Apriza Apriza
Department Of Nursing, Faculty Of Health Sciences, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kampar, Riau, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Survey Sanitasi Lingkungan Penderita Common cold di Kabupaten Kampar APRIZA APRIZA; NENENG FITRIA NINGSIH
Jurnal Ners Vol. 2 No. 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.631 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i2.190

Abstract

Data sepuluh penyakit terbanyak di Kabupaten Kampar dalam beberapa tahun terakhir di dominasi oleh tingginya angka prevalensi penyakit Common Cold. Pada tahun 2016 angka prevalensi mencapai 13.413 penderita. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini banyak menyebar dikalangan anak-anak hingga dewasa. Penting untuk dilakukan penelitian terkait faktor risiko yang berkontribusi terhadap tingginya kasus ini dimasyarakat. Dari teori yang dikemukakan oleh Hendri L.Blum, Lingkungan merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan. Lingkungan ini erat kaitannya dengan peningkatan penyebaran virus dimasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan survey tentang sanitasi lingkungan rumah penderita Common Cold meliputi : Ventilasi, pencahayaan, kelembaban, jumlah hunian, sumber air bersih, sampah, dan SPAL di kabupaten Kampar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Common Cold di wilayah kerja Puskesmas Kuok yang berjumlah 132 responden . Teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa purposive sampling. Sedangkan disain penelitian yang digunakan adalah metode survey pendekatan cross sectional. Instrument penelitian yang  digunakan dalam penelitian ini berupa lembar checklist, observasi dan lembar wawancara kepada responden. Hasil penelitian yang didapat adalah terdapat 74 responden  (56.06%) yang memiliki Ventilasi rumah yang tidak baik.  70 responden  (53.03%) yang memiliki Kelembaban rumah yang tidak Memenuhi syarat. 70 responden  (53.03%) yang memiliki pencahayaan rumah yang tidak baik, 85 responden  (64.39%) yang memiliki kepadatan hunian yang baik, 70 responden  (53.03%) yang memiliki SPAL memenuhi syarat. 74 responden  (56.06%) yang memiliki Pembuangan sampah Memenuhi syarat. 112 responden (84.84%) yang memiliki ketersediaan air bersih sehat
PERBEDAAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN AVOCAD DAN JUS AVOKAD TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI KUOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK APRIZA APRIZA
Jurnal Ners Vol. 3 No. 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.635 KB) | DOI: 10.31004/jn.v3i2.406

Abstract

Penderita hipertensi di Indonesia ini cenderung mengalami peningkatan yaitu diperkirakan 15 juta orang per tahun. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan sistole diatas 140 mmHg, diastole di atas 90 mmHg). Gaya hidup merupakan faktor risiko penting timbulnya hipertensi pada seseorang termasuk usia dewasa muda dan lansia. Penelitian dikembangkan untuk memberikan terapi komplementer dalam menangani hipertensi. Salah satu jenis terapi komplementer adalah tumbuhan obat. Tumbuhan obat yang potensial dipercaya masyarakat dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, adalah avocad. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan efektifitas rebusan daun avocado dan jus daging buah avocado dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan desain penelitian two group pretest post test sampel penelitian ini adalah lansia yang berada di Kuok dengan responden sebanyak 30 orang yang diambil dengan cara purposive sampling . Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji T dua mean independen. Berdasarkan hail uji T dua mean independen di dapatkan bahwa nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan rebusan daun avocad sebesar 15,03 dan nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan jus avocad sebesar 11,33 dengan nilai p = 0,039< α = 0,05 , artinya ada perbedaan efektifitas rebusan daun avocad dan jus avocado terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi di Kuok. Disarankan rebusan daun avocad sebagai salah satu alternatif bagi lansia penderita hipertensi dalam menurukan hipertensi.
HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN APRIZA APRIZA
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.710

