Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gambaran Epidemiologi Perlindungan Spesifik dan Deteksi Dini Anemia Kehamilan Pencegahan Risiko Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Wuri Ratna Hidayani; Hesti Adzani Ramadhanti; Imelda Sintya
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v5i2.1631

Abstract

Latar Belakang :Berdasarkan survey kepada kader Posyandu di Desa Cikunir menyatakan bahwa masih 70% yang memahami pentingnya specific protection dan early   diagnosis dalam pemeriksaan kehamilan anemia. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran epidemiologi perlindungan spesifik dan deteksi dini anemia kehamilan sebagai upaya pencegahan risiko stunting pada balita     di Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif . Populasi penelitian ini semua ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Singaparna. Sampel penelitian adalah 87 ibu hamil di Desa Cikunir dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan google form dan analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil : responden yang mengkonsumsi tablet Fe lebih banyak yaitu 79 responden (90,8%); menghentikan minum teh dan kopi saat konsumsi Fe yaitu 71 responden (81,6%); mengkonsumsi Fe tidak dengan air jeruk 80 orang (92,0%) sedangkan dengan air putih 80 orang (92,0%), mengkonsumsi Fe ketika letih dan lesu adalah 46 responden (52,9%); mengkonsumsi Fe tidak ada efek samping yaitu 80 orang (92,0%), konsumsi susu dan biskuit 79 orang (90,8%); mengkonsumsi bayam, kangkung, pakcoy, sawi  yaitu 60 orang ( 69,0%); mengkonsumsi telur, daging ayam, daging sapi, tempe, tahu, ikan memiliki proporsi tertinggi yaitu 80 orang (92,0%); kebiasaan mengkonsumsi suplemen beraneka ragam 55 orang (63,2%); tempat memeriksakan kehamilan paling banyak ke Bidan Praktek Swasta 49 orang (56,3%), melakukan pemeriksaan hemoglobin yaitu 63 orang (72,4%), responden yang menderita anemia yaitu 7 orang (8,0%).
Edukasi Kesehatan melalui Whatsapp tentang Deteksi Dini Anemia Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Cikunir Wuri Ratna Hidayani; Hesti Adzani Ramadhanti; Imelda Sintya; Ranti Nurqolbi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6965

Abstract

ABSTRAK Pengaruh anemia dalam kehamilan dapat berakibat fatal jika tidak segera di atasi diantaranya dapat menyebabkan keguguran, partus prematus, partus lama, atonia uteri dan menyebabkan perdarahan serta syok dan berdampak kematian. Persentase  ibu hamil di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang tidak memeriksakan hemoglobin ke fasilitas kesehatan sebanyak 24 orang dari 87 ibu hamil atau sebesar 29%. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya deteksi dini kehamilan pencegahan anemia melalui pemanfaatan media sosial whatsapp. Metode dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode online atau daring yang dikuti oleh 20 ibu hamil di Desa Cikunir. Tahapan pelaksanaan yaitu dengan penyampaian pre test, penyampaian edukasi kesehatan dan post test. hasil pengisian Pre Test dan Post Test. Dari 20 orang ibu hamil semua mengisi pre dan post test.. Berdasarkan isian Pre dan Post Test dapat diketahui bahwa nilai rata-rata Pre Test adalah 64.4 dan rata-rata nilai Post Test adalah 78,2. Sebanyak 20 orang mengalami kenaikan nilai dari Pre Test ke Post Test (100,0%). pelaksanaan kegiatan ini adanya kenaikan pengetahuan ibu hamil tentang deteksi dini anemia kehamilan sehingga diharapkan dapat melakukan pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) selama kehamilannya dalam pencegahan anemia kehamilan yang merupakan faktor risiko stunting bagi balita di masa mendatang Kata Kunci: Deteksi, Dini, Anemia, Kehamilan, Stunting  ABSTRACT Some of them can cause miscarriage, premature labor, prolonged labor, uterine atony and cause bleeding and shock and result in death. The percentage of pregnant women in Cikunir Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency who did not check hemoglobin at health facilities was 24 out of 87 pregnant women or 29%. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about the importance of early pregnancy detection and prevention of anemia through the use of WhatsApp social media. This method of community service uses an online or online method which is followed by 20 pregnant women in Cikunir Village. The stages of implementation are the delivery of pre-test, delivery of health education and post-test. the results of filling out the Pre Test and Post Test. Of the 20 pregnant women, all filled out the pre and post tests. Based on the Pre and Post Test entries, it can be seen that the average value of the Pre Test is 64.4 and the average value of the Post Test is 78.2. A total of 20 people experienced an increase in scores from Pre Test to Post Test (100.0%). The conclusion of the implementation of this activity is that there is an increase in knowledge of pregnant women about early detection of anemia in pregnancy so that it is hoped that they can carry out Ante Natal Care (ANC) examinations during their pregnancy in preventing pregnancy anemia which is a risk factor for stunting for toddlers in the future. Keywords : Early Detection, Anemia, Pregnancy, Stunting
Faktor-Faktor Terjadi Tindakan Kekerasan dalam Hubungan Remaja Adinda Bidari Hawa; Hariyani Sulistyoningsih; Wuri Ratna Hidayani
Jurnal Genesis Indonesia Vol. 1 No. 02 (2022): Jurnal Genesis Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.392 KB) | DOI: 10.56741/jgi.v1i02.81

