Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Stabilitas dan Aktivitas Antibakteri Sabun Cair Berbahan Dasar Minyak Kelapa Sawit dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Raudah Harahap; Julia Maulina; Lisa Ariyanti Pohan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1749

Abstract

Sabun merupakan produk kebersihan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kesehatan kulit dari paparan mikroorganisme berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap aktivitas antibakteri dan stabilitas sabun cair berbahan dasar minyak kelapa sawit. Ekstrak daun salam diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan ke dalam sabun dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%. Aktivitas antibakteri diuji terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Sementara itu, stabilitas sabun diuji berdasarkan parameter pH, viskositas, aroma, warna, dan ketinggian busa mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun dengan ekstrak 15% menghasilkan zona hambat terbesar yaitu 11,9 mm, menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan. Seluruh formulasi menunjukkan pH netral (pH 7), serta stabilitas fisik dan kimia yang baik. Penurunan viskositas terjadi seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, namun masih dalam rentang standar SNI. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sabun dengan ekstrak daun salam dapat diterima dari segi warna dan aroma. Kesimpulannya, penambahan ekstrak daun salam berpotensi meningkatkan efektivitas antibakteri sabun tanpa mengganggu stabilitasnya, menjadikannya alternatif bahan aktif yang alami dan ramah lingkungan.
INOVASI PENGAWETAN IKAN DENGAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ALTERNATIF ALAMI Juan Napitupulu; Julia Maulina; Adilah Wirdhani Lubis
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.173-191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan antimikroba daun kelor (Moringa oleifera) dengan cara destruksi air kemudian dilakukan sedimentasi menggunakan centrifuge hingga diperoleh daun kelor (Moringa oleifera) murni. Penelitian ini ditujukan untuk pengawetan ikan laut dan air tawar dan biasanya menjadi antimikroba jika dibiarkan pada suhu ruangan. Melihat banyaknya kasus yang terjadi terkait ikan di pasaran, mereka menggunakan bahan pengawet dengan bahan berbahaya yaitu formalin. Oleh karena itu, perlu diciptakan sumber alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan pengawet agar lebih baik dan sehat. Untuk memperoleh daun kelor murni (Moringa oleifera) yang berkualitas baik, peneliti melakukan perbandingan yang tepat yaitu dengan 500 gram daun kelor (Moringa oleifera) yang bersih dan kering, kemudian ditambahkan 250 ml etanol dengan perbandingan yang sesuai, sehingga setelah dipisahkan dengan cara sentrifugasi, hasil yang diinginkan diperoleh. Dan karena kita belum mengetahui apakah benar daun kelor (Moringa oleifera) bersifat antimikroba, maka dilakukan uji salmonella dan e.coli pada ikan yang diuji. Penelitian antimikroba ini resmi karena dilakukan di Balai Standarisasi Dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Medan dan pengujian ini menyatakan penelitian berhasil.