Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA LAKI-LAKI USIA 30-40 TAHUN Enny Khotimah; Aini, Nur; Hadi, Suparlan
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 3 April (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah ketika seseorang menimbun banyak lemak di tubuhnya. Ketidakseimbangan energi yang masuk dan yang dibutuhkan tubuh dapat menyebabkan obesitas. Pada tahun 2018, Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) mengungkapkan bahwa 21,8% orang dewasa berusia di atas 18 tahun mengalami obesitas, naik dari 10,5% pada tahun 2007. Kelebihan berat badan atau obesitas pada orang dewasa dapat dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Peningkatan IMT dapat menunjukkan peningkatan kadar lemak bebas tubuh, dan peningkatan kadar lemak bebas tubuh dapat mengindikasikan peningkatan kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan IMT dengan kadar kolesterol pada pasien laki-laki usia 30-40 tahun di Klinik Tirta Medical Centre. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan teknik pendekatan cross sectional dan menggunakan data sekunder yang bersumber dari hasil Medical Check Up (MCU) pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu terdaftar sebagai pasien MCU di Klinik Tirta Medical Centre periode Juni 2024, pria berusia 30-40 tahun, melakukan pemeriksaan IMT dan kadar kolesterol total. Didapatkan sebanyak 203 responden. Penelitian ini menggunakan uji normalitas kolmorogrov-smirnov, didapatkan nilai signifikansi 0,000<0,05 untuk IMT dan kadar kolesterol yang artinya data berdistribusi tidak normal. Selanjutnya dilakukan uji spearman dengan nilai P-value yang didapatkan 0,014<0,05 yang artinya terdapat hubungan antara IMT dengan kadar kolesterol total pada pasien MCU di Klinik Tirta Medical Centre.
ANALISA PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA MINUMAN KOPI DI WILAYAH CIPAYUNG JAKARTA TIMUR Khotimah, Enny; Rosmandyana, Destin
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i1.6292

Abstract

Latar belakang: Pemanis buatan seperti siklamat banyak digunakan dalam produk minuman karena harganya murah dan tingkat kemanisannya tinggi. Namun, penggunaan yang melebihi ambang batas dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Tujuan: Mengetahui keberadaan dan kadar siklamat pada minuman kopi siap saji non-kemasan yang dijual di wilayah Cipayung, Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sebanyak 10 sampel kopi siap saji diambil dari pedagang berbeda, kemudian diuji secara kualitatif dan kuantitatif di laboratorium. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 10 sampel (K2, K4, K7, dan K10) mengandung siklamat dengan kadar masing-masing sebesar 362,15 mg/kg, 358,42 mg/kg, 367,88 mg/kg, dan 372,03 mg/kg. Kesimpulan: Keempat sampel tersebut mengandung siklamat melebihi ambang batas maksimum yang ditetapkan, yaitu ≤350 mg/kg sesuai Peraturan BPOM RI No. 11 Tahun 2019. Temuan ini menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan bahan tambahan pangan pada produk kopi non-kemasan, dan pentingnya pengawasan serta edukasi terhadap penjual dan konsumen.
PENGARUH MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI LABORATORIUM RSUD BUDHI ASIH TAHUN 2023 Elni Pikana; Enny Khotimah; Septiani
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i3.1079

Abstract

Suatu pelayanan kesehatan dikatakan bermutu apabila dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan dan tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar yang telah ditetapkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan berdasarkan variabel bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati terhadap kepuasan pasien di laboratorium RSUD Budhi Asih Tahun 2023. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji peneitian chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan mutu pelayanan dari bukti fisik (p=0,001), kehandalan (p=0,001), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,001), empati (p=0,002) Indikator jaminan sebagai dimensi mutu yang memiliki nilai OR paling besar (38.85) artinya memperoleh pelayanan dari petugas dengan jaminan yang baik berpeluang 39 kali untuk merasa puas.
PERBANDINGAN HASIL LAJU ENDAP DARAH (LED) SEDIPLAST ESR SYSTEM DENGAN METODE OTOMATIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS Ismayanti, Inggit; Khotimah, Enny; Wijayanti, Dian Rachma
Jurnal Medika Hutama Vol. 7 No. 2 Januari (2026): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infection and inflammation in tuberculosis patients are caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Increased fibrinogen levels cause erythrocytes to stick together and accelerate the formation of rouleaux, thereby increasing the Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR). The Westergren method is recommended by the International Council for Standardization in Haematology (ICSH) for ESR testing. With the advancement of technology, ESR testing can now be performed using modified Westergren methods such as the Sediplast ESR System and automated methods to avoid and reduce the risk of laboratory personnel exposure to infectious agents.The aim of this study was to determine whether there was a difference in ESR results on the Sediplast Esr System using EDTA + 3.8% sodium citrate blood and the automatic method using EDTA blood in patients with active tuberculosis at the Tambora Community Health Center. This study used an analytical observational research design with a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 35 patients with active tuberculosis who were treated at the Tambora Community Health Center pulmonary clinic. The results of the ESR test using the Sediplast Esr System method obtained an average of 57.86 mm/hour, while the automatic method obtained an average of 52.51 mm/hour, with an average difference of 5.34 mm/hour. Statistical analysis using the Paired T Test yielded a sig value (2-tailed) of 0.025. This study shows that there is a difference in the results of the Sediplast Esr System method and the automatic method for measuring erythrocyte sedimentation rate (ESR).