Penyakit gangguan jiwa masih menjadi masalah serius di dunia saat ini, jumlah orang yang menderita gangguan jiwa meningkat setiap tahunnya di berbagai belahan dunia. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan satu dari beberapa jenis terapi modalitas yang digunakan sebagai upaya untuk memfasilitasi psikoterapis dan perawat. Terapi kerja merupakan terapi medis terarah bagi pasien baik fisik maupun mental yang menggunakan aktivitas sebagai media terapi untuk mengembalikan fungsi seseorang agar dapat mandiri bekerja semaksimal mungkin. Mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah pasien sebanyak 40 orang yang memiliki perilaku halusinasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Uji yang digunakan uji Wilcoxon. Skor rata-rata perilaku pre intervensi 18,35 dengan standar deviasi 3,25, sedangkan skor rata-rata post intervensi yaitu 10,30 dengan standar deviasi 2,54. Hasil analisis didapatkan ada pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi p value sebesar 0,000. Terdapat pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori dan terapi kerja terhadap perilaku pasien halusinasi dalam proses pemulihan di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi.
Copyrights © 2023