This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknodik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SEKOLAH MENENGAH ATAS TERBUKA (SMA TERBUKA): SEBUAH MODEL PENDIDIKAN YANG FLEKSIBEL Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.906 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.472

Abstract

Data Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional (BalitbangDepdiknas, 2000) mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran 1999/2000 terdapat jumlah lulusan SMP/MTs sebanyak 2,66 juta orang. Dari jumlah lulusan ini, yang melanjutkan pendidikan ke tingkat pendidkan berikutnya hanya 1,78 juta anak (66,9%). Pada tahun yang sama, jumlah peserta didik yang putus sekolah pada pendidikan sekolah menengah berjumlah 243.100 peserta didik dari 5,6 juta peserta didik (9,03%). Apabila data ini dapat dianggap sebagai keadaan ratarata setiap tahun, maka akan terjadi akumulasi yang semakin besar dari tahun ke tahun mengenai jumlah peserta didik yang putus sekolah pada pendidikan menengah dan peserta didik yang tidak melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah; terlebih lagi jika tidak dilakukan intervensi. Menghadapi keadaan yang demikian ini, dibutuhkan suatu model/sistem pendidikan alternatif yang inovatif dan fleksibel yang dapat mengatasi masalah/kendala kesempatan belajar. Dalam kaitan ini, SMA Terbuka sebagai sebuah alternatif model/sistem pendidikan yang inovatif dan fleksibel telah dirintis di 7 lokasi di 6 provinsi sejak tahun 2001/2002. Tulisan ini akan membahas berbagai aspek tentang model/sistem pendidikan SMA Terbuka sebagai sebuah model pendidikan yang fleksibel.
PEMANFAATAN PERANGKAT TIK BANTUAN USO UNTUK PEMBELAJARAN DI SMPN 2 SAKRA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Supandri - supandri; Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.544 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.505

Abstract

Universal Service Obligation (USO) merupakan program gratis penyedia jasa berbasis WiFi dari pemerintah pusat sebagai ruang pelayanan publik untuk teknologi internet (interconnection networking). Program ini merupakan program kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tujuannya adalah memfasilitasi sekolah-sekolah di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) agar dapat memanfaatkan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan sarana pendukungnya untuk kepentingan pembelajaran dan komunikasi. Guru dan peserta didik diharapkan dapat memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk mengakses konten pembelajaran melalui berbagai sumber sehingga kegiatan pembelajaran menjadi menarik dan sekaligus menantang. Tulisan ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan di SMPN 2 Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fokus penelitian ini adalah mengenai sejauh mana pemanfaatan fasilitas TIK bantuan USO untuk pembelajaran,baik yang berkaitan dengan pelaksanaan, dampak, tantangan, dan peluang pengembangannya.Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana perangat TIK bantuan USO sudah dimanfaatkan untuk pembelajaran. Metoda yang digunakan untuk mendapatkan data dan informasi adalah wawancara, observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Data dan informasi yang telah dikumpulkan, dikelompokkan untuk dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa belum semua guru dan peserta didik memanfaatkan perangkat TIK bantuan USO yang tersedia di sekolah untuk pembelajaran. Universal Service Obligation (USO) is a Free Wifi Service Program from the central government for the public (interconnection networking). This is a collaborative program between the Ministry of Communication and Informatics and the Ministry of Education and Culture. The objective of the program is to facilitate schools in the frontier, remote, and left areas in utilizing ICT and supporting infrastructures for the necessity of learning and communication purposes. It is hoped that teachers and students can optimally utilize it in accessing the learning contents so that the learning activities become interesting as well as triggering. This article is a case study conducted in SMPN 2 Sakra, Lombok Timur District, Nusa Tenggara Barat Province. The focus of this study is the utilization of USO-ICT equipment for learning, related to the conduct, impact, challenges,and its development possibility. The objective of this study is to know how far the USO-ICT equipment and its facility has been utilized for learning. The data and information is collected through interview, observation,and documentation. Then, the gathered data and information is grouped to be analyzed and presented descriptively. The result shows that not all teachers and students have already utilized the available USO-ICT equipment for learning.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TERBUKA/JARAK JAUH Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.099 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.535

