Rina Puspita Sari
Prodi S1 Keperawatan STIKES Yatsi, Tangerang, Banten, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relaksasi Terapi Otot Progresif Terhadap Penurunan Skala Nyeri Low Back Pain (LBP) Pada Pengrajin Keset Eli Muflihah; Rina Puspita Sari
Adi Husada Nursing Journal Vol 7 No 2 (2021): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v7i2.200

Abstract

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan MSDs (Muskuloskeletal Disordes) yang sering dikeluhkan oleh para penjahit. Di negara-negara industri, sekitar 80 persen penduduknya pernah mengalami LBP yang sering terjadi pada umur 35 sampai 55 tahun. Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi penyakit muskuloskeletal berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan adalah sebesar 7,3%. Salah satu metode komplementer yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri LBP adalah dengan melakukan teknik relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi terapi otot progresif terhadap penurunan skala nyeri LBP. Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan rancangan Pre and Post Test Without Control. Sampel penelitian adalah pengrajin keset di Pos UKK Majun Puskesmas Citangkil sebanyak 30 orang. Hasil analisis univariat diketahui rerata skala nyeri LBP sebelum intervensi relaksasi otot progresif adalah 6,79, sedangkan setelah intervensi relaksasi otot progresif didapatkan rerata skala nyeri LBP 4,03. Dari hasil analisis bivariat diketahui terdapat pengaruh relaksasi otot progresif terhadap skala nyeri LBP pada pengrajin keset di Pos UKK Majun Wilayah Kerja Puskesmas Citangkil Kota Cilegon Tahun 2021 (p value: 0,000). Peneliti menyarankan agar pengrajin mempertahankan metode relaksasi otot progresif jika dikemudian hari mengalami nyeri LBP. Selain itu, untuk pihak manajemen Pos UKK disarankan berkerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan pengecekan kesehatan secara berkala dan memberikan edukasi pencegahan nyeri LBP pada para pengrajin. Kata kunci : low back pain, relaksasi otot progresif.
Faktor-Faktor Kesembuhan Penderita TB Paru Dengan Penyakit Penyerta Diabetes Melitus Nur Anita; Rina Puspita Sari
Adi Husada Nursing Journal Vol 7 No 2 (2021): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v7i2.197

Abstract

Dalam meningkatkan cakupan kesembuhan pada penderita Tuberculosis (TBC) Paru, Pemerintah membuat program Strategi DOTS (Directly Observed Treatmet Shorth-Course), yaitu program pengobatan dengan menitikberatkan pada pengawasan untuk menjamin kepatuhan pasien TBC Paru dalam menelan obat. Dalam strategi tersebut pengawas minum obat (PMO) dan keluarga memiliki peran yang sangat besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesembuhan orang yang mengalami TBC Paru dengan Penyakit Penyerta Diabetes Melitus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan studi cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 119 responden diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami TB Paru dengan penyerta DM di Wilayah Dinas Kesehatan Kota Cilegon sebagian besar patuh dalam minum OAT (62,2%), sebagian besar memiliki PMO (79,8%), hampir sebagian besar mendapat dukungan yang baik dari keluargganya (54,6%) dan hampir seluruhnya sembuh setelah menjalani pengobatan (80,7%). Terdapat hubungan antara kepatuhan minum OAT (pv:0,005), ketersediaan PMO (pv:0,019) dan dukungan keluarga (pv:0,0001) dengan kesembuhan penderita TB Paru dengan penyerta DM. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa PMO dan keluarga adalah variabel yang sangat penting dalam pengobatan penderita TBC Paru, peran mereka yang utama adalah memastikan penderita TBC Paru patuh dalam menjalani pengobatannya sesuai program yang telah ditentukan. Diharapkan PMO dan keluarga lebih meningkatkan lagi perannya dalam pengobatan penderita TBC Paru, terutama dalam mengawasi kepatuhan minum obat. Kata kunci : TB paru, PMO, dukungan keluarga, penyakit penyerta, DM Kata kunci : TB paru, penyakit penyerta, dm.
Peran Keluarga Dalam Merawat Lansia Dengan Kualitas Hidup Lansia Nurul Fadhlia; Rina Puspita Sari
Adi Husada Nursing Journal Vol 7 No 2 (2021): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v7i2.202

Abstract

Seiring dengan meningkatnya usia, semakin banyak permasalahan kesehatan yang dihadapi. Pada Lansia masalakesehatan yang sering terjadi diantaranya seperti hipertensi, DM, demensia, katarak dan pembesaran prostat jinak. Hal tersebut menimbulkan bermacam masalah kejiwaan pada lanjut usia seperti ansietas, depresi dan gangguan kualitas tidur yang bisa mempengaruhi kualitas hidup lansia. Dalam masalah tersebut keluarga memiliki peran yang penting untuk membimbing, membantu dan mengatasi masalah yang dihadapi oleh lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup pada lansia. Desain dalam penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 208 lansia yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner peran keluarga dan kualitas hidup. Hasil analisis penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Wetan dengan nilai p :0,000. Peran keluarga sebagai motivator, edukator fasilitator sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Peneliti menyarankan pihak keluarga memenuhi peran nya sebagai motivator, edukator, dan fasilitator agar lansia memiliki peningkatan kualitas hidup lansia. Kata kunci : Peran Keluarga, Kualitas Hidup, Lansia Kata kunci : Peran Keluarga, Kualitas Hidup, Lansia