Wahidin Wahidin
Akademi Keperawatan Pemkab Purworejo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aplikasi Sex Education Parenting sebagai Anticipatory Guidance Kekerasan Seksual pada Anak di Masa Pandemi Nova Ari Pangesti; Wahidin Wahidin
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1697

Abstract

Tingginya kasus kekerasan seksual pada anak menunjukkan pentingnya pemahaman orang tua tentang cara memberikan perlindungan yang terbaik bagi anak. Anticipatory guidance merupakan bentuk dari bimbingan yang disediakan untuk orang tua sebagai antisipasi terjadinya kekerasan seksual. Namun, permasalahannya orangtua di Indonesia menganggap pendidikan seks menjadi hal yang tabu dan belum pantas disampaikan kepada anak, serta orang tua merasa tidak siap untuk mengajarkan pendidikan seksualitas. Hal tersebut diatas menjadikan alasan bahwa pentingnya aplikasi Sex Education Parenting (SETTING) sebagai petunjuk bagi orang tua dalam memberikan edukasi seks kepada anak-anak sehingga meningkatkan proteksi orang tua terhadap tindakan kekerasan seksual pada anak. Tujuan penelitian ini membangun aplikasi sex education untuk orang tua yang berbasis smartphone yang mudah diakses dan dipahami. Metode penelitian ini menggunakan Research & Development (R&D). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, dan orang tua. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Hasil menunjukkan setelah dilakukan validasi desain oleh ketiga ahli materi memperoleh nilai rata-rata 83,3 yaitu sangat baik dan validasi ketiga ahli media memperoleh nilai rata-rata 78,76 dengan kategori baik. Dari kesepuluh pendapat orang tua mengenai aplikasi Sex Education Parenting “SETTING” diberikan nilai sangat baik dari sisi tampilan, kemudahan penggunaan aplikasi dan isi materi terkait kejelasan materi, dan bahasa. Aplikasi SETTING layak digunakan sebagai anticipatory guidance kekerasan seksual pada anak di masa pandemi.
PkM : Peningkatan Mutu Puskesmas dan Keselamatan Pasien Wahidin Wahidin
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v2i2.406

Abstract

Keselamatan merupakan sesuatu hal yang harus diutamakan dalam pelayanan kesehatan. Profesionalitas kerja harus ditunjukkan sebagai upaya menjaga keselamatan pasien serta meningkatkan mutu kerja yang baik. Karena mutu pelayanan merupakan indikator kualitas pelayanan. Tujuan dilakukan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman petugas kesehatan tentang mutu puskesmas dan keselamatan pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Minggu, 08 Desember 2019 di Puskesmas Wirun, Kabupaten Purworejo. Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Media yang digunakan antara lain LCD, laptop, pointer dan kuesioner umpan balik kegiatan. Kegiatan ini diikuti 39 peserta yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, tenaga paramedic dan tenaga non medis serta staff Puskesmas Wirun. Adapun tahapan kegiatan terdiri dari 3 sesi yaitu pembukaan dan evaluasi tahap awal pemahaman peserta tentang mutu puskesmas dan keselamatan pasien, pemberian materi dan sesi evaluasi akhir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul PkM : Peningkatan Mutu Puskesmas dan Keselamatan Pasien dinyatakan berhasil dengan baik dan dinyatakan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang program mutu dan keselamatan pasien, pengorganisasian mutu puskesmas dan keselamatan pasien, memahami metode penilaian patient safety dan memahami perumusan kebijakan mutu puskesmas.
Pengaruh Prosocial Behavior terhadap Empathy pada Perawat Wahidin Wahidin; Basirun Basirun
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.762 KB)

Abstract

Latar belakang : Grand theory dalam penelitian ini dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Perilaku prososial (prosocial behavior) dan empati (empathy) bagi perawat rumah sakit merupakan sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien. Empati merupakan ciri khas profesional perawatan kesehatan dan komunikasi pasien untuk mencapai hasil penyembuhan yang diinginkan. Empati memungkinkan para profesional perawatan kesehatan dan pasien untuk bekerja sama. Selanjutnya perilaku prososial, bentuk perilaku prososial yaitu perilaku yang positif, konstruktif dan bermakna membantu. Perilaku prososial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku individu perawat terhadap pasien dalam pelayanan asuhan keperawatan (in role) dan perilaku perawat dalam memberikan perlindungan terhadap pasien (client advocate). Dua variabel ini menjadi penting dalam pelayanan asuhan keperawatan. Tujuan : Menguji dan menganalisa pengaruh prosocial behavior terhadap empathy. Metode adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana dengan 47 responden di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit Islam Jakarta di Cempaka Putih dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00. Hasil : prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy, hasil nilai pengujian signifikansi (table 2) p= 0.026 nilai ini adalah ≤ 0,05 (signifikan nilai p ≤ 0,05) yang mempunyai makna Ha: diterima atau signifikan, berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy. Kesimpulan : bahwa empati perawat akan muncul dengan penerapan Syariah walaupun mengabaikan masalah keadilan dan kesejahteraan.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori dan Terapi Kerja terhadap Perilaku Pasien Halusinasi dalam Proses Pemulihan Bayu Seto Rindi Atmojo; Wahidin Wahidin; Woro Haryanti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.875-880

Abstract

Penyakit gangguan jiwa masih menjadi masalah serius di dunia saat ini, jumlah orang yang menderita gangguan jiwa meningkat setiap tahunnya di berbagai belahan dunia. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan satu dari beberapa jenis terapi modalitas yang digunakan sebagai upaya untuk memfasilitasi psikoterapis dan perawat. Terapi kerja merupakan terapi medis terarah bagi pasien baik fisik maupun mental yang menggunakan aktivitas sebagai media terapi untuk mengembalikan fungsi seseorang agar dapat mandiri bekerja semaksimal mungkin. Mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah pasien sebanyak 40 orang yang memiliki perilaku halusinasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Uji yang digunakan uji Wilcoxon. Skor rata-rata perilaku pre intervensi 18,35 dengan standar deviasi 3,25, sedangkan skor rata-rata post intervensi yaitu 10,30 dengan standar deviasi 2,54. Hasil analisis didapatkan ada pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi p value sebesar 0,000. Terdapat pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi.