Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimalisasi Kapasitas SDM Kelompok Tani Kampung Kukuk Sumpung Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Nurul Khoiriyah; Ririt Yuniar; Ridha Octaviani; Inggit Fitria Wibhisono; I Gede Pandu Aria Ariwangsa
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.343 KB) | DOI: 10.35814/abdi.v2i1.3171

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan melayani berbagai fungsi. Pengembangan di sektor pertanian dapat memberikan banyak manfaat dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Akan tetapi, tujuan dasar sektor ini adalah memastikan ketahanan pangan. Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan pangan di sektor pertanian adalah dengan membentuk Kelompok Tani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membantu Kelompok Tani Bumi Asih, Kampung Kukuk Sumpung dalam meningkatkan produktivitas petani yang tergabung dalam kelompok tani Bumi Asih dan produksi sumber pangan Kampung Kukuk Sumpung, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma penelitian konstruktivisme. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan kajian literatur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari informan masyarakat Kampung Kukuk Sumpung yang mata pencahariannya sebagai petani dan tergabung dalam kelompok tani Bumi Asih Kampung Kukuk Sumpung. Pengumpulan data primer menggunakan observasi, wawancara mendalam dan kajian literatur. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen kelompok tani Bumi Asih. Hasil penelitian yang didapat, yaitu dalam meningkatkan ketahanan pangan, harus terlebih dahulu melakukan upaya dalam meningkatkan kapasitas SDM kelompok tani Bumi Asih yang andal dan profesional dengan cara melakukan pengelolaan kelompok dari segi pendidikan, pelatihan dan pengalaman anggotanya didukung dengan penyuluhan pertanian secara berkesinambungan. Kemudian, pembinaan dan sosialisasi yang menyeluruh dan peran lebih dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Penyuluh Petani Swadaya (PPS) sebagai komponen utama dalam proses penyampaian inovasi agar terciptanya kemandirian dan produktivitas kelompok tani.
Semiotics of “Top Gun: Maverick” Film as an Inspiration for Indonesia to Rise up from the Covid-19 Pandemic Ririt Yuniar; Diah Fitria Ningrum; Imania Rahmah; Ainun N. S. I. P. Sy Saad
Journal of Urban Society's Arts Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v10i1.9070

Abstract

Leadership, integrity, and dedication can be a foundation in teamwork. Even integrity is very much needed to achieve a bigger vision and mission to defeat a common enemy. It takes a corps spirit or a sharing the same fate so that the chemistry in a work team becomes more solid. Semiotic analysis of the film Top Gun: Maverick can be appointed as a communicative art study to convey filmmakers’ messages to audiences. Qualitative methods with a construction representation perspective emphasize semiotics and discourse approaches more. The film Top Gun: Maverick as the object material is analyzed in a structured manner from the characterizations, film scenario, or story content in the scene, soundtrack, and cinematography. Cinematography in the film has its definition as a layered meaning. This presents the relationship between the visual signs in the film so that it can create a multi-layer entity. The construction of leadership values and moral messages here illustrates the importance of the spirit of war against a common enemy, shown from various places that can inspire efforts to recover conditions who are also struggling to face a common enemy in the era of the Covid 19 pandemic. During the Covid 19 pandemic, the common enemy took the form of the Coronavirus. which is also a threat to the entire nation and society. This requires an effective and efficient handling strategy. This film continues to inspire the creation of further works to make films the frontline in changing mindsets as an effort to develop human resources as viewers. It is hoped that Indonesian cinema will be able to use leadership strategies as a fundamental factor in realizing the efforts of individuals who have integrity. Semiotika Film TOP GUN: Maverick sebagai Inspirasi Indonesia Bangkit dari Pandemi Covid-19. Kepemimpinan, integritas, dan dedikasi dapat menjadi landasan dalam kerja sama tim. Bahkan integritas sangat dibutuhkan untuk mencapai visi dan misi yang lebih besar untuk mengalahkan musuh bersama. Dibutuhkan corps spirit atau berbagi nasib yang sama agar chemistry dalam sebuah tim kerja semakin solid. Analisis semiotika film Top Gun: Maverick dapat diangkat sebagai kajian seni komunikatif untuk menyampaikan pesan pembuat film kepada penonton. Metode kualitatif dengan perspektif representasi konstruksi lebih menekankan pendekatan semiotika dan wacana. Film Top Gun: Maverick sebagai bahan objek dianalisis secara terstruktur mulai dari penokohan, skenario film, atau isi cerita dalam adegan, soundtrack, dan sinematografi. Sinematografi dalam film memiliki  pengertian  yang berlapis-lapis. Hal ini menghadirkan hubungan antara tanda-tanda visual dalam film sehingga dapat menciptakan entitas yang berlapis-lapis. Konstruksi nilai kepemimpinan dan pesan moral di sini menggambarkan pentingnya semangat perang melawan musuh bersama, terlihat dari berbagai tempat yang dapat menginspirasi upaya pemulihan kondisi yang juga sedang berjuang menghadapi musuh bersama  di era pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19, musuh  bersama  berupa virus corona. yang juga merupakan ancaman bagi seluruh bangsa dan masyarakat. Hal ini membutuhkan strategi penanganan yang efektif dan efisien. Film ini terus menginspirasi penciptaan karya-karya selanjutnya untuk menjadikan film sebagai garda terdepan dalam mengubah pola pikir sebagai upaya mengembangkan sumber daya manusia sebagai penonton. Sinema Indonesia diharapkan mampu menggunakan strategi kepemimpinan sebagai faktor fundamental dalam mewujudkan upaya individu yang berintegritas.
Potret Masyarakat Perbatasan Papua: Interaksi, dan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Analisis Komunikasi Ririt Yuniar; Imania Rahmah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.9209

