Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DAMPAK KOMUNIKASI POLITIK DAN OPINI PUBLIK TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT Sitti Rabiatul Wahdaniyah
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.831 KB) | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol15.Iss1.149

Abstract

Openness of access to information in the digital era provides opportunities for political parties through tiered structures to build political communication, related to efforts to achieve democratic life and increase the degree of quality of public trust in political parties as a constitutional forum. Through communication of political issues and ideas, political parties seek to obtain a number of individual opinions accumulation openly and form public opinion through an activity in the form of a debate debate, or exchange of information between individuals who are in a group. The impact of political communication and public opinion on people's behavior cannot be generalized, because of the different effects it has on each individual due to differences in age, sex, religion, education, intelligence, occupation, socio-economic class, and so on. In addition, the public is a human being who can accept, reject, question, criticize so that with so many sources of information, the public can compare messages from one media with messages from other media, or with messages from public figures or authorities he trusts.
Pemberdayaan Ekonomi Pada Perempuan Melalui Program Berkelanjutan Sitti Rabiatul Wahdaniyah; Lestari, Yulian Sri; Sunardi
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 3 (2025): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i3.3562

Abstract

Beberapa studi telah menyimpulkan bahwa skema pemberdayaan pada perempuan masih mengabaikan aspek gender. Artikel ini akan melihat pemberdayaan dari perspektif perempuan. Berlokasi di Makassar, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada pemberdayaan dompet dhuafa. Artikel ini menemukan bahwa pemberdayaan pada perempuan melalui program berbasis “on goin” telah terbukti mampu berkontribusi pada perempuan. Ada dua kontribusi langsung yang bisa dilihat, Pertama peningkatan pada ekonomi perempuan, kedua peningkatan keterampilan sosial pada perempuan. Penelitian ini berguna untuk memperluas wawasan dalam memahami pemberdayaan dari perspektif perempuan. Selain itu, secara praktis penelitian ini sangat bermanfaat terutama bagi pengambil kebijakan untuk melakukan intervensi pemberdayaan pada perempuan sesuai dengan tingkat kerentanan perempuan. Abstraksi kasus yang disajikan pada artikel ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Indonesia dalam mendesain program pemberdayaan yang berorientasi pada perempuan. Untuk itu, di bagian terakhir kami menyarankan beberapa poin untuk memperluas dan menduplikasi model pemberdayaan “Berkelanjutan” yang pada penelitian ini telah terbukti membantu perempuan
WARGA BANTU WARGA: MODAL SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN NON GOVERMENT YANG MEMPERKUAT PEMERINTAHAN DESA DI SIGI KELUAR DARI KRISIS Muthia; Sitti Rabiatul Wahdaniyah; Sunardi
Musawa: Journal for Gender Studies Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/msw.v16i1.3197

Abstract

This article will examine how social capital in rural areas, manifested through the citizen-help-citizen movement, has contributed to residents and village governments overcoming the crisis problems caused by the pandemic. There are two movements of citizens helping residents: the women's network at the neighborhood level and the roa guard roa movement. This research took place in rural Sigi, Central Sulawesi. Data collection was carried out through interviews using fieldwork. We frame these findings through the lens of Non-Governmental Innovation with a starting point in the social capital of citizens. We argue that non-governmental innovation has created natural disaster management. The experience of residents going from one disaster condition to another produces collective navigation for residents. They finally have some knowledge tools that can be used when facing a crisis, such as knowing what to do and how to do it. This knowledge tool helps governments at the village level in minimizing the risk of crisis due to disasters.
Digital Era Governance Memperkuat Penyelenggaraan Pemerintahan Pasca Pandemi Burhan, Reksa; Sitti Rabiatul Wahdaniyah; Ade Irma Surani Haliq
JIAPI: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Pemerintahan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jiapi.v5i1.7828

Abstract

Perkembangan digital yang berangsur-angsur berlangsung di desa menyisahkan pertanyaan besar mengenai bagaimana pemerintahan desa harus berbenah sebagai upaya untuk merepson perubahan tersebut. Di beberapa tahun terakhir ini, pertanyaan serupa hampir terdengar di banyak pertemuan-pertemuan baik yang berlangsung oleh praktisi maupun akademisi. Sayangnya, pertanyaan tersebut hanya berhenti pada debat ruang-ruang formal baik oleh praktisi maupun oleh akademisi. Bagi akademisi, merespon perubahan digital sebatas meributkan ide, namun sangat miskin bayangan imajinatif soal apa yang diributkan benar-benra terjadi dilapangan ataukah tidak. Sekaligus pada sisi yang oleh para praktisi, beribut dalam soal pelaksanaan tetapi sangat miskin dengan konsep sebagai pisau analisis sehingga tidak jarang perdebatan berheti dipersimpangan jalan. Penelitian ini akan berlangsung di desa Kambo di Sulawesi Selatan, menggunakan pendekatan Digital Era Governance (DEG). Dengan argumen, bahwa perubahan digital yang berlangsung diluar arena pemerintahan telah berdampak besar terhadap sistem pemerintahan yang ada di Indonesia khususnya di level terbawah. Penelitian akan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik penggumpulan data berupa wawancara dan observasiPenelitian berlanggsung di kelurahan Kambo. Dan desa Kalukubula