Abstract

Kekerasan dalam hubungan remaja merupakan kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap teman lawan jenisnya dalam masa hubungan remaja yang mengakibatkan penderitaan bagi korban baik fisik maupun non fisik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan kekerasan dalam hubungan remaja pada siswi SMA. Penelitian ini merupakan  penelitian dengan data sekunder dan desain literature review. Pencarian di Google Scholar melalui tahapan pemilihan sesuai dengan kriteria inklusi. Dari 10 jurnal yang diperoleh, terdapat delapan jurnal yang membahas faktor-faktor kekerasan  dalam hubungan remaja yaitu faktor teman sebaya, jenis kelamin, pengetahuan, keterpaparan informasi media sosial, dan peran keluarga. Kajian menemukan ada hubungan atau pengaruh teman sebaya, media sosial, pengetahuan, dan peran keluarga.
Knowledge, Attitudes and Behaviors of the Adolescent Reproductive Health Triad: Case Study at the Vocational High School Ahmad Yudi Satriyono; Hariyani Sulistyoningsih; Wuri Ratna Hidayani
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 1 No. 01 (2022): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.6 KB) | DOI: 10.56741/bikk.v1i01.36

Abstract

Puberty is experienced by every teenager which is characterized by the maturity of the reproductive organs thus triggering the sexual impulse. If the sexual drive in adolescents is not controlled then it is at risk to the Adolescent Reproductive Health Triad. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the behavior of the Reproductive Health Triad at SMK Duta Pratama Indonesia Tasikmalaya City in 2021. This type of research is an analytical survey using a cross sectional design. The population and sample of this study are all students of SMK Duta Pratama Indonesia based on inclusion criteria. The instrument uses Gform and the data are analyzed univariately and bivariately. The results showed that the average knowledge score was 4.54, the average attitude score was 17.21, and the average behavior score was 5.51. There is no relationship between knowledge and behavior of the Adolescent Reproductive Health Triad p value = 0.135, and there is a relationship between attitudes and behavior of the Adolescent Reproductive Health Triad p value = 0.043. From the results of the study, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and behavior of the Adolescent Reproductive Health Triad and there is a relationship between attitudes and behaviors of the Adolescent Reproductive Health Triad. It is hoped that the school can instill spiritual values and provide adolescent reproductive health education in preventing risky behaviors in students.
Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Novie Rusliani; Wuri Ratna Hidayani; Hariyani Sulistyoningsih
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 1 No. 01 (2022): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.279 KB) | DOI: 10.56741/bikk.v1i01.39

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Pada tahun 2010 terjadi sedikit penurunan stunting menjadi 35,6%. Namun prevalensi stunting kembali meningkat pada tahun 2013, yaitu menjadi 37,2%. Menurut Kemenkes RI 2018, hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2015 prevalensi stunting di Indonesia adalah 29%. Angka ini mengalami penurunan pada tahun 2016 menjadi 27,5%, namun kembali meningkat menjadi 29,6% pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder dengan desain Literature Review dengan melakukan pencarian di Google Scholar melalui tahapan pemilihan sesuai kriteria inklusi sehingga mendapatkan 7 jurnal dari 7 jurnal yang berbeda yang berkaitan dengan topik pembahasan. Dari 7 jurnal yang didapat, terdapat variabel yang berhubungan yaitu BBLR, asi eksklusif, kelompok usia, tinggi badan ibu, CTPS, imunisasi dasar tidak lengkap, jenis kelamin, IMD, waktu pertama pemberian mp-asi yang terlalu dini, tingkat kecukupan zat besi dan seng, tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pelaksanaan kadarzi dan phbs. Variabel yang tidak berhubungan yaitu : Jumlah anggota rumah tangga, asupan energi, asupan protein, status pekerjaan ibu. Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Puskesmas dan Posyandu memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta memberikan makanan tambahan untuk anak balita serta memberikan penyuluhan tentang pentingnya status gizi dan pemberian asupan zat gizi pada anak balita. Ibu/keluarga harus melakukan pemantauan peetumbuhan dan perkembangan pada balita secara rutin ke posyandu dan memberikan asupan nutrisi yang baik untuk balita agar tidak terjadi stunting.
Faktor Risiko Kesehatan pada Anak Sekolah Dasar Nisa Budianti; Wuri Ratna Hidayani
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 1 No. 01 (2022): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.808 KB) | DOI: 10.56741/bikk.v1i01.40

