Novina Novina
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Hubungan Awitan Pengobatan Hipotiroid Kongenital dengan Gangguan Perkembangan Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Adhitya Agung Pratama; Alex Chairulfatah; Novina Novina; Faisal Faisal; Eddy Fadlyana
Sari Pediatri Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp21.1.2019.16-23

Abstract

Latar belakang. Hipotiroid kongenital (HK) adalah kondisi kekurangan hormon tiroid, tiroksin, dan tri-iodotironina sejak lahir yang dapat menyebabkan gangguan organogenesis sistem saraf pusat serta metabolisme tubuh. Penderita HK yang tidak diterapi dapat berlanjut menjadi individu dengan gangguan perkembangan. Data di Indonesia dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak tahun 2000-2013, angka kejadian HK pada bayi baru lahir sebanyak 1:2736. Tujuan. Mengetahui hubungan awitan pengobatan dengan gangguan perkembangan pada anak dengan HK.Metode. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang dilakukan periode bulan Agustus–November 2018. Subjek HK datang kontrol ke klinik rawat jalan endokrin dan tumbuh kembang RS. Hasan Sadikin, berusia <36 bulan dan mendapat terapi levotiroksin, dilakukan penilaian perkembangan dengan pemeriksaan Denver dan CAT/ CLAMS (cognitive adaptive test/ clinical linguistic auditory milestone scale). Analisis data menggunakan uji chi-kuadrat dan Mann Whitney (p<0,05). Hasil. Terdapat 92 kasus HK, 12 dieksklusi, subjek terdiri dari 38 laki-laki dan 42 perempuan dengan rerata usia diagnosis 3,0 bulan (0,5–22,0 bulan). Didapatkan adanya hubungan usia saat diagnosis dan awitan pengobatan dengan gangguan perkembangan (p<0,001). Usia saat diagnosis dan awitan pengobatan >3 bulan lebih banyak mengalami gangguan perkembangannya.Kesimpulan. Pasien HK yang terlambat didiagnosis dan diberikan terapi akan mengalami gangguan perkembangan yang lebih banyak. 
Pengaruh Metode Shared Medical Appointments Terhadap Perbaikan Kontrol Metabolik Penderita Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak dan Remaja Faisal Faisal; Novina Andriana
Sari Pediatri Vol 20, No 3 (2018)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.181 KB) | DOI: 10.14238/sp20.3.2018.138-45

Abstract

Latar belakang. Metode sharing medical appointment (SMAs) merupakan program intervensi edukasi yang melibatkan peran keluarga, pengalaman sesama pasien, motivasi, dukungan komunikasi dari dokter dan edukator untuk pasien dengan penyakit kronik. Tujuan. Mengetahui keefektifan metode SMAs terhadap perbaikan kontrol metabolik DM tipe-1 pada anak dan remaja. Metode. Penelitian analitik dengan rancangan randomized controlled trial untuk membandingkan kontrol metabolik kelompok SMAs berdurasi 60 menit setiap pertemuan dengan kelompok individual. Data demografi, klinis, dan HbA1C dikumpulkan dan dianalisis serta dilakukan uji T untuk membandingkan perbedaan rerata kadar HbA1C dan uji repeated ANOVA untuk membandingkan rerata sekuensial HbA1C pada dua kelompok dengan nilai kemaknaan p<0,05. Hasil. Masing-masing 20 subjek kelompok SMAs dan kelompok IMA disertakan dalam penelitian dengan rerata kadar HbA1C berturut-turut untuk kelompok SMAs adalah 9,73±1,8 pada bulan ke-0, 8,7±1,3 bulan ke-3 dan 8,54±0,7 pada bulan ke-6, lebih baik dibandingkan pada kelompok IMA yaitu 9,57±1,6 pada bulan ke-0, 9,26±1,1 bulan ke-3 dan 9,86±1,2 bulan ke-6. Perbedaan rerata HbA1C didapatkan pada perbandingan bulan ke-0 vs ke-6 [p<0,05 IK95%: 1,32 (0,69-1,95)]. Pada kelompok SMAs didapatkan perbedaan rerata HbA1C antara bulan ke-0 vs ke-3 (p<0,05) dan bulan ke-0 vs ke-6 (p<0,05) tetapi tidak berbeda pada bulan ke-3 vs ke-6 (p>0,05). Kesimpulan. Metode SMAs dengan durasi 3 bulan efektif dalam memperbaiki kontrol metabolik penderita DM tipe-1 pada anak dan remaja.