Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

NU dan Paradigma Teologi Politik Pembebasan: Refleksi Historis Pasca Khittah Muhammad Masyhuri
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.954 KB) | DOI: 10.15575/jw.v1i2.727

Abstract

This research means to study the religious institution’s role to liberate from the problems of ummah in their real life. Theological study on dimension of liberation here aims to investigate what are Muslim scholars’ opinions on this issue and how to implement their thought on political reality. This study employs historical description focuses on historical dynamic of Nahdlatul Ulama (NU) political position and its institution, especially after returning to the khittah of 1926. This study also analyzes those dynamics in relation to liberation theology. This study shows that institutional dynamic of NU in politic and its reflection, be it is in accommodatif  respond or opposition, related to its stands between religion and the state is strongly inspired from Sunni political paradigm. However, there have been some variation related to sociological politic in implementing this Sunni paradigm in reality. Institutionally, the implementation to reflect liberation theology can be identified as substantialistic, realistic and rationalistic. The root of liberation on theology in NU can be seen from its emphasis on the issues of peace, pluralism, humanity and justice. By implementing this liberation of theology, there are some changes in the dynamic of NU history in the forms of growing number of educational institution, strengthening religious’ roles and positions, increasing community participation in social, economic and politic without confounding with institutional religious politisation.
STRATEGI PERDAGANGAN DALAM INDUSTRI HALAL FOOD DI JEMBER (Studi Tentang Implementasi Jaringan Pemasaran Edamame Produk Frozen Food PT.Mitratani 27 Jember) Misbahul Munir; Muhammad Masyhuri
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.955 KB) | DOI: 10.36835/iqtishoduna.v10i1.902