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar bahwa 10 besar faktor risiko anak usia sekolah pada usia 10-14 tahun antara lain kurang konsumsi sayur dan buah sebesar 93,6%, tidak menggosok gigi setelah makan pagi sebesar 87,5 %, konsumsi makanan berpenyedap 75,7 %, tidak menggosok gigi sebelum tidur malam sebesar 71,3%, kurang aktivitas fisisk sebesar 66,9%, konsumsi makanan manis sebesar 63,1 %, perilaku BAB tidak benar sebesar 32,8%, konsumsi makanan asin sebesar 24,4%, dan pernah merokok sebesar 0,9%. Kajian ini betujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko kesehatan pada anak sekolah di SD N Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian observasional kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak SD N Cikadongdong tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah anak SD N Cikadongdong kelas 3 sampai dengan kelas 6 dengan teknik pengambilan sampling secara simple random sampling berjumlah 50 anak SD. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Dari hasil kajian diketahui bahwa perilaku pada anak SD N Cikadongdong secara umum sudah baik. Faktor risiko kesehatan pada anak SD N Cikadongdong paling tinggi adalah tidak menggunakan masker pada saat batuk atau pilek (60%), sedangkan paling rendah adalah BAK di sembarang tempat/tidak di toilet (4%).
Determinants of the Incidence of Hypertension in Indonesia Nina Nurjanah; Isyeu Sriagustini; Wuri Ratna Hidayani
Journal of Public Health Sciences Vol. 2 No. 01 (2023): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jphs.v2i01.257

Abstract

Indonesia is ranked first in non-communicable diseases (185,857 cases). The prevalence of hypertension based on the age of the elderly was 34.1% and increased by 7.6% from the previous year. This study aims to explain the factors that can be changed by the incidence of hypertension in the elderly aged 60 years in Indonesia. Research based on literature studies using Google Scholar. Accordingto the eligibility criteria, 7 articles were obtained according to the topic. The results of the study explained that the factors that can be changed are smoking habits, activity,stress, salt consumption, coffee consumption and diet. These factors have a relationship with the incidence of hypertension.
Pelatihan Screening Diabetes Mellitus bagi Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Wuri Ratna Hidayani; Yohanes Kristianto; Nuris Kushayati; Nurul Aini Suria Saputri; Arif Munandar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7681

