Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KISAH BATU DALAM TEKS HADIS SEBAGAI MATERI PENDIDIKAN AKHLAK ANAK salmah salmah; Desri Nengsih
Tamaddun Vol 1, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.687 KB) | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i2.821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi teks hadis tentang kisah batu sebagai materi pendidikan akhlak anak. Metode yang digunakan adalah metode Takhrij al-Hadis.Pencarian hadis dilakukan dengan digunakan Mu’jam al-Mufahrasy li Alfazh al-Hadis an-Nabawi karangan A.J. Wensink, dan hadis ditemukan dalam empat kitab sumber hadis. Hadis yang ditemukan kemudian dilakukan analisis kualitas sanad hadis, kualitas matan hadis dan dilakukan juga analisis pendidikan dari kandungan matan hadis. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa hadis tentang kisah batu bermuatan materi pendidikan ahklak untuk anak pada usia antara 3 sampai 5 tahun. Materi ini dapat digunakan oleh pendidik khususnya orang tua dalam mendidik akhlak anak.
Dialektika Wahyu dan Tradisi: Praktik Living Qur'an dalam Ritual Pranikah Masyarakat Minangkabau dan Otoritas Niniak Mamak 2016-2026 Kanus, Oktari; Riza Wardefi; Desri Nengsih; Nurjanah; Ahmad Saerozi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.1628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Living Qur'an dalam rangkaian tradisi pranikah masyarakat Minangkabau serta peran otoritas Niniak Mamak dalam mengintegrasikan hukum Munakahat Islam ke dalam tatanan adat. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur sepuluh tahun terakhir (2016-2026), riset ini mengeksplorasi bagaimana teks al-Qur'an dipahami, difungsikan, dan direspon dalam praktik sosial-budaya. Kebaruan penelitian ini secara eksplisit terletak pada analisis komprehensif mengenai dialektika antara teks suci dan praktik lokal yang dimediasi oleh otoritas tradisional dalam satu dekade terakhir, guna menutup kesenjangan analisis terkait fungsi spesifik ayat Al-Qur'an sebagai instrumen perlindungan (himayah) dan legitimasi nasab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik Living Qur'an termanifestasi secara sistematis melalui tahapan ritual seperti Khatam al-Qur'an sebagai prasyarat kedewasaan religius, serta Malam Bainai yang mengalihfungsikan ayat-ayat suci sebagai sarana perlindungan (himayah) dan keberkahan (tabarruk). Ayat-ayat spesifik seperti QS. Ar-Rum: 21 digunakan secara fungsional sebagai fondasi filosofis pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, sementara QS. An-Nahl: 72 diintegrasikan untuk memperkuat legitimasi nasab dalam sistem matrilineal. Peran Niniak Mamak ditemukan sangat krusial, tidak hanya sebagai pemegang otoritas administratif dalam pemberian izin nikah (model NA), tetapi juga sebagai komunikator budaya yang menjelaskan status hukum pernikahan (Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh, Haram) kepada calon mempelai. Secara filosofis, integrasi ini mencerminkan adagium Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, di mana Niniak Mamak bertindak sebagai hakam (mediator) yang menyelaraskan nilai-nilai al-Qur'an dengan kearifan lokal guna menjamin ketahanan moral dan sosial keluarga.