Abstract

The halal product industry continues to grow and has a big influence on the global market. In fact, Indonesia is determined to make the country's halal product industry more competitive in the world halal market. To anticipate this global market competition, Indonesia as a Muslim majority country must be able to take the advantage of this enormous opportunity. The role of the network in developing halal products to the global market was when marketing its products. PT. Mitratani could not be separated from relationships with business partners. Each business partner had a role to play. Also, PT. Mitratani could not separate the use of information technology and media as a means to expand marketing to the global market. To create an edge in competition, PT. Mitratani focused on customer and consumer needs. The most important thing was to build trust in business partners. PT. Mitratani's advantage was in the cultivation of edamame. It was from planting to the use of pesticides and fertilizers, until PT Mitratani farmers did their own crops and carried out quality control on each land. This was done to maintain the quality of edamame. PT. Mitratani also improved the quality of its products by implementing HACCP, SOP and GMP in processing and production. In addition to maintaining the quality of PT, Mitratani had established good relationships with company stakeholders so that loyalty and trusted in the product and the company could continue.
Mempertemukan Tradisi dan Modernitas dalam Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi Muhammad Masyhuri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi yang serba modern, kehidupan berlangsung dalam suatu kondisi dan sistuasi yang terasa sangat berbeda dengan era sebelumnya yang tradisional. Perbedaan tersebut dialami oleh tiap orang yang merasakan kehidupannya secara lokal, memaksa tiap tubuh menjadi individualis, meski tiap momen secara kontekstual berlangsung dalam waktu dan ruang tertentu secara cepat. Transformasi lokasi, keterbatasan aktitifitas yang besifat lokalitas, serta muculnya berbagai bentuk pengalaman yang sentralistik telah merubah dunia saat ini secara radikal. Perubahan-perubahan ini tidak saja menjadi fenomena dunia yang bersifat individualis namun juga secara umum menggambarkan aktivitas sosial yang saling terjalin dengan kehidupan sosial lainnya. Meski setiap orang hidup dalam kontek lokal, namun fenomena dunia yang terjadi sesungguhnya berlangsung secara cepat dan global. Dilematika modernitas bagi tiap orang ini juga menjadi problem bagi kalangan Sufi di Pesantren. Pesantren sebagai sebuah institusi pedidikan Islam memiliki peran strategis dalam pembentukan masa depan masyarakat Islam di Indoensia, meskipun demikian, seringkali Pesantren terjebak kepada dikotomi antara tradisonal dan modern, sehingga seringkali lulusan Pesantrenmenjadi asing dengan realitas sosial dan kebutuhannya.Tulisan ini berupaya mengkaji ulang tentang pendidkan di Pesantren yang menjadi dilematik bagi para sufi, agar dapat dirumuskan strategi pencapaian pendidikan multi-dimensional secara fenomenologis, sehingga, dari kajian ini dapat dirumuskan pembacaan awal tentang bagaimana alumni Pesantren nantinya bisa mengikuti perubahan sitsuasi dan kondisi dimasa mendatang.
MENINJAU KEMBALI PELAKSANAAN EVALUASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Muhammad Masyhuri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2014): FEBRUARI (Terbit secara daring sejak Februari, 2015)
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada pada hari Senin hingga Rabu tanggal 15-17 April 2014, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemendiknas RI) akan melaksanakan ritual tahunan, dimana dalam pelaksanaanya selalu menjadi pembicaraan diberbagai media masa, baik lokal maupun nasional, yakni Ujian Nasional (UN) bagi SMA/MA diseluruh Indonesia. Hal ini bisa dipahami, mengapa berbagai media tersebut begitu antusias untuk meliput pemberitaan UN tersebut, karena berdasarkan berbagai pengalaman ditahun sebelumnya, pelaksanaan UN tersebut banyak menimbulkan polemik, kritik, intrik, dan serangkain kesibukan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari siswa, orang tua siswa, aparat kepolisian, guru, pihak perguruan tinggi, dan seterusnya. Berangkat dari momen ini, tulisan ini bukan ingin mengajak berdiskusi perlu atau tidak perlu ujian nasional, namun mengajak untuk melihat kembali, dengan mengkaji apa sebenarnya yang terjadi dalam pelaksanaan ujian tersebut dalam perspektif studi kebudayaan. Tulisan ini akan menjelaskan; 1. Apa yang dimaksud dengan studi kebudayaan, 2, juga apa hubungannya dengan permasalahan pendidikan, 3, Bagaimana studi kebudayaan memandang pelaksanan Ujian disekolah., 4, Mencari format Ujian di Sekolah di masa datang.
Pesantren dan Pembentukan Jalan Hidup Kaum Sufi Urban Muhammad Masyhuri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explains how the adherents of urban tarekat form sufism that becomes a way of life in their daily life. This study is considered important because the existence of tarekat adherents is often positioned as part of traditional society, which is contrary to aspects of modernity. On the contrary, their current existence is not only widely embraced by the urban community, but also a way of life in responding to modernity. Related to that, the following describes the process of forming the path of life of the three congregation adherents of tarekat communities such as Raden Rahmad Pesantren and Surau Ghautsil Amin in Jember District. Using ethnographic methods that attempt to explain how they learn to live in conjunction, this study will formulate how they seek to renew tradition to modernity, and how they attempt to explain how modernity and tradition are an integral part of one another
Analisis Structural Equation Modeling Manajemen Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Karyawan Kampus Islam Ziaulhaq Fathulloh; Achmad Farid; Muhammad Masyhuri
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 7 No 1 (2021): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v7i1.924

