Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI LITERATUR REVIEW ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI PETANI DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI KALIMANTAN TENGAH Evi Feronika; Lintar Brillian Pintakami; Yuni Erlina; Nikmatul Khoiriyah
Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE) Vol. 4 No. 1 (2023): Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jase.v4i1.20140

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat adopsi inovasi teknologi petani pada rumah tangga di Kalimantan Tengah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka untuk mengadopsi. Teori yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah teori difusi inovasi yang menyatakan bahwa individu atau organisasi mengadopsi teknologi baru berdasarkan kesediaan mereka untuk menerima dan menggunakannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari artikel ilmiah nasional ataupun internasional dan laporan kasus di Kalimantan Tengah. Basis data yang digunakan yaitu Google Schoolar, Sci-Hub, Garuda, Research-Gate, dan Academia.edu. Hasil studi dari 22 artikel nasional yang sesuai dengan topik. Artikel menerapkan metode kualitatif dengan Kajian Pustaka metode dengan bantuan Mendeley Program to kompilasi skrip data dan Vos Viewer digunakan untuk menganalisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa ada peluang untuk terus mengkaji Adopsi dan Teknologi, karena bahan kajian ini masih sedikit. Studi ini menemukan bahwa tingkat adopsi inovasi teknologi petani masih rendah di Kalimantan Tengah. Faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan, akses ke teknologi, kendala keuangan, peran gender, dan nilai-nilai budaya telah diidentifikasi sebagai hambatan utama yang menghambat penyerapan teknologi ini di kalangan petani. Hasil literatur review mengungkapkan bahwa adopsi teknologi dan praktik baru di kalangan rumah tangga petani di Kalimantan Tengah bersifat kompleks, seringkali membutuhkan modal akses, pengetahuan teknologi, pelatihan atau dukungan. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar rumah tangga petani (73%) tidak berpartisipasi dalam kegiatan adopsi teknologi apapun. Selain itu, studi ini akan memberikan informasi berharga bagi pemerintah ketika merumuskan kebijakan baik di tingkat provinsi maupun nasional, serta bagi investor sektor swasta dan lembaga pembangunan ketika mempertimbangkan peluang investasi di Kalimantan Tengah.
Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Sphp (Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan) Di Kantor Perum Bulog Kalimantan Tengah Ginting, Nicea Lorenta Br; Erlina, Yuni; Anggreini, Trisna
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 20 No. 1 (2025): Februari 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v20i1.19547

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras SPHP di Kantor PERUM BULOG Kalimantan Tengah. Objek penelitian adalah konsumen yang membeli Beras SPHP, dengan jumlah responden sebanyak 44 orang. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif, menggunakan regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien variabel Harga Beras Medium di Pasar (X2) dan variabel Jumlah Anggota Keluarga (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan beras SPHP, kemudian variabel Harga Beras SPHP (X1), variabel Pendapatan Rumah Tangga (X3), dan variabel Selera Konsumen (X5) berpengaruh negatif. Maka dapat disimpulkan bahwa koefisien positif akan meningkatkan permintaan beras SPHP. Dengan demikian PERUM BULOG perlu menjaga ketersediaan beras, peningkatan kualitas beras, dan kestabilan harga beras di BULOG, supaya mampu menjangkau konsumen yang membutuhkan serta mampu bersaing dengan beras medium di pasar. Selain itu perlu penambahan bantuan dan subsidi bagi konsumen yang berpenghasilan rendah.
ANALISIS RISIKO USAHATANI POLIKULTUR SAYURAN DI KELURAHAN KALAMPANGAN KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA Yusup, Syamsuri; Erlina, Yuni; Doy, Muhamad Rival
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v14i1.10197

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the level of production and income of vegetable polyculture farming, farming risks (production, price, cost and income), and steps to minimize risks. The research was conducted in Kalampangan Administrative Village, Sabangau Subdistrict, Palangka Raya City during one planting season (November-December 2024), with 13 respondent farmers determined through saturated sampling method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed the production of each commodity, namely spinach 86 kg, water spinach 136 kg, and mustard greens 88 kg, with an average income of Rp2,358,982/MT. The production risk of spinach (0,29), water spinach (0,50), and mustard greens (0,43). KV for price of spinach (0,24), water spinach (0,31), and mustard greens (0,23). KV for costs (0,23) and income (0,43). KV values of production, price, cost and income are at ? 0,5 which indicates the risk of vegetable polyculture farming is low and still in the safe category to run. Steps to minimize risk include raising beds, liming, using organic fertilizers and pesticides, diversifying markets, and implementing standard cultivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produksi dan pendapatan usahatani polikultur sayuran, risiko usahatani (produksi, harga, biaya dan pendapatan), serta langkah meminimalkan risiko. Penelitian dilakukan di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya selama satu musim tanam (November-Desember 2024), dengan 13 petani responden yang ditentukan melalui metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian  menunjukkan produksi masing-masing komoditas yaitu bayam 86 kg, kangkung 136 kg, dan sawi 88 kg, dengan pendapatan rata-rata Rp2.358.982/MT. Risiko produksi bayam (0,29), kangkung (0,50), dan sawi  (0,43). Nilai KV harga bayam (0,24), kangkung (0,31), dan sawi (0,23). KV untuk biaya (0,23) dan pendapatan  (0,43). nilai KV produksi, harga, biaya dan pendapatan berada pada ? 0,5 yang menunjukkan risiko usahatani polikultur sayuran tergolong rendah dan masih dalam kategori aman untuk dijalankan. Langkah meminimalkan risiko meliputi peninggian bedengan, pengapuran, penggunaan pupuk dan pestisida organik, diversifikasi pasar, dan penerapan budidaya sesuai standar.