Nurul Hikmah
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Bimbingan Konseling Sekolah Dasar: Pengabdian dalam Sarasehan Daring di SDN 8 Nagrikaler Purwakarta Yubena Abigail Serewati Tambunan; Alifia Nurmaulida Subhan; Nurul Hikmah; Nihda Meiftah Farhani; Aurel Leftia Safarina; Raden Cory Nurachman Soviyana; Hisny Fajrussalam; Mamad Kasmad; Idat Muqodas
Jurnal Pengabdian Masyarakat PGSD Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat PGSD
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.015 KB) | DOI: 10.17509/jpm.v1i1.34418

Abstract

In Indonesian elementary school, it is still rare to find special guidance and counseling teachers, so that in the end, the responsibility is delegated to the classroom teacher. In fact, through the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia number 111 of 2014, the government has stated that the elementary school level should have its own counseling guidance service. Seeing the gap and the need for these services, special discussions are needed in order to equalize perceptions and introduce effective steps for handling students' psychological problems for elementary school teachers. This is what underlies the purpose of this workshop, which is to equalize the perception of elementary school teachers regarding the importance of special counseling guidance services. Discussions about the steps for handling cases both when conventional learning and when distance learning took place were the outcomes that participants found in this online workshop. The focus of case handling in conventional learning is on sexual harassment of students while in distance learning the focus is on stress experienced by students.
Urgensi konseling keluarga untuk pembinaan perilaku asertif Nurul Hikmah
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.230

Abstract

Perilaku asertif adalah kemampuan mengomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan tanpa menyalahi, menghina dan meremehkan hak-hak pribadi dan orang lain. Fokus masalah adalah pentingnya seseorang untuk memiliki perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari agar mampu berkomunikasi dengan efektif dan jelas tanpa merasa diintimidasi dan berada di bawah kekuasaan orang lain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk pembinaan perilaku asertif yang diterapkan orang tua kepada anak, bentuk komunikasi interpersonal yang diterapkan dalam keluarga untuk pembinaan perilaku asertif. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus serta teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan triangulasi dengan responden berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan penting dalam pembentukan sikap asertif pada anak dan pembinaan tersebut harus diterapkan sejak masa kanak-kanak akhir dan remaja awal. Proses pembinaan asertif yang diterapkan oleh keluarga adalah dengan membangun komunikasi secara intensif, tegas, contoh yang baik (modelling), kontrol orang tua yang persuasif, saling menghargai dan adanya dukungan dari orang tua. Bentuk komunikasi interpersonal yang membantu pembinaan asertif adalah keterbukaan dalam komunikasi antar anggota keluarga meliputi komunikasi verbal dan non-verbal, saling menghargai dan menghormati, intensitas komunikasi yang dibangun dalam keluarga serta penerapan komunikasi setara. Faktor pendidikan, contoh yang baik (modelling), pengalaman dan kecakapan orang tua berkomunikasi seperti penggunaan bahasa, gerakan dan ekspresi wajah menjadi faktor pendukung lainnya dalam pembentukan perilaku asertif pada anak.