Daru Lestantyo
Bagian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Keadaan Darurat Kebakaran di Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Judea Satrio; Daru Lestantyo; Ida Wahyuni
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2958.464 KB)

Abstract

The Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) is an urban mass and fast transit transportation system based on electric rail, which is characterized by its ability to carry large volumes of passengers quickly. In its operational service activities, the Jakarta MRT can experience a fire emergency situation. Therefore, a fire emergency response system is needed as an effort of occupational safety and health management in preventing and overcoming fire emergency situations that may occur. This study aims to analyze the fire emergency response system in the Jakarta MRT. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. The data were collected through direct observation and organized online in-depth interviews involving 4 main informants and 2 triangulation informants. The result of this study shows that the Jakarta MRT has a fire emergency response system that includes the fire emergency response policy, fire hazard identification, emergency response team, fire protection systems, life-saving facilities, fire emergency response training, emergency communications, fire safety inspection, fire emergency response procedure, investigation and report, and fire safety audit. However, there are still fire protection systems at the station and in the train that are not available and not in accordance with the applicable standards such as the fire control center, fire elevator, yard hydrant, sprinklers, fire extinguishers, smoke control system, firefighter access, and emergency safety hammer. The researcher suggests the Jakarta MRT provide fire protection systems that are not yet available and adjust the fire protection systems in accordance with applicable standards of laws and regulations.
Analisis Tingkat Kelelahan Berdasarkan Beban Kerja Fisik Perawat Di Ruang Isolasi Rumah Sakit X Saat Pandemi Corona Virus (Covid – 19) Ajeng Tri Pujiastuti; Daru Lestantyo; Ida Wahyuni; Siswi Jayanti
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.783 KB)

Abstract

Rumah Sakit merupakan salah satu sektor kesehatan yang saat ini menjadi perhatian dengan adanya wabah  Covid – 19. Perawat merupakan salah satu pekerjaan yang berperan penting pada masa pandemi ini. Hal ini disebabkan asuhan keperawatan yang dilakukan 24 jam setiap hari. Tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan. Kelelahan merupakan  keadaan pelemahan kegiatan, motivasi, dan aktivitas fisik. Apabila tidak segera ditangani, kelelahan akan terakumulasi dan mempengaruhi derajat kesehatan perawat. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat kelelahan berdasarkan beban kerja fisik.pada perawat di ruang isolasi Rumah Sakit X saat pandemi Corona Virus (Covid – 19). Desain penelitian ini adalah  kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian  13 orang perawat sebagai informan utama dengan menggunakan wawancara mendalam, lembar observasi SNI Beban Kerja Berdasarkan Tingkat Kebutuhan Kalori Menurut Pengeluaran Energi, dan kuisioner IFRC dan 1 informan triangulasi dengan wawancara mendalam.Terdapat 10 perawat dengan beban kerja fisik sedang dan 3 perawat dengan beban kerja fisik ringan. Terdapat 7 perawat mengalami kelelahan tingkat sedang dan 6 perawat mengalami kelelahan tingkat ringan. Perbedaan beban kerja dan tingkat kelelahan disebabkan  aktivitas perawat yang beragam dan jumlah pasien yang diberi asuhan keperawatan berbeda antar perawat. Selain itu disebabkan oleh penggunaan APD berupa hazmat dan  masker N95 yang menyebabkan sulit bernafas sehingga perawat menjadi cepat lelah meskipun beban kerja ringan. Peregangan tubuh ketika  istirahat, pemberian makanan dan minuman yang cukup dan pengaturan ulang  jam kerja diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki beban kerja fisik sedang dan kelelahan tingkat sedang.Kata Kunci : Perawat , Beban Kerja Fisik, Tingkat Kelelahan
Studi Mengenai Persepsi Safety Driving pada Pengemudi Ojek Online Lydia Afifah Kamilya Hartoyo; Hanifa M. Denny; Daru Lestantyo
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.056 KB)

Abstract

Berdasarkan laporan WHO 1,3 juta orang meninggal akibat kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki, pesepeda dan pengendara motor. Perilaku berkendara seseorang tergantung dari bagaimana persepsi berkendara pengendara itu sendiri. Penyebab lain terjadinya kecelakaan lalu lintas dikarenakan kesalahan pengendara seperti melawan arah, menerobos traffict light, menerobos trotoar untuk pejalan kaki dan tidak menggunakan lampu sein saat berbelok atau berpindah. Tingginya angka kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan pengendara itu sendiri membuktikan masih rendahnya persepsi positif tentang keselamatan berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas (beban kerja, kelelahan, stres kerja, kondisi lalu lintas) dengan persepsi safety driving. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu ‘Komunitas Ojek Online X’ di Kota Semarang. Sampel penelitian ini sebanyak 115 orang pengemudi diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk googleform. Hasil p-value variabel bebas beban kerja 0,004; kelelahan 0,000; stres kerja 0,000; dan kondisi lalu lintas 0,000 dengan α<0,05.  Terdapat hubungan antara beban kerja, kelelahan, stress kerja, kondisi lalu lintas dengan persepsi safety driving pada pengemudi ojek online. Beban kerja, kelelahan, stres kerja dan kondisi lalu lintas secara simultan memiliki korelasi dengan persepsi safety driving.
Experimental Studies at Company X: Provision of Media Posters and K3 Inspections on Knowledge of Worker Safety in the Warping Section Rafika Rafika; Daru Lestantyo; Suroto Suroto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.714 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.795