Abstract

Nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakat perbatasan, khususnya di Papua (Skouw) perlu mendapatkan perhatian khusus, akibat interaksi yang intensif dengan negara tetangga. Interaksi tersebut berupa aktivitas ekonomi, sosial, maupun budaya sebagai negara yang berdampingan dengan Papua Nugini menjadi faktor penting untuk dianalisis, ditinjau dari keuletan dan ketangguhan masyarakat. Interaksi sosial dapat melalui perkembangan teknologi, sosial, budaya, yang menjadi penyebab tergerusnya kearifan lokal di daerah tersebut jika tidak mengoptimalkan filternya sebagai salah satu bentuk kewaspadaan terhadap potensi ancaman. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi interaksi dan persebaran budaya masyarakat perbatasan dengan negara tetangga yang perlu diwaspadai dengan arif dan bijaksana menggunakan strategi penanganan yang efektif dan efisien. Strategi penanganan yang dimaksud memberikan kontribusi pada bidang ilmu komunikasi yang berlandaskan teori model komunikasi SMCR. Mix-metode digunakan untuk pengambilan data melalui penyebaran angket, wawancara mendalam serta observasi yang dilakukan secara langsung di Skouw, Jayapura, Papua, Indonesia. Hasil penelitian ini, menunjukan masyarakat Skouw memiliki nasionalisme dan toleransi yang tinggi. Meskipun mereka sering berinteraksi dengan negara tetangga, akan tetapi, masih mempertahanan keutuhan NKRI dengan menghormati budaya asing yang masuk tanpa meninggalkan budaya asli yang dimilikinya. Penguatan dan peningkatan nilai-nilai kebangsaan perlu menjadi sebuah Gerakan Nasional guna memperkokoh keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan Ketahanan Nasional.
FUNGSI KOMUNIKASI PEMIMPIN DALAM PENGUATAN NILAI KEBANGSAAN DI DAERAH PERBATASAN SKOUW PAPUA INDONESIA Yuniar, Ririt; Rahmah, Imania; Kasiasih, Imelda
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 8 No. 4 (2023): EDISI OKTOBER
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v8i4.141

Abstract

Daerah perbatasan Skow Papua merupakan garda depan dari Indonesia yang perlu dikelola dan dimaksimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alamnya dengan seoptimal mungkin. Pemimpin visioner sebagai faktor yang berpengaruh dalam mewujudkan NKRI khususnya dalam optimalisasi sumber dayanya. Komunikasi menjadi aspek penting dalam melakukan upaya-upaya penyebaran informasi, penanaman nilai-nilai kebangsaan demi pembangunan pada daerah perbatasan. Tujuan penelitian ini untuk memetakan wujud fungsi komunikasi sosial dan dampak komunikasi sosial pemimpin di daerah perbatasan Skouw Papua Indonesia dengan konten pesan nilai-nilai kebangsaan. Mix methode, dengan melakukan wawancara mendalam kepada keterwakilan tokoh, data sekunder berupa dokumentasi, literatur, serta perspektif komunikasi menggunakan Fungsi Komunikasi Sosial. Hasil penelitian ini nilai-nilai kebangsaan (4 konsensus dasar bernegara) dalam praktiknya sudah direalisasikan, walaupun secara teknis masih belum optimal. Kesimpulannya, fungsi komunikasi sosial pemimpin untuk mengkonstruksi nilai-nilai kebangsaan yang kuat dimasyarakat perbatasan perlu dioptimalkan. Rekomendasi pertama, sistem kontrol yang harus dilakukan secara massif dari pemimpin pusat ke pemimpin tingkat daerah, dengan membangun fungsi komunikasi sosial pemimpin; kedua konstruksi nilai-nilai kebangsaan harus menjadi program yang berkelanjutan oleh seluruh pemimpin. Ketiga, sosialisasi nilai kebangsaan menjadi Gerakan Nasional yang masif.
Film "10 Tahun Tanpa Etika" sebagai Media Peningkatan Motivasi Belajar di Masa Transisi Pandemi Covid-19 Yuniar, Ririt; Ningrum, Diah Fitria
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/parahita.v4i1.101