Abstract

Perawat dalam meningkatkan asuhan keperawatan untuk kebutuhan rasa kepuasan pasien hendaknya menerapkan penggunaan caring. Caring merupakan inti atau fokus dalam keperawatan sebagai bentuk praktik keperawatan profesional. Salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien dan caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawat tersebut bermutu atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan kepuasan pasien di RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada 04 s/d 25 April 2016, bersifat analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan data primer. Tehnik Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 127 responden yaitu pasien yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariatdengan uji chi square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa 88 (69%) responden mengatakan caring perawat baik dan 84 (66,1%) responden mengatakan puas. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kepuasan pasien, dibuktikan dengan nilai p value = 0,020 atau p < 0,05. Oleh karena itu diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk dapat memasukkan peningkatan perilaku caring perawat dalam pemberian rasa kepuasan ke dalam perencanaan dan tujuan pelayanan keperawatan sekaligus dibuat kebijakan terkait caring dan rasa kepuasan pasien.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS KONSUMSI JUS SEMANGKA DAN JUS BELIMBING WULUH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA APRIZA APRIZA
Jurnal Ners Vol. 4 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i1.714

Abstract

WHO (2015) mencatat hampir 1 milyar diseluruh dunia memiliki tekanan darah tinggi, hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia, ditahun 2020 sekitar 1,56 milyar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. Hipertensi membunuh hampir 8 milyar orang setiap tahunnya didunia dan hampir 1,5 juta orang setiap tahunnya berada di kawasan Asia Timur-Selatan. Sekitar sepertiga dari orang dewasa di Asia Timur-Selatan menderita hipertensi. Hipertensi menyebabkan bertambahnya beban kerja jantung dan menimbulkan kerusakan jantung dan pembuluh darah. Perubahan pola makan yang banyak mengandung kolesterol, protein, garam tinggi namun rendah serat pangan merupakan salah satu faktor risiko timbulnya hipertensi pada seseorang termasuk usia dewasa muda dan lansia. Penelitian dikembangkan untuk mendapatkan jenis terapi komplementer yang tepat untuk digunakan dalam menangani hipertensi. Beberapa tumbuhan obat yang potensial dan biasa digunakan masyarakat untuk menurunkan tekanan darah yaitu semangka dan belimbing wuluh. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan efektifitas jus semangka dan jus belimbing wuluh dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan desain penelitian two group pretest post test desaign. Sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Bangkinang Kota dengan responden sebanyak 30 orang yang diambil dengan cara purposive sampling . Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji T dua mean independen. Berdasarkan hasil uji T dua mean independen di dapatkan bahwa nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan jus semangka sebesar 15,03 dan nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan jus belimbing wuluh sebesar 11,33 dengan nilai p = 0,039< α = 0,05 , artinya ada perbedaan efektifitas jus semangka dan jus belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Bangkinang Kota. Disarankan jus semangka sebagai salah satu alternatif bagi penderita hipertensi dalam menurukan hipertensi.
EFEKTIFITAS JUS BUAH PEPAYA TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROL DI PUSKESMAS KAMPAR TAHUN 2020 REZA DESRELIA; APRIZA APRIZA; LIRA MUFTI AZZAHRI
Jurnal Ners Vol. 4 No. 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i2.1021

Abstract

Hiperkolestrolemia menyebabkan terbentuknya gumpalan lemak dalam pembuluh darah sehingga dapat berisiko aterosklerosis. Terapi non farmakologi salah satunya adalah menggunakan jenis sayur dan buah yang mengandung tinggi serat dan antioksidan seperti buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian jus buah pepaya terhadap kadar kolestrol pada penderita hiperkolestrol di Puskesmas Kampar tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan design penelitian ini menggunakan quasi experimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hiperkolesterol usia 20 – 40 tahun yang pernah datang berobat Puskesmas Kampar tahun 2020 sebanyak 44 orang dengan jumlah sampel adalah 15 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil peneliian ini didapatkan rerata kadar kolestrol sebelum diberikan jus buah pepaya 221,87 mg/dl, sedangkan rerata kadar kolestrol setelah diberikan jus buah pepaya 176,40 mg/dl. Setelah dilakukan uji t dependen didapatkan nilai p value 0,000 (< 0,05) artinya pemberian jus buah pepaya efektif terhadap penurunan kadar kolestrol pada penderita hiperkolestrol di Puskesmas Kampar tahun 2016. Diharapkan pada responden untuk dapat mengontrol kadar kolestrol ke Puskesmas secara rutin dan menghindari makanan – makanan yang dapat memicu kadar kolestrol menjadi tinggi serta mengupayakan mengkonsumsi obat herbal sebagai pengobatan hiperkolestrol sebagai jangka panjang sesuai dengan toleransi tubuh.
DISEMINASI TEKNOLOGI PEMURNIAN BIOGAS KOTORAN SAPI TERINTEGRASI PADA USAHA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT Aris Fiatno; Apriza Apriza; Rizqon Jamil Farhas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.092 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6992