Abstract

The idea of implementing Distance Education (DE) is to educationally serve the people who cannot be served by the existing face-to-face educational institutions due to one and some other reasons. Some of the constraints faced, as generally exposed, are in term of geographical distance and difficulty, transportation, time, limited budget, and physical disadvantages. In the very beginning stage, the learners of DE programs were adults. In the later development, DE institutions serve people not only adults but also those who are still at the school-age stage, from kindergarten to higher education. Not only the learners vary but also the technology/media used to deliver the learning contents, from the very old one (print technology) to the newest one (electronic technology). Currently many distance education institutions in developing countries use printbased technology as the main DE medium as the use of communications technologies is often cost-prohibitive. Almost all institutions in the Southeast Asian Countries that have already implemented distance education approach in their educational development still use print technology as a very important medium in delivering the programs. Even though some countries have used the internet technology as another potential alternative in delivering their distance learning contents. In this paper, the discussion will focus on the use of technologies in delivering distance learning contents, starting from print up to internet technologies.
BAGAIMANA MEMUDAHKAN PESERTA DIDIK MEMPELAJARI MODUL? Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.918 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.549

Abstract

Bahan belajar mandiri cetak atau yang disebut modul merupakan bahan belajar utama yang dikembangkan oleh sebagian besar institusi/lembaga penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh untuk digunakan membelajarkan para peserta didiknya. Modul tidak hanya berisikan materi pembelajaran (self-contained) tetapi juga memuat berbagai petunjuk/penjelasan tentang cara-cara mempelajari modul dan ruang atau tempat bagi peserta didik untuk melakukan penilaian sendiri mengenai kemajuan belajarnya (learning guides and steps). Selama mempelajari modul, peserta didik senantiasa dimotivasi/didorong untuk terus-menerus aktif mempelajari modul termasuk mengerjakan soal-soal latihan/tugas dan tes. Umpan balik terhadap hasil pekerjaan peserta didik juga terdapat di dalam modul. Petunjuk/penjelasan yang terdapat di dalam modul dimaksudkan untuk membantu mempermudah peserta didik mempelajari dan menguasai materi pembelajaran. Petunjuk/penjelasan tentang cara-cara mempelajari modul atau yang disebut juga sebagai “petunjuk belajar“ dinilai sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik belajar. Mengapa? Karena kegiatan pembelajaran pada pendidikan terbuka dan jarak jauh hampir sepenuhnya dilaksanakan peserta didik melalui interaksinya dengan sumber belajar, tanpa atau dengan seminimal mungkin bantuan orang lain. Terlebih lagi apabila modul ditujukan kepada peserta didik usia pendidikan dasar dan menengah. Esensi kegiatan belajar yang demikian inilah yang harus benar-benar diperhatikan oleh penulis modul. Tulisan tentang “Bagaimana Memudahkan Peserta Didik Mempelajari Modul?“ ini dinilai penting karena membahas hal-hal praktis yang diharapkan akan dapat membantu penulis modul merumuskan/memberikan cara-cara dan langkah-langkah mempelajari modul
TANGGAPAN AWAL TERHADAP PEMANFAATAN TIK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KABUPATEN BELU Rahmi Rivalina; Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.529 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.579

Abstract

Penetapan sekolah sebagai perintisan di bidang pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di daerah 3T didasarkan atas hasil studi penjajagan dan kelayakan ke beberapa sekolah di wilayah yang sama yang dilakukan Pustekkom sebelumnya. Di masing-masing propinsi dipilih satu Sekolah Dasar (SD) atau yang sederajat dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau yang sederajat di antara beberapa sekolah yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Kemudian, sekolah yang terpilih dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), fasilitas/peralatan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran (antena parabola, laptop, TV 35 inci, LCD, dan layar), dan pelatihan para guru di bidang pemanfaatan TIK untuk pembelajaran (baik guru maupun teknisi). Pada tahap awal pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, Pustekkom melakukan penelitian untuk mengetahui tanggapan awal kepala sekolah, guru, peserta didik dan orangtua, serta tokoh masyarakat melalui wawancara, angket, observasi, focus group discussion (FGD) di SD Satap Sabulmil dan SMP Satap Sabulmil di Kabupaten Belu-Propinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil analisis data dan informasi, tanggapan awal para responden (Kepala Sekolah, guru, orangtua, dan tokoh masyarakat) sangat positif. Informasi yang diharapkan dari responden peserta didik adalah mengenai kebiasaan belajar mereka sehari-hari. Informasi yang dihasilkan dari studi ini dinilai sangat bermanfaat untuk keberlangsungan kegiatan perintisan.The arrangement of schools that are designated as pilot projects of ICT implementation for learning in frontier, remote and less developed areas based on the exploratory and feasibility studies conducted before in several schools by Pustekkom (ICT Center for Education). Within every province, one primary school/suited; one junior high school/suited that were able to fulfil the requirements had been designated among other schools. The previous constraints faced by the school principals, such as the inavailability of electricity and the equipments needed for ICT implementation for learning at schools had been overcome by providing pilotting schools with complete equipments needed for the ICT implementation, such as: (1) solar cell power-based for electricity, (2) five units of laptop and one local server laptop, (3) parabolic anthenna to receive learning and education programs from TV Edukasi, (4) a35 inch television set, and (5) one LCD projector. Technical team with trained personnels for maintaining all equipments above was provided by Pustekkom to deliver guidance for the ICT implementation. In this preliminary step of ICT implementation for learning, Pustekkom conducted a research to identify early responses of school principals, teachers, parents as well as community leaders through interview, questionnaire, observation, and focus group discussion (FGD) in Satap Sabulmil Primary School (SD) and Junior High School Satap Sabulmil (SMP) in Lamakras Village-Lakmanen Subdistrict, Belu District-East Nusa Tenggara Province. Information gathered from students is about their daily learning habbits. The information resuled from this study is a worthwhile for the sustainability of the pilot project.  
PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN: KEARAH PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK Rahmi Rivalina; Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.690

Abstract

Penulisan artikel ini didasarkan atas masalah “Apakah kegiatan pembelajaran sehari-hari sudah berfokus pada peserta didik”? Manakala kita amati pelaksanaan kegiatan pembelajaran sehari-hari di dalam kelas, maka dapatlah dikatakan bahwa sebagian guru masih cenderung melaksanakan kegiatan pembelajaran secara konvensional dengan menerapkan metode ceramah dan mencatat (talk and chalk). Jika demikian kondisinya, maka dapatlah dikatakan bahwa sebagian pelaksanaan kegiatan pembelajaran masih cenderung berfokus atau berpusat pada guru. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di mana TIK tidak hanya memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari tetapi juga secara bertahap telah memengaruhi kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Sekalipun pada kenyataannya, belum semua sekolah dan juga belum semua guru memanfaatkan TIK dalam membelajarkan peserta didiknya. Dengan kemajuan TIK yang secara bertahap masuk ke dalam kelas, maka guru pun secara bertahap mulai terkondisi menerapkan pemanfaatan TIK di dalam kegiatan pembelajaran. Artinya, guru mulai tergugah untuk membagi perannya sebagai sumber belajar dengan TIK. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyajikan hasil kajian tentang kecenderungan guru yang mengarah pada penerapan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang diawali dengan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Metoda yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai hasil penelitian dan pengembangan, jurnal ilmiah, prosiding pertemuan ilmiah, dan publikasi lainnya yang relevan. Kemudian, hasil kajian disajikan secara deskriptif berupa artikel ilmiah, yaitu yang berupa kecenderungan guru yang mengarah pada penerapan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sewaktu mereka memulai pemanfataan TIK dalam membelajarkan peserta didiknya. The writing of this article is based on the problem “Has the daily teaching-learning activity been focused on the students” (has a students-focused learning been put into practice)?  If we carefully observe the daily teaching-learning activity in the classrooms, we could say that some teachers still tend to conduct it conventionally by applying the lecturing learning method and make notes (lecturing method and make notes). In such a condition, the conducted teaching-learning activity tends to be focused or centered on the presence of teacher in the class. In line with the development of the information and communication technology (ICT) in which ICT doesn’t only influence the various aspects of daily life but also influences the teacing-learning activity in the class. Eventhough in fact, not all schools as well as teachers have already utilized ICT in making students learn. Bringing ICT to be utilized in the classroom by teachers, in fact, the teacher simultenously and gradually tends to share his/her role with ICT as learning resources. This article aims at presenting the result of analyzing teacher’s tendency in starting utilizing ICT in learning and at the same time also tends to develop the students-centered learning model. The method used in writing this article is a literature study by reviewing various results of research and development, scientific journals, proceedings of scientific meetings, and other relevant publications. Then, the result of this literature study is descriptively presented in an article containing the teachers’ tendency in implementing the students-centered learning model when they start utilizing ICT in learning.