Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Improving the Business Production of Sumedang Tofu Through Equipment Provision and Business Assistance: Peningkatan Produksi Usaha Tahu Sumedang Melalui Penyediaan Peralatan dan Pendampingan Usaha Marlya Fatira AK; S. Suadi; Eli Safrida; Rihat Sebayang; N. Nurlinda
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.304 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang207

Abstract

This article about efforts to increase the production of Sumedang Tofu as the small and micro business through the Supply of Equipment and Business Assistance. These programs do to increase the production of Sumedang tofu according to market needs. These programs expected that business owners understand how to make simple financial statements understand about healthy and safe ways to dispose of business waste, able to see business opportunities from the management of business waste know for future business development, Provide brand signs to introduce business to the wider community. The method used in this community service program is collecting data/information about prospective partners through surveys and interviews. The information is analyzed descriptively, implemented, and carried out an evaluation of the community service program as a whole to see compliance with the output target. The results show that the customer order service is able to be produced with tofu grinding machines with a capacity of 50 kg/hour, limited production equipment can be overcome with the engine the problem of recording business financial statements has now been able to be separated and carried out in accordance with the material that was submitted during the training for recording simple financial statements. Abstrak Artikel ini membahas tentang upaya peningkatan produksi tahu sumedang sebagai Usaha Kecil dan Mikro (UKM) melalui penyediaan alat dan bantuan usaha. Program ini dilakukan untuk meningkatkan produksi tahu Sumedang sesuai kebutuhan pasar. Melalui program ini diharapkan para pelaku usaha memahami bagaimana membuat laporan keuangan yang sederhana, memahami tentang cara-cara yang sehat dan aman untuk membuang sampah usaha, mampu melihat peluang usaha dari pengelolaan sampah usaha tahu untuk pengembangan usaha kedepannya, Memberikan rambu merek untuk memperkenalkan usaha kepada masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah pengumpulan data / informasi tentang calon mitra melalui survei dan wawancara. Informasi tersebut dianalisis secara deskriptif, dilaksanakan dan dilakukan evaluasi program pengabdian kepada masyarakat secara keseluruhan untuk melihat kesesuaian dengan target keluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa customer order service mampu diproduksi dengan mesin gerinda tahu berkapasitas 50 kg/jam, terbatasnya alat produksi dapat diatasi dengan mesin permasalahan pencatatan laporan keuangan usaha kini sudah dapat dipisahkan dan dilaksanakan sesuai dengan materi yang disampaikan selama pelatihan pencatatan laporan keuangan sederhana.
Penggunaan Mesin Pencetak Pelet Ikan untuk Meningkatkan Penghasilan Peternak Lele Dumbo di Desa Selayang Kabupaten Langkat Zumhari; Suadi; Sarmedi Agus Siregar
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.001 KB)