Abstract

Abstrak: Program Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM) mengisyaratkan perlunya keselarasan antara kebutuhan untuk menjawab permasalahan masyarakat dan aspek lingkungan hidup. Permasalahan utama yang dihadapi adalah limbah kotoran sapi yang menumpuk di sekitar kandang dan menimbulkan bau, serta sumber energi bahan bakar LPG (Liquid Petroleum Gas) yang semakin langka. Mitra PTDM adalah Kelompok Peternak Sapi dan Ibu-ibu PKK di Desa Laboy Jaya. Metode yang diterapkan pada masyarakat Desa Laboy Jaya adalah sosialisasi pembuatan reaktor biogas dari limbah sapi, pelatihan pengisian kotoran sapi ke dalam reaktor dan pelatihan pembuatan pupuk padat dan cair. Tujuan PTDM ini untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penggunaan teknologi pemurnian biogas kotoran sapi. Hasil dari PTDM ini dapt mengurangi polusi udara yang ditimbulkan dari limbah sapi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dan menjadi bahan bakar alternatif pengganti LPG, hasil lain dari reaktor biogas adalah bio slurry yang dimanfaatkan mitra Ibu-ibu PKK sebagai bahan pembuatan pupuk oganik dengan teknologi tepat guna sehingga didapatkan pupuk organik yang siap pakai.Abstract: The Program for Technology Products Disseminated to the Community (PTDM) implies the balance between community problems and environmental aspects. The main problems faced were cow dung waste that accumulated around the barn and caused an odor. On the other side, it is an increasingly scarce energy source for LPG (Liquid Petroleum Gas) fuel. PTDM partners are Cattle Breeders and PKK Women in Laboy Jaya Village. The method applied is socializing on making biogas reactors from cow waste, training on filling cow dung into the reactor, and training on making solid and liquid fertilizers. The purpose of PTDM is to improve the economy and welfare of the community through the use of cow dung biogas purification technology. This PTDM could reduce air pollution caused by cow waste that was not previously used and become an alternative fuel to replace LPG. Another result of the biogas reactor is bio-slurry which PKK partners use as an ingredient for making organic fertilizers with appropriate technology to get ready to use organic fertilizer.
MINI LOKAKARYA : PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI CALON IBU, IBU HAMIL, IBU MENYUSUI DAN BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN SALO Erlinawati Erlinawati; Milda Hastuty; Apriza Apriza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7984

