Bayu Seto Rindi Atmojo
STIKES PemKab Purworejo, Jl. Raya Purworejo - Kutoarjo No.Km. 6, 5, Dusun III, Grantung, Kec. Bayan, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Keefektifan pendidikan anti-bullying terhadap pengetahuan, sikap, dan self-efficacy pada guru di Yogyakarta Bayu Seto Rindi Atmojo; Imam Permana
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.461 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v4i2.256

Abstract

Cases of bullying in schools have become a widespread phenomenon and have a negative impact on the school atmosphere. A good and fearless learning environment needs attention. Educational institutions have the task of creating and guaranteeing a conducive and safe learning atmosphere so that students feel happy and comfortable while at school. This can be supported by teachers who have good knowledge, attitudes and self-efficacy towards bullying cases. This study aims to determine the effectiveness of anti-bullying education on teacher's knowledge, attitudes, and self-efficacy. The method used in this study uses a pre-experimental quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The population in this study were all teachers of SMP 11 Yogyakarta, the sampling technique used total sampling, so the sample was 23 teachers. Test data analysis used the Wilcoxon test. Knowledge prior to the intervention of the average respondent was given in the good category, good enough attitude and self-efficacy in the poor category. Knowledge after being given an intervention is mostly in the good category, good attitude and good self-efficacy. Wilcoxon test results on each variable of knowledge, attitude and self-efficacy obtained p value 0,002, which means that anti-bullying education affects the knowledge, attitudes and self-efficacy of teachers. It can be concluded that anti-bullying education is effective in increasing teacher’s knowledge, attitudes and self-efficacy in SMP 11 Yogyakarta
Mengontrol Gangguan Persepsi Sensori dengan Aktivitas yang Terjadwal Bayu Seto Rindi Atmojo Atmojo; Wahyu Nurul Fatimah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.61-68

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan gangguan yang banyak terjadi pada pasien dengan skizofrenia, terdapat 70% pasien dengan halusinasi pendengaran di Indonesia. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa jenis halusinasi yang paling banyak diderita oleh pasien dengan skizofrenia adalah pendengaran. Terapi yang dapat digunakan untuk mengontrol halusinasi pendengaran salah satunya adalah aktivitas terjadwal. Aktivitas terjadwal dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan klien. Tujuan penelitian ini adalah melakukan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di Wisma Puntadewa RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dengan aktivitas terjadwal. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan studi kasus teknik yang digunakan oleh peneliti yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan dengan observasi kesehatan pasien. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Tn. A dan Tn. S dapat melakukan aktivitas terjadwal yang sudah disusun dan mampu mencapai strategi pelaksanaan keempat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan aktivitas terjadwal mampu mengontrol gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran.
Analisis Peran Tenaga Kesehatan Dan Dukungan Keluarga Dalam Proses Pemulihan ODGJ di Puskesmas Bayu Seto Rindi Atmojo; Basuki Widiyanto; Bayu Seto Rindi Atmojo Atmojo; Andi Arsyad
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.137-144

Abstract

Jumlah penderita gangguan jiwa yang tinggi sangat membutuhkan jumlah tenaga medis, obat-obatan, tempat pengobatan yang cukup serta dukungan keluarga yang baik agar membantu optimalinya kesembuhan ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tenga kesehatan dan dukungan keluarga dalam proses pemulihan ODGJ di Puskesmas Dadirejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Analisis data menggunakan deskriptif frekuensi. Hasil dalam penelitian ini adalah peran tenaga kesehatan sebagian besar memiliki peran yang cukup sebanyak 29 responden (96,7%). Dukungan keluarga sebagaian besar kategori cukup berupa instrumental sebanyak 30 responden (100%), berupa emosional sebanyak 30 responden (100%), berupa informasi cukup sebanyak 29 responden (96,7%) dan berupa penghargaan sebanyak 28 responden (93,3%). Kesimpulan yang didapat adalah peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga sebagain besar dalam kategori cukup.
Analisis Peran Tenaga Kesehatan Dan Dukungan Keluarga Dalam Proses Pemulihan ODGJ di Puskesmas Bayu Seto Rindi Atmojo; Basuki Widiyanto; Bayu Seto Rindi Atmojo Atmojo; Andi Arsyad
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.137-144

