Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Perkarangan Dengan Budidaya Tanaman Secara Hidroponik Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tegal Rejo Nopriyansyah Nopriyansyah; Sumini Sumini
Jurnal Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.971 KB) | DOI: 10.58222/jp.v1i2.23

Abstract

Tegal Rejo adalah salah satu desa di Kecamaran Tugumulyo yang umumnya bergerak di bidang pertanian khususnya padi, wiraswasta dan buruh. Penduduk di desa Tegal Rejo masih belum memanfaatkan pekarangan sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat desa Tegal Rejo belum bisa mengoptimalkan pekarangan dan lahan sempit untuk bercocok tanam. Sebenarnya kegiatan budidaya di lahan pekarangan yang sempit dapat dilakukan bila menggunakan teknik yang tepat. Salah satu teknik budidaya yang dapat diterapkan pada lahan sempit yaitu teknik budidaya sistem hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu sistem pertanian masa depan karena dapat diusahakan di berbagai tempat, baik di desa, di kota, di lahan terbuka, atau di lahan sempit. Dengan teknik budidaya sistem hidroponik ini memungkinkan kegiatan budidaya dengan memanfaatkan tempat secara efisien. Secara estetika, taman hidroponik menyuguhkan pemandangan yang indah dan sejuk diperkarangan. Kegiatan K2N ini diharapkan mahasiswa dapat melakukan tranformasi ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah untuk menambah dan memperluas pengetahuan masyarakat, menambah dan meningkatkan kepekaan sosial dan untuk merumuskan, menganalisis, dan mencari alternatif penyelesaian yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan K2N ini diharapkan dapat memberikan panduan tentang budidaya tanaman secara hidroponik bagi masyarakat Desa Tegal Rejo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Menambah pengetahuan dan informasi bagi masyarakat terkait budidaya tanaman secara hidroponik sehingga masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
APLIKASI BERBAGAI JENIS KOTORAN HEWAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PAKCOY (Brassica rapa L.) Sumini Sumini; Samsul Bahri; Sutejo Sutejo; Nursyamsiah Nursyamsiah
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 2 (2022): December 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i2.8838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi beberapa jenis kotoran hewan dalam meningkatka pertumbuhan dan produksi pakcoy (Brassica rapa l.). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Rektorat, dengan ketinggian 110 mdpl, dari bulan februari sampai April 2022. Penelitian ini menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan jenis pupuk kotoran hewan (sapi, kambing, kelinci, kelelawar, ayam kuda, ayam) dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diolah secara statistik dan dilanjutkan dengan uji bnj taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian beberapa jenis pupuk kotoran hewan mampu memberikan hasil sangat nyata sampai nyata pada peubah tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan pupuk kotoran sapi (P3) memberikan hasil tertinggi pada peubah lebar daun, berat segar tajuk, berat berangkasan basah, dan berat akar. Namun pada perlakuan kotoran kambing di peubah tinggi tanaman dan jumlah daun mempunyai nilai rata-rata tertinggi dari perlakuan lainnya terutama perlakuan kontrol. 
Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L) melalui Pemotongan Umbi dan Berbagai Jenis Kotoran Hewan Sumini Sumini; Etty Safriyani; Holidi Holidi; Saifur Rozik
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 2 (2022): Desember Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemotongan ujung umbi bawang merah bertujuan untuk merangsang tunas secara merata, mempercepat tumbuh tanaman, merangsang tumbuhnya umbi samping dan mendorong terbentuknya anakan. Pupuk kotoran hewan dapat memperbaiki sifat fisik, kima dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L) melalui pemotongan umbi dan aplikasi jenis kotoran hewan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur 1 Kota Lubuklinggau bulan Februari sampai Mei 2022. Penelitian menggunakan Metode Eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri dari faktor I pemotongan umbi (U) yaitu tanpa pemotongan umbi (U1), pemotongan 1/4 (U2) dan pemotongan 1/3 (U3). Faktor II jenis pupuk kotoran hewan (H) meliputi kotoran ayam (H1), kotoran kambing (H2), dan kotoran sapi (H3), dengan 3 kali ulangan. Peubah yang diamati: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, dan berat umbi per tanaman. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan abhwa perlakukan pemotongan umbi berpengaruh sangat nyata pada peubah jumlah daun dan perlakuan jenis kotoran hewan berpengaruh nyata sampai sangat nyata pada berat umbi per tanaman dan jumlah daun sedangkan interaksi perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata pada peubah diameter umbi, jumlah anakan dan jumlah umbi per tanaman. Pemotongan umbi 1/4 dan pupuk kotoran ayam dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
Pelatihan Budidaya Tanaman Cabai Dan Teknik Pengendalian OPT Secara Organik Pada Kelompok Wanita Tani Sejahtera Astra Sumini Sumini; Sutejo Sutejo; Judo Laksono
Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v2i1.193

Abstract

Tanaman cabai tergolong ke dalam tanaman hortikultura yang mempunyai potensi tinggi untuk dibudidayakan. Namun dalam melakukan budidaya tanaman cabai ini petani sering dihadapkan dengan rendahnya ilmu pengetahuan tentang budidaya tanaman cabai secara baik dan benar mulai dari benih sampai pasca panen. Kendala yang tak kalah sering dan merepotkan bagi petani adalah serangan hama Thrips sp pada tanaman cabai, sehingga tak sedikit mengalami kerugian yang tinggi ditingkat petani, karena biaya produksi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Oleh karena itu tim pengabdian dari Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas melakukan pelatihan dan pendampingan pada Kelompok Wanita Tani Sejahtera Astra di Desa Dharmasakti Kabupaten Musi Rawas. Tujuan melakukan pendampingan ini memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara teknis budidaya tanaman cabai dan pengendalian hama cabai secara organik. Sehingga harga cabai yang tinggi menjadi tidak masalah bagi ibu-ibu pada Kelompok Wanita Tani Sejahtera Astra di Desa Dharmasakti. Hasil kegiatan ini adalah peserta pelatihan sangat bersemangat dan aktif dalam mengikuti penyuluhan budidaya tanaman cabai dan pengendalian hama secara organik. Kegiatan pengabdian ini diharapkan kedepannya mampu membuat kelompok wanita tani Sejahtera Astra memanfaatkan pekarangannya dengan budidaya tanaman cabai yang akhirnya dapat menghemat biaya kebutuhan rumah tangga untuk membeli cabai.
STRUKTUR KOMUNITAS ARTHROPODA DI EKOSISTEM TANAMAN PADI BERDASARKAN JARAK REFUGIA Sumini; Hermanto; Sutejo
Jurnal Ilmu Pertanian Kelingi Vol. 3 No. 1 (2023): JULI
Publisher : LPPM Universitas Musi Rawas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the community structure of arthropods in the rice ecosystem based on refugia distance. This study used a survey method which was carried out in rice fields owned by rice farmers where there were refugia plants with refugia planting distances from rice plants, namely 0 meters - 2 meters, 2 meters - 4 meters, 4 meters - 6 meters, 6 meters - 8 meters, and 8 meters. meters – 10 meters. Arthropod data or samples were collected in the field using insect nets and brought to the Laboratory of Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Musi Rawas University to be identified. The parameters observed in this study were the types of arthropods found, pest populations in the vegetative and generative phases, and the abundance of natural enemies. The results showed that the types of arthropods found were classified into phytophagous arthropods and predatory arthropods, with 7 species of pests and 6 species of predators. Pest populations in the vegetative and generative phases are dominated by the Acrididae family. Diversity index of predatory arthropods in moderate ecosystems with a high evenness index.