Abstract

Menipisnya semangat belajar siswa di masa transisi dari sekolah daring menjadi luring berdampak pada penurunan capaian pembelajaran. Pola belajar online cenderung lebih disepelekan dibandingkan belajar tatap muka. Kurangnya pengawasan orang tua saat belajar daring menjadi salah satu faktor ketidakteraturan penggunaan internet oleh siswa. Pengabdian ini menggunakan metode miexed method di mana siswa diarahkan untuk mengisi kuisioner pre-test dan post-test setelah menonton tayangan film serta melakukan observasi saat kegiatan di lapangan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dasar pendidikan karakter dan meningkatkan kesadaran bersosial media yang dapat berdampak pada masa depan hasil dari jejak digital. Pengabdian ini menghasilkan motivasi siswa untuk belajar lebih tekun dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang terinternalisasi di dalam diri siswa serta lebih hati-hati dalam berkomunikasi di media sosial. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menjadi gerakan nasional yang massif untuk dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Mind-Mapping Nilai Penting dan Pengaruh Stakeholders Dalam Pengelolaan Degradasi Pembangunan Daerah Perbatasan Jayapura Guna Meningkatkan Ketahanan Nasional Ririt Yuniar; Glorius Parulian Yuwono Setra
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i1.303

Abstract

Salah satu daerah perbatasan yang berada di Jayapura Indonesia perlu diperhatikan pengelolaan degradasi pembangunannya tepatnya di daerah Skouw-Wutung. Meskipun Jayapura terletak jauh dari ibukota Indonesia, bukan berarti dianggap sebagai daerah termarginalkan. Eksistensi sebuah kondisi dinamis suatu bangsa agar dapat meningkatkan ketahanan nasional perlu dioptimalkan implementasinya oleh seluruh stakeholders yang bertugas. Hal ini dikarenakan stakeholders merupakan wujud yang mempengaruhi dan dipengaruhi dalam pembangunan ketahanan nasional di daerah perbatasan Skouw-Wutung di Jayapura. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis nilai penting dan pengaruh stakeholders dalam pengelolaan degradasi pembangunan daerah perbatasan Skouw-Wutung di Jayapura guna meningkatkan ketahanan nasional dalam bentuk mind-mapping. Tindakan mind-mapping akan mempermudah peneliti untuk melihat penggolongan empat jenis stakeholders. Stakeholders yang berperan dalam permasalahan ini dipilih dengan teknik purposive sampling hingga menghasilkan informan kunci berjumlah 23 orang untuk diwawancarai secara mendalam. Setelah diteliti, nilai penting dan tingkat pengaruhnya memberikan hasil bahwa stakeholders yang tergolong key players merupakan aktor utama yang melekat dalam mengelola masyarakat dan juga bagian dari masyarakat itu sendiri (para kepala distrik di Jayapura), serta dibantu oleh beberapa instiusi pemerintah dalam mendukung peningkatan ketahanan nasional.
Implementasi Kebijakan Program 100-0-100 di Jakarta Guna Peningkatan Kondisi Sosial Masyarakat dalam Rangka Ketahanan Nasional (Kajian dalam Perspektif Komunikasi Pembangunan) Benedicta Felicia Andries; Ririt Yuniar
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i2.391

Abstract

Masyarakat Indonesia mengalami kondisi kehidupan yang terus berubah supaya dapat tetap bertahan ditengah arus pembangunan dunia. Dibutuhkan ketahanan sosial masyarakat untuk menghadapi perubahan yang terjadi. Dalam menanggapi hal tersebut, pemerintah Indonesia membentuk program 100-0-100 dibawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih, permukiman layak, dan sanitasi layak. Program 100-0-100 ditujukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap mendapatkan kehidupan sosial yang layak berdasarkan UUD 1945. Kesejahteraan sosial masyarakat menjadi hal yang penting untuk dapat meningkatkan ketahanan sosial masyarakat sehingga dapat mewujudkan terpenuhinya pembangunan di negara Indonesia. Urgensi penelitian ini adalah ditemukannya kesenjangan antara program kebijakan dengan realitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi yang dilakukan pemerintah setempat kepada masyarakat yang masih belum dapat berjalan dengan baik. Gangguan komunikasi yang terjadi membuat terhambatnya pelaksanaan program 100-0-100 terutama bagi masyarakat di Kampung Kesepatan, Cilincing, Jakarta Utara. Maka dari itu, diperlukan komunikasi pembangunan yang jelas dan terarah dari pemerintah kepada masyarakat melalui sosialisasi guna mempermudah pelaksanaan program 100-0-100 agar dapat tercipta ketahanan sosial masyarakat.
KODE ETIK JURNALISTIK DALAM PRAKTIK FOTOJURNALISME: KASUS KAMPANYE PEMILIHAN PRESIDEN 2009 DI INDONESIA Ririt Yuniar
Jurnal Kawistara Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.3915