Abstract

Salah satu gangguan kesehatan yang berdampak pada bayi yaitu stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronik. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu cara mencegah stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada calon ibu dan ibu hamil. Berdasarkan permasalahan pengabdi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada program mini lokakarya di Kecamatan Salo Kabupaten Kampar, kegiatan yang dilakukan yakni memberikan pendidikan kesehatan kepada calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan perangkat Desa. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat (PkM) dilaksanakan melalui metode ceramah diskusi dan metode demonstrasi/latihan, lokasi pengabdian masyarakat di Kantor Camat Kecamatan Salo Kabupaten Kampar. Sasaran adalah calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan perangkat Desa sumber data ; BKKBN Kecamatan Salo. Pelatihan ini diikuti oleh 10 calon ibu, 10 ibu hamil, 10 ibu menyusui dan 15 Perangkat Desa, total sasaran kegiatan adalah 45 orang. Pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan senam hamil mayoritas (87,5 %) memiliki pengetahuan rendah, sedangkan sesudah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana mayoritas (88,9 %) pada kategori berpengetahuan tinggi. Pengetahuan perangkat desa sebelum diberikan pelatihan program pencegahan stunting mayoritas (80%) rendah, sedangkan sesudah diberikan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana mayoritas (80%) pada kategori pengetahuan tinggi.
A Analisis Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Hipertensi di Kuok Kabupaten Kampar Apriza Apriza; Muhammad Nurman
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss2.1169

Abstract

Hypertension is known as the most worrying disease and has a high risk of death and is known as the silent killer. The increase in the total number of cases of hypertension is mostly caused by lifestyle factors. Smoking is a lifestyle that can be controlled, it takes ten seconds for nicotine to reach the brain. This study aims to analyze the relationship between smoking and hypertension in the Technical Implementation Unit (UPT) of the Regional Public Service Agency (BLUD) Kuok Health Center, Kampar Regency in 2021. The study was conducted using a cross-sectional method. The study population was patients who visited for treatment at UPT BLUD Puskesmas Kuok, sampling was done by purposive sampling technique. The sample consisted of 75 patients who visited the adult polyclinic for treatment. The research instrument was a checklist sheet and a questionnaire about smoking habits and hypertension. Research data shows that the number of hypertension sufferers who smoke reaches 52 people or 83.9%. The significance value (p-value) of the relationship between hypertension and smoking habits is 0.003 indicating that there is a relationship between smoking habits and hypertension. The OR value is 6.067, which means that the risk of hypertension is 6.067 times higher for smokers than non-smokers.
Exploring the Impact of Lifestyle Habits and Environmental Factors on the Risk of Hypertension in Rural Populations Apriza, Apriza; Shafie, Zainab Mohd; Langputeh, Prapaporn; Nurman, Muhammad
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 21 No 1: January 2026
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.21.1.17-25

Abstract

Background: Hypertension remains a significant risk factor for cardiovascular disease (CVD), stroke, and kidney failure, particularly in low- and middle-income countries (LMICs), where access to healthcare is often limited. This study explores the impact of lifestyle habits and environmental factors on the risk of hypertension in rural ethnic minority populations.Method: A cross-sectional study was conducted with 1,500 participants from the rural area of Tarai Bangun village in Kampar Regency, Riau Province, Indonesia, focusing on lifestyle habits such as eating habits, physical activity, smoking, alcohol consumption, and environmental conditions like air quality, pedestrian convenience, and access to health. This study used stratified random sampling, bivariate test analysis, and multivariate logistic regression analysis. This study aimed to determine the impact of lifestyle habits and environmental factors on hypertension in rural communities.Result: The prevalence of hypertension in this population was 45.6%, with rural areas having a higher incidence of systolic-diastolic hypertension (SDH) than urban populations, who had a higher prevalence of isolated systolic hypertension (ISH). Major lifestyle factors such as smoking (39.7%), alcohol consumption (45.6%), and high sodium intake, all had a substantial association with hypertension in both urban and rural settings. Environmental factors such as poor pedestrian convenience and limited access to healthcare were found to contribute to a higher prevalence of hypertension among rural populations. In contrast, better air quality and access to green space were associated with lower rates of hypertension in urban settings. Socio-economic factors, especially lower income and education levels, are also associated with an increased risk of hypertension. The study highlights the importance of tailored public health interventions in rural ethnic minority populations, with a focus on reducing risky behaviors such as smoking and alcohol consumption, improving eating habits, and increasing access to health care. In addition, urban and environmental planning policies that encourage physical activity and improve air quality can considerably lower the risk of hypertension in urban populations. These findings underscore the importance of addressing lifestyle and environmental factors when managing hypertension in underserved rural communities.