is qualitative with a descriptive method, where data were collected through in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation. The results of the study indicate that coastal women experience stress influenced by uncertain weather, fluctuating prices of natural resources, and the dual burden of being housewives and breadwinners. Additionally, productive activities, such as processing sap into palm sugar and turning jeruju seeds into body scrub, not only help reduce stress but also provide additional income. This study highlights the importance of social support and community empowerment in reducing stress and improving the quality of life for coastal women. Highlights: Stress Factors – Coastal women face stress due to unpredictable weather, fluctuating natural resource prices, and dual responsibilities as homemakers and breadwinners. Coping Strategies – Engaging in productive activities like making palm sugar and body scrubs helps alleviate stress while generating additional income. Community Support – Social support and community empowerment play a crucial role in reducing stress and enhancing the well-being of coastal women. Keywords: Stress Patterns, Coastal Women, Mental Well-Being