Abstract

Journalistic photos appear in newspapers for news purposes. In many cases, many parties are interested in using the mass media for their own vested interests. The photos of the Presidential and Vice-Presidential candidates in the 2009 Indonesian election were examples of such uses. These photos contained symbols which were manipulated and presented in the public sphere. Hence, these photos also reflected power relations within Indonesian society, a society which is full of individual interests. This study attempts to show how the photojournalism appearing in the media during the 2009 election time was intensively used by the candidates, who were also the capital backers. The photos were not presented as they were, but rather composed upon the candidates’ request for the purposes of image building. For several reasons, including media survival in the global era and its heavy competition and pragmatic motivations, some media have shown a loss of “independency.” This study also shows that journalistic photos record the existence of values and interests of those appearing on newspaper. The 2009 Presidential and Vice Presidential campaign in Indonesia, one framed in photojournalism, is a social reality analogous to social theatre or a theatrical performance.
Social Drama and Constructed Reality in Elections: A Dialectic Reality Analysis of the 5th Debate of 2024 Presidential Election in Indonesia Yuniar, Ririt; Ahsan, Titania Fattiha; Arifin, Arya Maheswara Putra
Jurnal Kawistara Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.99899

Abstract

Normatively, debates in election is aimed to provide a platform for communicating the idas of candidtaes to the voters. However, in practice what is shown in the floor and screen of debates is often more than this. Based on the comunication theory of dialectic reality, this research aims to understand the social drama and the consturction of reality in the dialectical reality in the 5th presidential debate of the 2024 election in Indonesia, which was shown live in the social media of Indonesian election commitee (KPU), particularly itsYouTube channel. This research is imp[ortant to reveal how the performance displayed causes message distortion, which may shift the focus of the away fromcontent does not reach the public. Using mix method, this research analyzes the process of conveying messages from the costume structure, the content of the debate substance, and the role of new media that displays it. The data present the display of the costumes of the three presidential candidates in the 5th debate, the cirrus of the substance of the debate theme and public comments on the KPU RI YouTube, and the trends of the role of new media. This research conducted the data analysis map ussing Voyant.tools and ytcomment.kmcat.uk/. The results of this study show that First, the costumes of the presidential candidates in the drama of the debate show have elements of representation of cultural and political values. Second, the 5th presidential debate of the 2024 candidates showed a dialectical reality in the form of a stage drama related to the substance of the debate theme (social welfare, culture, education, information technology, health, and employment) with public comments on the YouTube platform. Third, new media has a role in transforming the dialectical reality of the debate event into a social drama in YouTube comments.
Visualising communication ethics in the 2024 fourth vice-presidential debate Ririt Yuniar; Titania Fattiha Ahsan; Aurelia Nadiah Kirana
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v8i3.8869

Abstract

There appears to be a generational gap between generations during the 4th vice-presidential candidate debate, which has the potential to be in the public spotlight during the 2024 election due to the instances of unethical communication of the candidate pairs. Three important points to be answered: First, explaining the dynamics of the debate in various perspectives between generations both visually and verbally (body language and diction used during rhetoric); Second, explaining the substance of the debate on communication ethics and verbal politeness in the context of the vice-presidential debate; Third, exploring the visual elements of both the visible and underlying aspects of the vice-presidential debate. A qualitative explanatory approach was employed in this research with data collection of YouTube video documentation categorised based on the concept of verbal politeness and the visual world according to the content analysis of the debate event video. The findings of the data display are associated with verbal politeness, ethics, and visual communication in the visual world (performance consisting of visible and invisible visual structures), which are based on the social culture and political reality of the vice-presidential candidates who have an important role in filling the gap between generations as a representation of the prospective leader of the nation. In conclusion, the communication process of debating requires ethics, self-control, represented in the polite attitudes and words of the three prospective leaders with the principles of mutual understanding, knowledge, self-control, humility, and wisdom. However, different generations do not need to underestimate or bring each other down. It is mandatory to have the principle of upholding equal human dignity so that the purpose of communication as information, persuasion, and education achieves the content of the message as a quality debate.