Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Keluarga Terhadap Pengetahuan Keluarga Dalam Merawat Klien Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) Rumah Sakit Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu Deka Darmita; Henni Febriawati; Nurhayati; Betrianita; Larra Fredrika
Al-Su’aibah Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : STIKES Al-Su’aibah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69597/amj.v1i2.12

Abstract

Keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami risiko perilaku kekerasan dan menjalani perawatan rawat jalan perlu memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang tanda-tanda yang harus diperhatikan ketika anggota keluarga tersebut mengalami perilaku kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi keluarga terhadap pengetahuan keluarga sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment, dengan menggunakan desain "One group pre test and post test". Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner pengetahuan keluarga pada pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan dengan satu kelompok perlakuan, melakukan pendidikan kesehatan pada keluarga dengan pasien resiko perilaku kekerasan. Hasil analisis didapatkan bahwa pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan nya cukup yaitu 7 orang (46,7%), dan hasil analisis didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan keluarga meningkat setelah diberikan intervensi edukasi keluarga. Pengetahuan keluarga meningkat menjadi pengetahuan baik sebanyak 10 orang (66,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi keluarga terhadap pengetahuan keluarga pada klien resiko perilaku kekerasan dengan nilai P value = 0,000 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi keluarga terhadap pengetahuan keluarga pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu. . Kata kunci : Edukasi, Pengetahuan, Perilaku Kekerasan
Mengoptimalkan Kebersihan Lingkungan Asrama Dalam Pencegahan DBD Larra Fredrika; Juli Andri; Hasan Husin
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2024): NOVEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jupengkes.v2i02.1003

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2020 tercatat sebanyak 95.893 kasus DBD di seluruh Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 661 orang (Kemenkes RI, 2021). Angka ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Lingkungan asrama, dengan karakteristiknya yang padat penghuni dan memiliki mobilitas tinggi, menjadi salah satu area yang berisiko tinggi terhadap penularan DBD. Kondisi sanitasi yang kurang baik, kepadatan hunian, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dapat menciptakan habitat yang ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Sebuah studi yang dilakukan oleh Rahmah et al. (2021) menunjukkan bahwa tingkat kepadatan jentik nyamuk di lingkungan asrama mahasiswa 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pemukiman umum. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan serangkaian perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Dalam konteks pencegahan DBD, PHBS memainkan peran krusial. Namun, implementasi PHBS di kalangan penghuni asrama masih belum optimal.
Penyuluhan Tentang Kesehatan Mental Anak Usia Dini Melalui Latihan Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengontrol Emosi Di RA BA Aisyiyah IX Kota Bengkulu Susilawati; Larra Fredrika; Nurhayati; Afriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i1.1569

Abstract

Perkembangan anak merupakan suatu perubahan yang berlangsung seumur hidup dengan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerakan kasar maupun gerakan halus. Salah satu aspek perkembangan anak yang sangat penting adalah kecerdasan emosional. Perasaan dan emosi adalah bagian dari keseluruhan aspek psikis manusia. Perasaan dan emosi mempunyai pengaruh terhadap fungsi psikis yang lain seperti, pengamat, tanggapan, pemikiran dan kemauan. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah pada seseorang ataupun takut terhadap sesuatu. Salah satu cara agar dapat mengontrol emosi yaitu dengan relaksasi nafas dalam. Teknik ini dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku kekerasan, alasannya adalah jika melakukan kegiatan dalam kondisi dan situasi yang relaks, maka hasil dan prosesnya akan optimal. Relaksasi merupakan upaya untuk mengendurkan ketegangan jasmaniah pada akhirnya mengendurkan ketegangan jiwa. Salah satu cara terapi relaksasi adalah bersifat respiratoris yaitu dengan mengatur aktivitas bernafas.
Bahaya Seks Bebas Pada Remaja Di SMA Negeri 4 Kota Bengkulu Juli Andri; Larra Fredrika; Mukhlizar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1851

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mendorong terjadinya seks bebas di kalangan siswa, serta dampak yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman tentang pendidikan seksual, pengaruh pergaulan bebas, akses informasi tanpa filter melalui media sosial, serta kurangnya pengawasan dari orang tua menjadi pemicu utama terjadinya seks bebas. Dampak yang ditimbulkan antara lain kehamilan di luar nikah, penyakit seksual, putus sekolah, hingga gangguan mental emosional. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap remaja agar terhindar dari perilaku berisiko tersebut
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Konsep Diri Mahasiswa Baru Program Studi Ilmu Keperawatan Susilawati; Larra Fredrika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri  adalah  cara pandang seseorang atau individu terhadap dirinya sendiri dan mampu menerima kondisinya tersebut. Mahasiswa baru adalah masa peralihan dari usia remaja menuju usia dewasa awal dalam menjalani proses belajar mengajar di perguruan tinggi harus mempunyai konsep diri yang positif karena dengan konsep diri positif akan membantu memudahkan proses beradaptasi dari dunia sekolah ke dunia kampus. Konsep diri yang positif tercermin dari nilai akademik dan non akademik yang baik dan memiliki hubungan yang baik dengan orang atau pihak lain, memiliki semangat dan motivasi selama menempuh  perkuliahan. Tujuan : Penelitian  ini  bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan konsep diri mahasiswa baru program studi ilmu keperawatan. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru program studi ilmu keperawatan yang berjumlah 84 orang mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang sama dengan populasi yaitu 84 orang mahasiswa menggunakan total sampling dan data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji kendall”s tau. Hasil :  Hasil penelitian  menunjukkan  mayoritas umur responden berumur 18-19 tahun sebanyak 70 orang (83,33%), Jenis kelamin responden mayoritas perempuan sebanyak 76 orang (90,47%), konsep diri responden mayoritas memiliki konsep diri positif sebanyak 55 orang (65,47%), harga diri responden mayoritas memiliki harga diri yang tinggi sebanyak 53 orang (63,09%), pola asuh mayoritas menggunakan pola asuh situasional yang berjumlah 35 orang (41,67%), penampilan fisik mayoritas sedang sebanyak 67 orang (79,76%), dan teman sebaya mayoritas baik sebanyak 61 orang (72,62%). Kesimpulan : Faktor – faktor yang berhubungan dengan konsep diri mahasiswa baru program studi ilmu keperawatan antara lain adalah harga diri, pola asuh, penampilan fisik, dan teman sebaya.