Abstract

The objectives of this study are: 1. To determine the influence of leadership on work discipline on Islamic institutions Syarifuddin Wonorejo Lumajang; 2. To find out the influence of Work Discipline Motivation on Islamic Religious Institutions Syarifuddin Wonorejo Lumajang; 3. To determine the effect of Work Discipline on Employee Performance at Syarifuddin Wonorejo Lumajang Islamic Institute; 4. To determine the influence of leadership on employee performance at Syarifuddin Wonorejo Lumajang Islamic Institute; 5. To find out the effect of the Work Discipline Motivation on Syarifuddin Wonorejo Lumajang Islamic Institute. In this study, the authors used quantitative research. The population in this study by census technique is to take all employees at the Syarifuddin Wonorejo Lumajang Islamic Institute, totaling 50 (fifty) employees. By using Structural Equation Modeling Analysis (SEM), the results show that there is a significant influence between Leadership on Work Discipline, There is no significant influence between Motivation on Work Discipline, There is a significant influence between work discipline on employee performance, there is a significant influence between leadership on Employee Performance, there was no significant influence between work motivation and employee performance at the Syarifudin Wonorejo Lumajang Islamic Institute. Keywords: Leadership, Motivation, Discipline, Employee Performance
Learning Organization, Mewujudkan Sekolah Unggul oleh Manusia Pembelajar di Lingkungan Pembelajar Syamsul Hadi HM; Muhammad Masyhuri; Nur Hafid
Bidayatuna Vol 2 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v2i2.440

Abstract

The low quality of our human resources reflects the low quality of our education system that produces the human resources. We have to reconstruct our educational system. Our educational system we will construct, must be able to build human resources comprehensively, in which the society goes to the learning society and the environment where the society does their activities goes to learning environment. It will be realized by developing Learning Organization. In Learning Organization, the organization supports individuals to keep on learning and enrich their capability as learning society. The actualization of Learning Organization in the learning environment, where all school components interact each other integratedly and each school component functions optimally, so they impulse effectively to the realization of effective school.
Learning Organization, Mewujudkan Sekolah Unggul oleh Manusia Pembelajar di Lingkungan Pembelajar Syamsul Hadi HM; Muhammad Masyhuri; Nur Hafid
Bidayatuna Vol 2 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v2i2.440

Abstract

The low quality of our human resources reflects the low quality of our education system that produces the human resources. We have to reconstruct our educational system. Our educational system we will construct, must be able to build human resources comprehensively, in which the society goes to the learning society and the environment where the society does their activities goes to learning environment. It will be realized by developing Learning Organization. In Learning Organization, the organization supports individuals to keep on learning and enrich their capability as learning society. The actualization of Learning Organization in the learning environment, where all school components interact each other integratedly and each school component functions optimally, so they impulse effectively to the realization of effective school.
Perspektif Sejarah Sosial dan Nilai Edukatif Pesantren dalam Pendidikan Islam Nur Aisyah Jamil; Muhammad Masyhuri; Nur Ifadah
Risalatuna: Journal of Pesantren Studies Vol. 3 No. 2 (2023): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v3i2.2527

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyebarkan dan mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya sepanjang sejarahnya. Artikel ini menyajikan sebuah tinjauan tentang sejarah sosial pesantren dan nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalamnya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan peran pesantren dalam membentuk masyarakat Muslim yang berbudaya dan berakhlak mulia serta memahami peran pentingnya dalam menyediakan pendidikan Islam yang holistik bagi generasi masa depan dengan mengedepankan pendidikan agama yang mendalam, pengembangan akhlak yang baik, dan pembinaan kemandirian. Peran pesantren dalam mempertahankan keberlanjutan Islam dan menyediakan pusat pembelajaran keislaman menegaskan pentingnya lembaga ini dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia.
Manajemen Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren Nahdlotut Tholibin Kalipenggung Lumajang Muhammad Nurkholes; Muhammad Masyhuri
Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2023): (July) Islamic Boarding School Studies
Publisher : CV. Murta Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/nusantara.v3i2.30

Abstract

Fasilitas sarana dan prasarana merupakan hal yang sangat urgen bagi pondok pesantren karena sarana dan prasarana yang nyaman akan menjadikan semua yang tinggal di pondok pesantren merasa nyaman sehingga dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan nyaman di pondok pesantren. Kenyamanan dalam belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Nahdhotut Tholibin Kalipenggung. Sumber data penelitan ini adalah wawancara kepada stek holder pondok pesantren mulai dari pengasuh, pengurus dan masyarakat sekitar serta dokumentasi pondok pesantren berupa buku laporan pertanggung jawaban pengurus pondok pesantren Pondok Nahdhotut Tholibin Kalipenggung Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah dokumentasi.