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of giving poster media and K3 inspection on the safety knowledge of workers in the warping section at PT X. This study used a quasi-experimental type of research. This research was conducted at a convection industry company, namely PT X which is prone to work accidents from the results of a survey conducted by researchers. There are 62 employees in the warping division, namely 18 women and 44 men. Respondents in this study had a minimum age of 21 years and a maximum of 51 years with an average age of 33,32258 years. The majority of respondents have a high school education, which is 52 people (83.9%). Then there are 8 people with junior high school education (12.9%), and 2 people with S1 (3.2%), with a total of 62 people (100%). The average respondent worked for 8,2903 years, the minimum respondent worked 1 year and a maximum of 19 years. This means that 62 respondents have standard work experience of 8 - 9 years. Results of this study indicate that the provision of a Media Poster has an effect on Occupational Safety Knowledge. There is a positive influence between the Provision of Media Posters on Occupational Safety Knowledge. K3 Inspection of Occupational Safety Knowledge. K3 inspection has a positive effect on Occupational Safety Knowledge. Meanwhile, education, age and years of service as confounding variables have no effect on employee safety knowledge.Penelitianini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian media poster dan inspeksi K3 terhadap pengetahuan keselamatan kerja pada pekerja di bagian warping di PT X. Jenis dari penelitian ini adalah kuasi eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan industry konveksi yaitu PT X yang mana rentan terjadi kecelakaan kerja dari hasil survey yang dilakukan peneliti. Karyawan bagian warping adalah 62 orang yaitu 18 perempuan dan 44 laki-laki. Responden pada penelitian ini memiliki umur minimal 21 tahun dan maksimal 51 tahun dengan rata-rata berumur 33,32258 tahun.  Responden mayoritas berpendidikan SMA yaitu berjumlah 52 orang (83,9%). Kemudian mereka yang berpendidikan SMP ada 8 orang (12.9%), dan S1 ada 2 orang (3.2%), dengan total 62 orang (100%). Rata-rata responden bekerja selama 8,2903 tahun, minimal responden bekerja 1 tahun dan maksimal 19 tahun. Hal ini berarti dari 62 responden mereka memiliki pengalaman kerja standar 8 - 9 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Media Poster berpengaruh terhadap Pengetahuan Keselamatan Kerja. Terdapat pengaruh positif antara Pemberian Media Poster terhadap Pengetahuan Keselamatan Kerja. Inspeksi K3 terhadap Pengetahuan Keselamatan Kerja, Inspeksi K3 berpengaruh positif terhadap Pengetahuan Keselamatan Kerja. Sedangkan Pendidikan, usia dan masa kerja sebagai variable perancu tidak memiliki pengaruh terhadap Pengetahuan Keselamatan Kerja karyawan.
GREEN TOBACCO SICKNESS PADA PETANI TEMBAKAU: LITERATURE REVIEW Athian Syamsul Arisi; Antono Surjoputro; Daru Lestantyo
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v14i1.858

Abstract

Latar Belakang: Green Tobacco Sickness merupakan keracunan nikotin pada petani tembakau yang disebabkan oleh penyerapan nikotin dari daun tembakau basah melalui kulit pada saat memanen tembakau. Green Tobacco Sickness ditandai dengan mual, muntah, sakit kepala, pusing, sera gangguan saraf lainnya. Kejadian ini sering terjadi karena kurangnya pengetahuan petani dalam mencegah terjadinya Green Tobacco Sickness.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko serta pencegahan terjadinya green tobacco sickeness pada petani tembakau.Metode: Literature review dengan cara menelaah, mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, serta menyajikan artikel yang telah disusun dengan merangkum topik dari data sekunder berupa pencarian pada Taylor and Francis, PubMed, Elsevier, MDPI, dan BMC Public Health.Hasil:  Berdasarkan hasil penelusuran terdapat 218 artikel yang sesuai dengan kata kunci dengan rentang waktu 2012-2022 dan 10 artikel dianggap relevan. Ditemukan tiga tema yaitu Green Tobacco Sickness (GTS) pada Petani Tembakau, Faktor Risiko Green Tobacco Sickness pada Petani Tembakau, dan Cara Penanggulangan Green Tobacco Sickness pada Petani Tembakau.Kesimpulan: Green Tobacco Sickness menjadi penyakit yang sangat berisiko dialami oleh petani akibat paparan daun tembakau secara langsung dan dapat dicegah dengan cara menggunakan alat pelindung diri dan peningkatan pengetahuan serta kesadaran petani tembakau terkait bahaya paparan daun tembakau secara langsung dan pentingnya penggunaan APD.
The Effect of Anti-Fatigue Mat and Stretching on Musculoskeletal Disorders (MSDs) Complaints of Sewing Operator PT. X Dine Wahyu Prima; Yuliani Setyaningsih; Daru Lestantyo
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.394 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1094

Abstract

Musculoskeletal complaints are experienced by 1.71 billion people in the world, contributing to disability, pain and reducing work productivity. In Indonesia, the prevalence of MSDs is 11.9%, and the top position with 65.2% of cases was the garment sector. The garment sector generally applies a sitting posture, but at PT X all sewing operators work in a standing posture. Long-term standing poses a risk to health, muscles, skeleton and other body parts. To determine the effect of using anti-fatigue mats and stretching on MSDs complaints of sewing operators. Using a quasi-experiment by dividing the respondents into 4 groups. The total population is 156 sewing operators, and samples that meet the criteria are 112 people. Data analysis used paired T-test. There is no effect of stretching on the level of MSDs complaints (p-value = 0.745), there is no effect of using anti-fatigue mats on MSDs complaints (p-value = 0.326), and there is an effect of using anti-fatigue and stretching mats on MSDs complaints (p-value = 0.006). It is known that the combination of the use of anti-fatigue mats and stretching has an effect on MSDs complaints, the suggestion is all sewing operators can implement the program optimally and effectively every day.