Abstract

Jumlah penderita gangguan jiwa yang tinggi sangat membutuhkan jumlah tenaga medis, obat-obatan, tempat pengobatan yang cukup serta dukungan keluarga yang baik agar membantu optimalinya kesembuhan ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tenga kesehatan dan dukungan keluarga dalam proses pemulihan ODGJ di Puskesmas Dadirejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Analisis data menggunakan deskriptif frekuensi. Hasil dalam penelitian ini adalah peran tenaga kesehatan sebagian besar memiliki peran yang cukup sebanyak 29 responden (96,7%). Dukungan keluarga sebagaian besar kategori cukup berupa instrumental sebanyak 30 responden (100%), berupa emosional sebanyak 30 responden (100%), berupa informasi cukup sebanyak 29 responden (96,7%) dan berupa penghargaan sebanyak 28 responden (93,3%). Kesimpulan yang didapat adalah peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga sebagain besar dalam kategori cukup.
Mengontrol Perilaku Kekerasan dengan Prinsip 5 Benar Minum Obat Bayu Seto Rindi Atmojo; Wahyu Widodo; Woro Haryanti; Citra Ajeng Norma; Andi Arsyad
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.903-908

Abstract

Risiko perilaku kekerasan merupakan suatu keadaan seorang pasien yang memiliki resiko melakukan tindakan kerugian yang dapat dilakukan pada dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Perilaku kekerasan dapat terjadi dalam bentuk kekerasan verbal, fisik, serta paksaan terhadap diri sendiri lingkungan dan orang lain. Masalah perilaku kekerasan dapat berakibat pada fisik ataupun psikologis. Data laporan diklat di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang tahun 2022 hingga tahun 2023 menunjukkan yang mengalami halusinasi sebanyak 92,3%, pasien dengan risiko perilaku kekerasan sebesar 91,5%, pasie dengan isolasi sosial sebanyak 72,2%, pasien dengan defisit perawatan diri 68%, dan pasien dengan waham 54,2%. Dari data tersebut menunjukkan jumlah pasien yang mengalami risiko perilaku kekerasan menduduki tingkat kedua setelah halusinasi. Pada penelitian bertujuan melakukan analisa asuhan keperawatan dalam mengontrol perilaku kekerasan dengan prinsip 5 benar minum obat di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian didapatkan pasien Tn. G telah mampu mengontrol perilaku kekerasan dengan obat menggunakan prinsip lima benar obat dan dapat melanjutkan latihan mengontrol perilaku kekerasan dengan cara berikutnya. Sedangkan pada pasien Tn. A belum mampu mengontrol perilaku kekerasan dengan obat menggunakan prinsip lima benar obat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terapi obat dapat membantu pasien dalam upaya mengontrol perilaku kekerasan secara bertahap.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori dan Terapi Kerja terhadap Perilaku Pasien Halusinasi dalam Proses Pemulihan Bayu Seto Rindi Atmojo; Wahidin Wahidin; Woro Haryanti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.875-880

Abstract

Penyakit gangguan jiwa masih menjadi masalah serius di dunia saat ini, jumlah orang yang menderita gangguan jiwa meningkat setiap tahunnya di berbagai belahan dunia. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan satu dari beberapa jenis terapi modalitas yang digunakan sebagai upaya untuk memfasilitasi psikoterapis dan perawat. Terapi kerja merupakan terapi medis terarah bagi pasien baik fisik maupun mental yang menggunakan aktivitas sebagai media terapi untuk mengembalikan fungsi seseorang agar dapat mandiri bekerja semaksimal mungkin. Mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah pasien sebanyak 40 orang yang memiliki perilaku halusinasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Uji yang digunakan uji Wilcoxon. Skor rata-rata perilaku pre intervensi 18,35 dengan standar deviasi 3,25, sedangkan skor rata-rata post intervensi yaitu 10,30 dengan standar deviasi 2,54. Hasil analisis didapatkan ada pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi p value sebesar 0,000. Terdapat pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi.