Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengintegrasian Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Ahmad Susanto
JUSEDA Vol 1 No 1 (2017): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.412 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v1i1.111

Abstract

Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya teknologi informasi, serta pasar bebas, APTA memberikan tantangan yang luar biasa bagi ekstensi dan kontinuitas generasi bangsa. Demikian pula terhadap peradaban manusia, termasuk para pelajar semakin lama semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki dan Islami. Menyikapi perkembangan tersebut, sekolah diharapkan dapat mempersiapkan peserta didiknya untuk mampu bersaing pada pasar bebas dan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang islami, mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajarannya.
STRATEGI PEMBELAJARAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK SELAMA LIBURAN SEKOLAH PADA MASA COVID 19 Zulfitria Zulfitria; ahmad Susanto; Sriyanti Rahmatunnisa; Zainal Arif; Tyasti Aryandini
Jurnal Holistika Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/holistika.7.1.67-72

Abstract

The purpose of this study was to find out what learning strategies were used by parents in developing children's creativity at home during school holidays during the Covid 19 period. The current condition, namely the Covid-19 pandemic, parents play a very central role, accompanying their sons and daughters studying at home. The role of parents during a pandemic can cause various things that can be positive or negative. What are the parents' strategies for discovering new things so that children can play and learn and be creative at home in a pleasant atmosphere, so that children can refrain from playing outside the home without parental assistance to prevent the spread of Covid-19. This study uses a qualitative method with a qualitative descriptive approach. Retrieval of data with observation techniques, interviews and documentation. This research was conducted in June 2022 during school holidays. With three elementary school-aged children as research subjects. From the results of the study it can be seen that parents must have good learning strategies so that children during school holidays continue to gain other knowledge and become creative children.
Pengembangan Kebijakan Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal Triyatni; Ahmad Subagyo; Muhamad Sofian Hadi; Ahmad Susanto
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 7 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i7.8915

Abstract

This study aims to examine the development of Islamic education policies based on local wisdom values. Islamic education, which has traditionally been normative, often overlooks local socio-cultural aspects. This research uses a descriptive qualitative approach through literature review and document analysis. The findings indicate that integrating local wisdom into Islamic education policies can strengthen students' character, develop contextual Islamic identities, and foster a more holistic educational system. Therefore, the development of Islamic education policies based on local wisdom is crucial for creating an education system that is relevant to the community context.
Konsep Dan Implementasi 3 Pilar Deep Learning Pada Pendidikan Dasar Izza Umami; Ahmad Susanto
Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 No 2 Tahun 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The transformation of education in the era of the Merdeka Curriculum demands a deeper, more meaningful, and enjoyable learning approach. This article discusses the concept and implementation of the three pillars of deep learning—mindful learning, meaningful learning, and joyful learning—which serve as the foundation of 21st-century education. These three pillars are examined as alternatives to surface learning approaches that tend to be shallow and memorization-oriented. This study employs a literature review method, drawing on relevant national and international sources, including recent research findings. The results indicate that applying deep learning in primary education can enhance critical thinking skills, foster active student engagement, and connect learning to real-life contexts. However, challenges in implementation remain, particularly in aspects such as teacher competency, infrastructure, and the readiness of students and parents. This article recommends strengthening teacher capacity, reformulating the curriculum, and integrating technology as strategic solutions. Keywords: Deep Learning, Merdeka Curriculum, Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning, Primary Education.
PENGEMBANGAN MEDIA FABEL DIGITAL BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Ahmad Sofyan; Ahmad Susanto
Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Elementary Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/fgbce795

Abstract

AHMAD SOFYAN : Pengembangan Media Fabel digital Berbantuan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Tesis. Jakarta : Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Jakarta, 2026 Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah, karena menjadi fondasi dalam memahami berbagai materi pembelajaran. Namun, masih ditemukan siswa kelas II yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kurang menariknya media pembelajaran yang digunakan serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran literasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media fabel digital berbantuan Artificial Intelligence (AI) yang layak dan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Pada tahap analysis dilakukan identifikasi kebutuhan siswa, analisis permasalahan membaca permulaan, dan analisis kurikulum. Tahap design meliputi perancangan storyboard, alur cerita fabel, serta desain tampilan media. Tahap development dilakukan pembuatan media fabel digital berbasis AI, validasi oleh ahli media dan ahli materi, serta revisi produk. Tahap implementation dilakukan uji coba media pada siswa kelas II, sedangkan tahap evaluation dilakukan untuk menilai efektivitas dan perbaikan akhir media. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II di SD Perguruan Buddhi dan SDN Gebang Raya 1, yang terdiri dari empat kelas, yaitu SD Perguruan Buddhi kelas II A berjumlah 21 siswa dan kelas II B berjumlah 21 siswa dan SDN Gebang Raya 1 kelas II A berjumlah 32 siswa dan kelas II B berjumlah 32 siswa, sehingga total subjek penelitian berjumlah 106 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri atas tes membaca permulaan (pretest dan posttest), lembar validasi ahli media dan ahli materi, lembar observasi, serta angket respon siswa dan guru. Pengujian media dilakukan melalui uji validasi ahli untuk mengetahui kelayakan media dari aspek materi, bahasa, dan tampilan media. Selanjutnya, efektivitas media diuji melalui penerapan desain one group pretest-posttest untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media fabel digital berbantuan AI yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan berdasarkan hasil validasi ahli media dan ahli materi. Selain itu, penggunaan media menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Media ini juga memperoleh respon positif dari siswa dan guru karena dinilai menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas II sekolah dasar. Dengan demikian, media fabel digital berbantuan Artificial Intelligence dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Kata kunci: Artificial Intelligence, fabel digital, membaca permulaan, sekolah dasar, media pembelajaran.