Anjing lokal yang dijadikan kasus berumur tiga bulan, belum pernah divaksin, sudah mengalami pembesaran abdomen selama kurang lebih tiga minggu, awalnya terjadi pembesaran pada daerah mandibula kemudian pemilik memberi Piperazine citrate dan pembengkakan mulai berkurang tetapi daerah bagian abdomen mulai terjadi pembesaran, hewan tidak pernah diobati oleh dokter hewan atau petugas kesehata hewan, nafsu makan dan minum baik, hewan diberi pakan berupa nasi dan ikan, hewan tidak dikandangkan, ada salah satu anjing juga yang mengalami pembengkakan pada daerah mandibula, populasi anjing ada tiga ekor anak anjing (umur tiga bulan) dan satu induk anjing. Berdasarkan riwayat penyakit, tanda klinis, pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan uji hati dan ginjal, serta pemeriksaan feses anjing kasus terindikasi mengalami Asites, Helminthiasis (Ancylostomiasis dan Dipylidiasis), serta anemia mikrositik hipokropik. Terapi untuk kasus asites yang diberikan berupa pemberian Furosemid dengan dosis pemberian 0,58 ml (dosis anjuran 2,5-5 mg/kg dan dosis sediaan 10 mg/ml) dua kali sehari dengan interval waktu pemberian 6-8 jam dan di injeksi melaui Intramuskular. Terapi dilakukan hingga edema pada abdomen menurun. Pemberian Pyrantel Pamoate pada kasus Helminthiasis dilakukan dengan dosis pemberian 0,64 ml (dosis anjuran 5 mg/kg, dosis sediaan 12,5 mg/ml, berat badan anjing 1,6 kg). Diberikan per oral setelah makan dan dilakukan pemberian pengulangan pada hari ke 7-10. Pada hari ke-6 setelah pengobatan asites hewan mengalami muntah dan muncul pustula pada abdomen sehingga hewan ditangani dengan pemberian Metoclopramide HCL dengan dosis pada anjing kecil yaitu 6-8 tetes, diberikan tiga kali sehari sampai hewan sembuh, dan pemberian satu jam sebelum hewan diberi makan. Kondisi hewan setelah dilakukan pengobatan dan terapi yaitu pembesaran pada abdomen mulai menghilang, hewan mengalami penurunan berat badan 2,35 kg menjadi 1,6 kg, konsumsi air dan nafsu makan hewan menjadi meningkat.