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang jamak dibudidayakan secara komersial oleh sebagian masyarakat Indonesia. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak ikan lele adalah tingginya harga pakan pelet ikan dan hal itu mempengaruhi penghasilan. Oleh karena itu membuat pelet sendiri adalah salah satu solusi untuk meningkatkan margin keuntungan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan rekasaya alat pencetak pelet. Sesuai kebutuhan, tim merancang dan membangun mesin pencetak pelet berkapasitas 200 kg/jam yang  berukuran panjang 90 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 80 cm. . Pakan pelet yang dihasilkan berdiameter 4 mm dan dapat terapung di permukaan air. Hasil lain yang sangat penting adalah mitra bisa menghemat biaya pengadaan pelet ikan sebesar 35% setara dengan Rp 5.500.000,- tiap periode panen.
Teknologi Pascapanen Mesin Pemipil untuk Meningkatkan Penghasilan Petani Jagung di Desa Kuala Namu Kecamatan Beringin Zumhari; Harris Aminuddin; Joko Sutrisno; Suadi
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra pengabdian adalah seorang petani jagung penggarap yang memiliki hak garap lahan jagung seluas 1 hektar di kelurahan Kuala Namu. Mitra menjual hasil panennya dalam bentuk tongkol kering. Cara penjualan tersebut dilakukan karena mitra tidak memiliki teknologi pasca panen berupa alat pemipil. Mitra menginginkan dapat menjual hasil panennya dalam bentuk pipilan kering karena harganya lebih tinggi dari pada sekadar tonggkol kering. Hal ini membuat mitra memperoleh hasil penjualan lebih tinggi. Permasalahannya adalah mitra tidak memiliki dan tidak mampu membuat alat pemipil. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu memecahkan masalah mitra dengan membangun mesin pemipil jagung dan selanjutnya menghibahkannya kepada mitra. Setelah mitra dapat memipil sendiri jagung hasil panennya, mitra dapat menjual hasil panen dengan harga yang lebih tinggi. Hasil dari program pengabdian menunjukkan bahwa setelah mitra menjual hasil panennya dalam bentuk jagung pipilan mitra dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik.
Pemanfaatan Mesin Penggiling Jagung untuk Mereduksi Biaya Pengadaan Pakan Ternak Ayam Kampung Suadi; Baringin Sibarani; Ratna Dewi; Jamardua Haro; Ermyna Seri
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1: JUNI 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bermitra dengan Bapak Chandra Manurung, peternak ayam kampung di Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, yang menghadapi kendala biaya tinggi dalam pengadaan pakan ternak. Mitra harus mengeluarkan Rp 24.000/hari atau Rp 720.000/bulan untuk membeli 3 kg jagung pecah guna memenuhi kebutuhan 70 ekor anak ayam. Adanya selisih harga sebesar Rp 2.500/kg antara jagung pecah dan jagung bulat memotivasi mitra untuk menggiling jagung sendiri, yang berpotensi menghemat biaya sebesar Rp 225.000/bulan. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim pelaksana menyusun langkah strategis yang mencakup survei lokasi, analisis situasi, penentuan solusi, pembuatan dan hibah mesin, serta pelatihan dan evaluasi program. Solusi utama yang diimplementasikan adalah pemberian satu unit mesin penggiling jagung dengan kapasitas 100 kg/jam. Mesin ini dirancang menggunakan motor bakar bensin berkapasitas 1,5 h.p. sebagai penggerak. Melalui program ini, efisiensi biaya pakan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga mitra secara signifikan.
CFD-Based Aerodynamic Optimization of Vehicle-Mounted Axial Wind Turbine Blades Rufinus Nainggolan; Husin Ibrahim; Prisca Caesa Moneteringtyas; Suadi Suadi; Baringin Sibarani; Soni Hestukoro; Abdul Razak
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6240

Abstract

The increasing demand for sustainable energy solutions has encouraged the development of renewable energy technologies that can be integrated into various applications, including transportation systems. Wind energy generated from vehicle-induced airflow represents an alternative energy source that remains underutilized due to complex aerodynamic characteristics and unstable flow conditions. This study aimed to optimize the aerodynamic performance of vehicle-mounted axial wind turbine blades by determining the most suitable angle of attack using Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations. The research method involved numerical analysis using CFD software to evaluate the aerodynamic behavior of turbine blades under different angle-of-attack variations of 0°, 5°, 10°, 15°, and 20°. Performance evaluation was conducted based on the lift-to-drag ratio and velocity contour distribution to identify the optimal blade configuration. The results showed that the angle of attack significantly affected aerodynamic performance, with the 10° configuration producing the highest lift-to-drag ratio and the most favorable airflow characteristics. Higher angles of attack resulted in increased flow separation and aerodynamic losses, whereas lower angles produced insufficient lift generation. The optimized turbine design consisted of six blades with a rotor diameter of 0.35 m, demonstrating the potential application of vehicle-induced airflow energy harvesting systems. In conclusion, CFD-based optimization provided an effective approach for improving the performance of vehicle-mounted wind turbine blades and supported future development of renewable energy technologies for sustainable transportation applications.