Abstract

Berdasarkan observasi kegiatan Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Puskesmas Singaparna diketahui terdapat banyak pasien dengan rawat jalan dengan diagnosis diabetes mellitus dengan komplikasi pada pasien tersebut. Menurut Koordinator kader Pobindu Penyakit Tidak Menular (PTM) menyatakan bahwa pelatihan tentang screening diabetes mellitus belum pernah dilakukan sehingga belum menunjang dalam kegiatan Posbindu PTM dalam pencarian kasus diabetes mellitus. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu PTM dalam melakukan screening Diabetes Mellitus (DM) sebagai upaya pencegahan deteksi dini. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan melakukan screening dengan metode demonstrasi secara langsung. Kader Posbindu mendapatkan materi tentang cara melakukan tes kadar gula darah untuk menentukan status DM. Pelatihan diikuti oleh 16 kader Posbindu PTM di Desa Cikunir pada tanggal 12 September 2019. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, pelatihan screening diabetes mellitus, dan ditutup dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posbindu PTM dalam melakukan screening diabetes mellitus. Nilai rata-rata pre-test sebesar 60,0 dan meningkat menjadi 88,0 saat post-test. Pelatihan merupakan kegiatan yang penting sebagai upaya dalam five level of prevention PTM yang diantaranya berupa early diagnosis diabetes mellitus. Kegiatan diharapkan berdampak pada penurunan prevalensi DM dan pencegahan komplikasi DM karena secara dini masyarakat mengetahui status kesehatannya dengan screening DM.Based on observations of Prolanis activities at the Singaparna Health Center, it is known that there are many patients with outpatient care with a diagnosis of diabetes mellitus with complications in these patients. According to the Coordinator of Non-Communicable Diseases Pobindu cadres, he stated that training on diabetes mellitus screening had never been carried out, so it did not support PTM Posbindu activities in searching for cases of diabetes mellitus. This current community service purpose was to increase the knowledge and skills of Posbindu PTM cadres in screening DM to help prevent the disease. The method used in this community service was a demonstration to perform the DM screening. The Posbindu cadres were given training on how to measure blood sugar levels. This training was attended by 16 Posbindu PTM cadres from Cikunir Village on 12th September 2019. The training was conducted following this stage; the pre-test, the diabetes mellitus screening demonstration and the post-test. The training increased the knowledge and skills of the cadres in performing diabetes mellitus screening. This can be seen from the average score of the post-test (88.0), which is higher than the pre-test (60.0). This community service indicates the importance of the training as part of the non-communicable disease (NCD) five levels of prevention to reduce DM incidence. It is hoped that DM complications could also be resolved as people take care of their health by screening DM.
Pengolahan Kompos Sistem Bokashi dari Sampah Organik Limbah Dapur sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Mohammad Imam Sufiyanto; Ihwana As’ad; Euis Amalia; Mulono Aprianto; Wuri Ratna Hidayani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7617

Abstract

Permasalahan serius di desa Bunder adalah belum terbentuknya pengolahan sampah organik. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memiliki tujuan untuk mengatasi pengolahan sampah yang ditimbulkan oleh banyaknya sampah organik yang dibuang setiap harinya. Metode demonstrasi digunakan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos. Waktu pelaksanaan adalah 14 Juni-9 Juli 2021. Sasaran kegiatan ini ialah  masyarakat sekitar desa Bunder. Melalui kegiatan ini didapatkan beberapa kendala yang menghambat proses pengomposan, adanya belatung serta bau dari kompos yang dihasilkan namun menjelang pada minggu ke tiga bau dan belatung mulai hilang seiring terbentuknya kompos siap pakai. Kegiatan pengabdian berupa pengolahan dari sampah organik menjadi pupuk kompos yang telah dilakukan bisa menjadi satu pemecahan masalah dalam mengurangi sampah di lingkugan lingkup terkecil yaitu rumah. Oleh karena itu diperoleh simpulan bahwa pengolahan kompos menggunakan bokashi efektif dalam mengurai sampah organik sehingga akan mengurangi jumlah sampah organik di setiap rumah yang ada di Desa Bunder.A serious problem in Bunder village is that organic waste processing has not yet been established. This Community Service aims to overcome the processing of waste caused by the large amount of organic waste disposed of every day. The demonstration method is used in processing organic waste into compost. The implementation time is June 14-July 9, 2021. The target of this activity is the community around Bunder village. Through this activity, several obstacles were found that hindered the composting process, the presence of maggots and the smell of the compost produced but towards the third week, the smell and maggots began to disappear as ready-to-use compost was formed. Community service activities in the form of processing organic waste into compost that has been carried out can solve the problem of reducing waste in the smallest environment, namely the house. Therefore, it is concluded that composting using bokashi effectively breaks down organic waste to reduce the amount of organic waste in every house in Bunder Village. 
Factors Associated with the Incidence of COVID-19: A Case Control Study in Tasikmalaya, Indonesia Zahra Nurlaelasari; Wuri Ratna Hidayani
Journal of Public Health Sciences Vol. 2 No. 02 (2023): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jphs.v2i02.328

Abstract

This case-control study aimed to investigate the relationship between smoking habits, electronic cigarette use, vaccination status, comorbidities, and the incidence of COVID-19. A total of 63 participants, including 21 cases and 42 controls, were included based on specific criteria. Data were collected through a questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses. The results revealed that there was no significant association between smoking habits (p value= 0.287), e-cigarette use (p value= 0.114), and vaccination status (p value= 0.287) with the incidence. However, a significant relationship was observed between comorbidities and the incidence (p value= 0.000). These findings suggest that while smoking habits, e-cigarette use, and vaccination status may not be significantly associated with the incidence, comorbidities play a significant role. Further research and public health efforts are needed to explore preventive strategies and support individuals with comorbidities in reducing their susceptibility to COVID-19.