Emsosfi Zaini
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI PADA LANTAI PRODUKSI ROLAND CHAIR MENGGUNAKAN KONSEP LEAN MANUFACTURING Rinaldi, Muhammad; Kurniawan, Dwi; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.261 KB)

Abstract

PT. Chitose International merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam produk kursi, salah satunya adalah roland chair. Dalam menjalankan produksi roland chair ini belum efisien dikarenakan masih banyak ditemukan pemborosan yang terjadi di lantai produksinya. Pemborosan yang terjadi tersebut merupakan aktifitas yang tidak memberi nilai tambah atau non value adding activities (NVA). Permasalahan tersebut dapat diminimisasi dengan menggunakan lean manufacturing. Lean manufacturing mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) yang diakibatkan non value adding activities. Pada kasus ini, perbaikan dilakukan dengan merancang sebuah alat bantu serta perbaikan prosedur, perancangan line balancing dan metode kerja. Dengan perbaikan yang telah dilakukan, non value adding activities yang terjadi berkurang dari 125,7 menit menjadi 67,15 menit. Kata kunci: Lean manufacturing, non value adding activities, line balancing, waste. ABSTRACT PT. Chitose International is a company engaged in manufacturing industry. The company produces various types of chairs, such as roland chair. In producing roland chair, the company has not been efficient yet because there are still a lot of waste that occurs in the shop floor. The waste is non value adding activities (NVA). That problem can be minimized by applying lean manufacturing. Lean manufacturing identifies and eliminate waste caused by non value adding activities. In this case, waste reduction through material handling and procedure, line balancing and work method improvement is proposed. Through this improvement, non value adding activities is reduced from 125,7 minutes to 67,15 minutes. Keywords: Lean manufacturing, non value adding activities, line balancing, waste.
USULAN PENGURANGAN WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN WASTE ASESSMENT MODEL DAN VALUE STREAM MAPPING DI PT. X Anugrah, Muhammad; Zaini, Emsosfi; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.403 KB)

Abstract

. X adalah perusahaan yang menghasilkan produk part-part mesin industri, sparepart alat berat, dan sparepart tower BTS. Pada proses produksinya masih ditemukan waste terutama pada pembuatan roda sliding dan roda katrol. Untuk mengurangi waste yang terjadi digunakan  Lean Manufacturing dengan mengggunakan metode value stream mapping (VSM) dan waste asessment model yang terdiri dari Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Asessment Questionnaire (WAQ). VSM bertujuan untuk menggambarkan aliran produk mulai dari masuknya bahan baku sampai produk jadi. Dan WAM bertujuan untuk mengidentifikasi waste yang paling dominan yang ada di lantai produksi perusahaan. Rekomendasi perbaikan dilakukan berdasarkan 5 presentase berdasarkan diagram pareto, yaitu melakukan controlling, melakukan pengendalian persedian yang baik, melakukan kegiatan maitenance mesin, membuat layout penyimpanan bahan baku dan melakukan penerapan 5S. Kata kunci: Lean manufacturing, waste, value stream mapping, WRM, WAQ   ABSTRACT PT. X is the company that produces the parts of industrial machinery, heavy equipment spare parts, and spare parts BTS tower. In the process of waste production is still found mainly in the manufacture of sliding wheels and pulley wheels. To reduce the waste that occurs is used Lean Manufacturing to use traditional methods of value stream mapping (VSM) and waste assessment model consisting of Waste Relationship Matrix (WRM) and Waste assessment Questionnaire (WAQ). VSM aims to describe the flow of products ranging from the entry of raw materials to finished products. And WAM aims to identify the most dominant waste in the company's production floor. Recommendations for improvement made by 5 percentage based Pareto diagram, which is doing the controlling, doing a good supply control, conducting maitenance machine, create a layout storage of raw materials and carry out the implementation of Keywords: Lean manufacturing, waste, value stream mapping, WRM, WAQ